Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
111. Iritasi


__ADS_3

Pagi mulai menyapa. Suara deburan ombak terdengar dari kejauhan. Di sebuah kamar di villa yang berada di pinggir pantai, nampak dua orang yang masih terlelap saling berpelukan diatas ranjang dengan selembar selimut yang menutupi tubuh polos mereka. Dua orang anak manusia yang tidak lain adalah Hendrik dan Natalie. Di lantai kamar itu nampak pakaian dan bantal yang berserakan. Ranjang tempat keduanya berbaring pun tak kalah berantakan. Seprei yang kusut dan acak-acakan. Bantal di atas ranjang itu pun tidak beraturan.


Beberapa kali Hendrik nampak menggaruk wajahnya yang terasa gatal dan tidak nyaman. Hingga akhirnya pria keturunan Turki itu benar-benar terbangun. Natalie yang merasakan pergerakan Hendrik pun ikut terbangun, namun enggan membuka matanya. Wanita itu malah bergelung selimut.


"Astaga!"pekik Hendrik setelah duduk dan mengamati pantulan dirinya di cermin rias yang ada di samping ranjang itu dengan memegangi wajahnya sendiri. Awalnya Hendrik masih bingung saat melihat pantulan dirinya di cermin itu dan mengira ada Rayyan di tempat itu. Namun setelah mengamati seluruh ruangan Hendrik tidak melihat Rayyan dan merasa terkejut saat gerak-gerik orang di pantulan cermin itu sama seperti dirinya tapi dengan wajah Rayyan.


Natalie membuka matanya mendengar pekikan Hendrik dan melihat Hendrik sibuk menepuk-nepuk wajahnya sendiri dan melihat pantulan dirinya di cermin rias miliknya.


"Akkh!"Natalie memekik karena terkejut saat melihat Hendrik menggosok wajahnya sendiri dengan kedua tangannya. Karena saat Hendrik menggosok wajahnya, topeng wajah Hendrik terkelupas seperempatnya.


"Si.. siapa kamu?"pekik Natalie spontan duduk menatap Hendrik dengan ekspresi terkejut dan takut. Menutup tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang itu dengan selimut yang sempat melorot karena bangun mendadak, seraya menjauh dari Hendrik.


Namun Hendrik tidak menjawab. Pria keturunan Turki itu berusaha melepaskan topeng sintetis itu dari wajahnya. Karena wajahnya terasa tidak nyaman dan gatal.


"Akkhhh!"


Teriak Natalie dan Hendrik bersamaan setelah Hendrik melepaskan topeng wajah yang sudah semalaman menempel di wajahnya. Wajah Hendrik terlihat memerah dan bruntusan. Memakai topeng wajah semalaman dan banyak berkeringat karena aktivitas bercinta mereka yang panas semalaman membuat kulit Hendrik yang tertutup topeng menjadi iritasi.


"Shiitt!"umpat Hendrik merasa sangat kesal melihat wajahnya yang memerah karena iritasi.


"Ka.. Ka.. kamu Hendrik?"tanya Natalie dengan nada agak tinggi mencoba mengamati wajah Hendrik.


Wanita itu nampak terkejut dan tidak percaya bahwa ternyata pria yang di anggapnya Rayyan dan bercinta dengan dirinya semalaman ternyata adalah Hendrik yang memakai topeng wajah yang sangat mirip dengan Rayyan.


"Arrgkhh.. wajah ku yang tampan. Wajahku jadi rusak,"pekik Hendrik terlihat sangat, kesal, marah dan frustasi. Wajah tampannya yang di bangga-banggakan nya selama ini jadi tidak mulus lagi, menjadi kemerahan bahkan bruntusan karena iritasi. Tanpa sengaja tatapannya tertuju pada topeng sintetis yang beberapa saat lalu di lepaskan nya,"Ini pasti kerjaan Rayyan. Dasar Rayyan sialan! Adik kurang ajar!"umpat Hendrik. Karena merasa kesal pria itu merobek-robek topeng sintetis yang semalaman di pakainya.


"Ke. kenapa? Kenapa bisa kamu?"tanya Natalie. Natalie sungguh tidak menyangka, jika yang di culik anak buahnya adalah Hendrik yang memakai topeng wajah Rayyan.


"Aku semalam berada di klub malam dan membawa wanita penghibur untuk bercinta dengan ku di hotel. Tapi tiba-tiba ada yang memukul aku dari belakang hingga aku tidak sadarkan diri. Saat aku sadar, aku malah di ikat di atas ranjang dan melihat kamu. Dan kamu terus saja memanggil aku Rayyan. Aku pikir kamu sedang mabuk. Dan lama kelamaan berpikir kalau mungkin kamu sedang sakau sehingga berhalusinasi jika aku adalah Rayyan. Tapi nyatanya, aku malah memakai topeng wajah yang mirip sekali dengan Rayyan. Dan wajah ku jadi mengerikan seperti ini gara-gara topeng sialan itu. Siapa lagi yang melakukan ini jika bukan Rayyan?"ujar Hendrik panjang lebar membuang napas kasar karena merasa sangat kesal.


"Rayyan menjebak kita?"gumam Natalie yang masih bisa didengar oleh Hendrik.


"Siapa lagi kalau bukan dia? Sekarang aku akan membersihkan diri dulu. Carikan baju untuk ku! Kamu telah menggunting kemejaku. Aku harus pergi ke dokter kulit untuk mengobati wajah ku ini. Wajahku ini adalah aset berharga bagiku,"ujar Hendrik bergegas turun dari ranjang. Dengan keadaan tubuh polos tanpa sehelai benang, Hendrik berjalan menuju kamar mandi tanpa merasa malu sama sekali pada Natalie.


"Arrghh! Rayyan sialan!"pekik Natalie yang benar-benar merasa sangat kesal pada Rayyan karena telah tertipu oleh Rayyan.

__ADS_1


Rencana yang sudah di susun secara matang dan menghabiskan banyak uang hanya untuk mengurung Rayyan bersama dengannya untuk beberapa hari malah berakhir bercinta dengan Hendrik semalaman.


Hendrik masuk ke kamar mandi dan mengamati wajahnya di cermin,"Sialan si Rayyan! Wajah tampan dan mulus ku jadi merah dan bruntusan karena iritasi. Dan ini semua gara-gara topeng sialan itu,"gerutu Hendrik di dalam kamar mandi.


Natalie masih berada di atas ranjangnya saat Hendrik keluar dari kamar mandi. Masih merasa kesal, marah dan kecewa karena lagi-lagi rencananya untuk menjebak Rayyan gagal.


"Apa kamu sudah menyiapkan bajuku?"tanya Hendrik yang sudah selesai membersihkan diri. Pria itu hanya melilitkan handuk di pinggangnya.


"Di lemari itu ada baju yang sebelumnya aku siapkan untuk Rayyan,"sahut Natalie tanpa mau menatap Hendrik.


"Sepertinya kamu sangat bernafsu pada Rayyan. Aku rasa, kamu semalam pasti berencana menculik Rayyan. Dan Rayyan mengetahuinya sehingga menggantikan dirinya dengan diriku,"tebak Hendrik seraya mengambil pakaian dari dalam lemari. Pakaian yang di siapkan Natalie untuk Rayyan di lemari itu lengkap, sampai pakaian dalamnya pun ada.


"Tidak usah banyak bacot!"ketus Natalie yang masih merasa kesal dan kecewa.


"Aku mendengar suara deburan ombak. Dimana kita sekarang?"tanya Hendrik santai sambil mengenakan pakaian di depan lemari tanpa malu sedikit pun pada Natalie.


"Kita di villa ku, di daerah xx yang ada di kota xx di pinggir pantai,"sahut Natalie.


Hendrik tidak merasa malu sama sekali tubuhnya di lihat wanita. Sudah tidak terhitung lagi tidur dengan berapa banyak wanita, dan dari negara mana saja. Mengingat sebelumnya Hendrik sudah tinggal di beberapa negara dan berjumpa dengan banyak wanita. Jadi, sudah banyak wanita yang melihat dan merasakan keperkasaan pria itu. Banyak wanita yang dengan suka rela naik ke atas ranjangnya. Di beberapa negara, asal sama-sama suka, melakukan hubungan suami-istri tanpa ikatan itu sudah biasa. Bahkan tinggal serumah tanpa ikatan pun sudah lumrah. Tidak seperti di Indonesia yang jika melakukan hubungan suami-istri tanpa ikatan akan di gerebek warga dan akan di nikahkan secara paksa atau bahkan di arak keliling kampung, di lempari sayur busuk, telur busuk, bahkan batu. Di luar negeri tidak ada hal semacam itu. Asal suka sama suka, bercinta tanpa ikatan itu sudah biasa.


"Halo!"sahut Natalie setelah menerima panggilan. Penasaran, siapa orang yang menghubungi dirinya.


"Tolong katakan pada Tuan Hendrik, Tuan Rayyan sudah menyiapkan mobil untuk Tuan Hendrik. Supir akan mengantarkan Tuan Hendrik ke dokter kulit terbaik di kota ini,"


"Tut.. Tut..Tut..."


Panggilan terputus sebelum Natalie sempat mengatakan apapun. Natalie berusaha menghubungi nomor yang baru saja menghubungi nya, tapi nomor itu sudah tidak aktif lagi.


"Shiitt!"umpat Natalie merasa semakin kesal.


"Ada apa?"tanya Hendrik yang sudah selesai memakai pakaian.


"Ada nomor tidak di kenal yang menghubungi aku. Orang itu mengatakan Rayyan sudah menyiapkan mobil untuk kamu. Supir akan mengantarkan kamu ke dokter kulit terbaik di kota ini. Dan aku rasa, yang menghubungi aku barusan adalah asisten sialan Rayyan itu,"jawab Natalie yang terlihat sangat kesal.


"Berarti memang benar Rayyan yang melakukan semua ini. Dasar adik sialan!"umpat Hendrik kesal.

__ADS_1


Hendrik bergegas berjalan menuju pintu dan membukanya. Namun ternyata pitu itu terkunci. Dan kuncinya tidak ada di lubang kunci pintu itu.


"Hei! Mana kunci pintu ini?"tanya Hendrik seraya menatap Natalie.


Natalie mendengus kesal, lalu beranjak dari tempatnya berbaring dengan melilitkan selimut di tubuhnya dan mengambil kunci yang disembunyikan nya di dalam lemari. Natalie melempar kunci itu pada Hendrik dan dengan sigap Hendrik menangkapnya.


"Ternyata kamu benar-benar berniat mengurung adikku di villa ini,"ucap Hendrik tersenyum miring.


"Berisik!"ketus Natalie berlalu menuju kamar mandi.


"Brakk"


Natalie menutup pintu kamar mandi dengan kuat, membuat kedua bahu Hendrik terangkat ke atas karena terkejut.


"Cih! Dasar perempuan sundel! Aku yang nggak waras dan bodoh saja ogah menikah sama kamu. Apalagi Rayyan yang masih waras dan pintar. Mimpi kamu ketinggian! Di samber pesawat baru nyahok!"teriak Hendrik yang kesal karena terkejut dengan suara pintu yang di tutup Natalie.


"Dasar tidak waras! Enyah sana!"teriak Natalie dari dalam kamar mandi merasa semakin kesal.


"Siapa juga yang mau berlama-lama dengan perempuan sundel seperti kamu. Ogah aku kalau nggak pengen bercinta doang,"gerutu Hendrik bergegas keluar dari kamar Natalie.


...🌸❤️🌸...


Notebook :


•Sakau, atau sakaw, alias putus obat, adalah gejala tubuh yang terjadi akibat pemberhentian pemakaian obat secara mendadak, atau akibat penurunan dosis obat secara drastis sekaligus.


•Narkoba juga dapat menyebabkan gangguan kepribadian narsistik, gangguan histrionik dan sebagainya. Hal ini disebabkan oleh efek halusinasi yang ditimbulkan dari penggunaan narkotika. Halusinasi ini sangat mungkin berkembang menjadi gangguan mental lainnya. Sering tegang dan gelisah.


•Halusinasi visual adalah bisa melihat berupa suatu objek, pola visual, manusia, atau cahaya. Misalnya, Anda mungkin melihat seseorang yang sebenarnya tidak berada di ruangan, atau melihat lampu berkedip yang tidak dapat dilihat orang lain.


•Kata sundaal atau sundel dalam bahasa Indonesia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003: 1104) kata sundaal adalah buruk kelakuan (tentang perempuan), lacuur, jalangg. Dengan demikian kata ini merujuk pada perempuan jalangg atau pelacuur.


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2