Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
93. Ramuan Turun-temurun


__ADS_3

Bu Ella mengernyitkan keningnya, menatap wajah Aurora yang cemberut setelah menerima telepon dari Rayyan. Sedangkan Nala keluar dari ruangan itu setelah Aurora mengembalikan handphone-nya.


"Kenapa setelah menerima telepon dari suami kamu, kamu malah jadi cemberut seperti itu?"tanya Bu Ella.


"Habisnya, Rayyan nggak sudah-sudah mengingatkan aku agar setelah dua hari aku harus pulang,"ujar Aurora membuang napas kasar.


"Bagus, dong! Itu karena Rayyan tidak mau terlalu lama berjauhan dengan kamu. Dan itu artinya Rayyan sangat mencintai kamu,"sahut Bu Ella menyampaikan deduksi nya.


"Aku lelah, Bu. Rayyan itu maniak. Dia tidak akan puas jika hanya bercinta sekali dalam sehari. Dan ibu tahu?.... "


"Tidak,"ucap Bu Ella memotong kata-kata Aurora, membuat Aurora merasa kesal.


"Makanya ibu dengarkan dulu apa kataku! Jangan memotongnya kata-kata ku,"ujar Aurora bersungut-sungut.


"Ya sudah, katakan lah!"pinta Bu Ella tertawa kecil. Karena tadi memang sengaja memotong kata-kata Aurora untuk menggoda Aurora.


"Rayyan setiap malam selalu meminta jatah nya padaku. Dia tidak akan berhenti sebelum aku kelelahan. Karena itu, aku ingin lebih lama di sini, agar aku bisa istirahat untuk melayani dia,"sahut Aurora membuang napas kasar.


"Ra, malah bagus jika dia setiap malam meminta jatah nya sama kamu. Bahaya jika sampai dia tidak minta jatah nya setiap malam sama kamu. Itu bisa berarti, dia jajan di luar atau memiliki WIL, alias Wanita Idaman Lain. Tapi kalau tiap malam selalu minta jatah sama kamu, berarti dia setia sama kamu. Kamu harus melayani dan memuaskan dia sebaik mungkin. Agar dia tidak berpikir untuk mencari yang lain. Suami kamu itu tampan, mapan dan bentuk tubuhnya pun ideal. Pasti banyak wanita di luar sana yang ingin menjadi istri, selingkuh atau bahkan sekedar menjadi teman ranjang suami kamu. Jadi, jangan beri celah untuk orang ketiga. Berikan full servis untuk suami kamu agar dia tidak bisa pindah ke lain hati dan berpaling dari kamu,"ujar Bu Ella panjang lebar.


"Masalahnya, aku selalu kelelahan karena melayani dia, Bu. Tiap malam nggak pernah absen buat minta jatah. Dan nggak cukup cuma sekali. Ibu tahu, kemarin saja, sore dia minta, dan malamnya masih minta lagi,"ujar Aurora menghela napas panjang.


"Ya, sudah. Layani saja, Ra. Kamu malah berdosa, loh, kalau tidak mau melayani suami kamu,"sahut Bu Ella memberi pengertian.


"Oh iya, ibu ingin aku kasih uang berapa? Rayyan meminta aku memberikan uang untuk ibu dan bapak. Dan katanya terserah aku mau memberikan berapa untuk ibu,"ujar Aurora mengalihkan pembicaraan. Aurora tidak mau ibunya menceramahi dirinya tentang bagaimana menjadi istri yang baik.


"Ibu dan bapak baru saja panen, Ra. Uang dari hasil panen kemarin sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kami, bahkan lebih. Jadi, tidak usah memberikan uang pada bapak dan ibu,"sahut Bu Ella.

__ADS_1


"Rayyan akan memarahi aku jika aku tidak memberikan uang pada ibu dan bapak,"sahut Aurora. Wanita itu sangat yakin, jika suaminya pasti akan marah jika dirinya tidak memberikan uang pada kedua orang tuanya.


"Ya sudah, terserah kamu saja mau memberikan berapa,"sahut Bu Ella yang merasa tidak terlalu membutuhkan uang dari Aurora dan suaminya. Karena dari hasil sawah dan kebun, Bu Ella dan Pak Hamdan sudah merasa cukup, bahkan lebih untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka.


"Ya sudah, kalau begitu, aku kirimkan sepuluh juta untuk ibu dan bapak,"ujar Aurora seraya membuka aplikasi mobile banking di handphone nya.


"Eh, itu terlalu banyak, Ra. Bapak sama ibu masih punya tabungan.Satu juta saja sudah cukup, Ra,"ujar Bu Ella nampak tidak setuju dengan keputusan Aurora.


"Satu juta? Sepuluh juta aja hanya recehan buat Rayyan, Bu. Masa iya, aku mau ngasih ibu satu juta. Rayyan akan memarahi aku jika aku cuma memberi ibu uang satu juta,",sahut Aurora.


"Ya jangan di kasih tahu, lah, Ra,"sahut Bu Ella.


"Dia akan tetap tahu, Bu,"sahut Aurora.


Aurora tahu benar siapa suaminya. Tanpa di beritahu, Rayyan tahu segala nya dan tidak akan mudah untuk dibohongi.


"Untuk apa ibu dan bapak uang sebanyak itu,"gumam Bu Ella menghela napas panjang.


Akhirnya Bu Ella pun pasrah. Membiarkan Aurora mengirimkan uang ke rekening nya. Tidak ingin putrinya di marahi menantunya karena masalah ini.


"Oh ya, Ra. Kamu ikut ibu ke pasar yang ada di kecamatan, ya!"ajak Bu Ella tiba-tiba.


"Mau ngapain, Bu?"tanya Aurora.


"Kita akan membeli bahan-bahan untuk membuat ramuan,"ujar Bu Ella.


"Bahan untuk membuat ramuan? Ramuan untuk apa, Bu?"tanya Aurora seraya mengernyitkan keningnya.

__ADS_1


"Ramuan agar kamu tidak merasa lelah dan pegal setelah melayani Rayyan,"sahut Bu Ella antusias.


"Yang bener, Bu? Memang ada ramuan seperti itu?"tanya Aurora nampak ragu.


"Tentu saja ada. Kalau tidak ada, ngapain ibu ajak kamu untuk membeli bahan-bahan nya. Ramuan ini adalah ramuan tradisional turun temurun dari keluarga kita. Di jamin, khasiat nya nggak bakal mengecewakan dan tanpa efek samping,"sahut Bu Ella yang sudah mirip dengan tukang jamu yang lagi promosi.


"Beneran bisa untuk menghilangkan lelah dan pegal setelah melayani Rayyan, Bu?"tanya Aurora masih ragu.


"Tentu saja. Kamu cukup meminumnya satu kali sehari, dan kamu akan merasakan khasiatnya. Dijamin, tubuh menjadi segar dan nggak loyo,"sahut Bu Ella penuh keyakinan.


"𝘽𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙝𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣 𝙡𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙙𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙜𝙖𝙡, 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙥𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙩𝙖𝙢𝙗𝙖𝙝 𝙧𝙖𝙥𝙚𝙩 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙩𝙖𝙢𝙗𝙖𝙝 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙩𝙖𝙢𝙞𝙣𝙖 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙮𝙖𝙣𝙞 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙪. 𝘿𝙞 𝙟𝙖𝙢𝙞𝙣, 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙠𝙡𝙚𝙥𝙚𝙠-𝙠𝙡𝙚𝙥𝙚𝙠, 𝙢𝙖𝙗𝙪𝙠 𝙠𝙚𝙥𝙖𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪,"gumam Bu Ella tertawa di dalam hati.


Seorang ibu yang ingin rumah tangga putri semata wayangnya harmonis dan langgeng. Itulah Bu Ella. Wanita itu mempunyai feeling, bahwa Rayyan adalah suami yang baik untuk Aurora. Karena itu, Bu Ella akan membuat Rayyan tergila-gila pada putrinya hingga tidak akan punya niat untuk meninggalkan putrinya. Tidak salah bukan, membuat seorang suami tergila-gila pada istrinya sendiri? Yang salah itu, jika membuat seorang suami tergila-gila pada pelakor.


"Tapi, baunya menyengat nggak, Bu?"tanya Aurora.


"Namanya ramuan, ya pasti ada bau jamunya, Ra. Tapi nanti ibu jadiin bubuk saja, terus dimasukkan ke dalam kapsul. Biar nggak ribet buat menyeduhnya. Biasanya, 'kan, males kalau harus menyeduh dulu. Kalau di masukin ke kapsul, 'kan, tinggal di telan dengan air putih saja,"ujar Bu Ella yang ingin putrinya lebih mudah mengkonsumsi ramuan yang di buatkan nya nanti.


"Nah, kalau itu, aku setuju, Bu. Biar nggak ribet buat mengkonsumsi nya,"sahut Aurora.


"Nanti malam kamu coba minum, pasti pagi harinya badan kamu terasa lebih segar dan nggak pegal-pegal,"sahut Bu Ella menyarankan.


"Oke, nanti malam akan aku cobain, Bu,"sahut Aurora.


"Nanti kalau sudah habis, akan ibu buatkan lagi, dan akan ibu kirimkan ke kamu,"ujar Bu Ella antusias.


...🌸❤️🌸...

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2