
Rayyan tersenyum mendengar persyaratan yang dikatakan pejabat yang ada di depannya itu.
"Menikah dengan putri anda? Saya sudah memiliki anak dan istri. Saya sudah sangat bahagia hidup bersama mereka.Saya sama sekali tidak berminat untuk menikah lagi,"sahut Rayyan tersenyum tipis, terlihat santai.
Andi tersenyum tipis mendengar perkataan Rayyan,"Aku sangka, Tuan akan goyah dan tergoda melihat gadis ini, karena gadis ini mirip Dila. Lupa jika di rumah sudah punya anak dan istri. Ternyata tidak. Syukurlah kalau begitu,"gumam Andi dalam hati merasa lega.
Sedangkan gadis yang bernama Lana nampak tertunduk dengan wajah suram mengepalkan kedua tangannya.
"Tidak apa jika anda tidak ingin menikah dengan putri saya. Namun anda harus tahu, usaha anda di sini semakin lama akan semakin sulit jika anda tidak menikah dengan putri saya,"ujar pria paruh baya itu merasa di atas angin.
"Perusahaan saya yang ada di sini bukanlah perusahaan induk. Perusahaan ini hanyalah perusahaan cabang. Kalau pun Tuan menekan perusahaan ini hingga membuat perusahaan ini gulung tikar, itu tidak akan banyak berpengaruh bagi saya. Saya tidak akan mencari istri kedua hanya untuk mempertahankan perusahaan cabang kecil seperti perusahaan saya yang ada di kota ini,"sahut Rayyan masih dengan senyuman tipis di bibirnya.
Andi tersenyum tipis mendengar perkataan Rayyan,"Apa pejabat ini berpikir, jika perusahaan ini sangatlah penting dan berarti bagi Tuan Rayyan? Sungguh menggelikan sekali,"gumam Andi dalam hati.
"Okey, jika itu keputusan anda. Tapi, saya tidak yakin jika anda bisa keluar dari kota ini dengan keadaan hidup, jika anda tidak menyetujui keinginan saya,"ancam pria paruh baya itu tersenyum dingin penuh intimidasi.
Andi terlihat geram mendengar perkataan pejabat itu,"Berani sekali dia mengancam Tuan Rayyan. Apa dia pikir kami ini orang yang lemah yang bisa di manfaatkan dan di ancam begitu saja?"gumam Andi dalam hati dengan senyuman dingin yang terbit di bibirnya.
Rayyan malah terkekeh kecil mendengar ancaman pria paruh baya di depannya itu. Sama sekali tidak terlihat rasa khawatir, apalagi rasa takut di wajah pria beranak satu itu.
Sedangkan Lana nampak memicingkan sebelah matanya melirik ekspresi wajah Rayyan.
"Siapa orang ini sebenarnya? Dia tampak tidak takut sama sekali pada ayah. Bahkan masih bisa tertawa saat di ancam ayah,"gumam Lana dalam hati merasa penasaran dengan Rayyan.
"Sampai seperti itu anda ingin menjadikan saya sebagai menantu anda, hingga mengancam saya. Apa anda benar-benar yakin ingin menjadikan pria miskin seperti saya sebagai menantu anda?"tanya Rayyan tersenyum miring.
"Anda terlalu merendah. Siapa yang tidak tahu dengan anda? Pengusaha muda yang sukses dengan aset berlimpah di mana-mana. Anda memiliki perusahaan dengan banyak cabang, baik di dalam maupun di luar negeri. Sebaiknya anda menceraikan istri anda dan menikah dengan putri saya, jika anda ingin tetap hidup,"ancam pria paruh baya itu yang sudah mengantongi semua informasi tentang Rayyan.
"Anda akan menyesal jika nekat memaksa saya untuk bercerai dengan istri saya dan menikah dengan putri anda. Karena saya benar-benar hanya seorang pria miskin yang tidak punya apa-apa,"ujar Rayyan kemudian melirik Andi,"Andi, berikan surat perjanjian itu!"titah Rayyan melipat ke dua tangannya di depan dadanya.
__ADS_1
"Baik, Tuan,"sahut Andi kemudian mengeluarkan sebuah surat perjanjian dari tas yang dibawanya.
Pejabat itu mengernyitkan keningnya saat Andi menyodorkan sebuah map kepadanya. Lana terlihat penasaran menatap map yang di sodorkan oleh Andi itu.
"Silahkan di baca!"ucap Andi dengan senyuman yang terkesan dingin.
Pria paruh itu membaca surat perjanjian yang di sodorkan oleh Andi. Pria itu membulatkan matanya setelah membaca setiap kalimat dalam surat perjanjian itu.
Pria paruh baya itu menyimpulkan isi dari surat perjanjian itu. Intinya adalah, jika Rayyan selingkuh atau menceraikan istrinya yang tidak membuat kesalahan, maka semua harta Rayyan akan menjadi milik istrinya sepenuhnya, tanpa kecuali. Dan jika Rayyan bercerai dengan istrinya, itu artinya Rayyan adalah pria miskin yang tidak memiliki apa-apa. Bahkan jika istrinya meninggal, harta itu akan jatuh pada putra Rayyan, dan jika putranya tiada, maka harta itu akan diserahkan pada negara.
Sekarang pria paruh baya itu mengerti, kenapa Rayyan mengatakan jika dirinya adalah seorang pria miskin. Menahan Rayyan di tempat ini pun percuma, karena dirinya tetap tidak akan mendapatkan apapun dari Rayyan.
Pria paruh baya itu meletakkan surat perjanjian itu dengan wajah yang sulit di deskripsikan.
Andi bergegas mengambil surat perjanjian itu. Sedangkan Lana mengernyitkan keningnya menatap wajah ayah sambungnya.
"Tuan, apa maksud anda? Anda ingin menjual saya demi perusahaan cabang Tuan?"tanya Andi tersenyum menahan geram pada majikannya.
Andi tidak menggunakan bahasa inggris, sehingga pejabat itu tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Andi.
"Gadis ini cantik, kamu juga tidak akan rugi jika menikah dengan dia. Daripada kamu jadi Jodi, alias jomblo abadi, bukankah lebih baik kamu menikah dan bisa memberikan keuntungan bagi perusahaan cabang ku?"ujar Rayyan tersenyum tanpa dosa. Rayyan juga tidak menggunakan bahasa inggris.
"Tuan ingin menumbalkan saya demi perusahaan cabang Tuan?"tanya Andi masih dengan senyuman menahan geram pada majikannya.
"Kalau bisa, kenapa tidak?"sahut Rayyan tersenyum miring.
Sedangkan pejabat itu benar-benar tidak bisa berkata-kata lagi menghadapi Rayyan. Semua yang di lakukannya selama beberapa bulan ini untuk membuat Rayyan datang ke kota ini dan menjeratnya, sama sekali tidak membuahkan hasil. Yang ada dirinya malah rugi besar.
"Saya masih memiliki banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan. Terimakasih atas jamuan makan malamnya. Saya permisi,"ucap Rayyan dengan senyuman yang memuakkan bagi pejabat itu, lalu menoleh ke arah Lana,"Nona Lana, semoga anda bisa mendapatkan jodoh idaman Nona,"ujar Rayyan kemudian melangkah meninggalkan ruangan itu diikuti oleh Andi.
__ADS_1
Lana menghela napas panjang setelah Rayyan dan Andi pergi.
"Arghh! Shiitt!"
"Brakk"
Pejabat itu mengumpat dan menggebrak meja karena merasa sangat kesal. Usahanya dan rencana yang sudah di susunnya dengan rapi, matang dan penuh pertimbangan benar-benar sia-sia.
"Aku tidak menyangka jika dia itu pengusaha gila. Bagaimana bisa dia membuat surat perjanjian seperti itu dengan istrinya? Dasar tidak waras! Sia-sia sudah usahaku untuk menjerat dia selama ini,"umpat pejabat itu.
Rencananya untuk menyekap Rayyan jika Rayyan tidak mau menikah dengan putri nya benar-benar tidak ada gunanya. Jika dirinya terus menahan dan memaksa Rayyan untuk menikah dengan putri sambungnya, itu sama saja dengan memungut pria miskin yang tidak berguna bagi dirinya.
Rayyan dan Andi berjalan menuju parkiran restoran itu dengan Andi yang terlihat bersungut-sungut.
"Tuan kejam sekali ingin menjual saya demi perusahaan. Apa Tuan tidak takut jika saya berhenti bekerja pada Tuan? Tuan akan menyesal jika saya berhenti bekerja pada Tuan,"gerutu Andi yang mengekor di belakang majikannya itu.
"Kamu tidak akan pernah berhenti bekerja padaku. Karena tidak akan ada orang yang mau menerima kamu bekerja selain aku. Walaupun kamu diterima bekerja di tempat lain, kamu tidak akan lama bertahan, karena pasti akan segera dipecat. Hanya aku yang mampu bertahan menjadi majikanmu. Karena mulutmu yang ceplas-ceplos itu, membuat tidak ada yang betah menjadi majikan mu. Lagian, mana mau pejabat itu menikahkan putrinya dengan seorang asisten. Dia pasti akan mencari seorang pengusaha agar bisa dijadikannya sebagai ATM untuk membiayai kampanye nya kelak,"ujar Rayyan yang menanggapi gerutuan Andi dengan santai dan penuh percaya diri.
Andi menghela napas panjang mendengar kata-kata Rayyan yang memang benar adanya.
"Sekarang, jalankan rencana kita! Buat perusahaan kita bangkit kembali dan buat pejabat sialan itu jatuh dari posisinya sekarang. Berani-beraninya dia menekan dan mengancam Rayyan Nugroho,"gumam Rayyan dengan wajah yang berubah menjadi dingin.
"Baik, Tuan,"sahut Andi yang raut wajahnya langsung berubah, dari bersungut-sungut menjadi tersenyum licik.
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
__ADS_1