Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
243. Geram


__ADS_3

Setelah pesta pernikahan Bima selesai, ibu Bima bergegas menghampiri Bima.


"Bim, ibu ingin bicara sebentar dengan kamu. Kamu antar dulu Nilam ke kamar kalian, setelah itu kamu temui ibu di kamar ibu,"ujar ibu Bima dengan ekspresi serius.


"Iya, Bu,"sahut Bima, kemudian mengantar Nilam ke kamar mereka.


Sepanjang jalan menuju kamar pengantinnya dan Nilam, Bima bertanya-tanya di dalam hati. Apa yang ingin dibicarakan oleh ibunya?


"Aku tinggal dulu untuk menemui ibu,"pamit Bima pada Nilam setelah mereka tiba di depan pintu kamar pengantin mereka.


"Iya,"sahut Nilam tersenyum tipis.


Nilam menghela napas panjang menatap punggung suami yang baru dinikahinya itu. Selama bertunangan, Nilam dan Bima jarang bertemu. Bima bertugas dan Nilam kuliah. Saat kencan pun, Bima tidak banyak bicara.


Setiap mereka bersama, Nilam sudah berusaha mengajak Bima mengobrol. Agar mereka lebih saling mengenal. Tapi, tetap saja Bima tidak banyak bicara. Nilam hanya bisa berharap, setelah menikah hubungannya dan Bima bisa lebih dekat lagi.


Setelah Nilam lulus kuliah, akhirnya orang tua Nilam dan Bima memutuskan untuk menikahkan mereka.


"Apa yang ingin ibu bicarakan?"tanya Bima setelah berada di kamar ibunya.


"Ibu cuma mau bilang, kamu jangan coba-coba berniat selingkuh dengan mantan pacar kamu yang tidak berpendidikan itu. Apa kamu tidak tahu kalau dia sudah dicampakkan oleh suaminya? Dia itu perempuan nggak bener. Kalau dia perempuannya baik-baik, dia tidak mungkin dicampakkan oleh suaminya,"ujar ibu Bima tampak berapi-api.


"Kenapa ibu masih saja membahas masalah itu? Aku sudah menikah sesuai keinginan ibu. Apalagi yang ibu inginkan dariku? Lagipula, ada aturan di militer. Apabila tentara berbuat zinaa dengan keluarga militer atau orang yang sudah berkeluarga, maka akan dijatuhi hukuman pemecatan. Aku sangat mencintai pekerjaan ku. Jadi, tidak mungkin aku mempertaruhkan pekerjaan yang aku cintai dengan berselingkuh,"sahut Bima.

__ADS_1


"Syukurlah kalau kamu mengerti. Dan ibu harap, ibu bisa memegang kata-kata kamu,"


Bima hanya menghela napas panjang mendengar kata-kata ibunya. Sadar jika dirinya tidak mungkin bisa memiliki Aurora. Namun juga tidak bisa menyuruh apalagi memaksa hatinya untuk berhenti mencintai Aurora. Sulit bagi Bima untuk melupakan Aurora. Namun bukan berarti Bima berniat mengejar Aurora kembali. Karena mereka sudah sama-sama menikah.


Walaupun saat ini Aurora sedang ada masalah dengan suaminya. Tapi Bima sama sekali tidak berniat menjadi orang ketiga dalam kehidupan rumah tangga Aurora. Apalagi Bima melihat sudah tidak ada cinta lagi di mata Aurora untuk dirinya.


"Kenapa ibu bicara seperti tadi? Apa ibu sudah bertemu dengan Aurora?"gumam Bima di dalam hati seraya berjalan menuju kamar pengantinnya.


Waktu terus berlalu dan hari pun terus berganti. Rayyan dan Aiden terus mencari Aurora tanpa lelah.


Pernikahan Bima berjalan biasa saja, tidak ada kemajuan yang signifikan. Walaupun Nilam sudah berusaha menjadi istri yang baik, tapi belum juga bisa mendapatkan hati Bima. Sesekali Bima mengunjungi Aurora.


Bu Ella nampak tidak suka dengan kunjungan Bima. Walaupun Aurora terlihat biasa-biasa saja pada Bima. Tapi Bu Ella melihat masih ada cinta di mata Bima untuk Aurora. Setiap kali datang, Bima juga selalu membawakan mainan untuk putra Aurora.


Masih ada tanda tanya besar di hati Bu Ella. Apa yang menyebabkan Aurora berpisah dengan Rayyan? Dan hal itu benar-benar mengusik hati Bu Ella selama in.


Seperti hari ini, pria yang bernama Lucas itu datang lagi ke rumah Aurora membawa barang-barang mahal sebagai hadiah.


Lucas adalah pengusaha terkaya di kota itu dan sudah memiliki dua istri.


"Apa kabar, Ra?"tanya pria itu berbasa-basi. Senyuman manis nampak menghiasi bibir pria itu. Matanya tidak berkedip menatap Aurora.


"Saya baik-baik saja. Maaf, Tuan! Sebaiknya anda jangan datang ke rumah saya lagi. Anda adalah pria yang sudah beristri. Tidak pantas kiranya jika Tuan datang kerumah saya. Apalagi saya juga bukan wanita singel. Saya wanita yang sudah bersuami,"ujar Aurora mencoba membuat pria itu berhenti mendekatinya. Jengah rasanya dengan pria di depannya itu.

__ADS_1


"Kamu jangan berbohong pada ku! Sudah berbulan-bulan aku mengamati kamu. Tidak ada pria di rumah ini selain ayahmu dan pelayan. Dan tentara yang bernama Bima itu, dia juga bukan suami kamu. Dia hanya teman kamu dan sudah beristri,"ujar Lucas yang sudah menyelidiki soal Aurora.


"Tapi saya memang sudah punya suami. Anda tidak lihat jika saya sudah memiliki anak?"


"Kamu pasti sudah bercerai dengan suami kamu. Atau mungkin sedang pisah ranjang sama suami kamu. Tidak mungkin suami kamu tidak pulang selama berbulan-bulan. Jika kamu bersedia menikah dengan aku, aku akan menceraikan semua istri ku. Baik kedua istri sah ku maupun istri kontrak ku. Kamu akan aku jadikan sebagai istri ku satu-satunya,"


"Maaf! Saya tidak berminat menjadi istri anda. Karena saya sudah memiliki suami dan saya sangat mencintai suami saya. Walaupun, seandainya suami saya sudah meninggal, saya juga tidak akan pernah menikah lagi. Karena tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan posisi suami saya di hati saya,"tanggap Aurora tegas.


Aurora benar-benar masih mencintai Rayyan. Walaupun Aurora dan Rayyan sudah terpisah selama beberapa bulan ini. Namun cinta Aurora untuk Rayyan sedikitpun tidak berubah. Meskipun Aurora tidak yakin, apa Rayyan masih mencintai dirinya seperti dulu setelah tahu jika ayahnya adalah orang yang telah melenyapkan papanya. Namun jujur, Aurora memang tidak pernah punya niat menikah lagi dengan pria manapun. Seandainya dirinya bercerai dengan Rayyan ataupun Rayyan meninggal lebih dulu dari dirinya, Aurora akan memilih untuk hidup sendiri.


Bu Ella yang melihat dan mendengar pembicaraan Aurora dengan orang yang bernama Lucas itu pun menjadi geram. Terlihat jelas di wajah dan tatapan mata dari Bu Ella yang sangat membenci Lucas.


"Dasar brengseek! Buaya darat! Sudah punya banyak istri masih mau menikahi putri ku. Sampai mati pun, aku tidak akan pernah merestui Aurora menikah dengan pria brengseek seperti kamu. Selamanya menantu ku hanya Rayyan. Jika saja aku sehat seperti dulu, sudah aku bawakan air bekas ngepel dan memukuli kamu dengan penyapu. Tidak akan aku biarkan orang brengseek macam kamu menikahi putri ku,"umpat Bu Ella yang tidak bisa terucap karena keadaannya yang belum pulih.


Pak Hamdan yang mendengar perbincangan Aurora dan Lucas juga merasa geram pada Lucas. Pak Hamdan pun menghampiri dua orang yang sedang berbincang itu.


"Maaf Tuan, putri saya sudah bersuami, jadi tolong jangan ganggu putri saya. Saya tidak mau putri saya di cap sebagai pelakor. Karena anda terus mendekati putri saya,"ujar Pak Hamdan terlihat tidak suka.


Sedangkan Mastuti juga terlihat sangat geram pada pria yang bernama Lucas itu.


"Beraninya pria brengseek itu menggoda majikanku. Jika Tuan Rayyan tahu istrinya digoda pria lain, aku tidak yakin kamu masih bisa tersenyum seperti itu. Mentang-mentang kaya, seenak jidatnya saja menikahi dan mencerahkan wanita. Aku sebagai wanita merasa terhina. Sepertinya aku harus memberi pelajaran pada pria brengseek seperti kamu. Pria yang suka menggoda dan mempermainkan wanita harus diberi pelajaran,"gumam Mastuti dalam hati. Wanita paruh baya itu nampak tersenyum smirk.


...🌸❤️🌸...

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2