
Malam itu Rayyan membawa Aurora ke dokter kandungan. Rayyan sudah tidak sabar ingin mengetahui apakah Aurora benar-benar sedang mengandung atau tidak. Namun Rayyan sangat berharap Aurora kembali mengandung.
"Selamat nyonya, Tuan, atas kehamilan Nyonya,"ucap dokter kandungan itu setelah melakukan pemeriksaan pada Aurora.
"Terimakasih, dok!"ucap Rayyan penuh senyuman.
"Terimakasih, dok!"ucap Aurora tersenyum tipis.
Dokter itu pun mengangguk kecil seraya tersenyum tipis pada sepasang suami-isteri yang sedang berbahagia itu.
"Terimakasih, sayang,"ucap Rayyan memeluk Aurora dengan perasaan bahagia.
Aurora tidak menjawab, tapi wanita itu membalas pelukan suaminya dengan senyuman lembut di bibirnya.
"Aku tidak menyangka, jika kamu begitu bahagia setiap kali mengetahui aku sedang mengandung,"gumam Aurora dalam hati.
Setelah berpamitan pada dokter itu, Rayyan memeluk pinggang Aurora seraya berjalan keluar dari ruangan itu. Terlihat jelas kebahagiaan di wajah pria itu.
"Ray, Ra!"
Suara itu membuat Rayyan dan Aurora menghentikan langkah kaki mereka.
"Fina?"
"Dokter Fina?"
Ucap Rayyan dan Aurora bersamaan saat melihat orang yang memanggil mereka adalah Fina.
"Kalian dari dokter kandungan? Apa Aurora hamil lagi?"tebak Fina yang melihat sepasang suami-isteri itu baru keluar dari ruangan dokter kandungan. Apalagi saat melihat kebahagiaan di wajah sepasang suami istri itu. Hal itu membuat Fina berasumsi jika Aurora kembali mengandung.
"Iya. Aurora mengandung lagi,"sahut Rayyan yang tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.
"Selamat, ya! Aku ikut berbahagia untuk kalian,"ucap Fina tersenyum tulus hendak memeluk Aurora.
"Eh, jangan peluk istri ku!"larang Rayyan seraya memeluk istrinya,"Kamu dari memeriksa pasien. Belum tentu tubuh kamu bersih dari virus dan kuman,"ujar Rayyan protektif.
"Iya, ya. Untung saja kamu mengingatkan aku. Oh, ya, tolong nasehati kakak kalian itu! Kakinya itu baru sembuh, tapi sudah membuat skandal dengan wanita,"keluh Fina.
"Soal kabar kedekatan kakak dengan wanita yang bernama Victoria itu, ya?"tebak Aurora.
__ADS_1
"Iya. Siapa lagi?,"sahut Fina dengan wajah yang terlihat kesal.
"Memangnya kenapa, jika dia dekat sama cewek. Bagus, dong! Siapa tahu cepat nikah. Biar nggak jadi bujang lapuk dan nggak celah-celup sana sini,"sahut Rayyan enteng.
"Masalahnya... Huff.. Sabar-sabar,"ucap Fina menarik napas berkali-kali untuk menetralkan emosinya yang menjadi naik karena kata-kata Rayyan. Fina tidak ingin ingkar janji pada Aiden yang memintanya untuk merahasiakan pernikahan Aiden dari siapapun. Fina sadar, seandainya Rayyan dan Aurora tahu jika Aiden sudah menikah secara diam-diam dan bahkan saat ini istrinya sedang mengandung, sepasang suami-isteri itu pasti akan marah pada Aiden.
"Kamu kenapa, sih, Fin? Kok sepertinya tidak suka jika Aiden dekat dengan wanita. Victoria juga wanita baik-baik, cantik, mandiri dan sukses dalam karir nya. Ya, walaupun nggak ada apa-apa nya jika dibandingkan dengan istri ku. Tapi, lumayan lah untuk kakak"sahut Rayyan yang tidak lupa memuji istrinya, setelah memuji wanita lain agar Aurora tidak marah padanya.
"Ah, sudahlah! Jika kalian tidak tahu kenyataan dan permasalahan yang sebenarnya, kalian tidak akan mengerti apa maksudku. Percuma membicarakan soal ini dengan kalian. Sekali lagi, selamat atas kehamilan Aurora. Semoga ibu dan baby nya sehat,"ucap Fina kemudian berlalu meninggalkan sepasang suami-isteri yang nampak bingung karena dirinya itu.
"Ada apa sebenarnya? Kenapa sikap Fina hari ini terlihat aneh sekali? Fina seperti tidak suka, jika kakak berhubungan dengan Victoria. Kenyataan dan permasalahan sebenarnya? Apa maksud Fina ?"gumam Aurora yang masih bisa di dengar oleh Rayyan.
"Aku juga tidak tahu. Tapi, aku merasa kakak dan Fina menyembunyikan sesuatu dari kita,"sahut Rayyan setelah mendengar kata-kata Fina tadi.
"Aku juga merasa seperti itu sayang,"sahut Aurora sependapat dengan suaminya.
"Tidak usah dipikirkan! Nanti kita tanyakan pada kakak, apa yang menjadi penyebab Fina kesal pada kakak. Ayo, kita pulang! Atau kamu ingin pergi ke suatu tempat sebelum pulang? Atau mungkin ingin makan sesuatu?"tanya Rayyan seraya mengusap rambut Aurora lembut.
"Kita pulang saja,"sahut Aurora tersenyum tipis.
Rayyan tersenyum lembut seraya merangkul pinggang Aurora. Sepasang suami-isteri itu melanjutkan langkah kaki mereka keluar dari rumah sakit itu.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Fina bukanlah orang yang mudah marah, walaupun sikap kami bertempat lumayan absurd. Dia selalu mendukung kami baik di saat susah dan senang. Dia adalah satu-satunya sahabat wanita terbaik yang kami miliki,"gumam Rayyan dalam hati.
*
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, akhirnya Rayyan dan Aurora pun tiba di rumah. Naima, Zayn, Hendrik dan Sumi nampak duduk di ruang keluarga.
"Papa! Mama!"panggil Zayn saat melihat ke dua orang tuanya. Senyuman lebar terpatri di bibir balita lucu itu. Zayn berlari menghampiri kedua orang tuanya.
"Jagoan papa,"ucap Rayyan seraya mengangkat Zayn dan menggendongnya. Pria itu mencium pipi putranya yang chubby dengan gemas.
"Bagaimana hasil pemeriksaan nya? Apa positif?"tanya Naima tidak sabar.
"Positif, ma,"sahut Rayyan penuh senyuman.
"Ahh.. Sebentar lagi mama akan punya cucu lagi. Terimakasih Tuhan. Selamat, ya, Ray, Ra,"ucap Naima seraya memeluk Aurora penuh rasa bahagia.
"Terimakasih, ma,"sahut Aurora membalas pelukan Naima.
__ADS_1
"Selamat, Ray, Ra!"ucap Hendrik dan Sumi bersamaan. Sumi pun ikut memeluk Aurora.
"Kakak yakin tidak ingin memiliki anak lagi?"tanya Rayyan seraya duduk di sofa memangku Zayn.
"Tidak. Qyara sudah cukup untuk kami. Lagi pula, kalian sebentar lagi akan memiliki bayi lagi. Rumah kita tidak akan sepi lagi dengan tiga orang anak di dalamnya,"ujar Hendrik yang masih kukuh dengan pendiriannya yang tidak ingin memiliki anak lagi.
"Kenapa kakak begitu takut? Kakak tidak ingin memiliki anak laki-laki?"tanya Rayyan lagi.
"Kamu bisa berkata begitu karena kamu tidak menemani Aurora saat melahirkan. Melihat Miti kesakitan saat melahirkan, aku tidak ingin Miti mengandung lagi. Anakmu adalah anakku juga. Jadi, sekarang aku sudah memiliki anak laki-laki dan perempuan. Bahkan, sebentar lagi akan bertambah satu lagi. Tinggal menunggu beberapa bulan lagi, maka aku akan memiliki tiga orang anak. Lagipula, aku memang tidak ingin memiliki anak kandung laki-laki,"ujar Hendrik menghela napas kasar.
"Kenapa?"tanya Rayyan dengan kening yang berkerut.
"Jika aku memilliki anak kandung laki-laki, aku takut dia akan menjadi Casanova seperti aku dulu,"sahut Hendrik membuang napas kasar.
"Sebenarnya, kamu takut melihat Sumi melahirkan atau kamu takut punya anak laki-laki?"tanya Naima yang sudah duduk di sofa bersama dua orang menantunya.
"Dua-duanya, ma. Aku takut melihat Miti melahirkan dan takut memiliki anak laki-laki. Aku takut anakku menjadi Casanova seperti aku,"sahut Hendrik membuang napas kasar.
"Sekarang kakak menyesal, 'kan?"sahut Rayyan.
"Ya, namanya dulu masih muda, Ray. Yang dipikirkan hanya kesenangan. Yang penting, sekarang aku sudah menyesal dan tidak ingin lagi mengulangi kesalahan yang sama seperti dulu, bukan?"sahut Hendrik yang benar-benar menyesali karena masa mudanya yang berkecimpung di dalam dosa.
"Bagaimana dengan kakak mu, Ra? Apa dia juga sudah berhenti menjadi seorang Casanova?"tanya Naima yang jadi teringat Aiden yang juga seorang Casanova seperti Hendrik.
"Entahlah, ma. Aku tanya sama Roni, sih, enggak lagi. Nggak tahu kalau Roni menyembunyikannya dariku. Roni itu adalah orang kepercayaan kakak. Pasti akan menyembunyikan keburukan kakak, apalagi di hadapan ku,"sahut Aurora menghela napas panjang.
"Hari ini pemberitaan tentang Aiden begitu heboh. Apa dia benar-benar serius dengan wanita yang bernama Victoria itu?"tanya Hendrik menatap Aurora dan Rayyan bergantian. Hendrik juga mengetahui tentang pemberitaan Aiden yang dekat dengan seorang wanita.
"Aku tidak tahu, kak. Aku juga belum menghubungi kak Aiden,"sahut Aurora jujur.
"Kak, kakak tahu persis tentang fotografi. Apa menurut kakak, foto-foto kak Aiden dengan Victoria itu asli? Selama ini, tidak pernah ada gosip yang beredar tentang kedekatan kak Aiden dengan seorang wanita pun. Apalagi sampai beredar video dan foto-foto mesra seperti hari ini. Dan anehnya lagi, berita itu hanya di beritakan di negara Victoria dan di negara kita. Aku merasa ada yang janggal dengan berita ini. Bagaimana menurut kakak?"tanya Rayyan yang merasa agak aneh dengan beredarnya foto dan video kemesraan Aiden bersama Victoria itu.
"Aku sebenarnya juga merasa janggal dengan hal ini. Aku juga sudah mengamati video dan foto-foto itu. Menurut analisisku, semuanya asli. Tapi soal foto-foto yang terlihat mesra itu, itu tergantung dari sisi mana kita memotretnya. Kamu berdiri berhadapan dengan Aurora dengan posisi biasa pun bisa terlihat mesra jika di ambil dari sudut tertentu. Bahkan saat kamu berbisik pada Aurora, jika di potret dari sisi yang tepat akan terlihat seperti kamu sedang mencium Aurora,"jelas Hendrik.
"Jadi, tentang berita hari ini, menurut kalian ada orang yang sengaja menyebarkannya dan orang itu memiliki tujuan tertentu?"tanya Aurora curiga.
"Iya,"sahut Rayyan dan Hendrik bersamaan.
...🌸❤️🌸...
__ADS_1
.
To be continued