Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
253. Berani Sekali!


__ADS_3

"Kamu benar-benar wanita yang sombong dan keras kepala. Sekarang kamu tidak punya pilihan lagi. Anakmu sudah berada di tangan ku. Kamu harus menikah dengan ku, dan menjadi istri ke tigaku. Jika tidak..."


"Jika tidak apa?"suara bariton nan dingin dan datar itu terdengar, memotong kata-kata Lucas bersamaan dengan seorang pria yang yang masuk ke dalam ruangan tamu itu.


"Ray.."gumam Aurora.


Lucas nampak terkejut mendengar suara bariton yang diikuti dengan munculnya Rayyan. Lucas menatap pria dengan postur tubuh tinggi, tegap, proposional, wajah yang mirip orang Turki dan yang pastinya sangat tampan. Berbeda jauh dengan dirinya yang bertubuh gempal dengan perut yang lumayan buncit dan wajah standar.


"Siapa kamu?"tanya Lucas dengan angkuhnya. Padahal hati Lucas sudah menciut saat melihat tatapan tajam, wajah dingin dan aura mendominasi yang dipancarkan Rayyan.


"Ini suamiku,"sahut Aurora yang langsung memeluk lengan Rayyan yang saat ini memakai stelan piyama.


"Sialan! Pantas saja dia tidak mau aku nikahi, suaminya tampan sekali. Tapi aku adalah orang terkaya dan berkuasa di pulau ini. Jadi, bagaimanapun dan apapun yang terjadi, Aurora harus menjadi milikku,"gumam Lucas dalam hati yang merasa kalah saing dengan Rayyan. Namun masih keras kepala dan kukuh dengan pendiriannya untuk memiliki Aurora.


"Sebaiknya kamu ceraikan Aurora. Wanita cantik seperti Aurora tidak pantas menjadi istri pria miskin seperti kamu. Kamu hanya mampu memberikan sebuah gubuk seperti ini untuk Aurora. Aku bisa memberikan rumah yang mewah dan megah untuk Aurora. Karena aku adalah orang yang paling kaya dan berkuasa di pulau ini,"ucap Lucas yang sedang duduk di sofa itu penuh keangkuhan.


"Cari mati ini orang,"gumam Aurora dalam hati, melirik ekspresi wajah suaminya yang dingin dengan tatapan tajam.


Rayyan tersenyum sinis mendengar perkataan Lucas. Pria itu melepaskan pelukan Aurora di lengannya, lalu berjalan mendekati Lucas.


"Mampus! Sudah bisa dipastikan kalau sebentar lagi Lucas pasti bakalan babak belur di hajar Rayyan,"gumam Aurora dalam hati.


Sedangkan Lucas yang didekati Rayyan pun menjadi takut. Aura Rayyan yang dingin, suram, mendominasi, dengan tatapan tajam, dan dingin itu seolah-olah ingin membunuh. Dan semua itu benar-benar membuat nyali Lucas menciut. Namun pria itu tetap bersikap angkuh, seolah-olah tidak takut sama sekali pada Rayyan.


"Hei! Mau apa kamu!"pekik Lucas saat Rayyan tiba-tiba mencengkram kerah kemejanya dan menarik Lucas hingga Lucas terpaksa berdiri.


"Bugh'


"Akhh!"pekik Lucas saat Rayyan tiba-tiba memberinya bogeman mentah hingga Lucas terhuyung dengan bibir yang berdarah.


Anak buah Andi yang berjaga di sekitar rumah itu pun bergegas melihat apa yang sedang terjadi. Memastikan bahwa majikannya baik-baik saja.


"Memangnya kenapa jika kamu adalah orang kaya dan berkuasa di pulau ini? Apa kamu pikir kamu bisa menyentuh anak, istri ku dan memisahkan kami?"


"Bugh"

__ADS_1


Rayyan kembali memukul Lucas hingga Lucas jatuh terduduk. Rayyan kembali mencengkram kerah kemeja Lucas dan menarik Lucas hingga Lucas berdiri.


"Berani sekali kamu mendekati dan merayu istri ku. Bahkan ingin menjadikan istri ku sebagai istri ke tiga mu. Dan berani-beraninya kamu menculik putraku! Apa kamu sudah bosan hidup?"


"Bugh"


"Bugh"


"Bugh"


Rayyan menghajar Lucas dengan brutal. Wajah Lucas benar-benar babak belur, bahkan ada dua buah giginya yang tanggal karena pukulan Rayyan. Lucas berusaha melawan, tapi Rayyan terlalu kuat dan lihai dalam ilmu beladiri. Hingga akhirnya Rayyan menendang barang paling berharga bagi Lucas. Yaitu sosis yang dilengkapi dua telur milik Lucas.


Pak Hamdan, Mastuti dan juga para pelayan di rumah itu pun datang ke ruang tamu saat mendengar keributan yang terjadi. Mereka bergidik ngeri melihat wajah Lucas yang babak belur dan berdarah karena dihajar Rayyan.


Aurora hanya bisa meringis melihat suaminya menghajar Lucas,"Rayyan tidak akan membunuh orang itu, 'kan? Aku tidak ingin Rayyan menjadi seorang pembunuh,"gumam Aurora dalam hati, merasa khawatir pada Rayyan yang tengah emosi itu.


"Ray.!"panggil Pak Hamdan ingin menghentikan Rayyan.


"Jangan, Pak! Tuan Rayyan tahu batas dalam menghajar orang. Tuan tidak akan suka jika anda ikut campur,"ucap Mastuti menghentikan Pak Hamdan.


Lucas meringis dengan wajah yang babak belur, berdarah, dan pucat pasi. Pria itu memegangi telur nya yang mungkin saja pecah di dalam sana karena di tendang Rayyan.


"Berani sekali kamu melakukan ini padaku. Anakmu masih ada di tangan ku. Berlutut di depan ku, dan jilat sepatu ku! Tanda tangani surat cerai dengan Aurora! Jika tidak, akan ku potong satu persatu jari anakmu itu!"ancam Lucas penuh arogansi ( sombong ).


Lucas baru teringat kalau dirinya bisa menggunakan anak orang di depannya itu untuk mengancam dan menghentikan orang itu menghajar dirinya.


Dari tadi pikiran Lucas jadi ngeblank ( tidak mampu untuk mengingat / berpikir ) karena aura dingin, suram dan mendominasi dari pria yang mengaku sebagai suami Aurora itu.


"Kamu menculik putraku? Ingin memotong satu persatu jari putraku? Saat ini, putraku sedang tidur di box bayinya. Kamu pikir semudah itu menculik putraku? Mimpi!"


"Akhhh"


Lucas memekik saat jemari tangannya diinjak Rayyan.


"Kamu ingin aku menjilat sepatu mu dan menceraikan istriku?"

__ADS_1


"Krak"


"Akkh,"Lucas kembali memekik saat kakinya diinjak Rayyan. Sepertinya, kaki pria itu patah.


"Masih ingin menjadikan istri ku sebagai istri ketiga mu?"tanya Rayyan masih dengan ekspresi dingin dan aura yang terlihat suram.


"Ti.. Tidak,"ucap Lucas kesakitan karena Rayyan masih menginjak kakinya. Sekaligus ketakutan pada pria di depannya itu.


Rayyan menunduk, lalu menarik kerah baju Lucas hingga Lucas terpaksa berdiri sambil menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya, terutama di kakinya.


"Dengar! Aku paling tidak suka jika ada orang yang menyinggung ku. Sebaiknya kamu pergi dari sini selagi aku masih bisa menahan diri untuk tidak menghajar kamu lebih parah lagi!"ucap Rayyan dengan suara dingin, tatapan tajam dan aura yang terlihat sangat menakutkan.


Rayyan melepaskan cengkraman tangan di kerah kemeja Lucas, lalu mendorong tubuh Lucas hingga Lucas kembali terduduk di lantai.


"Aku pasti akan membalas mu! Kamu akan merangkak dan berlutut di kaki ku untuk memohon ampun padaku,"gumam Lucas dalam hati.


"Bawa pergi dia dari hadapanku, sebelum aku mematahkan semua tulang-tulang nya!"titah Rayyan pada anak buah Andi masih dengan suara dinginnya.


"Baik, Tuan,"sahut anak buah Andi yang langsung menyeret Lukas keluar dari rumah itu bersama temannya.


"Sial! Siapa sebenarnya suami Aurora itu? Aura nya begitu dingin dan menakutkan. Aku akan mengurus orang itu nanti. Akan aku balas perbuatannya ini setelah aku sembuh. Aku akan membayar orang untuk menangkapnya dan menghajarnya hingga babak belur. Lalu aku akan melucuti pakaian Aurora dan memperkosaa Aurora di depan matanya. Aku akan melakukannya terus sampai aku puas dan pria itu merasa tersiksa lahir dan batin. Lama-lama dia akan menjadi gila karena melihat aku menikmati tubuh istrinya setiap saat sesuka hatku,"gumam Lucas dalam hati, penuh dendam pada Rayyan.


"Jadi dia orang yang bernama Lucas?"tanya Rayyan pada Aurora setelah Lucas pergi.


"Iya. Aku tidak menyangka jika dia menculik Zayn untuk memaksa aku menikah dengan dia,"sahut Aurora membuang napas kasar.


"Sekarang kamu tahu, 'kan, betapa sulitnya hidup tanpa aku?"tanya Rayyan agar Aurora bisa menyadari kesalahannya.


"Hum. Aku tahu. Maaf!"sahut Aurora tertunduk.


Aurora tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada dirinya dan putranya, jika tidak ada Rayyan hari ini. Dirinya pasti akan menjadi istri ke tiga dari Lucas sang buaya darat itu.


...🌸❤️🌸...


To be continued

__ADS_1


__ADS_2