
Andi membawa Zayn berkeliling dengan riang. Zayn juga tampak sangat senang. Terkadang Andi berjalan cepat dengan posisi Zayn yang tengkurap di tangannya, lalu di ayunkan layaknya pesawat terbang. Bukannya takut, Zayn malah tertawa, membuat Andi semakin gemas.
"Ahhh.. Paman capek. Kita berbaring di kamar dulu, ya? Kita tonton vidio bucin papa Tuan Muda yang kita rekam tadi,"ujar Andi terkekeh geli, jika mengingat rekaman video kedua majikannya yang diambilnya secara sembunyi-sembunyi tadi. Andi menggendong Zayn menuju kamarnya.
"Brugh"
"Akkh"
"Pyarr"
Andi yang berjalan berbelok dari lorong bertabrakan dengan seorang pelayan wanita yang muncul dari lorong tempat Andi akan berbelok. Pelayan itu membawa nampan berisi cangkir dan piring kotor. Saat bertabrakan dengan Andi, pelayan itu terjatuh. Cangkir dan piring yang dibawanya pun ikut terjatuh dan pecah berhamburan.
"Ma.. Maaf! Maafkan saya! Saya tidak sengaja!"ucap pelayan wanita itu penuh rasa sesal, segera bangun dari lantai menyatukan kedua tangannya dan menunduk meminta maaf pada Andi.
"Tidak a.."
"Dasar ceroboh! Apa yang sudah kamu lakukan? Membawa nampan dengan isi yang tidak seberapa saja tidak becus!"sergah seorang pemuda yang membuat Andi tidak melanjutkan kata-katanya.
"Maaf! Saya akan menggantinya dengan gaji saya nanti,"ucap pelayan itu datar pada pemuda yang tidak lain adalah pengurus di villa itu. Sangat berbeda dengan nada bicaranya saat meminta maaf pada Andi tadi yang terkesan sopan dan tulus.
"Dasar orang miskin! Apa kamu pikir harga piring dan cangkir itu murah? Gajimu selama dua bulan pun tidak akan cukup untuk mengganti cangkir dan piring yang sudah kamu pecahkan itu! Mau kamu ganti dengan apa cangkir dan piring itu? Dengan tubuh kamu?"ketus pengurus villa itu menatap pelayan itu sinis.
Andi nampak geram mendengar tiga kata terakhir yang diucapkan pemuda itu. Andi benar-benar tidak suka mendengarnya. Sedangkan pelayan wanita tadi nampak mengepalkan kedua tangannya menahan amarah.
__ADS_1
"Mana mungkin harga cangkir dan piring itu lebih dari gaji saya selama dua bulan? Anda ingin memeras saya?"sahut pelayan itu tegas dengan senyuman tipis namun nampak tidak percaya. Terlihat jelas tatapan tidak suka di mata pelayan itu pada pengurus villa.
"Tentu saja harganya sangat mahal. Aku tidak mau tahu. Kamu harus secepatnya mengganti cangkir dan piring itu,"ucap pengurus villa itu terlihat arogan.
"Memangnya berapa gaji pelayan ini, hingga gajinya dua bulan tidak cukup untuk menggantikan cangkir dan piring yang pecah ini?"tanya Andi pada pengurus villa itu dengan tatapan dingin dan suara datar.
"Gaji saya satu juta setengah per bulan, Tuan,"sahut pelayan itu sopan.
"Rendah sekali?"ujar Andi yang merasa gaji pelayan itu terlalu kecil,"Set piring dan cangkir ini memang bagus. Tapi harga set piring dan cangkir merek ini hanya berkisar antara tujuh ratus hingga satu juta lima ratus. Dan yang pecah ini harganya di bawah satu juta. Kenapa kamu bilang gaji dua bulan pelayan ini tidak akan cukup untuk menggantinya? Kamu ingin memeras pelayan ini?"tegas Andi yang juga tahu harga peralatan makan itu.
"Saya.. Saya hanya menggertak dia Tuan. Agar dia lebih berhati-hati dalam bekerja,"sahut pengurus villa itu dengan senyuman tipis yang nampak dipaksakan. Kedua tangan pemuda itu mengepal,"Sial! Kenapa orang ini membela gadis ini? Dan tahu benar soal harga cangkir dan piring itu. Padahal kali ini kesempatan bagus untukku menjerat gadis ini. Mana aura orang ini terlihat menakutkan lagi,"gumam pengurus villa itu dalam hati. Nyali pemuda itu menjadi ciut di hadapan Andi.
"Aku yang telah menabrak pelayan ini. Jadi, aku yang akan mengganti cangkir dan piring yang pecah ini. Lain kali, jaga mulut mu dalam berbicara. Apalagi berbicara dengan seorang wanita. Ibumu juga seorang wanita, 'kan? Dan jangan suka menindas orang lain sesuka hatimu. Kamu di sini juga hanya seorang pesuruh, sama seperti dia. Tapi lagak mu sudah seperti pemilik villa saja. Aku akan mengadukan kamu pada pemilik villa ini,"ancam Andi dengan suara dingin.
"Aku tidak akan di pecat dari villa ini. Karena pemilik villa ini adalah wanita paruh baya yang menjadikan aku selingkuhannya,"gumam pengurus villa itu dalam hati.
Andi mengeluarkan dompetnya, lalu memberikan uang sejumlah satu juta rupiah pada pemuda itu. Setelah itu Andi menatap pelayan yang bertabrakan dengannya tadi.Sedangkan Zayn sedari tadi hanya diam, namun bayi itu nampak memperhatikan semua yang terjadi di depan matanya dengan serius.
"Obati luka kamu! Dan sebaiknya kamu mencari pekerjaan lain. Gaji satu juta setengah perbulan itu sangatlah rendah. Jangan-jangan dia memotong gajimu,"ujar Andi menunjuk pada pengurus villa,"Asisten rumah tangga di kota metropolitan saja gajinya dua setengah juta per bulan. Seharusnya sebagai pelayan villa, gaji minimal mu adalah dua juta,"ujar Andi masih dengan suara datanya, lalu berlalu dari tempat itu.
"Terimakasih, atas sarannya, Tuan,"ucap pelayan itu menunduk hormat pada Andi, lalu mulai memunguti pecahan cangkir dan piring di lantai.
"Sial! Kenapa orang itu bisa tahu tentang banyak hal? Dan dia malah memprovokasi gadis ini untuk mencari pekerjaan lain. Jika gadis ini berhenti bekerja, aku tidak akan punya kesempatan lagi untuk menjeratnya. Beberapa hari ini saja aku sulit untuk menjeratnya. Dia berbeda dengan pelayan lain yang bekerja di villa ini. Selain cantik juga sulit didekati. Bahkan tidak tergiur dengan uang,"gerutu pemuda itu dalam hati, menatap Andi yang semakin menjauh dengan tatapan kebencian.
__ADS_1
"Jangan merasa senang karena kamu telah di bela tamu itu! Bersihkan lantai ini dengan benar! Dan jangan kamu kira mencari pekerjaan itu mudah. Apalagi dengan ijazah kamu yang hanya lulusan SMA"ketus pengurus villa itu menatap tidak suka pada pelayan wanita itu, kemudian meninggalkan tempat itu. Berharap pelayan itu tidak terprovokasi dengan kata-kata Andi.
Sedangkan pelayan wanita itu nampak nampak mengacuhkan pengurus villa itu.
"Setelah menerima gaji, aku benar-benar akan berhenti bekerja dari tempat laknat ini. Orang itu benar-benar mata keranjang. Buaya darat! Sudah menjadi simpanan tante-tante masih juga menjerat semua pelayan wanita di tempat ini. Meniduri pelayan manapun di villa ini yang diinginkannya. Dia membuat aku tidak bisa tidur dengan nyenyak,"gumam pelayan wanita itu dalam hati. Karena harus benar-benar waspada pada pengurus villa itu. Jika lengah sedikit saja, maka kesuciannya akan hilang.
Pelayan wanita itu bahkan mengikat gagang pintu kamarnya dengan slot jendela kamarnya agar pemuda itu tidak bisa masuk ke dalam kamarnya. Karena, pernah dirinya memasang kunci slot di pintu kamarnya, tapi pemuda itu mengetahuinya, lalu melepaskannya.
Pengurus villa itu memang semena-mena di villa itu. Mengancam dan memecat siapapun yang melawannya dan siapapun yang tidak disukainya.
Pengurus villa itu masuk ke kamar pelayan manapun yang di sukainya. Karena pemuda itu memiliki semua kunci kamar di villa itu. Memaksa para pelayan wanita untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Jika tidak mau, maka pemuda itu akan mengancam dengan pemecatan.
Bahkan pelayan yang di tabrak Andi tadi juga mengalami hal yang sama seperti pelayan lain di villa itu. Kamarnya di masuki pemuda itu tengah malam dan pemuda itu memaksanya untuk melayaninya. Namun gadis itu berhasil melawan dan menolak melayani pengurus villa itu, walaupun diancam akan di pecat. Tetap menjaga dan mempertahankan kesuciannya. Bahkan ketika di iming-imingi uang oleh pemuda itu, pelayan itu tetap menolaknya dengan tegas.
Karena masih penasaran dengan pelayan itu, pemuda itu tidak memecat pelayan itu. Masih mencari cara untuk meniduri pelayan yang berwajah cantik dan bertubuh seksi itu. Pelayan wanita tercantik di villa itu.
"Orang tadi itu, walaupun wajah dan suaranya terkesan datar, bahkan dingin, tapi aku merasa orang itu adalah orang baik. Wajahnya juga tampan dan kebapakan. Buktinya dia senang sekali mengasuh anak majikannya dan terlihat sangat dekat dengan anak majikannya itu. Apa dia sudah punya pacar, ya? Ah, pemuda setampan dia pasti sudah memiliki pasangan. Beruntung sekali wanita yang menjadi pasangan pemuda itu,"gumam pelayan itu dalam hati.
Beberapa hari keluarga Rayyan tinggal di villa itu, sedikit banyaknya pelayan itu mengetahui hubungan diantara orang-orang yang menginap di villa itu. Jadi pelayan itu tahu jika Andi adalah bawahan Rayyan.
...🌸❤️🌸...
.
__ADS_1
To be continued