
Andi mengambil kotak makanan dari atas pangkuan Kanaya, kemudian membukakan tutupnya. Andi kembali menghela napas saat tanpa sengaja menatap tangan Kanaya yang di balut perban.
"Luka bakar tidak memerlukan perban, jika luka bakarnya ringan tingkat satu atau dua yang tertutup. Tapi luka bakar gadis ini sampai di perban, berarti lukanya serius. Tapi, tadi memang tangannya langsung melepuh,"gumam Andi dalam hati.
"Kamu pasti akan kesulitan untuk makan. Aku akan memanggil perawat untuk membantu kamu makan,"ujar Andi, kemudian pemuda itu keluar dari ruangan itu.
Kanaya menghela napas panjang setelah Andi keluar dari ruangan itu.
"Aku tidak akan bisa bekerja malam ini. Sampai kapan lukaku ini akan sembuh?"gumam Kanaya dengan wajah sedih.
Tapi siapakah sebenarnya Kanaya? Kanaya adalah gadis dari keluarga sederhana. Satu tahun yang lalu, ayah Kanaya mengalami kecelakaan dan harus menjalani beberapa kali operasi yang memakan banyak biaya. Hingga semua tabungan dan perhiasan Kanaya dan ibunya ludes di jual untuk biaya rumah sakit ayah Kanaya.
Bahkan Kanaya dan ibunya sampai harus menggadaikan rumah ke bank pemerintah. Karena meminjam uang pada saudara yang kaya pun malah di hina habis-habisan. Kanaya dan ibunya juga tidak berani meminjam uang dari bank emok yang bunganya cukup tinggi, yaitu di atas 10 persen.
Namun sayangnya, setelah menghabiskan banyak biaya untuk pengolahan, ternyata ayah Kanaya tidak bisa di selamatkan juga. Ayah Kanaya meninggal dunia.
Dan sampai sekarang, Kanaya dan ibunya masih mencicil angsuran ke bank agar rumah mereka tidak di lelang. Bekerja siang dan malam agar bisa membayar angsuran. Mempertahankan tempat untuk mereka berteduh.
Sedangkan alasan Kanaya yang agak sensitif dengan orang kaya adalah, pertama karena di hina habis-habisan oleh keluarga sendiri saat ingin meminjam uang untuk biaya operasi ayah Kanaya. Alasan kedua, orang tua pacar Kanaya, alias calon mertua Kanaya memaksa putra mereka untuk memutuskan hubungan dengan Kanaya. Karena takut Kanaya memanfaatkan putra mereka untuk membayar hutang-hutang Kanaya. Bahkan mereka mengancam akan mengeluarkan putra mereka sendiri dari kartu keluarga jika tidak mau memutuskan Kanaya.
Suatu hari mantan pacar Kanaya itu diam-diam datang ke rumah Kanaya untuk bertemu dengan Kanaya, tapi malah kepergok orang tuanya dan ujung-ujungnya Kanaya dan ibunya di hina habis-habisan oleh orang tua pacar Kanaya itu. Karena hal itulah Kanaya jadi sensitif pada orang kaya.
*
Pintu ruangan itu terbuka dan Andi muncul bersama seorang perawat.
"Ini adalah perawat khusus yang akan menemani, menjaga dan merawat kamu,"ujar Andi setelah berada di dekat ranjang pasien Kanaya.
"Terimakasih!"ucap Kanaya menunduk hormat pada Andi,"Sus, bisa bantu saya ke kamar mandi?"tanya Kanaya pada sang perawat.
"Tentu saja,"sahut sang perawat tersenyum tipis.
Kanaya berusaha turun dari brankar dengan susah payah karena tangan dan kakinya yang terluka.
"Haish.. Kenapa lukanya bisa separah itu? Sebaiknya aku menemui dokter untuk bertanya soal luka gadis itu,"gumam Andi kemudian keluar dari ruangan itu.
Tak lama kemudian, Andi pun sudah duduk di depan dokter yang menangani luka Kanaya.
"Bagaimana keadaan Kanaya, dok?"
"Luka bakarnya cukup lebar dan luka di kakinya mengenai pembuluh Vena nya. Dia akan kesulitan berjalan karena luka bakar dan luka karena pecahan kaca itu. Tangannya juga susah di gerakkan karena luka bakar itu,"jelas dokter.
"Setahu saya, biasanya luka bakar akan sembuh sekitar satu sampai dua minggu lebih, dok,"ujar Andi.
__ADS_1
"Anda benar,"sahut dokter itu.
"Untuk kasus Kanaya, kira-kira berapa lama lukanya akan sembuh, dok?"
"Cepat atau tidaknya luka itu sembuh tergantung lukanya dan kondisi tubuhnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka adalah faktor lokal yang terdiri dari praktek management luka, hipovelemia, infeksi dan adanya benda asing. Sedangkan faktor umum terdiri dari usia, nutrisi, steroid, sepsis, penyakit ibu seperti anemia, diabetes dan obat-obatan. Untuk Kanaya sendiri, jika lukanya di rawat dengan baik, mungkin sekitar tiga minggu lukanya akan sembuh,"jelas dokter.
"Terimakasih, dok, atas penjelasannya. Mohon berikan pengobatan yang terbaik untuk Kanaya,"pinta Andi.
"Baik,"sahut dokter itu tersenyum ramah.
Andi membuang napas kasar setelah keluar dari ruangan dokter itu. Luka bakar Kanaya lumayan lebar karena kopi yang di bawa Kanaya waktu itu cukup banyak, sehingga yang tumpah mengenai kaki dan tangan Kanaya pun banyak.
"Aku harus kembali ke kantor. Aku sudah cukup lama meninggalkan kantor. Banyak pekerjaan ku yang tertunda karena kejadian ini,"gumam Andi yang akhirnya memutuskan kembali ke kantor tanpa kembali ke ruangan Kanaya.
*
"Bagaimana keadaan gadis itu? Aku dengar luka bakarnya cukup lebar,"tanya Rayyan saat Andi sudah kembali ke kantor.
"Iya, Tuan. Melihat luka yang dia alami gadis itu, dokter memprediksi, lukanya akan sembuh sekitar tiga minggu lagi,"sahut Andi seraya meletakkan berkas-berkas yang baru saja selesai dia kerjakan.
"Tiga minggu itu bukan waktu yang sebentar, Ndi. Apalagi, aku dengar yang terkena kopi panas itu tangan dan kakinya. Dia akan kesulitan untuk melakukan aktivitas,"ujar Rayyan.
"Iya, Tuan. Karena itu saya menyewa seorang suster untuk membantu dan menjaga dia, Tuan,"sahut Andi yang jadi tambah merasa bersalah jika mengingat Kanaya yang memang kesulitan bergerak.
"Berikan perawatan terbaik. Jangan sampai dia memiliki bekas luka karena kecelakaan ini. Jika sampai bekas lukanya tidak hilang, kamu harus menikahi dia,"ujar Rayyan yang lagi-lagi membahas soal pernikahan.
"Haish.. Kenapa akhir-akhir ini Tuan membahas soal pernikahan terus? Tuan benar-benar sudah seperti ibu-ibu yang takut anaknya jadi perjaka tua,"keluh Andi.
"Hei, aku hanya memikirkan gadis itu. Walaupun aku belum memiliki seorang anak perempuan, tapi aku memiliki seorang keponakan perempuan. Jika keponakan ku cacat karena seorang pria, maka sampai ke lubang semut pun akan aku kejar untuk bertanggung jawab pada keponakan ku,"sahut Rayyan.
"Kalau dia tidak mau menikah dengan saya, masa iya, harus saya paksa, Tuan? Lagi pula, saya bukan Tuan yang yang memanfaatkan nyonya dengan alasan balas budi. Saat Tuan jatuh cinta pada nyonya, Tuan malah melanggar kesepakatan kontrak dan meniduri.. UPS!"celetuk Andi segera menutup mulutnya setelah menyadari dirinya lagi-lagi keceplosan. Pemuda itu menyengir bodoh menatap Rayyan.
"Apa kamu bilang?!"tanya Rayyan dengan tatapan tajam dan wajah galak.
"Tuan saya, permisi! Pekerjaan saya belum selesai,"ucap Andi bergegas keluar dari ruangan Rayyan.
"Dasar Andi sialan! Aku sumpahi kamu jatuh cinta tapi kena tolak!"umpat Rayyan yang merasa sangat kesal pada Andi.
Pria beranak satu itu membuang napas kasar mencoba untuk menurunkan emosinya,"Haish.. Si Andi ini bikin emosi saja,"gerutu Rayyan.
*
Setelah selesai dengan pekerjaan kantornya, Andi tidak pulang bersama Rayyan. Pemuda itu ingin menjenguk Kanaya lebih dulu. Beberapa menit kemudian, Andi pun sudah tiba di rumah sakit tempat Kanaya di rawat.
__ADS_1
"Sus, suster mau kemana?"tanya Andi saat bertemu dengan perawat yang di sewanya untuk menjaga dan membantu Kanaya melakukan aktivitas.
"Saya ada keperluan sedikit, Tuan. Saya akan segera kembali,"sahut perawat itu.
"Oh, baiklah,"sahut Andi.
"Permisi, Tuan,"ucap perawat itu kemudian melanjutkan langkah kakinya.
Andi terus berjalan menuju ruangan rawat Kanaya, hingga pintu ruangan rawat gadis itu terlihat dan sedikit terbuka.
Andi yang mau masuk ke dalam ruangan itu pun menghentikan langkah kakinya saat mendengar Kanaya sedang berbicara melalui sambungan telepon.
"Tuan, saya benar-benar sedang sakit. Akan saya kirimkan foto saya, jika Tuan tidak percaya, agar Tuan bisa melihat keadaan saya. Atau Tuan bisa melihat keadaan saya secara langsung di rumah sakit. Jangan pecat saya, Tuan. Saya sangat membutuhkan pekerjaan itu. Saya janji, jika saya sudah sehat,saya akan segera kembali bekerja,"ujar Kanaya yang sedang berbicara melalui sambungan telepon.
"Saya hanya memberi kamu waktu tiga hari, jika dalam waktu tiga hari kamu belum masuk kerja, saya akan mencari orang lain,"sahut suara dari sambungan telepon.
"Tapi, saya...."
"Tut..Tut..Tut.."
Suara sambungan telepon yang terputus membuat Kanaya tidak melanjutkan kata-katanya. Gadis itu membuang napas kasar menatap layar ponselnya karena panggilan suara telah di putuskan secara sepihak.
"Argh.. Sial! Aku sudah bersusah payah mendapatkan pekerjaan di restoran itu. Tapi sekarang malah terancam di pecat jika selama tiga hari tidak masuk kerja. Jika hanya mengandalkan bekerja sebagai cleaning service doang, aku tidak akan bisa membayar angsuran rumah. Belum lagi harus membayar kontrakan,"
"Perabotan di rumah juga sudah habis tidak tersisa untuk membayar angsuran ke bank. Bulan ini, adalah bulan ke empat kami menunggak. Jika bulan ini tidak bisa bayar juga, kami akan kehilangan rumah kami,"gumam Kanaya seraya menghapus air mata yang tanpa terasa meneteskan dari pelupuk matanya.
Andi yang sedari tadi berdiri di depan pintu ruangan rawat Kanaya itu pun menghela napas panjang. Dari celah pintu itu, Andi bisa mendengar apa saja yang di katakan oleh Kanaya.
...πΈβ€οΈπΈ...
Notebook:
Semua lembaga keuangan penyalur kredit mikro, termasuk PNM (Permodalan Nasional Madani) dipukul rata disebut sebagai bank emok.
PNM sendiri adalah anak usaha BRI yang berbisnis di bidang pembiayaan mikro yang dibentuk sebagai komitmen pemerintah dalam mengembangkan, memajukan, dan memelihara Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Warga Garut, Jawa Barat menyebut lembaga pembiayaan mikro PNM ini dengan istilah bank emok. Arti kata emok sendiri dalam bahasa Sunda adalah cara duduk santun perempuan di lantai (emok -red). Biasanya kelompok ibu-ibu yang meminjam pada PNM akan dikumpulkan di satu rumah.
β’Klo ada kalimat rancu atau typo spill aja.πππ
.
To be continued
__ADS_1