Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
90. Seperti Sumi?


__ADS_3

๐Ÿ’ž Area pemetikan ๐Ÿ๐Ÿ. Harap bijak untuk memutuskan mampir atau numpang lewat.๐Ÿ’ž


"Brugh"


"Rayy!"


Pekik Aurora saat Rayyan membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan langsung menindihnya.


"Bukankah sudah aku bilang, kita pulang subuh nanti. Kanapa malah minta ijin padaku untuk tinggal di sini lebih lama di depan ibu? Kamu ingin mengambil kesempatan untuk mendapatkan ijin dari ku dengan memanfaatkan ibu? Hemm?"tanya Rayyan memicingkan sebelah matanya.


"Ray, aku sudah lama tidak pulang. Dan jika aku ikut pulang bersama kamu subuh nanti, aku tidak akan bisa bertemu dengan bapak,"ujar Aurora beralasan.


"Tapi tidak harus tinggal selama seminggu juga, 'kan? Kamu ingin mengabaikan tugas dan tanggung jawab kamu sebagai seorang istri?"tanya Rayyan menatap Aurora lekat.


"Mana ada yang seperti itu! Aku benar-benar masih rindu pada kedua orang tuaku,"sahut Aurora masih beralasan. Padahal Aurora memang ingin beristirahat tenang tanpa gangguan dari Rayyan yang selalu saja mencari waktu untuk bercinta dengan dirinya.


"Dengar! Aku tidak memintamu melakukan apapun selain menjaga kesehatan dan melayani aku di atas ranjang. Bukan karena aku hanya menganggap kamu sebagai pemuas kebutuhan biologis ku. Tapi karena yang lainnya tidak penting bagiku. Apakah keinginan ku itu terlalu berlebihan menurut kamu? Aku tidak tahu kenapa setiap melihat mu, aku selalu menginginkan kamu. Tapi sungguh, hasrat ku tiba-tiba muncul setiap melihat dan dekat dengan kamu. Aku tidak pernah merasakan perasaan itu selain padamu. Banyak di luar sana wanita yang memakai baju tapi setengah telanjang. Memamerkan setiap lekuk tubuh mereka. Namun mereka tidak bisa membuat ku berhasrat untuk bercinta dengan mereka seperti aku berhasrat untuk bercinta dengan kamu. Hanya kamu yang bisa membuat hasrat ku muncul. Dan hanya kamu pula yang halal aku sentuh. Jadi, tolong! Jangan pernah menganggap dirimu adalah pemuas nafsu ku,",ujar Rayyan panjang lebar.


Dering suara handphone Rayyan mengalihkan perhatian Rayyan dan Aurora. Rayyan menghela napas panjang, beranjak turun dari atas tubuh Aurora. Pria itu meraih handphonenya lalu melihat siapa yang sedang menghubungi dirinya. Rayyan duduk di tepi ranjang, menerima panggilan masuk itu, kemudian berbicara dalam bahasa asing yang tidak di mengerti oleh Aurora.


Rayyan mendengus kesal saat panggilan terputus karena signal yang tidak bagus. Sedangkan pembicaraannya dengan orang yang menelponnya tadi belum selesai.


"Di sini, dimana tempat yang signal nya bagus, Ra?"tanya Rayyan pada Aurora yang masih berbaring di tempatnya tadi.


"Di teras rumah biasanya signal nya bagus,"sahut Aurora.


"Kalau begitu, aku ke teras dulu,"pamit Rayyan.


"Hum,"sahut Aurora.

__ADS_1


Rayyan beranjak keluar dari kamar itu. Sedangkan Aurora hanya menatap Rayyan hingga pria itu menghilang di balik pintu.


"Apa benar, dia selalu berhasrat jika melihat aku? Tapi tidak berhasrat saat melihat wanita lain? Apa aku bisa mempercayai semua kata-katanya itu? Tapi, selama menikah dengan ku, dia selalu pulang ke rumah. Dan dia juga selalu meminta jatah padaku. Jika dia mau, bukankah dia bisa tidur dengan wanita manapun yang dia suka? Tapi bahkan saat aku datang bulan pun, dia meminta aku membantu dia untuk mendapatkan pelepasan. Dan setelah itu, dia selalu tidur bersama ku. Kata Andi, aku adalah wanita yang istimewa di hati Rayyan. Dan Rayyan sebelumnya tidak pernah mabuk, walaupun putus dengan pacarnya yang dulu. Tapi dia mabuk karena aku meminta cerai dari dia. Dan kedua kalinya dia mabuk, saat aku mengeluhkan tentang segala kekurangannya. Apakah dia memang orang yang maniak seperti Sumi. Sumi akan berhasrat bercinta dengan seorang pria jika dibayar mahal. Tapi jika di bayar sedikit, dia kehilangan hasraatnya untuk bercinta. Apa Rayyan juga memiliki alasan seperti Sumi? Apa Rayyan hanya berhasrat padaku karena merasa aku adalah istrinya, halal baginya. Dan tidak berhasrat pada perempuan lain karena mereka tidak halal baginya?"gumam Aurora yang bergelut dengan spekulasi nya sendiri.


Aurora memejamkan matanya, mencoba mengilas balik dari awal mula pertemuannya dengan Rayyan. Pria yang sudah dua kali menyelamatkan dirinya. Pertama dari empat orang pria yang ingin melecehkan dirinya dan kedua menyelamatkan dirinya dari Mami. Aurora bahkan masih ingat saat Andi berlutut di depannya, memohon agar Aurora tetap tinggal di sisi Rayyan.


Beberapa menit kemudian, Rayyan kembali masuk ke dalam kamar. Melihat Aurora yang sudah terlelap. Tapi apa benar Aurora sudah terlelap? Sesungguhnya Aurora hanya memejamkan matanya. Pura-pura tidur agar Rayyan tidak meminta jatah dari nya.


Perlahan Rayyan naik ke atas ranjang dan merapat ke arah Aurora yang tidur dengan posisi membelakangi dirinya. Rayyan membelai rambut Aurora lembut.


"Apa kamu begitu lelah melayani aku? Maaf! Mungkin kamu tidak percaya dengan semua yang aku katakan tadi. Tapi itulah kenyataannya. Aku benar-benar tidak bisa mengendalikan diri saat bersamamu. Bahkan saat ini, aku sangat menginginkan mu,"ucap Rayyan dengan suara berat.


Pria itu memeluk Aurora dari belakang. Memejamkan mataku, menahan hasratnya yang kembali naik.


"Aku benar-benar gila karena mu,"gumam Rayyan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Aurora. Mencium aroma tubuh Aurora yang sangat disukai nya.


"๐˜ผ๐™จ๐™ฉ๐™–๐™œ๐™–๐™–..! ๐˜ฟ๐™ž๐™– ๐™ž๐™ฃ๐™ž ๐™—๐™š๐™ฃ๐™–๐™ง-๐™—๐™š๐™ฃ๐™–๐™ง ๐™ข๐™–๐™ฃ๐™ž๐™–๐™ ,"gerutu Aurora dalam hati, masih pura-pura tidur, namun semakin lama jantung nya berdegup semakin kencang.


Satu menit, dua menit, lima menit, sepuluh menit....


Rayyan akhirnya tidak bisa lagi menahan hasratnya untuk bercinta dengan Aurora. Pria itu melucuti pakaiannya sendiri hingga tidak tersisa. Masuk ke dalam selimut yang di pakai Aurora. Rayyan mulai menciumi leher Aurora. Tangannya pun mulai bergerilya di tubuh Aurora, bahkan sengaja menusukkan miliknya di paha Aurora.


"๐˜ผ๐™จ๐™ฉ๐™–๐™œ๐™–๐™–๐™–..! ๐˜ผ๐™ฅ๐™– ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™จ๐™–๐™ก๐™–๐™ ๐™™๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™™๐™ž๐™–? ๐™†๐™š๐™ฃ๐™–๐™ฅ๐™– ๐™™๐™ž ๐™ค๐™ฉ๐™–๐™ ๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™ž๐™ฉ๐™ช ๐™๐™–๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™–๐™™๐™– ๐™—๐™š๐™ง๐™˜๐™ž๐™ฃ๐™ฉ๐™– ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™—๐™š๐™ง๐™˜๐™ž๐™ฃ๐™ฉ๐™–? ๐™…๐™ž๐™ ๐™– ๐™™๐™ž๐™– ๐™ฉ๐™š๐™ง๐™ช๐™จ ๐™จ๐™š๐™ฅ๐™š๐™ง๐™ฉ๐™ž ๐™ž๐™ฃ๐™ž, ๐™—๐™–๐™œ๐™–๐™ž๐™ข๐™–๐™ฃ๐™– ๐™–๐™ ๐™ช ๐™—๐™ž๐™จ๐™– ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™–๐™๐™–๐™ฃ ๐™™๐™ž๐™ง๐™ž ๐™™๐™–๐™ง๐™ž ๐™œ๐™ค๐™™๐™–๐™–๐™ฃ ๐™ฃ๐™ฎ๐™–?"gumam Aurora dalam hati yang tubuhnya terasa meremang karena ulah Rayyan.


Rayyan terus melakukan apa yang diinginkan nya. Hingga akhirnya menarik bahu Aurora agar tidur terlentang, membuka kancing piyama yang dipakai Aurora. Pria itu langsung menyerang dua benda kenyal favoritnya membuat Aurora menggigit bibirnya sendiri agar tidak mengeluarkan suara. Namun suara laknat itu akhirnya lolos saat Rayyan sudah melucuti semua pakaian Aurora dan menenggelamkan wajahnya di antara kedua paha Aurora.


"Ughh.. Rayy..."


Akhirnya Aurora benar-benar tidak bisa menahan diri lagi. Tubuhnya terasa semakin panas,. darahnya mengalir deras, semakin merasa gelisah karena ulah Rayyan.

__ADS_1


"Ahh . Rayy..."


Aurora benar-benar tidak tahan saat Rayyan menggoda lembah miliknya yang semakin basah dengan lidah, bibir dan jarinya. Wanita itu menjambak rambut Rayyan merasakan nikmat dan gelisah secara bersamaan.


"Rayy.."desah Aurora merasakan sesuatu yang bergejolak dalam dirinya. Sebentar lagi... sebentar lagi sesuatu dari dalam tubuhnya akan menyembur dan dirinya akan merasakan sebuah kenikmatan yang luar biasa karena pelepasan yang dipicu oleh Rayyan yang menggoda inti tubuhnya di bawah sana.


Rayyan naik ke atas tubuh Aurora dengan mata berkabut hassrat dan napas yang tidak teratur.


"Kamu pura-pura tidur, 'kan?"tuduh Rayyan.


"Rayy.."gumam Aurora dengan mata yang berkabut hassrat, merasa kecewa karena Rayyan malah menghentikan aksinya saat dirinya sudah hampir mendapatkan pelepasan.


"Kenapa? Hemm?"tanya Rayyan dengan jemari tangan yang menggoda dua benda kenyal milik Aurora.


"Rayy.. lakukan! Ahhh..."racau Aurora saat Rayyan menyusu padanya dengan sebelah tangan yang meremas gundukan kenyal milik Aurora.


"Kamu ingin?"tanya Rayyan dan Aurora langsung mengangguk cepat dengan mata berkabut hassrat,"Kalau begitu, lakukan apa yang kamu inginkan!"ucap Rayyan tersenyum miring seraya beranjak dari atas tubuh Aurora kemudian membaringkan tubuh polosnya di samping Aurora.


Aurora yang hasrat nya sudah tidak terbendung lagi pun, tanpa berpikir panjang langsung duduk di atas tubuh Rayyan dan memulai penyatuan.


"Akhhh.."pekik Aurora saat dirinya berhasil menyatukan tubuhnya dengan tubuh Rayyan. Merasakan kenikmatan yang luar biasa hingga kehilangan akal. Aurora mulai bergerak di atas tubuh Rayyan mencari kenikmatan. Bergaya layaknya coboi wanita yang sedang menunggang kuda dengan kecepatan maksimal.


...๐ŸŒธโค๏ธ๐ŸŒธ...


โ€ขSajen..sajen..! Panas, nih! ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2