Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
119. Empat Hari


__ADS_3

Waktu terus berputar dan hari pun terus berganti. Hubungan Rayyan dan Aurora pun semakin harmonis. Di tengah kesibukan nya, Rayyan menyempatkan diri untuk mengajak Aurora makan malam. Rayyan juga berusaha untuk lebih banyak berkomunikasi dengan Aurora. Aurora yang mengerti kesibukan Rayyan pun tidak menuntut banyak hal dari Rayyan. Mencoba memahami dan mengerti Rayyan.


Hari sudah malam. Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Rayyan masuk ke dalam kamarnya dan tersenyum smirk saat melihat Aurora berbaring di sofa Tantra. Wanita itu sedang mendengarkan musik melalui earphone sambil berbaring memejamkan matanya. Rayyan melepaskan jas nya, kemudian berjalan menghampiri Aurora.


"Akhh..! Rayy! Kau membuat aku kaget!"Aurora sangat terkejut saat tiba-tiba Rayyan sudah mengungkung tubuhnya.


Rayyan melepaskan earphone bluetooth yang di pakai Aurora,"Kamu sudah menunggu aku untuk bercinta?"tanya Rayyan kemudian mengecup bibir Aurora beberapa kali.


"Ray.. hentikan!"ucap Aurora seraya mendorong pelan dada Rayyan,"Kenapa kamu selalu saja menganggap aku sedang menunggu kamu untuk bercinta setiap kamu pulang dan melihat aku ada di sofa ini?"tanya Aurora yang lebih terdengar seperti protes, dengan wajah yang bersungut-sungut.


"Karena sofa ini memang di desain khusus untuk melakukan aktivitas bercinta,"sahut Rayyan kembali mengecup bibir Aurora.


"Rayy.."Aurora kembali mendorong dada Rayyan.


"Kenapa? Ingin bercinta di tempat lain, hemm?"tanya Rayyan kemudian menciumi leher Aurora. Namun lagi-lagi Aurora mendorong dada Rayyan, agar pria itu berhenti menciumnya.


"Berbaring di sini ini terasa lebih nyaman. Karena itu, aku sangat suka berbaring di sini. Bukan karena aku sudah menunggu kamu untuk bercinta. Lagipula, aku sedang datang bulan, Rayy.."ucap Aurora membuat ekspresi wajah Rayyan yang bersemangat berubah menjadi curiga.


"Kamu jangan berbohong, Ra! Ini baru tanggal lima. Biasanya kamu datang bulan lebih awal satu hari. Bulan kemarin kamu datang bulan tanggal tujuh, 'kan?"tanya Rayyan menatap lekat wajah Aurora dengan tatapan curiga.


"Kamu mengingatnya?"tanya Aurora nampak terkejut. Karena Aurora sendiri tidak pernah mengingat kapan dirinya datang bulan, dan kapan dirinya selesai datang bulan.


"Tentu saja,"sahut Rayyan tanpa keraguan.


Rayyan sangat ingat kapan Aurora datang bulan dan kapan Aurora selesai datang bulan. Karena Rayyan sudah sangat berharap mereka akan segera memiliki momongan. Jadi Rayyan selalu mengingat tanggal Aurora datang bulan.


"Aku sendiri bahkan tidak mengingat kapan aku datang bulan,"sahut Aurora tersenyum bodoh,"Tapi, aku saat ini beneran sedang datang bulan, Ray. Kamu boleh memeriksanya sendiri jika tidak percaya,"tantang Aurora.


"Haiss.. kenapa juga harus datang bulan sekarang,"dengus Rayyan terlihat kecewa, kemudian beranjak dari atas tubuh Aurora dan duduk di sebelah Aurora berbaring, mengusap wajahnya dengan kasar.


"Mana aku tahu,"sahut Aurora beranjak duduk di sebelah Rayyan, lalu mulai melepaskan kancing kemeja Rayyan.


"Ra!"panggil Rayyan seraya menatap wajah Aurora yang fokus pada kancing kemejanya.


"Hum,"sahut Aurora masih terus melepaskan kancing kemeja Rayyan.

__ADS_1


"Resepsi pernikahan kita tinggal sebentar lagi. Apa kamu sudah mengatakan pada Nola, konsep pernikahan apa yang kamu inginkan? Kamu bisa meminta konsep apapun pada Nola sesuai dengan keinginan kamu,"ujar Rayyan yang ingin membahagiakan Aurora.


Semenjak sikap Aurora berubah lembut dan perhatian, Rayyan malah semakin membebaskan Aurora melakukan aktivitas apapun yang di sukai Aurora.


"Aku serahkan pada Nola saja. Dia lebih tahu tentang hal itu. Aku pasti cocok dengan konsep yang di pilihkan Nola,"sahut Aurora seraya melepaskan kemeja Rayyan.


Tatapan mata Aurora tertuju pada dada bidang dan perut berotot milik suaminya. Entah mengapa Aurora selalu mengagumi bentuk tubuh suaminya itu. Aurora memeluk Rayyan dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya mengelus dada dan perut Rayyan. Bahkan wanita itu mengecup dada Rayyan beberapa kali.


"Ra! Jangan membangunkan dia!"ujar Rayyan memperingati. Dengan cepat pria itu merengkuh tubuh Aurora dan mendudukkan Aurora di atas pangkuannya.


"Apa kamu ingin melayani aku dengan bibir mu yang nakal ini?"tanya Rayyan seraya mengusap bibir Aurora.


"Ray! Nama Nala dan Nola seperti nama saudara kembar, ya?"tanya Aurora mengalihkan pembicaraan.


"Hum, mereka memang saudara kembar,"sahut Rayyan seraya memeluk pinggang Aurora yang ada dalam pangkuannya.


"Serius? Tapi, kok, mereka tidak mirip sama sekali? Bahkan kepribadian mereka bertolak belakang. Nala datar, kaku dan tidak banyak bicara. Sedangkan Nola ramah dan ceria,"sahut Aurora yang sudah sering berinteraksi dengan Nala dan Nola.


Nala bertugas menjadi bodyguard Aurora, sedangkan Nola bertanggung jawab atas semua pakaian yang akan dipakai Rayyan dan Aurora.


Nola bergaya sangat feminim dengan rambut panjang terurai. Sedangkan Nala bergaya maskulin dengan rambut pendek, tapi tetap terlihat cantik. Walaupun Nala dan Nola saudara kembar, tapi wajah mereka berdua tidak mirip sama sekali. Namun keduanya sama-sama memiliki wajah yang cantik.


"Begitu rupanya. Kasihan sekali mereka. Jadi, sampai saat ini, mereka belum menemukan keluarga mereka?"tanya Aurora menengadah menatap Rayyan.


"Belum. Bahkan mereka tidak tahu siapa nama ibu mereka. Mereka hanya bisa melihat wajah ibu mereka dari foto saat ibu mereka sudah meninggal. Dan sesekali mengunjungi makam ibu mereka,"jelas Rayyan sesuai dengan yang diketahuinya dari ibu panti.


"Andi juga dari panti, Nala dan Nola juga dari panti. Apa masih ada lagi karyawan kamu yang berasal dari panti?"


"Hampir setengah dari karyawan ku di perusahaan pusat adalah orang-orang dari panti asuhan. Bahkan sebagian pelayan dan supir pribadi kita berasal dari panti asuhan,"


"Serius? Apa Bik Mas juga dari panti asuhan?"tanya Aurora yang sangat terkejut mendengar pengakuan Rayyan.


Akhir-akhir ini Rayyan dan Aurora memang lebih sering berkomunikasi. Karena itu, mereka menjadi semakin dekat dan semakin mengenal satu sama lain.


"Hum. Bik Mas juga dari panti asuhan,"

__ADS_1


"Apa dia tidak memiliki keluarga? Maksud aku, tidak menikah?"


"Bik Mas pernah menikah dan memiliki dua orang anak. Tapi suami dan kedua anaknya meninggal dunia karena kecelakaan. Dan sampai sekarang, Bik Mas tidak menikah lagi,"


"Aku baru tahu. Jadi, kamu sering pergi ke panti asuhan?"


"Sesekali, jika ada waktu senggang. Oh, iya, apa kamu sudah memberitahu tanggal resepsi pernikahan kita pada bapak dan ibu?"tanya Rayyan seraya merapikan anak rambut Aurora yang saat ini masih duduk di pangkuannya.


"Hum. Bapak dan ibu bilang akan datang tiga hari sebelum hari resepsi di adakan,"sahut Aurora kembali meraba dada bidang Rayyan.


"Kenapa tidak satu minggu sebelumnya, atau sekarang, agar kamu bisa berkumpul dan melepas rindu pada mereka?"


"Mereka tidak mau,"sahut Aurora menghela napas berat, terlihat kecewa.


Sebenarnya Aurora sudah membujuk kedua orang tuanya untuk datang lebih awal sebelum resepsi pernikahan mereka di adakan. Namun kedua orang tuanya menolak dengan alasan mengurus sawah dan kebun mereka.


"Kamu ingin kita berbulan madu di mana?"tanya Rayyan, mencium pipi Aurora dan menggesekkan hidung nya di pipi Aurora.


"Apa kamu punya waktu untuk berbulan madu?"tanya Aurora seraya melingkarkan tangannya di leher Rayyan.


"Empat hari. Maaf, aku hanya punya waktu empat hari untuk berbulan madu,"ucap Rayyan dengan wajah tidak berdaya.


"Tidak apa,"sahut Aurora tersenyum lembut.


...🌸❤️🌸...


Notebook:


•Faktanya, kembar tidak selalu memiliki wajah yang mirip, Bahkan, kembar juga bisa berbeda jenis kelamin, seperti yang satu perempuan dan kembarannya laki-laki. Kondisi tersebut dinamakan dengan kembar fraternal atau tidak identik.


•Kembar tidak identik terjadi saat dua sel telur dibuahi oleh dua sel spermaa. Pasangan kembar fraternal tidak memiliki gen yang sama, sehingga terlahir dengan jenis kelamin yang berbeda serta wajah yang berbeda pula. Di dalam rahim, kembar tidak identik juga memiliki plasenta masing-masing.


•Media massa elektronik adalah sarana komunikasi massa melalui perangkat – perangkat elektronik seperti televisi dan radio. Sedangkan media cetak adalah sarana komunikasi massa melalui tulisan seperti surat kabar, majalah, tabloid, dan lain – lain.


•Seperti diketahui media cetak adalah mengutamakan pesan-pesan dan aspek visual yang dihasilkan dari proses percetakan dengan bahan baku kertas. Sedangkan media elektronik adalah media yang proses bekerjanya berdasar pada prinsip elektronik seperti televisi, radio, dan internet.

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2