
Bima hanya bisa menghela napas panjang menatap Aurora yang pergi bersama Bu Ella dan kedua bodyguard nya. Sedangkan manager mall itu diam terpaku menatap Aurora yang pergi bersama rombongan nya.
"Ini.. gimana ceritanya? Kok, pada bubar tanpa penyelesaian? Huff.. mending aku pergi saja, lah!"gumam manager mall itu, kemudian berlalu pergi.
"Apa yang kamu lihat. Ibu tidak akan pernah setuju kamu menikah dengan dia,"ketus ibu Bima saat melihat Bima tertegun menatap Aurora yang makin menjauh.
"Ayo kita pulang, Bu! Ibu membuat malu saja,"gerutu Bima mengayunkannya langkahnya meninggalkan tempat itu.
"Kamu ingat, Bim! Kamu sudah memiliki tunangan. Tunangan kamu lebih baik dari segala sisi di bandingkan dengan perempuan itu. Dia itu hanya punya kelebihan cantik saja, tidak memiliki kelebihan yang lain selain menggoda laki-laki,"ketus ibu Bima yang benar-benar tidak suka pada Aurora.
Status sosial, latar belakang pendidikan dan keluarga bagi ibu Bima adalah yang utama. Tanpa kualifikasi itu, tidak akan dipandang apalagi dijadikan menantu oleh ibu Bima.
"Cukup, Bu! Tidak bisakah ibu berhenti menghina Aurora? Atas dasar apa ibu mengatakan jika Aurora suka menggoda laki-laki? Kata-kata ibu itu terlalu menyakitkan hati. Apalagi yang ibu katakan itu tanpa bukti. Menuduh tanpa bukti itu namanya fitnah, Bu,"ujar Bima dengan wajah yang terlihat sangat kesal. Tanpa berkata apapun lagi langsung melangkah meninggalkan ibunya.
"Hei! Tunggu!"ujar ibu Bima bergegas menyusul Bima yang berjalan lebih dulu,"Dasar laki-laki! Mereka hanya melihat wanita dari fisik semata. Asal cantik, yang lain tidak penting. Mereka pikir kalau tua masih cantik juga apa?"gerutu ibu Bima bersungut-sungut menyusul Bima.
"Bagaimana Aurora tidak menyerah untuk menjalin hubungan dengan aku, jika kata-kata ibu selalu membuat sakit hati. Tapi.. apa benar, Aurora sudah menikah? Lalu, pria dan wanita tadi? Melihat fisik pria dan wanita yang mengikuti Aurora tadi, sepertinya kedua orang itu adalah bodyguard,"gumam Bima dengan berbagai pertanyaan dalam hatinya.
Bima masih penasaran, apakah Aurora benar-benar sudah menikah atau belum. Walaupun dalam hati, Bima berharap jika Aurora belum menikah. Bima masih mencintai Aurora hingga saat ini dan ingin bersama Aurora.
Di sisi lain, Aurora berjalan ke arah toilet untuk mengganti pakaiannya yang basah karena di disiram air oleh ibu Bima. Aurora berhenti berjalan saat tiba di depan toilet, lalu menatap Nala dan Dodi.
"Nala, Dodi, kalian jangan melaporkan kejadian tadi pada suamiku! Kalian dengar! Jangan melaporkan kejadian tadi pada suamiku!"Aurora tahu jika kedua orang itu pasti akan melaporkan apapun yang terjadi pada dirinya. Aurora tidak mau hanya karena masalah tadi, Rayyan berurusan dengan keluarga Bima.
__ADS_1
"Tapi, Nyonya..."
"Turuti saja apa yang aku perintahkan! Atau aku akan mengeluh pada suamiku jika kinerja kalian tidak bagus. Jika aku mengeluh pada suamiku bahwa kinerja kalian tidak bagus, kalian akan di pecat oleh suamiku,"ancam Aurora.
"Baiklah. Saya tidak akan melaporkan hal ini pada, Tuan,"sahut Nala pasrah.
"Dodi!"seru Aurora yang melihat Dodi hanya diam menunduk.
"Saya tidak akan melaporkannya, Nyonya,"sahut Dodi, tidak punya pilihan lain.
"Bagus! Kalian tunggu sebentar di sini! Aku akan mengganti pakaianku,"ujar Aurora, kemudian masuk ke dalam toilet diikuti Bu Ella.
"Baik, nyonya,"sahut keduanya bersamaan.
"Kenapa kamu mengancam mereka seperti tadi, Ra?"tanya Bu Ella yang berdiri di sebelah Aurora.
"Rayyan itu, orangnya tidak bisa di singgung, Bu. Bahkan pernah meratakan sebuah klub malam karena marah,"sahut Aurora seraya menyisir rambutnya.
Aurora masih ingat, gara-gara dirinya di culik oleh Mami, Rayyan meratakan klub malam milik Mami dalam semalam. Aurora tidak mau Rayyan melakukan sesuatu pada Bima dan keluarganya. Mengingat Bima dan ayah Bima adalah tentara, Aurora tidak ingin Rayyan bersinggungan dengan aparat pemerintah.
"Yang benar, Ra?"tanya Bu Ella nampak terkejut.
"Aku tidak berbohong, Bu. Ibu lihat sendiri, Rayyan menyuruh dua orang itu mengikuti aku kemana-mana. Aku selalu di awasi Rayyan kemanapun aku pergi. Aku tidak ingin dua orang itu melapor pada Rayyan dan Rayyan bersinggungan dengan keluarga. Bima. Ibu tahu sendiri, 'kan, ayah Bima itu seorang jenderal,"ujar Aurora menghela napas panjang.
__ADS_1
"Iya juga, Ra. Lebih baik memang menghindari mereka. Tapi, Ra, ibu Bima itu mulutnya pedes kayak cabe rawit, tajam seperti pedang. Seandainya kamu belum menikah, ibu juga nggak bakalan mengijinkan kamu menikah dengan Bima. Kalau kamu nekat menikah sama dia, yang ada kamu bakal kena mental karena ibunya Bima. Hiii.. amit-amit, deh!"ujar Bu Ella bergidik ngeri.
"Apa semua ibu mertua seperti itu, Bu?"tanya Aurora menghela napas panjang dengan ekspresi sendu.
"Maksud kamu? Apa ibu mertua kamu juga seperti itu?"tanya Bu Ella dengan ekspresi wajah yang sulit di artikan.
"Iya. Ibu Rayyan juga tidak setuju aku menjadi menantunya. Dia bilang, aku tidak pantas bersanding dengan Rayyan. Apa status dan latar belakang itu di atas segalanya?"ujar Aurora menghela napas berat.
"Jadi.. kamu diperlakukan tidak baik oleh ibu mertua kamu?"tanya Bu Ella dengan ekspresi khawatir.
"Mama Rayyan memang tidak suka padaku. Tapi, kata-kata mama Rayyan tidak sepedas dan se-menusuk kata-kata ibunya kak Bima. Selain itu, Rayyan tidak mengijinkan aku bertemu dengan mamanya saat Rayyan tidak ada. Rayyan tidak ragu untuk berdiri di garis terdepan jika mamanya mengatakan sesuatu yang tidak baik padaku. Bahkan mengancam akan pergi meninggalkan mamanya jika mamanya tidak mau menerima aku dan terus-menerus menghina aku. Rayyan menugaskan seorang pelayan untuk melayani aku. Jika tidak ada Rayyan, aku makan di dalam kamar dan bisa meminta makanan atau apapun yang aku inginkan,"ujar Aurora tanpa menutupi apapun dari ibunya.
"Syukurlah, kalau Rayyan selalu melindungi kamu. Mendengar cerita kamu, ibu semakin yakin jika Rayyan sangat mencintai kamu. Ibu merasa lega. Berusahalah menjadi istri yang baik untuk suami kamu. Sulit menemukan orang yang benar-benar mencintai dan menerima kita apa adanya. Kamu jangan keras kepala dan cobalah bersikap lembut, serta lebih perhatian pada suami kamu! Jadilah tempat pulang ternyaman untuk suami kamu. Tempat dimana dia bisa melupakan semua yang membuatnya merasa lelah dan terbebani,"ujar Bu Ella dengan harapan rumah tangga putrinya akan bahagia selamanya.
"Iya, Bu. Aku akan berusaha,"sahut Aurora yang memang berniat untuk bersikap lebih baik lagi pada Rayyan. Apalagi Rayyan sudah menyatakan bahwa Rayyan mencintai dirinya. Aurora akan berusaha menjadi istri yang baik untuk Rayyan.
"Bagus! Ingat! Kebahagiaan dalam sebuah rumah tangga tidak akan tercipta, jika hanya salah satu pihak saja yang berusaha menggapai,"ujar Bu Ella.
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
__ADS_1