Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
363. Yakin


__ADS_3

Kanaya nampak sangat terkejut mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Andi.


"Di.. Dia nembak aku? A.. Aku tidak salah dengar bukan?"gumam Kanaya dalam hati menatap Andi dengan tatapan tidak percaya.


"Maukah kamu menjadi pendamping hidup ku?"tanya Andi lagi karena Kanaya masih terdiam.


"Ma.. Maaf! Saya tidak bisa,"ucap Kanaya dengan wajah tertunduk dengan perasaan canggung.


Andi tertawa getir tanpa suara mendengar jawaban Kanaya.


"Heh.. Dia meminta waktu tiga hari pada Randy untuk memberikan jawaban atas pernyataan cinta Randy. Tapi dia langsung menolak lamaran ku mentah-mentah tanpa berpikir lagi. Apa kekurangan ku begitu banyak, hingga dengan cepat dan mudah dia langsung menolak aku? Dan apa kelebihan Randy dariku, hingga Kanaya meminta waktu tiga hari untuk memikirkan jawaban nya pada Randy? Padahal aku lebih tampan dan lebih kaya dari Randy. Jabatan dan gajiku juga jauh lebih tinggi dari pada Randy,"gumam Andi dalam hati, hanya bisa menghela napas yang terasa berat.


Sedangkan Kanaya masih tertunduk tanpa mengatakan apa-apa lagi. Canggung. Itulah yang di rasakan Kanaya saat ini.


"Ini terlalu mendadak. Lagipula, bagaimana mungkin aku bisa menerima Tuan Andi? Aku tidak terlalu mengenalnya dan aku benar-benar tidak mengerti dengan cara berpikir dan juga sifat serta kepribadiannya. Apalagi, kemarin dia baru saja bersama pacarnya. Tapi, sekarang dia malah mengatakan maukah aku menjadi pendamping hidupnya,"


"Selain itu, aku sudah tahu kalau mood orang ini cepat sekali berubah. Bahkan dalam waktu beberapa detik saja. Dia seperti memiliki kepribadian ganda. Kadang manis dan perhatian, lalu berubah ketus dan datar. Kadang dingin, kadang romantis, bahkan kadang suka modus. Aku benar-benar kesulitan menebak jalan pikirannya,"


"Belum lagi mulutnya yang seperti mercon itu. Aku tidak sanggup, jika harus bersama orang yang seperti Tuan Andi ini. Jika aku bersama dengan dia, hidup ku akan seperti naik wahana roller coaster selama satu kali dua puluh empat jam. Tidak akan ada keterangan dalam hidupku,"gumam Kanaya dalam hati.


Sifat dan sikap Andi pada Kanaya serta semua yang terjadi beberapa hari ini membuat Kanaya yang belum terlalu mengenal Andi malah menilai Andi banyak negatifnya dari pada positif nya. Anggap saja Kanaya menilai Andi ini sebagai sosok yang abu-abu.


Yaitu sosok yang di satu sisi memiliki kelebihan, namun di sisi lain merujuk kepada kekurangan. Dalam masalah prinsip, abu-abu sering diartikan negatif. Sosok "abu-abu" diartikan sebagai orang yang tidak memiliki ketetapan prinsip.


Itulah penilaian Kanaya terhadap Andi. Penilaian yang berdasarkan atas penglihatan dan pendengaran yang nyatanya belum tentu benar. Karena ada beberapa hal yang perlu di nilai dengan hati dan logika, bukan dengan mata dan pendengaran saja. Walaupun nyatanya, hati dan pikiran terkadang tidak sinkron.


Karena penilaian itulah, tanpa berpikir panjang Kanaya langsung menolak Andi.


Kanaya bahkan tidak memperhatikan, jika Andi sedang melamarnya, bukan sedang menyatakan cinta. Karena Andi mengatakan bahwa dirinya ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama Kanaya. Menemani Kanaya dalam suka dan duka Kanaya. Dan menua bersama Kanaya, menjadi pendamping hidup Kanaya. Yang artinya Andi melamar Kanaya, bukan menembak Kanaya seperti apa yang dilakukan oleh Randy yang ingin menjadikan Kanaya sebagai pacarnya.

__ADS_1


Tiba-tiba suasana romantis indahnya senja di tepi pantai yang di suguhkan alam itu menjadi terasa kelam. Keheningan tiba-tiba menyapa. Hanya deburan ombak yang terdengar di telinga kedua anak manusia itu. Untuk beberapa menit, keduanya terdiam menatap senja dengan pemikiran mereka masing-masing.


"Benar kata orang. Senja selalu cantik, kecuali saat kita sedang patah hati. Kamu seperti senja, terasa menyenangkan namun tak bertahan lama. Datang sesaat, lalu pergi begitu saja. Namun senja mengajarkan ku bahwa keindahan tak harus datang lebih awal. Bahwa kehidupan tak selalu berjalan dengan cemerlang dan bersinar,"


"Senja mengajarkan ku akan perjuangan, walaupun di hadang awan gelap, senja tak pernah rapuh berdiri meski sendirian. Dan aku pun akan seperti itu,"ujar Andi setelah lumayan lama terdiam. Mata pemuda itu masih menatap senja yang semakin tenggelam di ufuk barat.


Kanaya menghela napas yang terasa berat mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Andi.


"Aku benar-benar tidak mengerti dan tidak memahami sifat orang ini. Ketus, dingin, datar, modus, manis, perhatian dan kadang juga romantis seperti barusan. Benar-benar nano-nano. Ramai rasanya,"gumam Kanaya dalam hati menghela napas berkali-kali. Masih terasa canggung rasanya setelah menolak Andi.


"Hari sudah gelap. Ayo, aku antar kamu pulang!"ujar Andi seraya beranjak dari duduknya.


Andi mengulurkan tangannya pada Kanaya untuk membantu gadis itu berdiri. Namun, lagi-lagi Andi tersenyum getir tatkala gadis itu memilih berdiri sendiri tanpa bantuannya.


"Begitu tidak sukanya kah, dia padaku?"gumam Andi dalam hati, lagi-lagi hanya bisa tersenyum getir.


Andi melajukan motornya dengan senyuman getir yangasih tersemat di bibirnya. Pemuda itu mengantarkan Kanaya sampai di depan kontrakan Kanaya. Setelah itu, Andi segera melajukan motornya pulang ke rumah majikannya.


Melaju dengan kecepatan diatas rata-rata membuat Andi lebih cepat sampai di rumah Rayyan yang juga merupakan tempat tinggalnya.


"Bagaimana, Ndi? Kamu Sudah nembak Kanaya, 'kan? Dari raut wajah kamu itu, sepertinya kamu kena tolak, deh,"ujar Rayyan terkekeh kecil saat berpapasan dengan Andi. Entah mengapa pria yang baru memiliki seorang putra itu selalu muncul saat Andi pulang.


"Haish Tuan ini. Apa Tuan memata-matai saya? Tuan seperti tahu kapan saya pulang. Apa Tuan sengaja menunggu saya pulang? Aihh.. Saya jadi merasa tersanjung,"ujar Andi, tapi malah tersenyum kecut.


"Sudahlah! Gadis di dunia ini bukan hanya dia. Kamu itu termasuk tampan dan juga mapan. Banyak gadis yang mengantri menjadi istri kamu. Ya, walaupun lebih tampan dan mapan aku dari pada kamu,"ujar Rayyan narsis.


"CK, apa Tuan lupa? Jika tuan itu hanya menang tampang di bandingkan dengan saya? Sebab, Tuan itu tidak punya apa-apa selain tampang yang rupawan. Karena seluruh harta Tuan adalah milik nyonya. Saya lebih kaya dari pada, Tuan,"balas Andi tak kalah narsis.


"CK, sombong sekali! Kamu tidak sedang meghibur diri, menyembunyikan patah hati kamu, 'kan?"tanya Rayyan menatap Andi penuh kecurigaan.

__ADS_1


"Tuan sendiri yang baru saja mengatakan. Jika gadis di dunia ini bukan hanya dia. Saya termasuk tampan dan juga mapan. Banyak gadis yang mengantri menjadi istri saya. Lalu, kenapa saya harus patah hati?"sahut Andi membuat Rayyan menghela napas panjang.


"Yakin, tidak patah hati? Tidak punya keinginan untuk bunuh diri?"tanya Rayyan seraya memicingkan sebelah matanya menatap Andi penuh selidik.


"Kata Joni Iskandar, patah hati itu bukan sifatnya lelaki, Tuan. Apalagi kalau sampai nekat bunuh diri. Putus cinta itu soal biasa. Jadi, tidak perlu putus asa. Tuan tenang saja! Saya memilih maju dari pada bertahan. Saya sudah tahu kapan harus berjuang, kapan harus bertahan, dan kapan harus melepaskan,"sahut Andi terlihat penuh keyakinan.


"Baguslah! Katakan saja jika kamu butuh bantuan! Pasti akan aku berikan,"ucap Rayyan penuh kesungguhan.


"Saya memang memerlukan sedikit bantuan dari Tuan. Maaf, jika akan sedikit merepotkan,"ujar Andi seraya menyengir bodoh.


"Katakan saja! Jangan sungkan!"ucap Rayyan serius.


Akhirnya dua orang yang merupakan atasan dan bawahan, sekaligus sahabat itu masuk ke ruangan kerja Rayyan. Kedua orang itu nampak bicara serius.


"Ternyata kamu benar-benar licik.Tapi, ya, berjuang demi cinta itu sah-sah saja, sih. Namun, apa kamu benar-benar yakin dengan rencana kamu ini?"tanya Rayyan memastikan.


"Saya sangat yakin, Tuan. Kalau tidak berhasil, ya, sudah,"sahut Andi tanpa keraguan.


"Baiklah jika kamu memang sangat yakin. Tapi ingat! Jalan yang kamu ambil ini sangat berisiko!"ujar Rayyan memperingati.


"Iya, Tuan. Saya tahu. Apapun yang kita lakukan pasti ada risikonya,"sahut Andi yang nampak benar-benar sudah mantap dengan apa yang akan dilakukannya.


Setelah berbicara dengan Rayyan, Andi pun memilih pergi ke kamarnya. Beberapa menit kemudian, pemuda itu pun kembali keluar dari rumah itu, lalu mengendarai motornya.


"Aku adalah Andi. Aku adalah orang yang pintar dan penuh akal. Aku bisa mencapai tujuan ku dengan penuh perhitungan dengan resiko yang dapat aku minimalisir. Banyak jalan menuju Roma. Banyak gadis selain dia,"gumam Andi tersenyum smirk seraya terus melajukan motornya.


...🌟"Jangan buat orang lain mencintaimu, jika kamu belum sanggup membuka hatimu."🌟...


...🌸❀️🌸...

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2