Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
33. Lelah


__ADS_3

๐ŸŒบ Awas.. awas.. ini lagi bawa ๐Ÿ. Yang takut kena๐Ÿ, yang belum waktunya lihat ๐Ÿdan yang tidak suka ๐Ÿ, harap menepi. Jika nekat dan terserang penyakit ๐Ÿ, kak Nana tidak bertanggung jawab.๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ


"Aku pasti akan melepaskan mu. Tapi..."ucap Rayyan menggantung kata-katanya dengan senyum di bibirnya yang lebih mirip seringai.


"Tapi apa?"tanya Aurora dengan suara agak tinggi.


Dengan cepat Rayyan kembali mendaratkan bibirnya di bibir Aurora. Aurora tidak bisa bergerak sama sekali karena tubuhnya di himpit oleh Rayyan. Rayyan menyelipkan tangannya ke dalam baju yang di kenakan oleh Aurora, tanpa melepaskan pagutan bibirnya di bibir Aurora.


Rayyan mengangkat kain penutup dada Aurora hingga kedua bukit kembar Aurora keluar dari penutupnya. Aurora berusaha memberontak, tapi tidak bisa.


Rayyan mengangkat baju tidur berlengan panjang yang di pakai Aurora hingga kedua bukit kembar milik Aurora terekspos sempurna. Rayyan melepaskan pagutannya di bibir Aurora. Pria itu mulai memainkan bibir dan lidahnya di kedua bukit kembar Aurora.


"Hen.. hentikan! Ahh.."ucap Aurora yang malah mendesah, tidak bisa menahan rasa nikmat di area bukit kembarnya karena Rayyan. Rayyan terus bermain di dua bukit kembar milik Aurora hingga tubuh Aurora meremang. Darahnya terasa mengalir deras dan rasa nikmat itu benar-benar membuat Aurora kehilangan akal sehatnya.


Rayyan melepaskan tangan Aurora. melepaskan pakaian bagian atas Aurora lalu kembali memagut bibir Aurora. Rayyan melepaskan kain penutup dada Aurora hingga tubuh bagian atas Aurora polos. Rayyan memainkan lidah dan bibirnya di leher Aurora, dan terus merambat hingga kembali sampai di dua bukit kembar milik Aurora.


"Ahh.. hen.. hentikan!"ucap Aurora seraya meremas rambut Rayyan saat Rayyan menghisap puncak bukit kembarnya. Bibir Aurora menyuruh untuk berhenti, tapi tubuhnya ingin merasakan sensasi yang lebih nikmat dari saat ini.


Tangan kiri Rayyan meremas kedua bukit kembar itu secara bergantian dengan lidah dan bibir nya. Tangan kanan Rayyan mulai meloloskan celana panjang yang dipakai Aurora. Jemarinya mulai bermain di lembah milik Aurora yang sudah basah.


Aurora semakin tidak bisa menahan ******* dan lenguhan nya. Rayyan benar-benar membuat akal sehatnya hilang. Suara laknat itu terus keluar dari bibir Aurora walaupun Aurora sudah berusaha menahannya.


Rayyan menghentikan aktivitasnya lalu menatap Aurora,"Bagaimana? ingin berhenti di sini?"tanya Rayyan tersenyum smirk


Aurora tidak menjawab, tapi terlihat jelas di wajahnya jika Aurora kecewa saat Rayyan berhenti menyentuh tubuhnya.


"๐˜ผ๐™ ๐™ช ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™œ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™ž๐™ฃ๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ฃ๐™ฎ๐™–. ๐˜ผ๐™ ๐™ช ๐™จ๐™ช๐™™๐™–๐™ ๐™ฉ๐™ž๐™™๐™–๐™  ๐™ฉ๐™–๐™๐™–๐™ฃ ๐™ก๐™–๐™œ๐™ž. ๐˜ผ๐™ ๐™ช ๐™—๐™š๐™ฃ๐™–๐™ง-๐™—๐™š๐™ฃ๐™–๐™ง ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™œ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™ž๐™ฃ๐™ ๐™–๐™ฃ๐™ฃ๐™ฎ๐™–,"gumam Aurora dalam hati. Tubuhnya benar-benar gelisah ingin di sentuh Rayyan.


Melihat ekspresi wajah Aurora, Rayyan tersenyum penuh kemenangan. Kembali menenggelamkan wajahnya di bukit kembar Aurora hingga wanita itu kembali mendesah dan melenguh. Rayyan melucuti pakaiannya sendiri tanpa menghentikan cumbuaan nya di dada Aurora. Hingga akhirnya tubuh mereka sama-sama polosnya.

__ADS_1


Tidak seperti pertama kali melakukan penyatuan dengan Aurora. Kali ini Rayyan melakukannya dengan lembut.


"Ughh.. ssstt..."desah Aurora saat Rayyan memasuki bagian inti tubuhnya. Ada rasa nikmat yang semakin mendera saat Rayyan mulai bergerak.


Rayyan meremas kedua tangan Aurora dan menekannya ke dinding. Bibir Rayyan mulai memagut bibir Aurora, Rayyan terus menggerakkan pinggulnya. Aurora merasakan nikmat yang menjalar di seluruh tubuhnya. Kali ini tidak sakit seperti sebelumnya. Kali ini sungguh terasa sangat nikmat.


Aurora benar-benar tidak bisa lagi menahan suaranya. Suara laknat itu terus keluar dari mulutnya membuat Rayyan semakin merasa nikmat. Suara yang keluar dari bibir Aurora benar-benar disukainya.


"Panggil namaku!"bisik Rayyan kembali menggoda kedua bukit kembar Aurora.


"๐™Ž๐™ž๐™–๐™ก! ๐™†๐™š๐™ฃ๐™–๐™ฅ๐™– ๐™ง๐™–๐™จ๐™–๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™ฃ๐™ž๐™ ๐™ข๐™–๐™ฉ ๐™จ๐™š๐™ ๐™–๐™ก๐™ž? ๐˜ผ๐™ ๐™ช ๐™—๐™š๐™ฃ๐™–๐™ง-๐™—๐™š๐™ฃ๐™–๐™ง ๐™™๐™ž ๐™—๐™ช๐™–๐™ฉ ๐™œ๐™ž๐™ก๐™– ๐™ค๐™ก๐™š๐™๐™ฃ๐™ฎ๐™–,"gerutu Aurora dalam hati. Wanita itu tidak bisa menahan diri untuk tidak mengeluarkan suara. Rayyan memainkan kedua bukit kembarnya seraya menggerakkan pinggulnya, membuat Aurora semakin gelisah karena merasakan nikmat yang tidak dapat di deskripsikan nya. Tubuhnya bergerak gelisah dalam kuasa Rayyan.


Aurora merasa semakin gelisah saat merasakan ada sesuatu dari dalam tubuhnya yang rasanya ingin meledak. Semakin lama semakin tidak tertahankan.


"Ray.. ughh...ahh.."lenguh Aurora benar-benar merasakan kenikmatan yang luar biasa saat cairan hangat keluar dari inti tubuhnya.


Rayyan menggendong tubuh Aurora ke keluar dari kamar mandi, merebahkan tubuh Aurora di atas ranjang. Rayyan kembali memainkan bibir, lidah dan tangannya di tubuh Aurora dan kembali menggerakkan pinggul nya. Aurora hanya bisa melenguh dan mendesah menikmati segalanya.


Malam itu, Aurora benar-benar di buat Rayyan melayang-layang. Pria itu memperlakukannya dengan lembut hingga membuat Aurora benar-benar menikmati percintaannya dengan Rayyan. Malam ini, Rayyan membuatnya meneriakkan nama Rayyan berulang kali. Rayyan baru berhenti setelah Aurora terlihat kelelahan.


Tak lama setelah Rayyan turun dari tubuhnya, Aurora langsung terlelap karena kelelahan. Rayyan tersenyum puas menatap wajah Aurora yang nampak kelelahan.


"Mulai malam ini, kamu tidak akan bisa menolak aku lagi,"gumam Rayyan dengan senyum kemenangan.


Pria itu mengecup bibir Aurora beberapa kali, kemudian menutup tubuh mereka dengan selimut dan memeluk tubuh Aurora.


Keesokan harinya, Rayyan bangun lebih dulu dari Aurora. Rayyan meneguk salivanya susah payah saat menatap bibir Aurora. Rayyan memagut bibir Aurora dengan lembut untuk beberapa saat. Rayyan membuka selimut yang menutupi tubuh mereka. Pria itu menatap dua bukit kembar yang montok milik Aurora. Rayyan merasakan miliknya yang dari tadi sudah bangun itu berdenyut.


Rayyan menunduk wajahnya dan kembali menikmati kedua bukit kembar milik Aurora dan menggoda lembah di bawah sana dengan jemari tangannya. Aurora mulai melenguh merasakan nikmat di tubuhnya.

__ADS_1


Aurora merasa bermimpi, bermimpi Rayyan menggoda kedua bukit kembarnya dan juga lembah lembab miliknya. Wanita yang kelelahan itu benar-benar tidak sadar jika apa yang dialaminya saat ini bukan mimpi, tapi kenyataan. Semua itu karena semalam Aurora sangat kelelahan hingga tertidur.


Aurora terus melenguh dan mendesah merasakan cumbuan yang diberikan Rayyan di kedua bukit kembarnya dan juga di lembah lembab di bawah sana. Aurora langsung terbangun saat merasakan sesuatu masuk ke dalam inti tubuhnya dan terasa begitu nikmat.


"Ra.. Ray.. ughh..."lenguh Aurora saat Rayyan terus bergerak di atas tubuhnya.


Pagi itu mereka mengulangi kegiatan panas mereka semalam. Aurora benar-benar tidak berdaya mengahadapi Rayyan. Pria itu benar-benar buas. Beberapa menit kemudian, Rayyan mengakhiri penyatuan mereka.


"Tidurlah! Jika ingin makan, hubungi saja pelayan. Mungkin aku akan pulang sedikit larut,"ucap Rayyan mengecup bibir Aurora.


"Hum,"sahut Aurora. Wanita itu memejamkan matanya karena rasa lelah yang mendera tubuhnya. Saat ini, Aurora hanya ingin tidur.


Rayyan menutup tubuh Aurora dengan selimut, kemudian bergegas membersihkan diri. Selesai membersihkan diri, Rayyan tersenyum tipis melihat Aurora yang terlelap. Pria itu keluar dari kamarnya, menghampiri pelayan kepercayaannya dan bodyguard yang sudah disiapkan Andi.


"Jika istriku sudah bangun, tolong siapkan makan dan juga vitamin untuknya. Aku percayakan istriku pada bibi,"ucap Rayyan pada wanita paruh baya yang selalu dipercaya Rayyan untuk menjaga Aurora.


"Baik, Tuan,"sahut pelayan wanita itu.


"Dan kamu.. pastikan tidak ada satu orang pun yang masuk ke kamarku selain bibi ini. Jika ada yang nekat, kamu boleh melakukan apapun, asal jangan membunuh,"ucap Rayyan pada seorang bodyguard perempuan yang terlihat garang.


"Siap, Tuan,"sahut bodyguard perempuan itu tegas.


"Jangan sampai lalai. Jika terjadi sesuatu pada istri ku, aku akan memberikan pelajaran yang tidak terlupakan pada kalian,"ancam Rayyan.


...๐ŸŒธโค๏ธ๐ŸŒธ...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2