
Rayyan menghela napas panjang, kemudian membereskan barang-barangnya. Sedangkan Andi mengernyitkan keningnya menatap majikannya.
"Apa malam ini aku juga harus menginap di kantor lagi? Oh, ranjangku tersayang! Maafkan daku karena tidak pulang,"gumam Andi dalam hati. Wajah pemuda itu terlihat semakin lesu. Andi yakin, Rayyan akan masuk ke dalam ruangan pribadi nya untuk beristirahat. Sedangkan dirinya terpaksa harus tidur di sofa yang membuat tubuhnya pegal semua.
"Kita pulang!"ucap Rayyan tiba-tiba bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu.
"Iya, Tuan,"sahut Andi cepat,"Yes! Yes! Yes!"gumam Andi mengepalkan kedua tangannya dan mengangkatnya ke atas dengan senyuman lebar. Andi yang tadinya lesu tiba-tiba bersemangat lagi. Pemuda itu langsung bergegas menyusul majikannya.
Setelah menempuh perjalanan setengah jam lebih, akhirnya Andi dan Rayyan pun tiba di rumah. Rayyan menghela napas panjang menatap rumah tempatnya dibesarkan itu. Rayyan langsung masuk ke dalam rumah yang sudah terlihat sepi itu. Hanya lampu-lampu yang menempel di dinding berbentuk bunga yang menerangi seluruh ruangan. Tidak begitu terang, karena memang hanya digunakan untuk menerangi ruangan agar ruangan tidak terlalu gelap saja.
Dengan hati riang, Andi melangkah menuju kamarnya,"Akhirnya...aku bisa tidur di ranjang kesayangan ku,"gumam Andi yang rasanya sudah tidak sabar lagi untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjang kesayangan nya, setelah seharian beraktivitas yang membuat tubuhnya lelah.
Rayyan membuka pintu kamarnya yang kuncinya sudah diganti dengan sidik jari oleh Andi. Pandangan Rayyan pun langsung tertuju pada Aurora yang menoleh menatap dirinya. Wanita itu duduk di tepi ranjang seraya bersandar di headboard ranjang. Mata sepasang suami-isteri itu saling bersiborok hingga akhirnya Aurora turun dari ranjang.
"Kenapa belum tidur?"
"Kenapa pulang larut sekali?
Rayyan dan Aurora bertanya secara bersamaan.
"Aku menunggu kamu,"
"Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan,"
Rayyan dan Aurora sama-sama menjawab bersamaan.
Rayyan melepaskan jas yang dipakainya, sedangkan Aurora berjalan menghampiri Rayyan.
"Kamu tidak perlu menunggu aku jika aku pulang larut. Kamu lebih baik tidur duluan,"ujar Rayyan seraya meletakkan jas yang sudah di lepas nya di atas sofa.
"Tidak apa. Aku kebetulan belum bisa tidur,"sahut Aurora yang saat ini sudah berada di depan Rayyan.
Tangan Aurora terangkat untuk melepaskan dasi yang di pakai Rayyan. Mendongakkan kepalanya karena tubuh Rayyan yang lebih tinggi darinya. Rayyan sedikit menunduk agar Aurora tidak kesulitan melepaskan dasi nya.
"Ra!"panggil Rayyan yang terlihat ragu untuk bicara.
"Hum,"sahut Aurora yang sudah selesai melepaskan dasi Rayyan dan beralih melepaskan kancing kemeja Rayyan.
__ADS_1
"Apakah kamu percaya jika aku mengatakan, aku selalu berhassrat dan selalu ingin bercinta dengan mu, jika aku melihat kamu?"tanya Rayyan menatap wajah Aurora lekat.
Aurora yang akan membuka kancing kemeja Rayyan yang ke empat pun menghentikan gerakan jemarinya, lalu menatap Rayyan. Bingung harus bicara apa.
Rayyan memegang tangan Aurora yang masih berada di depan dadanya. Aurora masih menatap Rayyan yang juga sedang menatap dirinya.
"Ra, aku tidak pernah merasakan hal seperti ini pada wanita lain. Aku hanya berhassrat padamu saja. Bukan pada sembarang wanita. Malam ini, aku sengaja pulang larut agar saat aku pulang, kamu sudah tidur. Agar aku bisa menahan diri untuk tidak memintamu melayani aku. Aku tidak mau kamu menganggap aku menjadikan kamu sebagai budak ranjang ku. Aku tidak pernah menganggap kamu seperti itu. Bagiku, kamu adalah istri ku, orang yang aku inginkan untuk menemani aku hingga aku menua nanti. Namun, aku selalu gagal mengendalikan diriku jika bersamamu,"ujar Rayyan yang suaranya terdengar semakin berat, dan matanya terlihat semakin sayu. Perlahan Rayyan menuntun tangan Aurora ke bawah.
"Astaga! Rayy!"pekik Aurora langsung menarik kedua tangannya karena terkejut.
"Ada apa dengan pria ini? Kemarin malam dan tadi pagi sudah aku layani. Dan malam ini pun masih ingin lagi. Apa dia tidak merasa lelah? Bahkan dia baru saja pulang dari bekerja, dan sekarang ingin bercinta lagi dengan aku?"gumam Aurora dalam hati.
Aurora sangat terkejut saat tiba-tiba Rayyan menempelkan kedua tangannya di bagian bawah tubuh Rayyan yang entah sejak kapan benda dalam celana itu sudah berdiri dan berdenyut-denyut.
"Dia selalu bangun jika aku melihat kamu, Ra,"sahut Rayyan membuang napas kasar, bermaksud melangkah menuju kamar mandi.
"Kamu mau kemana?"tanya Aurora seraya memegang lengan Rayyan yang baru satu langkah melangkahkan kakinya.
"Mau mandi untuk menidurkan dia,"sahut Rayyan dengan wajah yang terlihat kusut hendak kembali melangkahkan kakinya.
Namun tanpa diduga, Aurora malah menghadang Rayyan,"Tidak perlu menahannya jika kamu menginginkan aku,"ucap Aurora kembali melanjutkan membuka kancing kemeja Rayyan. Membuat Rayyan tertegun untuk beberapa saat.
"Hum,"sahut Aurora yang sudah selesai membuka seluruh kancing kemeja Rayyan dan beralih melepaskan kancing lengan kemeja Rayyan.
"Maaf! Aku juga tidak tahu kenapa dia bisa seperti ini,"ucap Rayyan yang juga tidak mengerti kenapa benda pusaka miliknya itu menjadi seperti itu semenjak dirinya merenggut kesucian Aurora.
Aurora melepaskan kemeja Rayyan dan membiarkan kemeja itu teronggok di lantai begitu saja.
"Aku sudah lama ingin menyentuh dada bidang dan perut nya yang berotot ini,"gumam Aurora dalam hati seraya mengangkat kedua tangannya, kemudian meraba dada bidang Rayyan.
Rayyan merengkuh pinggang Aurora kemudian mengangkat tubuh Aurora hingga tinggi mereka sejajar. Dan Aurora langsung melingkarkan kedua tangannya di leher Rayyan.
Entah siapa yang memulainya, mereka berdua sudah saling memagut dan melummat bibir pasangan mereka.
"Kamu ingin kita melakukannya di mana?"tanya Rayyan setelah mereka melepaskan pagutan mereka.
"Di sofa,"jawab Aurora masih melingkarkan tangannya di leher Rayyan.
__ADS_1
"Kamu sangat suka bercinta di sana?"tanya Rayyan tersenyum tipis seraya melangkah menuju sofa Tantra dengan posisi Aurora masih seperti tadi.
Rayyan merebahkan tubuh Aurora di sofa Tantra dan kembali mencium bibir Aurora. Aurora berusaha mengimbangi apapun yang dilakukan Rayyan. Satu persatu kain yang melekat di tubuh mereka pun teronggok di lantai. Dingin nya AC tidak bisa mendinginkan tubuh sepasang suami istri yang sedang mencari kenikmatan itu. Peluh pun membasahi tubuh keduanya yang bergerak gelisah mencari kenikmatan yang selalu membuat candu.
Setelah merasa puas, Rayyan mengangkat tubuh Aurora yang polos. Membawa Aurora ke ranjang, lalu merebahkan tubuh Aurora di sana. Berbaring berpelukan dengan selembar selimut yang menutupi tubuh mereka.
Rayyan merasa sangat bahagia. Aurora benar-benar berubah. Tidak lagi ketus, cuek dan tidak lagi menolak untuk melayani dirinya. Bahkan selalu berusaha mengimbangi permainan nya.
Sebelumnya, Rayyan sempat menyerah untuk melanjutkan hubungan mereka karena merasa tidak ada kemungkinan Aurora bisa menerima apalagi mencintai dirinya. Rayyan tidak menyangka hari ini akan tiba. Hari di mana Aurora menerima dirinya sebagai suaminya dan melayani dirinya setulus hati.
Itulah hidup. Manusia tidak pernah tahu apa yang sudah di takdirkan Tuhan untuk nya. Sang pencipta yang Maha membolak-balikkan hati manusia. Yang mengatur plot kehidupan manusia. Hanya dia yang tahu bagian awal sampai akhir kehidupan kita .
...🌸❤️🌸...
Notebook :
•Banyak yang nanya soal ramuan. Aku enggan memberikannya, soalnya takut nggak cocok dan berefek samping nggak baik buat tubuh. Soalnya daya tahan tubuh setiap orang berbeda-beda. Jadi efek obat, apalagi efek obat herbal bisa bermacam-macam.
Aku pakai manjakani, kayu rapet, cengkeh, pala, lada, kapulaga, adas. Semua bahan di sangrai, lalu di haluskan, baru diminum.
Tapi, aku jamin nggak bakal tahan sama baunya. Dan nggak di sarankan bagi yang masih pengen punya momongan.
Lebih baik pakai yang aman saja. Pakai rebusan daun sirih untuk di minum dan di bilas di daerah inti. Yang masih pengen punya momongan tidak di sarankan untuk minum air sirih terlalu sering. Air sirih bisa mengobati keputihan. Dan mengurangi bau amis saat datang bulan.
•Untuk bilasan, bisa merebus air sirih agak banyak dan simpan di kulkas. Bisa di pakai selama satu minggu. Jadi nggak bolak-balik merebus.
Olah raga juga sangat bagus untuk mengencangkan daerah inti, seperti Squat, sit up dan olah raga lain yang bertujuan untuk mengencangkan perut, efeknya sangat bagus untuk mengencangkan daerah inti.
•Aku sarankan pakai daun sirih dan olahraga saja. Aman tanpa efek samping dan hasilnya juga juga bagus.
•Itu saja yang bisa aku share. Rajin-rajin olahraga, ya, Bun! Semoga bermanfaat!
•Besok aku cuma bisa up sekali, karena lagi repot. 🙏🙏🙏🙏🙏
.
__ADS_1
To be continued