
Entah mengapa, malam ini Naima terdengar begitu bijaksana dan selalu bisa menanggapi semua cuitan dan pertanyaan teman-teman sosialitanya dengan tenang dan penuh percaya diri. Bahkan Naima menuai banyak pujian dari teman-teman sosialitanya.
Sedangkan Natalie nampak senang dengan gosip yang semakin panas, tanpa tahu apa yang akan dilakukan Andi padanya. Orang yang selalu mengawasi semua gerak gerik nya seperti elang yang sedang mengawasi mangsanya.
"Rayy... mereka bergosip tentang aku yang pernah menjadi kupu-kupu malam," ucap Aurora lirih dengan tangan terkepal dan wajah tertunduk. Tanpa sengaja Aurora mendengar kasak-kusuk orang-orang yang membicarakan dirinya saat tadi Rayyan ke toilet.
"Angkat wajahmu! Istri seorang Rayyan Nugroho tidak boleh menunduk dan di injak oleh orang lain,"ucap Rayyan seraya memegang dagu Aurora,.lalu mengangkatnya agar menatap dirinya.
"Kamu akan malu karena hal ini, Ray. Nama baik kamu akan hancur karena aku,"ucap Aurora dengan mata yang berkaca-kaca hingga suara itu terdengar.
Suara Natalie yang meminta dua orang pelayan untuk bergosip. Wanita itu memberikan uang pada dua orang pelayan dan menyuruh keduanya bergosip tentang Aurora yang bekerja sebagai kupu-kupu malam.
"Kalian mengerti, apa yang harus kalian lakukan, 'kan?"
"Saya mengerti. Tapi, Tuan Rayyan itu orang yang berkuasa. Bagaimana jika Tuan Rayyan tahu kalau kami menyebarkan gosip tentang istrinya? Hidup kami bisa dalam bahaya,'
"Benar. Bagaimana jika kami ketahuan dan Tuan Rayyan mempersulit kami dan keluarga kami ke depannya?"
"Benar. Risiko pekerjaan ini sangat besar. Bayaran kami terlalu kecil untuk melakukan pekerjaan berisiko ini,"
"Lima juta hanya untuk bergosip itu sudah sangat besar untuk kalian berdua. Kalau kalian tidak mau, ya, sudah. Aku akan meminta pelayan lain untuk melakukan pekerjaan ini,"
Aurora terkejut mendengar suara itu dan langsung menoleh ke arah layar proyektor.
Video tentang Natalie yang menyuruh dua orang pelayan untuk menyebarkan gosip itu pun terdengar oleh semua orang yang ada di acara resepsi pernikahan Rayyan dan Aurora itu. Vidio dari awal sampai akhir hingga Natalie mengirimkan uang dua ratus juta pada dua pelayan itu. Dan dalam video itu yang disorot hanya wajah Natalie, sedangkan dua pelayan yang bicara dengan Natalie hanya terdengar suaranya saja.
Natalie juga sangat terkejut saat vidio yang tadi nyata-nyata sudah dihapusnya, sekarang malah di putar di layar proyektor yang ada di tempat resepsi pernikahan itu.
"Sialan! Bukankah vidio itu jelas-jelas sudah aku hapus? Kenapa masih ada? Dasar pelayan brengsek!"geram Natalie merasa sudah dibodohi habis-habisan.
Sedangkan Jony hanya bisa membuang napas kasar setelah menonton video di layar proyektor itu,"Astaga..! Kenapa aku bisa punya anak sebodoh dia? Melakukan hal kecil seperti itu saja tidak becus. Pantas saja dia tidak pernah bisa mendapatkan hati Rayyan. Mewarisi kecantikan mamanya tidak, malah mewarisi IQ mamanya yang rendah. Untung dia itu putri kandung ku dan sangat menyayangi aku. Kalau tidak, sudah aku pecat dia dari status menjadi putriku,"gerutu Jony dalam hati yang hanya bisa menghela napas berkali-kali.
__ADS_1
Mungkin menurut Jony, Natalie bisa dikatakan sebagai produk yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Karena walaupun terbilang cantik, tapi Natalie tidak secantik mamanya dan tidak sepintar papanya.
Di sisi Naima, teman-teman sosialita Naima pun mulai berkomentar.
"Saya sungguh tidak menyangka, jika Natalie se-picik itu,"
"Dia membayar orang untuk bergosip dan menghancurkan reputasi saingan nya,"
"Sudah jelas-jelas Nak Rayyan tidak mau dengan dia dan memilih Aurora, dia masih saja tidak terima,"
"Lagian, apa kaca di rumah Natalie itu pecah? Jelas-jelas dia kalah segalanya dari Aurora. Dari kecantikan, body dan kemandirian saja kalah telak. Karena kalau soal pendidikan tidak bisa di bandingkan. Jelas-jelas dia meraih gelar sarjana dengan cara curang,"
Itulah tanggapan dari teman-teman sosialita Naima.
"Eh, iya. Menantu nyonya Naima lulusan apa, ya?"tanya salah seorang teman Naima membuat Naima tersentak.
Namun sesaat kemudian Naima memasang wajah malu,"Menantu saya berasal dari desa dan orang tuanya adalah orang susah. Jadi, menantu saya hanya lulusan SMA,"ucap Naima menampilkan wajah tidak berdaya.
"Nggak usah malu karena menantu nyonya hanya lulusan SMA. Karena walaupun hanya lulusan SMA, buktinya menantu nyonya bisa merintis usaha sendiri dan bisa di bilang sukses,"
"Benar itu. Ada 30% dari daftar orang-orang sukses yang nggak lulus kuliah. Jadi, asal ada kemauan, pasti ada kemajuan, walaupun nggak mengenyam pendidikan sampai bangku kuliahan,"
"Saya setuju. Nggak guna punya gelar sarjana dari universitas luar negeri kalau jadi PNS alias pengangguran non stop,"imbuh yang lain.
Naima merasa senang karena respon teman-temannya sesuai dengan ekspektasi nya. Naima jadi merasa lega.
Andi tersenyum penuh kemenangan. Pria itu mendekati Natalie yang menatap layar proyektor dengan wajah yang terlihat geram.
"Aihh.. aku tidak menyangka nona Natalie yang terhormat melakukan hal rendahan seperti itu,"ujar Andi saat sudah berada di dekat Natalie.
Natalie langsung menoleh ke arah sumber suara dan melihat Andi yang menampilkan wajah tidak percaya yang dibuat-buat.
__ADS_1
"Kau!"geram Natalie yang ingin rasanya mencakar wajah Andi.
"Apa masih perlu, aku putarkan vidio percintaan kamu bersama Tuan Hendrik di hotel? Atau mungkin percintaan kalian di villa pinggir pantai waktu itu?"tanya Andi tersenyum miring.
Natalie nampak terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Andi, lalu berkata,"Kamu tidak perlu mengancam aku dengan omong kosong kamu itu!"ketus Natalie tersenyum mengejek.
Dalam hati Natalie, mungkin Andi memang mengetahui tentang dirinya yang bermalam dengan Hendrik di hotel waktu itu. Kalau yang di villa, Natalie yakin Andi pasti tahu. Tapi vidio percintaan nya dengan Hendrik di hotel dan di villa? Bagi Natalie itu tidak mungkin dan hanya gertakan Andi saja.
"Ohhh.. kamu berpikir begitu? Baiklah!"ucap Andi, kemudian mengambil handphonenya dari saku celananya. Pria itu kemudian menghubungi seseorang,"Putarkan video di kamar hotel dan di villa! Masing-masing putar dalam waktu yang sudah aku instruksikan,"ucap Andi tegas kemudian mengakhiri panggilannya.
"Apa benar dia memiliki vidio percintaanku dengan Hendrik?"guma Natalie dalam hati.
Kedua tangan Natalie terkepal erat dan jantungnya berdetak kencang. Tiba-tiba Natalie merasa takut jika Andi tidak sekedar menggertak dirinya.
Natalie membulatkan matanya saat melihat ke arah layar proyektor yang menampilkan video dirinya dan Hendrik masuk ke dalam kamar hotel dan langsung berciuman. Namun hanya wajah Hendrik yang di blur, sedangkan wajahnya tidak di blur. Kemudian di layar proyektor kembali di putar vidio Natalie di villa yang mendekati seseorang yang postur tubuhnya seperti seorang pria. Dari kamera yang sepertinya dipakai sang pria, terlihat jelas jika pria itu di ikat di atas ranjang. Natalie kemudian nampak meminumkan obat pada pria yang diikat di atas ranjang itu. Vidio itu langsung di hentikan saat Natalie nampak akan melepas baju tidur kimono yang dipakainya.
Natalie diam terpaku dengan ekspresi yang tidak dapat di jelaskan. Natalie sungguh tidak menyangka jika Andi benar-benar memiliki kedua vidio itu.
"Jika kamu tidak ingin aku menyebarkan video kamu di dunia maya, maka aku sarankan agar kamu dan papamu berhenti menganggu Tuan Rayyan dan keluarganya. Menjauh lah dari Tuan Rayyan dan keluarganya!"ancam Andi dengan suara yang terdengar dingin dan datar, menatap tajam pada Natalie dengan aura yang begitu menakutkan.
Setelah mengatakan hal itu, Andi pergi begitu saja meninggalkan Natalie. Sedangkan Jony terlihat syok melihat dua Vidio yang tidak diputar sampai selesai itu. Dengan cepat Jony mengedarkan pandangan matanya mencari keberadaan Natalie. Setelah menemukan keberadaan Natalie, Jony pun bergegas menghampiri Natalie yang nampak diam terpaku di tempat yang agak sepi.
"Kita pulang! Kamu benar-benar membuat papa malu!"ucap Jony pelan, tapi terdengar berat dan penuh penekanan.
Terdengar jelas kemarahan di dalam suara Jony itu. Sungguh, Jony benar-benar merasa ditelanjangi karena perbuatan Natalie yang terekam di vidio dan diputar lalu di lihat semua orang yang ada di acara itu. Dan sialnya, orang-orang yang ada di tempat itu adalah orang-orang penting dan sebagian besar adalah dari kalangan pengusaha.
Sedangkan Natalie seperti kerbau yang ditarik tuannya. Tidak melawan saat di tarik Jony. Hanya diam seraya mengikuti langkah kaki papanya.
...❤️🌸❤️...
.
__ADS_1
To be continued