Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
322. Memaksa Masuk


__ADS_3

Mobil Rayyan melaju meninggalkan restoran itu. Pria itu tersenyum penuh kemenangan karena telah membuat pejabat yang menekannya itu tidak bisa memaksanya untuk menikahi putrinya.


Rayyan merasa beruntung karena dulu mau menuruti permintaan konyol yang pernah di minta istrinya. Membuat surat perjanjian yang mengikat mereka berdua seumur hidup. Nyatanya surat perjanjian itu bisa membuat dirinya terlepas dari pejabat gila harta dan kekuasaan itu hari ini.


Saat Andi berasumsi bahwa pejabat itu ingin menikahkan dirinya dengan putri pejabat itu, sebelum pergi ke restoran Rayyan meminta Andi untuk menyiapkan foto copy surat perjanjiannya dengan Aurora pada Andi. Karena Andi menyimpan foto surat perjanjian itu di laptopnya yang selalu di bawanya. Dan nyatanya hal itu sangat berguna bagi Rayyan.


Rayyan melihat ke arah luar jendela mobilnya yang sedang melaju. Namun tiba-tiba Rayyan teringat akan sesuatu.


"Andi, apa menurut kamu Lana itu mirip dengan Dila?"tanya Rayyan yang teringat dengan gadis yang ingin dinikahkan dengan dirinya tadi.


Mendapatkan pertanyaan dari majikannya, Andi yang duduk di kursi penumpang di sebelah kursi kemudi pun menoleh ke arah Rayyan yang duduk di kursi penumpang di belakang kursi kemudi.


"Memangnya kenapa Tuan?"tanya Andi malah balik bertanya.


"CK. Jawab pertanyaan ku! Jangan malah balik bertanya padaku!"decak Rayyan terlihat kesal.


"Kalau menurut saya, Lana memang mirip dengan Dila. Tapi, Lana lebih muda dan lebih cantik dari pada Dila. Kenapa Tuan menanyakan tentang hal itu? Jangan bilang Tuan tertarik atau menyukai gadis itu?"tanya Andi menatap Rayyan penuh selidik.


"Ck. Mana ada yang seperti itu.Aku hanya penasaran, karena wajah gadis itu mirip dengan Dila. Hanya itu saja. Tidak ada yang lain. Kamu pikir aku tertarik pada dia dan ingin berselingkuh dengan dia? Itu tidak mungkin. Aku sangat mencintai istri ku dan tidak ingin menduakan dia. Aku tidak mau menjadi gembel, lalu kehilangan istri ku yang cantik dan putraku yang lucu,"sahut Rayyan jujur adanya.


"Syukurlah, kalau Tuan masih waras,"celetuk Andi yang mulutnya ceplas-ceplos. Menyadari mulutnya sudah keceplosan, Andi pun langsung menutup mulutnya.


"Plak"


"Auwh"


Andi memekik saat Rayyan memukul kepalanya dari belakang.


"Semakin lama mulut kamu semakin tidak sopan, saja!"ujar Rayyan menatap tajam pada Andi karena merasa kesal pada Andi.


"Tuan, mulut saya ini rem nya sudah blong. Jadi, ya maaf saja kalau sering keceplosan. Tapi, walaupun Tuan merasa kesal dengan mulut saya yang suka keceplosan ini, seharusnya Tuan bersyukur. Karena mulut saya yang suka keceplosan ini, Tuan tidak perlu takut saya bermuka dua. Karena saya tidak mungkin menyembunyikan isi hati saya pada Tuan,"


"Lagipula, Saya tidak suka memuji di depan Tuan untuk menjilat Tuan. Apalagi menjelek-jelekkan Tuan di belakang Tuan. Saya tidak pernah menyembunyikan perasaan saya, hingga Tuan tidak perlu curiga pada saya,"ujar Andi panjang lebar.

__ADS_1


"Terserah kamu lah! Kamu memang pintar bersilat lidah,"sahut Rayyan yang merasa tidak akan menang jika berdebat dengan Andi.


"Tuan, Roni memberitahu saya jika dokter yang menangani kaki Tuan Aiden itu ternyata punya maksud jahat pada Tuan Aiden. Dokter itu bukan memberikan obat pada Tuan Aiden, tapi malah memberikan racun,"ujar Andi yang sudah di beritahu Roni via chat.


"Apa? Bagaimana keadaannya sekarang? Kenapa dokter itu berani melakukan hal itu? Apa motifnya?"tanya Rayyan nampak terkejut sekaligus khawatir.


"Keadaan Tuan Aiden baik-baik saja, Tuan. Karena Tuan Aiden belum sempat meminum obat itu. Roni masih menyelidiki apa motif dokter itu. Tuan Aiden belum mau melaporkan hal ini pada pihak yang berwajib karena takut dokter itu hanya kaki tangan orang lain. Saya juga akan membantunya,"jelas. Andi.


"Benar juga. Bukan tidak mungkin dokter itu hanya orang suruhan. Seperti kasus yang terjadi pada papaku,"sahut Rayyan.


"Iya, Tuan. Karena itulah Tuan Aiden lebih memilih menyelidikinya dulu. Dan sementara waktu Tuan Aiden akan berobat di luar negeri,"ujar Andi sesuai dengan yang diketahuinya dari Roni.


"Semoga saja kakinya cepat sembuh,"ujar Rayyan penuh harap,"Oh, ya, Ndi, kita kembali ke kantor saja. Aku ingin segera menyelesaikan pekerjaan yang ada di sini. Aku ingin segera pulang,"ucap Rayyan menghela napas panjang menatap layar handphonenya. Melihat foto-foto kebersamaannya dengan anak dan istrinya.


"Baik, Tuan,"sahut Andi.


Rayyan menghela napas panjang teringat anak dan istrinya. Merasa rindu, padahal baru sehari tidak bertemu. Teringat saat pulang bekerja istrinya menyambutnya dengan senyuman manis. Menatap wajah cantik istrinya saat wanita itu membantunya melepaskan pakaiannya. Melihat putranya yang sehat dan lucu tersenyum cerah saat melihat dirinya pulang. Semua itu membuat Rayyan merasa rindu dan ingin segera pulang.


Andi melirik majikannya yang sedang menatap layar handphonenya. Pemuda itu menghela napas panjang.


"Kamu belum tahu bagaimana rasanya memiliki anak dan istri. Melihat mereka tersenyum saja sudah bisa membuat aku merasa bahagia. Berpisah dengan mereka membuat aku tersiksa,"ujar Rayyan terlihat sendu menatap foto anak dan istrinya.


"Menurut saya, hidup membujang itu lebih menyenangkan, Tuan. Tanpa beban. Tidak merasa galau karena rindu ataupun patah hati karena cinta. Tidak perlu menyisihkan waktu untuk makhluk yang namanya wanita,"sahut Andi berbangga diri.


"Cih, tidak usah berbangga diri karena hidup membujang. Ada saatnya kamu akan merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta. Kamu tidak akan pernah tahu, kapan, dimana, bagaimana dan pada siapa kamu akan jatuh cinta,"ujar Rayyan yang sudah mengalaminya sendiri.


"Wuiihh.. Tuan jadi semakin pintar merangkai kata. Sudah berapa banyak artikel yang Tuan baca hingga bisa merangkai kata-kata yang indah?"tanya Andi dengan senyuman di bibirnya.


"Saat kamu jatuh cinta dan cinta mu tulus, kata-kata indah itu akan muncul begitu saja di otakmu, walaupun kamu tidak membaca artikel kata-kata indah sekalipun,"sahut Rayyan menurut pengalamannya sendiri.


"Begitu, ya?"gumam Andi merasa tidak yakin.


Setelah tiba di kantor, Rayyan dan Andi langsung mengerjakan pekerjaan mereka dengan cepat dan teliti. Berusaha secepat mungkin menyelesaikan urusan di perusahaan cabang itu agar bisa segera pulang.

__ADS_1


Malam semakin larut. Rayyan memutuskan kembali ke hotel untuk beristirahat. Merebahkan tubuhnya yang seharian belum diistirahatkan.


"Tuan, anda masuk saja lebih dulu. Saya ingin membeli sesuatu di minimarket,"ujar Andi saat mereka sudah tiba di parkiran hotel.


"Hemm,"sahut Rayyan kemudian berjalan lebih dulu masuk ke dalam hotel.


Rayyan melangkah keluar dari lift menuju kamarnya. Suasana terlihat sepi karena malam sudah semakin larut.


Rayyan membuka pintu kamarnya berniat membersihkan diri dulu sebelum tidur.


"Brakk"


Rayyan terkejut saat hendak menutup pintu kamarnya, tiba-tiba ada seseorang yang mendorong pintu kamarnya dengan kuat.


"To.. tolong saya!"ucap gadis yang mendorong pintu kamar Rayyan itu.


"Kamu?"ucap Rayyan saat melihat wajah gadis yang mendorong pintu kamarnya,"Kenapa gadis ini ke mari? Apa pejabat itu merencanakan sesuatu padaku?"gumam Rayyan dalam hati melihat gadis yang tidak lain adalah Lana. Gadis anak pejabat yang ditemuinya di restoran bersama sang pejabat beberapa jam yang lalu dan ingin dinikahkan dengan dirinya.


"Brakk"


"Hei! Apa yang kamu lakukan? Keluar dari kamar ku!"sergah Rayyan saat melihat gadis itu malah memaksa masuk dan menutup pintu kamarnya.


"Tuan, saya mohon, tolong saya! Saya ingin di jual oleh ayah saya,"ujar Lana nampak ketakutan.


"Hei, lepaskan! Jangan sentuh aku!"Rayyan menepis tangan Lana yang memegang tangannya,"Keluar dari kamar ku!"titah Rayyan seraya membuka pintu kamar nya.


"Brakk!"


"Jangan buka pintunya!"pekik Lana dengan cepat menutup pintu kamar yang dibuka Rayyan. Bahkan gadis itu bersandar di balik pintu itu menghadap ke arah Rayyan.


...🌸❤️🌸...


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2