
Aurora tersenyum lembut, melingkarkan sebelah tangannya di leher Rayyan, lalu mencium bibir Rayyan dengan lembut, memulai kegiatan panas mereka di atas ranjang. Dan tentu saja langsung mendapatkan sambutan dari Rayyan.
Namun, tiba-tiba Aurora menghentikan aktivitasnya dan mendorong dada Rayyan pelan.
"Ada apa?"tanya Rayyan yang terlihat kecewa karena tiba-tiba istrinya menghentikan aktivitasnya mencium dirinya.
"Aku ganti baju dulu,"ucap Aurora seraya mengelus pipi Rayyan.
"Haruskah?"tanya Rayyan yang sebenarnya ingin langsung menerkam istrinya itu.
"Hum. Aku ingin melihat bagaimana reaksimu saat aku memakainya,"bisik Aurora di telinga Rayyan dengan nada sensuall, kemudian mengecup leher Rayyan.
"Okey. Tapi jangan terlalu lama, ya!"pinta Rayyan yang sudah tidak sabar lagi untuk memulai pergulatan panas mereka.
"Hum,"sahut Aurora tersenyum lembut.
Tidak lama kemudian Aurora keluar dari kamar mandi. Wanita itu memakai dress sebatas paha tanpa lengan dengan tali kecil di bagian pundak. Dress tipis berwarna hitam yang sangat kontras dengan kulit Aurora yang putih bersih. Dress ketat atau tepatnya di sebut lingerie dengan bagian dada yang hampir terbuka setengah nya. Hingga dua benda yang terlihat montok berisi dan menantang itu membuat Rayyan tidak bisa mengedipkan matanya.
Rayyan menelan salivanya kasar menatap tubuh istrinya yang semakin menggoda di matanya dengan balutan lingerie itu. Aurora melangkah semakin mendekat ke arah suaminya yang tidak berkedip menatap tubuhnya.
"Apa sudah cukup untuk membuat dia bangun?"tanya Aurora dengan suara yang sengaja di buat sensuall. Seraya melirik ke arah celana Rayyan.
"Sudah,"sahut Rayyan langsung merengkuh tubuh Aurora dalam pangkuannya dan langsung menyerang istrinya itu. Hingga tidak lama kemudian suara-suara aneh pun terdengar di kamar itu.
Ranjang di dalam kamar itu terus bergerak seirama dengan sepasang anak manusia yang sedang bergulat panas di atasnya. Tangan keduanya saling meremas menikmati gerakan yang membuat mereka merasakan sensasi nikmat di seluruh tubuh mereka, terutama di bagian inti tubuh mereka.
"Sayang.."racau Rayyan dengan napas yang tidak beraturan. Pria itu bergerak semakin cepat di atas tubuh istrinya merasakan sesuatu yang semakin memuncak dalam dirinya. Sesuatu yang akan membuatnya merasakan kenikmatan surga dunia jika berhasil menyembur keluar.
"Sayang.. Ah.. Ah.. "Aurora semakin merasakan kenikmatan yang meluap-luap saat berusaha menyedot dan menjepit milik suaminya.
"Ugh.. Sayang.. Ini nikmat sekali.."racau Rayyan yang semakin menggila di atas tubuh istrinya saat merasakan sensasi sedotan dan jepitan pada inti tubuhnya.
"Sayang.."
"Sayang.. "
"Ughh..."
__ADS_1
Pekik sepasang suami-isteri itu saat mendapatkan pelepasan secara bersamaan. Tubuh sepasang anak manusia itu menegang dengan sensasi berdenyut nikmat di bagian inti tubuh mereka dan menjalar ke seluruh tubuh.
Rayyan mengecup bibir Aurora beberapa kali dengan wajah yang berbinar setelah mendapatkan apa yang diinginkannya.
"Kamu semakin pintar memanjakan aku di atas ranjang,"puji Rayyan dengan senyuman di bibirnya.
"Kamu juga selalu perkasa di atas ranjang,"puji Aurora balik.
Rayyan kembali mengecup bibir Aurora beberapa kali yang tentu saja di sambut hangat oleh Aurora. Rayyan merebahkan tubuhnya di samping istrinya itu. Menutup tubuh polos mereka dengan selembar selimut dan mendekap tubuh istrinya dengan perasaan bahagia. Sedangkan Aurora sendiri juga terlihat nyaman dalam dekapan suaminya.
Tak lama kemudian, sepasang suami-isteri itu pun terlelap. Namun baru beberapa menit keduanya terlelap, suara gaduh itu pun terdengar.
"Sayang, suara apa itu?"tanya Aurora yang melihat suaminya juga terbangun.
"Biar aku periksa. Pakai baju kamu, sayang! Kunci pintu kamar ini dan jangan keluar sampai aku kembali,"pesan Rayyan memberikan pakaian pada istrinya.
"Iya,"sahut Aurora .
Rayyan memakai pakaiannya, lalu bergegas keluar dari kamarnya. Pria itu mencari sumber kegaduhan yang sempat berhenti beberapa saat, kemudian terdengar suara pekikan dan juga suara kakaknya serta suara Andi.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa ada suara kakak dan Andi?"gumam Rayyan terus berjalan mendekati sumber suara.
"Apa yang dilakukan kakak dengan orang-orang yang bergerombol itu?"gumam Rayyan semakin penasaran.
Rayyan memilih mendekati gerombolan orang yang sekarang diam itu dari pada menghampiri kakaknya yang terlihat kesal. Karena Rayyan sangat yakin mendengar suara Andi dari tempat orang-orang yang bergerombol itu.
"Ada apa ini?"tanya Rayyan membuat semua orang menatapnya, termasuk Andi.
"Tuan, orang ini berusaha melecehkan salah seorang wanita di villa ini,"jelas Andi secara singkat.
"Akan aku laporkan kalian kepada pemilik villa ini! Aku juga akan melapor pada polisi karena kasus pengeroyokan yang kalian lakukan ini. Aku pastikan kalian semua akan masuk penjara!"ancam pengurus villa itu penuh amarah dengan keadaan yang mengenaskan.
"Apa ada bukti dan saksi tentang peristiwa ini?"tanya Rayyan memicingkan sebelah matanya menatap pengurus villa yang sudah terkapar tidak berdaya, namun masih memiliki nyali untuk mengancam semua orang.
"Ada, Tuan. Dia mengancam semua wanita yang sudah menjadi korbannya dengan vidio tidak senonohh yang di buatnya. Dia berbuat semena-mena pada semua pelayan di villa ini. Dia juga simpanan seorang istri pengusaha yang memiliki villa ini. Saya sudah mengantongi bukti kejahatan yang dilakukan orang brengseek ini,"jelas Andi menatap pengurus villa dengan tatapan tajam dan senyuman dingin.
"Darimana orang ini tahu tentang perbuatan ku selama ini? Tidak mungkin dia bisa mendapatkan semua bukti kejahatan ku. Dia pasti hanya mendengar semua kejahatan ku dari penghuni villa,. Tidak mungkin dia memiliki bukti-buktinya"gumam pengurus villa dalam hati merasa tidak percaya dengan pernyataan Andi.
__ADS_1
Semua penghuni villa menatap Andi dan berharap Andi benar-benar sudah mendapatkan bukti untuk menjebloskan pengurus villa itu ke penjara.
"Ohh.. Begitu rupanya. Siapa pengusaha yang istrinya memelihara bajingan mesum ini?"tanya Rayyan beralih menatap Andi.
"Pengusaha kontruksi, Tuan. Kebetulan dia ada kerjasama dengan kita. Sebentar lagi dia pasti datang,"ujar Andi yang sudah mengatur semuanya.
"Dia juga tahu siapa suami pemilik villa ini?"gumam pengurus villa itu dalam hati dengan ekspresi terkejut.
"Cepat sekali orang yang bernama Andi mendapatkan informasi. Orang ini ternyata bukan orang sembarangan,"gumam Kanaya dalam hati.
Tepat sesuai perkataan Andi, tidak berapa lama kemudian, orang yang dibicarakan Andi pun datang bersama dengan istrinya.
"Tuan Rayyan, ada apa hingga Tuan memanggil saya kemari?"tanya pengusaha kontruksi itu. Nampak jelas kekhawatiran di wajah pria itu. Andi lah yang menyuruh pria itu datang bersama istrinya dengan menggunakan nama Rayyan.
"Andi, jelaskan!"pinta Rayyan.
"Pengurus villa istri anda ini telah melecehkan hampir semua wanita yang ada di villa ini. Memberikan gaji yang tidak sesuai dengan upah minimun, sering berkata-kata kasar pada seluruh pekerja di villa ini. Masuk ke kamar para pelayan wanita untuk ditiduri secara paksa dengan mengancam mereka. Bahkan beberapa menit yang lalu hampir melecehkan seorang wanita lagi,"jelas Andi.
"Itu semua bohong! Saya tidak pernah melakukan semua itu,. Saya di fitnah,"kilah pengurus villa yang tidak yakin jika Andi memiliki semua bukti kejahatannya.
Pengurus villa itu menatap istri kontraktor itu penuh arti. Seolah memberi isyarat dengan tatapan matanya.
"Mungkin ini semua hanya salah paham, Tuan,"sahut istri pengusaha kontraktor yang mengerti arti tatapan pengurus villa,"Sayang, dulu dia pernah menolong aku. Kali ini, tolonglah dia dari fitrah ini,"pinta wanita itu pada suaminya.
Istri pengusaha kontraktor itu takut, jika dirinya tidak menolong pengurus villa yang sudah lama menjadi simpanannya itu, maka pengurus villa itu akan membocorkan pada suaminya, jika pemuda itu adalah simpanannya. Dan hal itu bisa berbahaya bagi posisinya sebagai seorang istri.
"Salah paham? Saya bahkan sudah memiliki bukti-buktinya. Apa anda ingin melindungi simpanan anda ini?"tanya Andi tersenyum miring.
"Simpanan? Simpanan apa maksud Tuan?"tanya pengusaha kontraktor itu terkejut. Menatap istrinya dan pengurus villa itu bergantian. Sedangkan istri pria itu berusaha bersikap biasa walaupun di dalam hati panik.
"Pengurus villa ini adalah simpanan istri anda,"jawab Andi masih tersenyum miring.
"Tuan jangan sembarangan bicara, jika tidak ada bukti. Itu namanya fitnah,"kilah istri pengusaha kontruksi itu
"Fitnah? Saya tidak suka menuduh orang tanpa bukti,"ujar Andi dengan wajah dingin.
"Apa benar pria itu memiliki bukti? Bagaimana jika dia benar-benar memiliki bukti? Aku pasti akan di ceraikan oleh suamiku,"gumam pemilik villa itu dalam hati merasa was-was.
__ADS_1
...🌸❤️🌸...
To be continued