
Rayyan baru saja selesai membereskan barang-barangnya dan bersiap untuk pulang. Tak lama kemudian, Andi pun masuk ke dalam ruangan itu.
"Bagaimana? Apa kamu sudah menemukan bukti bahwa orang yang bernama Heru itu yang memanfaatkan mertuaku untuk melenyapkan papaku? Belum, Tuan. Kita kesulitan mendapatkan bukti. Karena waktu terjadinya kejadian itu bersamaan dengan waktu terjadinya kebakaran di rumah sakit itu,"
"Apa tidak ada cara yang bisa digunakan untuk mengetahui orang itu memanfaatkan Pak Hamdan atau tidak?"tanya Rayyan membuang napas kasar.
Mendengar perkataan Rayyan, Andi jadi terdiam dan nampak sedang berpikir. Untuk beberapa saat ruangan itu menjadi hening.
"Emm.. Bagaimana jika kita jebak saja orang yang bernama Heru itu, Tuan?"ucap Andi setelah beberapa saat berpikir.
"Bagaimana cara menjebaknya?"
"Kita buat orang ini mabuk,"
"Bukankah kamu bilang orang itu tidak pernah pergi ke tempat hiburan malam? Bagaimana caranya membuat dia mabuk?"
"Malam ini, kita culik dia. Saya akan mencekoki dia dengan minuman keras dan membawa Pak Hamdan di hadapannya. Mungkin dengan melihat Pak Hamdan, dia akan mengungkapkan kejahatannya. Dan jika pria itu benar-benar orang yang menjebak Pak Hamdan, mungkin juga ingatan Pak Hamdan akan kembali jika melihat pria itu,"
"Good idea (Ide yang bagus). Kamu benar, jika dia di pertemukan dengan Pak Hamdan dalam keadaan mabuk, ada kemungkinan dia mengungkapkan kejahatannya dan ingatan Pak Hamdan bisa kembali lagi. Tapi, kamu harus mengira-ngira berapa banyak jumlah minuman keras yang harus kamu berikan. Karena orang yang tidak pernah minum minuman keras akan mudah mabuk. Jangan sampai dia terlalu mabuk, hingga akhirnya kita tidak bisa mengorek informasi apapun dari dia,"
"Iya, Tuan. Saya akan berhati-hati dalam memberikan dosis minuman kerasnya. Tapi, dengan alasan apa kita menjemput Pak Hamdan untuk menemui orang itu, Tuan?"
"Biar aku yang mengurus masalah itu. Kamu tangani saja orang itu dan bawa ke tempat yang aman. Nanti aku akan membawa Pak Hamdan ke sana,"
"Baik, Tuan,"
"Kapan kamu berencana untuk menculik pria itu?"tanya Rayyan seraya menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya menatap Andi.
"Bagaimana kalau malam ini? Tuan tidak sedang sibuk dengan nyonya, 'kan? Tuan masih bisa melanjutkan acara melepas rindu dengan nyonya besok malam. Atau mungkin, nanti malam setelah urusan kita selesai. Tuan masih banyak waktu untuk bermesraan dengan nyonya. Pasangan suami-isteri, 'kan, bebas mau nina ninu, kika kiku kapan aja. Nggak ada yang larang. Tapi,, bisa di pending dulu, 'kan?"cerocos Andi yang mulutnya ceplas-ceplos.
Namun sesaat kemudian, pemuda itu menutup mulutnya sendiri karena merasa kebablasan berbicara. Pemuda itu hanya bisa menyengir bodoh saat melihat majikannya yang sudah melotot ke padanya.
"Sepertinya mulutmu itu harus di ajari bagaimana caranya berbicara sopan pada atasan,"ujar Rayyan menatap tajam pada Andi.
__ADS_1
"Em, Tuan, sebaiknya kita pulang sekarang. Kita bisa mencari jajanan tradisional kesukaan nyonya sebelum pulang. Nyonya akan senang, jika Tuan pulang membawakan makanan kesukaan nyonya. Kita juga bisa mampir ke toko mainan untuk membelikan Tuan Muda mainan. Tuan Muda pasti senang jika dibelikan mainan oleh papanya. Dalam perjalanan, kita bisa googling mainan apa yang cocok untuk anak berusia tujuh bulan, biar nggak salah beli mainan. Ayo, Tuan! Kita pergi sekarang,"ujar Andi mengalihkan pembicaraan. Dan hal itu ternyata sukses mengalihkan pikiran Rayyan.
"Benar kata Andi. Akan lebih baik jika aku pulang membawakan makanan kesukaan Aurora. Dia pasti akan senang. Aku juga belum pernah membelikan mainan untuk putraku. Sedangkan si Bima mantan sialan itu, kata Bik Mastuti sering membawakan mainan untuk putra ku. Masa aku sebagai ayah kandung Zayn kalah dari mantan pacar mamanya Zayn,"gumam Rayyan dalam hati.
Jika sudah teringat dengan anak dan istrinya, lupa sudah Rayyan akan kemarahannya pada Andi. Pria itu beranjak dari duduknya dan bergegas keluar dari ruangannya.
"Selamat.. Selamat... Sekarang aku punya Dewi keberuntungan dan pangeran keberuntungan,"ujar Andi dengan senyuman kemenangan di bibirnya.
Sudah lama bersama dengan Rayyan, membuat Andi tahu benar bagaimana cara melunakkan hati majikannya itu. Sebelum menikah, Andi sering di hukum lembur jika salah bicara, namun semenjak Rayyan menikah, Andi punya senjata andalan, yaitu nyonya-nya.
Sempat kehilangan Dewi keberuntungannya selama delapan bulan, kini Andi menemukan Dewi keberuntungan plus pangeran keberuntungan. Hatinya jadi merasa berbunga-bunga dan tanpa beban.
"Kita akan pergi ke mana untuk mencari jajanan untuk Aurora?"tanya Rayyan saat sudah berada di dalam mobil.
"Ada yang jualan kue rangin kekinian, tidak jauh dari alun-alun kota, Tuan. Kita beli itu saja, Tuan. Menyenangkan nyonya itu sederhana. Nggak bakal nguras dompet. Beda dengan wanita lain,"ujar Andi yang sudah hafal dengan sifat Aurora.
"Aku tidak pernah melihat kamu pacaran, tapi kenapa kamu tahu banyak tentang wanita?"
"Saya banyak membaca dan mengamati wanita di sekeliling saya, Tuan. Jadi, saya tahu banyak dan lebih peka soal wanita,"sahut Andi penuh percaya diri.
"Lebih baik single tapi banyak yang peduli tuan, daripada memiliki pasangan tapi rasanya kayak sendiri. Lagi pula, saya menjadi jomblo bukan karena saya tidak laku. Tapi karena saya ingin lebih dulu membahagiakan orang-orang di sekeliling saya yang jelas-jelas peduli, menyayangi dan mencintai saya,"
"Banyak alasan. Intinya jomblo juga,"
"Menjadi jomblo itu bukanlah sesuatu yang perlu saya sesali, Tuan. Tetapi saya anggap sebagai proses yang harus saya lewati, untuk menemukan pasangan sejati.Tuhan menjadikan saya jomblo saat ini, karena Tuhan tidak ingin melihat saya menghabiskan waktu bersama orang yang salah,"sahut Andi panjang lebar.
"Ck, kamu hanya beralaskan agar tidak dianggap ngenes karena menjomblo,"
"Siapa bilang jomblo itu ngenes? Jones itu bukan jomblo ngenes, Tuan. Jones itu jomblo with happiness,"
"Tetap saja namanya jomblo. Truk aja gandengan, kamu yang manusia malah sendirian,"
"Buat apa saya iri sama truk yang gandengan, kalau Ferrari aja kelihatan keren walaupun sendirian. Matahari juga sendiri, tapi tetap bersinar dan menerangi bumi,"
__ADS_1
"Haiss.. Terserah kamu saja lah,"sahut Rayyan yang malas meladeni Andi. Karena Andi akan bicara panjang kali lebar, kali tinggi, tidak akan berhenti berhenti jika diladeni.
Akhirnya Rayyan membeli jajanan sesuai yang direkomendasikan Andi untuk Aurora. Dan juga membeli beberapa mainan untuk putranya. Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di rumah.
"Eh, papa pulang,. Papa bawa apa, tuh?"ujar Aurora yang sedang menggendong Zayn.
Wanita itu menyambut suaminya dengan senyuman manis. Zayn juga tersenyum saat melihat Rayyan, bahkan bayi itu mengulurkan tangannya pada Rayyan.
"Papa bawa mainan untuk Zayn,"ujar Rayyan seraya meletakkan mainan yang di bawanya di atas karpet bulu tempat Zayn bermain.
Rayyan mengambil Zayn dari gendongan Aurora dan menciumi putranya itu. Dan bayi itu selalu saja tertawa jika mendapatkan ciuman dari papanya. Pria itu kemudian duduk di atas karpet dan memangku putranya sambil membuka mainan yang di belinya.
Bayi itu nampak senang mendapatkan mainan baru. Sedangkan Aurora ikut duduk di sebelah Rayyan, melihat mainan apa saja yang di belikan Rayyan.
"Sayang, ini untuk mu,"ucap Rayyan seraya memberikan paper bag pada Aurora.
"Kue?"ucap Aurora dengan senyuman lebar di bibirnya.
'Kamu sangat suka jajanan tradisional. Kenapa kamu tidak membuat sendiri di toko kue kamu?"tanya Rayyan seraya menurunkan Zayn di karpet.
"Jajanan tradisional seperti itu rata-rata cepat basi, Ray. Beda dengan kue-kue yang ada di toko kue aku,"ujar Aurora seraya membantu Rayyan melepaskan jas nya.
"Ohh.. Begitu,"sahut Rayyan yang memang tidak terlalu paham soal kue.
"Sayang, habis ini aku harus pergi lagi,"
"Pergi lagi?"tanya Aurora seraya mengernyitkan keningnya. Wanita itu sampai menghentikan aktivitasnya melepaskan kancing kemeja Rayyan.
"Hum. Aku akan ke rumah bapak dan membawa bapak bertemu dengan seorang pria yang kami curigai telah memanfaatkan bapak untuk melenyapkan papaku. Mungkin dengan melihat orangnya itu, ingatan bapak juga bisa kembali,"
...🌸❤️🌸...
.
__ADS_1
To be continued