Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
233. Salah Duga


__ADS_3

Aiden menghela napas panjang saat Rayyan datang dan berjalan ke arah tempatnya duduk. Terlihat jelas di wajah sahabatnya itu, betapa banyak beban yang sedang dipikul dan dipikirkannya.


"Mocktail"ucap Rayyan pada bartender setelah duduk di sebelah Aiden.


Aiden menghela napas lega mendengar Rayyan memesan mocktail, yang merupakan minuman segar yang dipadu dengan buah-buahan, herbs atau bunga yang disajikan di atas gelas seperti halnya cocktail namun tanpa adanya campuran alkohol.


Disinilah bedanya antara mocktail dan cocktail.Walaupun sekilas penampilan antara mocktail dan cocktail sama, karena warnanya yang menarik dan disajikan di dalam gelas cantik. Tapi mocktail tidak mengandung alkohol, sedangkan cocktail menggunakan campuran alkohol.


Rum putih biasanya dibuat menjadi cocktail. Rum cokelat dengan warna cokelat keemasan, juga merupakan salah satu bahan untuk membuat cocktail juga kue. Kadar alkohol dari minuman yang satu ini mulai dari 37,5 persen.


Padahal saat Andi memberi kabar pada Roni agar dirinya menemui Rayyan di klub malam, Aiden berpikir bahwa Rayyan ingin mabuk-mabukan untuk melupakan masalah yang datang bertubi-tubi menderanya. Namun ternyata dugaan Aiden salah.


Rayyan hanya memesan mocktail yang tidak mengandung alkohol. Tidak memesan cocktail apalagi Vodka yang merupakan minuman beralkohol berkadar tinggi, bening, dan tidak berwarna, yang biasanya disuling dari gandum atau biji-bijian dan kentang yang difermentasi. Yang memiliki kadar alkohol sebanyak 40 persen. Karena beberapa kali Rayyan sengaja mabuk-mabukan dengan meminum Vodka.


Mocktail / Cocktail



Rum ( Minuman)



__ADS_1


"Tolong bantu aku untuk mempercepat menghancurkan perusahaan Jony. Aku yakin, Jony lah orang yang berada di belakang orang yang membakar gudang itu. Dan juga dalang dari penembakan yang terjadi padaku,"ujar Rayyan seraya memijit pelipisnya sendiri.


"Tentu saja. Aku akan membuat mereka benar-benar bangkrut kali ini. Aku akan menjalankan strategi yang sudah kita atur. Secepat mungkin. Sayang sekali penembak jitu itu memilih mati bunuh diri dari pada memberikan informasi pada kita. Kamu sangat beruntung karena bisa lolos dari penembakan itu. Penembak jitu itu terkenal dengan bidikkan nya yang tepat sasaran,"


"Itu karena anak buah Andi melihat sinar bidik yang di arahkan padaku dan langsung mendorong aku. Jika anak buah Andi tidak teliti dan tidak cepat mendorong tubuh ku, sekarang aku pasti sudah tinggal nama,"sahut Rayyan membuang napas kasar.


"Soal menghilangnya Aurora, mertuamu dan Bik Mastuti, kita benar-benar sulit menemukan petunjuk,"


"Aku merasa orang dibalik pembakaran gudang, dan penembakan yang di arahkan padaku bukanlah orang yang sama dengan orang yang menculik Aurora, Bik Mastuti dan juga kedua mertuaku,"


"Maksud kamu, ada dua dalang dibalik peristiwa ini?"


"Iya. Aku merasa, dalang dari pembakaran gudang dan penembakan ku adalah Jony. Sedangkan dalang dibalik menghilangnya Aurora, Bik Mastuti dan mertuaku, aku rasa adalah orang lain. Tapi, aku tidak tahu orang itu siapa. Cara kerjanya begitu rapi, cepat, teroganisir, dan sangat teliti. Sepertinya akan sulit untuk menghadapi mereka. Dan sampai saat ini juga tidak ada yang menghubungi aku untuk meminta uang tebusan. Aku jadi bingung, apa sebenarnya motif nya menculik Aurora dan yang lainnya,"ujar Rayyan mulai meneguk mocktail pesanannya yang baru diletakkan bartender di depannya.


"Karena aku yakin, Jony bermaksud menggantikan perusahaan kamu untuk menyuplai barang ke perusahaan xx yang selalu mengambil barang untuk bahan produksi mereka dari perusahaan kamu,"ujar Aiden yang juga meneguk minuman yang sama dengan Rayyan, yaitu mocktail.


"Karena itulah, aku curiga, jika Jony lah dalang dari pembakaran gudang semalam dan penembakan padaku siang tadi,"


"Motifnya terlalu mudah di tebak,"


"Aku akan mencari orang yang menjadi mata-matanya di perusahaan ku. Tidak mungkin dia mengetahui tentang kegiatan di perusahaan ku jika dia tidak memiliki mata-mata di perusahaan ku,"


"Kamu benar. Aku juga berpikir seperti itu. Ngomong-ngomong, aku kira, kamu mengajak aku ke klub malam untuk menemani kamu mabuk-mabukan,"celetuk Aiden tiba-tiba.

__ADS_1


"Kalian semua pasti berpikir seperti itu. Aku bukan Rayyan yang dulu. Sebentar lagi, aku akan menjadi seorang ayah. Bagaimana figur ku sebagai ayah di mata putri ku nanti, jika aku mabuk-mabukan? Image ku sebagai seorang ayah yang sempurna akan cacat. Aku ingin menjadi figur ayah yang baik bagi putri ku nanti,"ujar Rayyan menarik napas yang terasa sesak mengingat saat ini belum mengetahui keadaan anak dan istrinya.


Biasanya setiap malam Rayyan akan mengelus dan mengecup lembut perut Aurora. Setelah itu Rayyan akan merasakan pergerakan bayinya dalam kandungan Aurora sebagai respon dari sentuhannya. Dan hal itu selalu sukses membuat Rayyan merasa senang. Hingga rutinitas mengelus perut Aurora selalu menjadi aktivitas rutin sebelum dirinya dan Aurora tidur.


"Syukurlah kalau kamu berpikiran positif seperti itu. Kasihan Andi jika kamu mabuk. Dia sudah capek mengurus pekerjaan yang begitu banyak, masa iya, harus mengurus orang mabuk juga,"canda Aiden.


"Sialan, kamu!"ketus Rayyan.


Rayyan memang tidak ingin lagi melakukan kegiatan yang nggak ada faedahnya. Dan lebih menjaga kesehatannya setelah Aurora menyatakan cinta padanya dulu. Apalagi setelah Rayyan mengetahui bahwa Aurora mengandung darah dagingnya. Rayyan ingin tetap sehat agar selalu bisa menghabiskan waktu yang berkualitas dengan Aurora dan bayi mereka.


Malam semakin larut, Andi dan Aiden sangat bersyukur karena Rayyan sama sekali tidak minum minuman beralkohol. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang dan beristirahat.


Rayyan membuang napas kasar saat masuk ke dalam kamarnya yang sepi dan kosong. Biasanya ada Aurora di dalam kamar itu. Menyambut dirinya dengan senyuman dan bergegas menghampiri dirinya. Melepaskan dasi dan kemejanya dengan telaten. Namun sekarang tidak ada siapapun di kamar itu selain dirinya. Tidak ada yang menyambutnya pulang.


Rayyan melepaskan pakaiannya, meninggalkannya celana boxer-nya saja yang menempel di tubuhnya. Pria itu mengambil salah satu dress milik Aurora. Rayyan memeluk dan mencium dress yang masih tertinggal aroma parfum Aurora .Sekedar untuk menghilangkan rasa rindunya pada Aurora.


"Aku harap, aku bisa segera menemukan kamu. Agar kita bisa berkumpul bersama-sama lagi. Aku ingin menemani mu saat kamu melahirkan buah hati kita nanti. Aku ingin menjadi orang yang pertama kali melihat buah hati kita lahir ke dunia ini,"gumam Rayyan seraya mengelus dress milik Aurora, seolah sedang berbicara dengan Aurora.


Rayyan mencoba memejamkan matanya seraya mencium dress milik Aurora. Berharap insomnia nya tidak kambuh agar dirinya tetap sehat. Bisa berkumpul kembali dengan anak dan istrinya lagi.


...🌸❤️🌸...


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2