Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
284. Kriteria


__ADS_3

Sesaat Aiden terdiam mendengar pertanyaan Rayyan. Sudah beberapa hari Aiden ingin menemui Yuniar di kampusnya. Tapi tidak berhasil menemui Yuniar. Entah kemana gerangan gadis itu.


"Aku tidak bertemu dengan dia. Dia sulit sekali ditemui,"ujar Aiden menghela napas panjang.


"Sebaiknya sekarang kamu mulai menata hidup kamu. Carilah pasangan hidup. Apa kamu akan selamanya sendiri seperti ini? Kamu mencari wanita yang seperti apa, sih?"


"Tuan Aiden pwngen nyari jamur, ya?"tanya Andi yang tiba-tiba muncul.


"Shiitt! Dasar setan! Kamu seperti majikanmu saja. Nongol tiba-tiba,"gerutu Aiden terlihat kesal pada Andi.


"Jamur apa maksud kamu? Buat apa Aiden nyari jamur?"tanya Rayyan.


"Jamur, Tuan. Jamur itu, janda muda di bawah umur,"jelas Andi dengan gaya santainya. Sedangkan Aiden membuang napas kasar mendengar celotehan Andi.


"Janda di bawah umur? Anak bau kencur, dong? Kamu mau Aiden jadi pedofill?"sahut Rayyan terkekeh kecil.


"Kalau nggak mau jamur, Tuan Aiden bisa pilih Jakarta atau Jayapura, Tuan,"sahut Andi masih dengan gaya santainya.


"Apalagi itu?"tanya Rayyan mulai menerka-nerka. Begitu pula dengan Aiden


"Jakarta itu, janda kaya rada tua. Kalau Jayapura, janda kaya puber kedua,"jelas Andi tanpa dosa.


"Sama aja! Intinya tetap saja janda tua,"sahut Rayyan membuang napas kasar.


"Kamu pikir, aku ini pria nggak laku apa? Sampai kamu menyarankan aku menikah dengan janda tua dan janda di bawah umur,"ketus Aiden bersungut-sungut.


"Kapan saya menyarankan, Tuan? Saya, 'kan, hanya bertanya,"kilah Andi.


"Sama saja. Kalau kamu tidak bermaksud begitu, kenapa kamu membahas soal janda?"ketus Aiden.


"Ohhh.. Dari kata-kata saya, anda merasa seolah-olah, seakan-akan nggak enak dimakan, saya mengatakan jika saya menyarankan Tuan menikahi janda?"tanya Andi santai.


"Itu tahu,"ketus Aiden,"Sebaiknya kamu urusi saja urusan kamu sendiri. Kayak kamu sudah punya pasangan aja. Sok banget mengurusi tentang masalah percintaan ku. Kamu aja nyampe sekarang masih jadi Jodi, alias jomblo abadi,"cibir Aiden.


"Jangan salah, Tuan. Saya masih jomblo bukan karena tidak laku. Banyak di luar sana wanita yang mau sama saya, tapi belum ada yang cocok dengan hati saya,"sahut Andi percaya diri.


"Ya.. Ya.. jomblo seperti kalian berdua tidak perlu malu. Karena jomblo bukan berarti tidak laku, tapi memang tidak ada yang mau,"celetuk Rayyan tanpa dosa.

__ADS_1


"Sembarangan saja kamu, Ray! Mana ada yang seperti itu? Banyak di luar sana para gadis yang ingin menjadi istri ku,"ujar Aiden tidak terima.


"Ya, banyak perempuan yang mau sama kamu. Mereka mau sama kamu karena kamu kaya. Kalau kamu nggak kaya, belum tentu mereka mau sama kamu,"sahut Rayyan enteng.


"Benar kata Tuan Rayyan,"sahut Andi membenarkan perkataan majikannya,"Kalau saya, saya ini masih perjaka ting-ting. Tidak pernah berbuat yang neko-neko ataupun yang tidak berguna. Apalagi melakukan perbuatan yang merusak diri sendiri dan orang lain. Jadi, saya menjomblo bukan karena saya tidak laku, tapi karena masih proses mencari pasangan wanita baik-baik,"


"Mau gadis, perawan, atau janda pun tidak masalah buat saya. Yang penting wanita baik-baik dan masih singel, bukan pacar apalagi istri orang. Karena saya tidak berminat untuk jadi pebinor. Saya terlalu keren untuk menjadi pebinor,"ujar Anda penuh percaya diri.


"Cih! Narsis! Dan itu, mau gadis atau perawan? Gadis atau perawan, 'kan, sama aja. Lagian, apa kamu mau, jika kamu dapat Janaka?"tanya Aiden kesal.


"Eits.. Jangan salah, Tuan! Saya bukan narsis, tapi percaya diri. Dan jangan samakan gadis dengan perawan. Karena, gadis belum tentu perawan. Ada yang masih gadis tapi sudah punya anak. Dan apa itu Janaka?"tanya Andi seraya mengernyitkan keningnya.


"Janaka itu, janda beranak dua,"sahut Aiden membuat Rayyan tertawa.


"Malah bagus itu, Tuan. Kalau janda beranak dua, berarti beli satu gratis dua. Bukankah enak, jika sekali beli langsung dapat tiga,? Diskon besar-besaran itu namanya,"sahut Andi enteng.


"Astagaa..! Apa otak kamu itu sudah tidak normal lagi? Perjaka ting-ting mau sama janda beranak dua?"tanya Aiden yang tidak mengerti dengan jalan pemikiran Andi.


"Kenapa memangnya dengan janda? Jika niat menikahi janda karena untuk melindungi perempuan tersebut dari adanya fitnah dan hal buruk lainnya, maka menikahi janda bisa mendapatkan pahala dan mendatangkan anugerah dari Tuhan, Tuan. Lagipula, janda itu lebih berpengalaman dalam urusan rumah tangga, apalagi dalam urusan ranjang. Lebih mandiri dan tidak manja karena pernah hidup dan berjuang sendirian. Dan tentunya, akan lebih menggoda karena tidak ingin menjadi janda untuk keduakalinya,"ujar Andi penuh alasan.


"Kamu yakin ingin menikahi janda?"tanya Aiden masih penasaran.


"Kalau jodoh, mau bilang apa,"sahut Andi enteng.


"Kenapa kamu bisa punya asisten aneh seperti dia, Ray?"tanya Aiden seraya memijit pelipisnya sendiri.


"Saya ini tidak aneh Tuan, hanya unik. Lain daripada yang lan. By the way, apa Tuan nggak nyadar kalau asisten Tuan sendiri juga aneh?"cibir Andi.


"Lalu, kapan kamu mau menikah?"tanya Rayyan menatap Andi.


"Belum ada yang bisa membuat hati saya bergetar, Tuan,"sahut Andi.


"Memangnya, selain yang tadi, apa lagi kriteria wanita yang kamu inginkan?"tanya Rayyan santai.


"Tidak muluk-muluk, kok, Tuan. Selain wanita baik-baik, masih singel dan bisa menggetarkan hati saya, yang penting saya bisa merasa nyaman saat bersama dia. Itu saja sudah cukup bagi saya,"sahut Andi yang memang tidak pernah memandang orang dari luarnya saja.


"Oh, ya, Ray, besok aku harus berangkat untuk mengerjakan proyek yang kamu menangkan kemarin. Apa kamu dan Aurora akan tetap tinggal di sini bersama bapak dan ibu?"tanya Aiden mengalihkan pembicaraan. Aiden seharusnya hari ini sudah pergi

__ADS_1


"Itu terserah Aurora saja,"sahut Rayyan.


"Titip mereka semua, ya! Aku belum tahu berapa lama akan berada di pulau itu,"ujar Aiden yang sebenarnya masih ingin berkumpul dengan keluarganya.Dan juga ingin bertemu dengan Yuniar.


"Tenang saja. Mereka juga keluarga ku. Aku pasti akan menjaga mereka. Apa Roni akan ikut dengan mu?"tanya Rayyan.


"Tu.. Tu.. "


"Plak!"


"Tuan, saya punya kabar,"lapor Roni yang tiba-tiba muncul dan langsung di tepuk pundaknya oleh Andi hingga langsung bicara secara express.


"Panjang umur, nih, orang. Baru di omongin langsung nongol,"celetuk Andi.


"Sa.. sa.. "


"Plak"


"Saya dengar nona Dila kembali ke negara ini dan berniat menetap di negara ini,"ucap Roni cepat setelah di tepuk pundaknya oleh Andi.


Aiden yang dari tadi berbaring santai itu langsung duduk saat mendengar soal Dila mantan pacar Rayyan.


"Iya, Tuan. Saya dengar perempuan itu kembali lagi ke sini. Dia kembali lagi ke sini setelah kekasihnya meninggal karena berseteru dengan mafia di negaranya. Tuan jangan coba-coba dekat dengan perempuan itu lagi. Jika Tuan berani macam-macam, saya yang akan menyembunyikan nyonya dan Tuan muda Zayn,"ancam Andi terdengar serius.


"CK. Kamu itu bekerja padaku atau pada istri ku? Malah berani secara terang-terangan mengancam aku. Lagi pula, aku tidak akan tergoda lagi dengan perempuan itu,"kesal Rayyan.


"Aku akan mematahkan tulang-tulang mu jika kamu berani membuat adikku menangis,"ucap Aiden dengan ekspresi serius.


"Aku sangat mencintai anak dan istri ku. Aku tidak akan melakukan sesuatu yang akan membuat mereka benci padaku. Apalagi hanya untuk kembali pada perempuan yang sudah mengkhianati aku. Aku akan menjadi orang yang paling bodoh jika aku melakukannya semua itu,"ujar Rayyan terdengar tenang, tapi serius.


"Syukurlah kalau begitu,"ucap Aiden walaupun hatinya agak was-was setelah mendengar mantan pacar Rayyan kembali ke negara ini. Aiden takut Rayyan tergoda lagi dengan perempuan itu, yang nantinya akan menyakiti hati adiknya.


...🌸❤️🌸...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2