Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
267. Sempat Kecewa


__ADS_3

๐Ÿ’žChapter ini mungkin agak ๐Ÿ๐Ÿ’ž


Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Rayyan menghampiri Aiden di rumah sakit. Walaupun sebenarnya Aiden belum terlalu sehat. Namun pria itu bersikeras untuk ikut pulang.


"Bukankah kamu harus mengurus proyek yang tendernya sudah aku menangkan untuk kamu? Seharusnya kamu tidak perlu ikut pulang bersama kami,"ujar Rayyan saat menjemput Aiden di rumah sakit.


"Aku mau pulang dulu untuk menemui seseorang. Saat proyek ini mulai di kerjakan, aku tidak akan punya waktu luang lagi. Aku harus mengurus perusahaan dan juga proyek yang ada di sini,"ujar Aiden yang sebenarnya ingin menemui seseorang yang di sukai ya, yaitu Yuniar.


"Siapa yang ingin kamu temui? Sepertinya penting sekali,"


"Nggak usah kepo, deh! Ini urusan pribadi,"


"Jangan-jangan kamu lagi mengejar-ngejar gadis, ya?"selidik Rayyan.


"Katamu aku harus mencari pasangan hidup? Biar nggak jadi bujang lapuk. Karena itu aku mendekat seorang gadis,"


"Ya, itu lebih baik dari pada kamu menjadi bujang lapuk. Truk aja gandengan, masa iya kamu sendiri,"ujar Rayyan mengulum senyum.


"Sialan, kamu,"ketus Aiden terlihat kesal karena sindiran Rayyan.


Pasalnya Aiden merasa sulit mendekati Yuniar karena kesibukannya mengelola perusahaannya. Apalagi setelah tender besar di pulau ini dimenangkannya. Aiden akan bertambah sibuk. Dan Aiden tidak yakin memiliki waktu untuk mendekati Yuniar. Belum lagi Yuniar yang seperti menutup diri dan selalu menghindari dirinya itu.


Malam sudah lumayan larut saat rombongan Rayyan berangkat. Mereka kembali ke pulau tempat mereka tinggal menggunakan pesawat terbang.


Sesampainya di bandara di pulau tempat mereka berasal, rombongan itu terbagi menjadi tiga kelompok. Aiden pulang di jemput Roni. Bapak dan ibu Aurora pergi ke rumah yang di sediakan oleh Rayyan di temani Mastuti untuk sementara waktu sampai Andi menemukan pelayan untuk kedua orang tua Aurora. Sedangkan Rayyan, Aurora dan Andi pulang ke rumah Rayyan.


Saat sampai di rumah Rayyan, waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Rumah itu terlihat sepi karena para penghuninya sudah tidur semua.


Aurora menatap kamar yang sudah delapan bulan ditinggalkannya. Kamar itu masih sama seperti saat ditinggalkannya dulu. Bahkan box bayi yang dulu dipersiapkannya pun masih ada dan dibungkus dengan rapi di dalam kamar itu.


Aurora membuka bungkus box bayi itu. Dan menata bantal di dalam box bayi itu. Rayyan yang menggendong Zayn pun membaringkan Zayn di dalam box bayi yang sudah di rapikan Aurora, agar putranya bisa berbaring dengan nyaman. Aurora menyelimuti tubuh putranya agar bayi itu tidak kedinginan karena pendingin udara yang menyala di kamar itu.

__ADS_1


"Tak"


Setelah menyalakan lampu tidur Rayyan mematikan lampu utama kamar itu. Hingga suasana di dalam kamar itu terlihat temaram.


"Greb,"


Tiba-tiba Rayyan memeluk Aurora yang masih berdiri di depan box bayi itu dari belakang. Entah mengapa tubuh Aurora tiba-tiba terasa meremang ketika dipeluk oleh suaminya seperti saat ini. Mungkin karena Aurora teringat bahwa kemungkinan besar saat ini Rayyan akan meminta hak nya sebagai seorang suami.


Rayyan menundukkan kepalanya, lalu berbisik pada Aurora,"Bukankah kemarin kamu bertanya, bagaimana caranya agar aku tidak cemburu lagi?"tanya Rayyan dengan suara sensuall, membuat tubuh Aurora semakin meremang.


"A.. Apa yang harus aku lakukan?",tanya Aurora yang tiba-tiba menjadi gagap.


"Melayani ku. Aku ingin kamu yang memimpin permainan,"bisik Rayyan dengan tangan yang sudah mulai bergerak di tubuh Aurora.


Rayyan mengelus paha dan perut Aurora yang mengantarkan gelenyar-gelenyar yang membuat tubuh Aurora semakin meremang. Jantung Aurora mulai berdetak lebih kencang. Darah Aurora pun terasa mengalir ke seluruh tubuhnya lebih cepat. Bibir Rayyan bergerak menelusuri leher jenjang Aurora yang membuat jantung Aurora berdetak semakin kencang dan darahnya pun terasa mengalir semakin cepat


Walaupun dulu setiap hari Rayyan melakukan hal semacam ini, bahkan hampir setiap hari melakukan aktivitas di atas ranjang bersamanya. Namun, kali ini Aurora merasa berbeda. Demikian pula dengan Rayyan.


Mereka bukan Jablay, alias jarang dibelai. Istilah dalam bahasa gaul yang merepresentasikan pria atau wanita yang jarang mendapat belaian kasih sayang dari pasangan.Tapi lebih tepatnya, mereka sudah lama tidak dibelai.


"Bagaimana? Kamu tidak bersedia?"tanya Rayyan yang melihat istrinya terdiam dan tidak merespon apapun. Pria itu terlihat kecewa dan menghentikan aktivitasnya menyentuh tubuh Aurora.


Dengan senyuman lembut yang terukir di wajahnya, perlahan Aurora membalikkan tubuhnya dan tangannya pun perlahan terangkat. Jemari tangan wanita itu mulai bergerak melepaskan kancing kemeja Rayyan.


"Jika dengan melakukannya bisa membuat Rayyan senang, maka aku akan melakukannya. Anggap saja aku menebus kesalahanku karena telah meninggalkannya tanpa kabar berita. Dan anggap saja sebagai penghargaan karena selama ini Rayyan tetap setia pada ku, walaupun aku sudah lama meninggalkannya,"gumam Aurora dalam hati dengan jemari tangan yang terus bergerak melepas kancing kemeja Rayyan.


Rayyan yang sempat kecewa kini terdiam dan hanya menatap wajah wanita di depannya itu lekat. Ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh istrinya itu.


Setelah semua kancing kemeja Rayyan terbuka, perlahan Aurora meloloskan kemeja suaminya itu, hingga kemeja itu teronggok di lantai. Tubuh yang selalu dikagumi Aurora itupun terlihat.Jemari tangan wanita itu mulai bergerak menyusuri dada bidang dan perut sixpack suaminya yang sejatinya sudah lama ingin di sentuhnya.


Perlahan bibir wanita itu pun mulai bergerak di dada bidang Rayyan. Tangan pria itu terulur untuk memeluk pinggang istrinya. Rayyan memejamkan matanya merasakan setiap sentuhan tangan dan bibir istrinya. Merasakan setiap gelenyar yang ditimbulkan oleh semua sentuhan istrinya itu. Membuat jantungnya berdetak lebih kencang, darahnya mengalir deras, dan tubuhnya terasa meremang.

__ADS_1


Aurora menarik tengkuk Rayyan lalu mencium bibir Rayyan dan tentu saja langsung mendapatkan sambutan dari Rayyan. Tangan kanan Rayyan bergerak memegang tengkuk Aurora. Sedangkan tangan kiri Rayyan masih memeluk pinggang Aurora. Dan sekarang pelukan itu lebih erat hingga tubuh mereka saling menempel.


Sepasang suami-isteri itu saling berpagutan, saling menyesap dan saling berbelit lidah. Melepaskan rasa rindu yang selama ini tertahan. Suara decapan bibir sepasang suami-isteri itu pun terdengar di kamar itu.


Tangan Rayyan bergerak menyentuh punggung Aurora dan menarik resleting dress yang dikenakan oleh Aurora. Tak lama kemudian satu persatu kain yang menempel di tubuh sepasang suami-isteri itu pun teronggok di lantai.


Perlahan Aurora mendorong tubuh Rayyan tanpa melepaskan ciuman mereka, membuat Rayyan berjalan mundur. Hingga..


"Brugh"


Rayyan terjatuh di atas ranjang dengan posisi tubuh terlentang dan Aurora di atas tubuhnya. Aurora menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang polos. Wanita itu kembali mencium bibir Rayyan dan Rayyan pun membalasnya. Jemari tangan keduanya sama-sama bergerak menyentuh tubuh pasangannya. Mengantarkan sensasi geli yang aneh.


Aurora menjelajahi tubuh suaminya dengan jemari, bibir dan lidahnya, membuat Rayyan gelisah. Rayyan meremas rambut Aurora saat Aurora memainkan sesuatu di bawah sana dengan jemari tangan, bibir dan lidahnya.


"Uhghh.. Sayang.."Rayyan melenguh merasakan hasraatnya yang semakin memuncak karena Aurora terus menggoda sesuatu di bawah sana.


Aurora yang melihat suaminya semakin gelisah pun mulai mengatur posisi untuk menyatukan tubuh mereka.


"Ughh.. "lenguuh sepasang suami-isteri itu saat tubuh mereka menyatu sempurna. Merasakan kenikmatan yang sudah lama tidak mereka rasakan. Apalagi saat Aurora mulai bergerak di atas tubuh Rayyan, keduanya benar-benar merasakan kenikmatan yang tidak bisa di deskripsikan.


Suara penyatuan, decapaan bibir dan juga lenguhaan terus terdengar dari sepasang suami-isteri yang sedang mengais kenikmatan surga dunia itu.


Malam itu Aurora membuat Rayyan merasa di awang-awang. Wanita itu benar-benar membuat Rayyan merasakan kenikmatan yang luar biasa. Hasraat yang selama ini di pendamnya pun di luapkan nya malam itu. Bahkan setelah Aurora berhasil memimpin permainan sampai finis, Rayyan membalikkan posisi mereka. Hingga Rayyan lah yang memimpin permainan di ronde berikutnya.


Rayyan mendekap erat tubuh Aurora di balik selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka. Lega rasanya setelah berhasil menuntaskan hasraatnya yang sudah berbulan-bulan di pendamnya. Aurora pun terlelap dalam dekapan Rayyan karena kelelahan setelah melayani suaminya.


Seolah mengerti bahwa kedua orang tuanya sedang melepas rindu, Zayn tertidur lelap hingga pagi menjelang. Bayi itu sama sekali tidak terganggu dengan suara berisik kedua orang tuanya yang sedang memadu kasih menyatukan tubuh mereka itu. Membuat kedua orang tuanya benar-benar puas melepas rindu mereka.


...๐ŸŒธโค๏ธ๐ŸŒธ...


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2