Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
114. Kesempatan


__ADS_3

Setelah merasa tubuhnya bersih dan segar, Rayyan mengakhiri ritual mandinya. Rasanya Rayyan masih tidak percaya dengan apa yang terjadi beberapa menit yang lalu. Istrinya yang biasanya cuek, acuh, dan ketus, tiba-tiba menyambut dirinya pulang dengan senyuman manis dan menyapanya dengan suara lembut. Bahkan membantu dirinya melepaskan pakaiannya.


Rayyan keluar dari dalam kamar mandi menggunakan bathrobe dan melihat Aurora berdiri di samping ranjang.


"Aku belum mengambilkan pakaian kamu, karena aku tidak tahu kamu akan memakai baju apa,"ujar Aurora menatap Rayyan yang rambutnya terlihat masih basah.


"Tidak perlu. Aku bias mengambilnya sendiri,"sahut Rayyan tersenyum tipis, kemudian berjalan menuju walk-in closet.


Rayyan masuk ke dalam walk -in closet untuk mengambil pakaian.


"Aku masih merasa sedang bermimpi atau berhalusinasi,"gumam Rayyan menatap pantulan dirinya di cermin besar yang ada di walk-in closet itu. Apa yang dilakukan Aurora adalah seperti harapan nya yang menjadi kenyataan.


Tidak lama kemudian, Rayyan sudah keluar dari walk-in closet. Rayyan melihat Aurora duduk di tepi ranjang sebelah kanan dengan jemari tangan yang saling memilin. Deg degan. Itulah yang di rasakan oleh Aurora. Rayyan berjalan menuju ranjang dan duduk tepi ranjang di sebelah kiri.


"Aku ingin bicara,"ucap Aurora dan Rayyan bersamaan, keduanya pun saling menatap. Namun Aurora langsung menundukkan kepalanya. Memutuskan kontak mata dengan Rayyan.


"Bicaralah!"ucap Rayyan.


Aurora menarik napas panjang kemudian berkata,"Aku mencium aroma parfum wanita dan bayi di kemeja kamu,"ucap Aurora masih menundukkan kepalanya. Jantung nya berdegup kencang menunggu respon dari Rayyan atas kata-kata nya itu.


Rayyan sempat terkejut mendengar kata-kata Aurora, namun sesaat kemudian berkata,"Tadi sore, aku dan Andi pergi ke panti asuhan tempat Andi dibesarkan. Aku menggendong seorang bayi di sana. Dan saat aku menemani anak-anak menggambar, ada seorang anak berusia sekitar tujuh tahun berlari membawa parfum ibu panti dan menyemprotkannya pada semua orang termasuk padaku,"jelas Rayyan dengan tenang, namun malah membuat Aurora terkejut.


"Kamu dari panti asuhan?"tanya Aurora menatap Rayyan dengan tatapan tidak percaya.


"Jika kamu tidak percaya, kita bisa ke sana untuk membuktikan kata-kata ku,"sahut Rayyan yang melihat Aurora seperti tidak percaya dengan apa yang dikatakan nya barusan.


"Tidak perlu,"sahut Aurora kembali menundukkan kepalanya.


Dari cara bicara Rayyan yang tenang saat menjelaskan kenapa ada aroma parfum wanita dan bayi di kemeja nya, Aurora yakin jika Rayyan tidak berbohong. Aurora hanya tidak percaya, jika Rayyan pergi ke panti asuhan dan mau berinteraksi dengan anak-anak panti.

__ADS_1


"Katakan apa yang ingin kamu bicarakan dengan aku!"ucap Aurora kemudian.


Rayyan menghela napas berat, kemudian berkata,"Mengenai hubungan kita, jika kamu memang tidak bisa mencintai aku dan merasa tersiksa hidup dengan ku, kita bisa bercerai sesuai keinginan kamu. Jangan khawatir, aku akan tetap memberikan uang untuk menjamin masa depan kamu. Aku tidak ingin lagi memaksa kamu untuk tetap tinggal di sisiku,"ujar Rayyan yang sebenarnya tidak ingin mengatakan semua itu.


"Deg"


Aurora sangat terkejut mendengar penuturan Rayyan. Jantung nya seakan berhenti berdetak. Dengan susah payah Aurora menelan salivanya sendiri. Mencoba membasahi bibirnya seraya menyusun kata-kata.


"Aku tidak ingin bercerai. Aku tahu, aku belum bisa menjadi istri yang baik untuk kamu. Beri aku kesempatan untuk memperbaiki diri! Aku berjanji akan berusaha menjadi istri yang baik untuk mu,"ucap. Aurora masih menundukkan kepalanya dengan perasaan yang berkecamuk.


Rayyan terkejut mendengar kata-kata Aurora. Seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengar nya barusan.


"Apa kamu yakin?"tanya Rayyan yang sesungguhnya ingin meyakinkan dirinya sendiri.


"Beri aku kesempatan!"pinta Aurora sekali lagi yang kali ini menatap wajah Rayyan.


Rayyan menyangka jika hari ini adalah awal perpisahannya dengan Aurora. Namun nyatanya, hari ini adalah awal dari hubungan mereka yang baru. Rayyan berharap mulai hari ini Aurora bisa bersikap seperti tadi. Dan Rayyan pun akan berusaha untuk meluangkan waktu untuk bersama Aurora.


Sedangkan Aurora sendiri merasa lega karena akhirnya bisa berbicara baik-baik dengan pria yang sudah beberapa bulan ini menjadi suaminya. Ternyata benar kata ibunya, semua harus di bicarakan baik-baik dan dengan pikiran tenang.


"Gantilah pakaian kamu! Kita akan makan malam di luar,"ucap Rayyan membuat Aurora menatap Rayyan.


"Hum,"sahut Aurora dengan senyuman tipis di bibirnya, kemudian beranjak dari duduknya, bergegas pergi ke walk-in closet.


Rayyan tersenyum tipis menatap Aurora yang berjalan menuju walk-in closet.


"Aku harap, ini adalah awal hubungan kita yang baru dan lebih baik. Aku akan berusaha meluangkan waktu untuk kamu. Aku ingin membina hubungan ini hingga akhir, hingga kita menua bersama,"gumam Rayyan penuh harap.


Sedangkan Aurora merasa bahagia saat Rayyan mengajak dirinya pergi makan malam di luar. Semenjak mereka menikah, baru satu kali mereka makan malam di luar bersama. Dan malam ini akan menjadi makan malam yang ke-dua nya dengan Rayyan.

__ADS_1


"Apa dia akan mengajak aku ke restoran waktu itu?"gumam Aurora senyum -senyum sendiri seraya memilih dress yang akan dipakainya untuk pergi bersama Rayyan.


Rayyan menghubungi Andi agar mencari tempat untuk makan malamnya bersama Aurora. Pria itu ingin malam ini menjadi malam yang istimewa bagi mereka.


"Apa maksud tuan meminta aku untuk mencari tempat untuk makan malam? Apa ini makan malam perpisahan antara Tuan dan nyonya?"gumam Andi yang jadi merasa sedih. Namun Andi tetap me- reservasi tempat untuk makan malam kedua majikannya.


Malam itu, Aurora kembali makan malam bersama Rayyan. Namun di tempat yang berbeda dari yang kemarin. Tapi tak kalah romantis dari tempat yang kemarin. Andi benar-benar bisa diandalkan. Terbukti dengan wajah Aurora yang terlihat cerah saat berada di tempat itu. Wanita itu nampak menikmati pemandangan langit dimalam hari yang tersaji.



"Apa kamu suka dengan tempat ini?"tanya Rayyan menatap Aurora yang sedang menatap langit dengan tatapan lembut.


"Suka,"sahut Aurora menoleh Rayyan sekilas dengan seulas senyum.


"Aku akan berusaha untuk meluangkan waktu untuk kita,"ucap Rayyan yang menyadari jika selama ini dirinya terlalu sibuk dengan pekerjaannya.


"Terimakasih!"ucap Aurora kembali menoleh pada Rayyan masih dengan senyuman tipisnya.


Usai makan malam, mereka pun pulang. Andi melirik kedua majikannya melalui kaca dasbor mobil. Melihat wajah nyonya nya nampak ceria malam ini, berbeda dari biasanya. Sedangkan wajah Tuan nya nampak datar seperti biasanya.


Sesampainya di rumah, Aurora mengganti pakaiannya. Selesai mengganti pakaiannya, Aurora memakai skincare. Saat Aurora selesai memakai skincare, Aurora melihat Rayyan yang sudah berbaring terlebih dahulu. Namun pria itu nampak masih mengecek handphone nya. Aurora berbaring di samping Rayyan, kemudian menutup tubuhnya dengan selimut.


"𝘼𝙥𝙖 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙞𝙣𝙞 𝙙𝙞𝙖 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙝𝙖𝙠 𝙣𝙮𝙖? 𝙆𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙙𝙚𝙜 𝙙𝙚𝙜𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙞𝙣𝙞? 𝙆𝙖𝙢𝙞 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞-𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞. 𝘽𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙘𝙪𝙢𝙖 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞, 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙖𝙡𝙞-𝙠𝙖𝙡𝙞. 𝙏𝙖𝙥𝙞, 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙞𝙣𝙞 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙗𝙞𝙖𝙨𝙖𝙣𝙮𝙖?"gumam Aurora dalam hati yang tiba-tiba menjadi deg degan dan canggung.


...🌸❤️🌸...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2