Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
340. Harus Menikahi?


__ADS_3

Reflek Andi langsung menangkap tubuh office girl yang akan terjatuh itu, hingga tubuh gadis itu tidak jadi terjatuh dan membentur lantai.


Andi menggendong tubuh gadis itu agak menjauh dari pecahan gelas yang berserakan di lantai itu. Pemuda itu membaringkan tubuh gadis itu di lantai. Dua office boy yang melihat apa yang dilakukan oleh Andi itu pun nampak mengernyitkan kening mereka.


Andi mengangkat kaki office girl yang memakai celana itu dan mengamati kaki gadis yang terluka itu dengan seksama. Dua orang office boy yang penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Andi itu pun mendekati Andi.


"Apa yang sedang tuan lakukan?"tanya salah seorang office boy memberanikan diri.


"Aku ingin memastikan, ada pecahan gelas atau tidak di kakinya yang terluka ini. Dan sepertinya tidak ada,"sahut Andi setelah mengamati kaki office girl yang berdarah itu, kemudian meletakkan kaki office girl itu di pangkuannya seraya mengeluarkan tisu dari saku celananya.


"Tuan, celana anda akan kotor oleh darah, jika anda meletakan kaki gadis ini di pangkuan Tuan seperti itu,"ucap salah seorang office boy.


"Tidak apa-apa. Aku mengusahakan agar luka gadis ini lebih tinggi dari dada gadis ini. Hal ini bertujuan untuk memperlambat perdarahan pada lukanya,"ujar Andi seraya membersihkan darah di sekitar luka office girl itu tanpa merasa jijik sama sekali. Walaupun hal itu membuat celana yang di pakainya menjadi kotor oleh darah gadis itu.


"Apa Tuan Andi ini tidak sayang celana yang dipakainya itu terkena darah? Aku yakin, harga celana Tuan Andi itu pasti mahal,"gumam salah seorang office boy dalam hati.


"Melihat letak lukanya, sepertinya gadis ini mengalami pendarahan Vena,"ujar Andi mengamati kaki office girl yang ada di pangkuannya itu.


"Dari mana Tuan tahu?"tanya office boy itu penasaran.


"Coba kamu lihat letak luka gadis ini! Letak pembuluh darah vena (balik) biasanya lebih superfisial (lebih dekat ke permukaan) dan tampak berwarna kehijauan atau kebiruan-biruan di bawah permukaan kulit. Sehingga bisa terlihat dari permukaan kulit berupa garis bercabang yang berwarna kebiruan,"


"Meski dapat terlihat dari luar, pembuluh darah vena memiliki dinding pembuluh darah yang tipis dan tidak elastis. Denyut pembuluh darah vena pun juga tidak terasa karena terletak dipermukaan kulit. Berbeda dengan pembuluh nadi yang terletak agak kedalam dari permukaan tubuh, sehingga bisa dirasakan denyut nya,"


"Pembuluh darah Vena tidak mengandung banyak oksigen. Pembuluh vena mengandung karbon dioksida yang tinggi. Jika terluka darah yang keluar cenderung berwarna merah tua,"


"Pembuluh vena tidak berada di bawah tekanan jantung secara langsung. Ini menyebabkan darah yang keluar akan mengalir dengan stabil, seperti rembesan dan tidak deras seperti perdarahan pada nadi (arteri)."


"Perdarahan nadi sulit dikendalikan karena tekanan dari jantung yang terus memompa darah tidak menggumpal atau berhenti dengan mudah. Perdarahan arteri ini umumnya berwarna merah cerah karena mengandung oksigen tinggi,"jelas Andi.


"Tuan benar sekali. Luka gadis ini memang terletak pada urat yang berwarna kehijauan atau kebiruan-biruan. Dan darah yang keluar memang berwarna merah tua,"sahut salah seorang office boy itu setelah mengamati luka yang darahnya sedang di bersihkan oleh Andi.

__ADS_1


"Wahh.. Tuan Andi pintar sekali,"puji office boy yang satunya lagi.


Andi mengeluarkan sapu tangan dari sakunya, lalu mengikat luka office girl itu dengan cepat, tapi hati-hati. Setelah luka office girl itu selesai diikatnya dengan sapu tangannya, Andi kemudian menatap dua office boy di dekatnya itu bergantian.


"Tolong kamu bantu membersihkan lantai ini. Dan kamu, tolong belikan minuman elektrolit untuk Tuan Rayyan. Kamu tahu, 'kan, minuman elektrolit apa saja yang biasa di minum Tuan Rayyan Pakai dulu uangmu, nanti aku ganti,"titah Andi seraya menggendong office girl itu.


"Iya, Tuan,"sahut office boy yang sudah hafal dengan minimum yang di sukai Rayyan. Ada dua macam minuman elektrolit yang di sukai Rayyan. Jadi, jika satunya tidak ada stok, maka dirinya harus membeli merek yang satunya.


Andi membawa gadis itu keluar dari kantor itu melewati ruangan para karyawan.


"Haish, kenapa aku jadi ceroboh sekali. Gadis ini jadi terluka karena aku,"gerutu Andi merutuki kecerobohannya sendiri sambil terus berjalan menggendong office girl itu.


Banyak pasang mata karyawan yang menatap Andi yang lewat sambil menggendong office girl. Mereka pun mulai berbisik-bisik.


"Eh, lihat! Siapa yang di gendong Tuan Andi itu?"


"Sepertinya seorang office girl,"


"Eh, lihat! Sepertinya kaki office girl itu terluka,"


"Beruntung sekali gadis itu bisa di gendong Tuan Andi,"


"Jika bisa di gendong Tuan Andi seperti itu, aku juga mau terluka,"


Para karyawan wanita yang masih singel itu nampak iri pada gadis yang di gendong Andi. Banyak karyawan wanita yang naksir pada Andi, tapi takut mendekati Andi, karena Andi selalu bersikap datar pada semua orang. Terkecuali pada Rayyan dan keluarganya. Sifat Andi jadi berubah seratus delapan puluh derajat jika sudah bersama Rayyan dan keluarganya.


Andi meminta supir perusahaan untuk mengantarnya ke rumah sakit menggunakan mobil perusahaan. Karena Andi biasanya berangkat dan pulang kerja selalu satu mobil dengan Rayyan. Sebab, Andi memang tinggal di rumah Rayyan. Pemuda itu belum berniat membeli mobil ataupun rumah sendiri sebelum menikah.


"Gadis ini memakai masker. Jadi, aku tidak bisa melihat wajahnya. Aku rasa gadis ini mengalami fobia, yakni perasaan takut berlebihan yang dirasakan seseorang terhadap situasi atau objek tertentu. Sepertinya dia fobia terhadap darah. Begitu melihat darah, tiba-tiba dia langsung pingsan begitu saja. Dan sampai sekarang belum sadar juga,"gumam Andi dalam hati menatap gadis yang dibaringkannya di kursi penumpang dengan kepala yang di letakkan di pangkuannya itu.


Tidak lama kemudian, Andi pun tiba di rumah sakit. Gadis itu pun langsung di tangani oleh petugas medis. Andi menunggu di depan ruangan tempat gadis itu ditangani petugas medis.

__ADS_1


"Aku harus menghubungi Tuan. Walaupun mungkin office boy tadi sudah mengatakan apa yang terjadi pada Tuan Rayyan,"gumam Andi kemudian menghubungi Rayyan.


"Halo Tuan.."


"Bagaimana keadaan office girl itu? Apa lukanya parah?"tanya Rayyan dari sambungan telepon memotong kata-kata Andi.


"Darah yang keluar dari kakinya yang terkena pecahan gelas lumayan banyak Tuan. Tangan dan kakinya melepuh karena terkena kopi panas. Dia masih di tangani oleh dokter,"jelas Andi.


"Kenapa bisa terjadi seperti itu? Aku dengar, dia sampai pingsan?"tanya Rayyan.


Rayyan mengeluh pada office boy yang di suruh Andi untuk membelikan minuman untuk Rayyan tadi. Karena terlalu lama mengantarkan minuman yang di inginkannya. Mendengar keluhan Rayyan, office boy itupun akhirnya menceritakan apa yang menyebabkan dirinya lama membelikan Rayyan minuman. Sehingga Rayyan tahu mengenai kejadian tadi.


"Iya, Tuan. Sepertinya dia fobia terhadap darah. Karena setelah melihat kakinya berdarah, tiba-tiba dia langsung pingsan,"sahut Andi.


"Berikan pengobatan yang baik. Jangan sampai dia memiliki bekas luka. Jika bekas lukanya tidak hilang, kamu harus bertanggung jawab untuk menikahi dia,"ujar Rayyan dari sambungan telepon.


"Haiss.. Masa hanya karena bekas luka terkena kopi panas dan pecahan gelas, saya harus menikahi dia Tuan. Lagi pula, mungkin dia sudah punya pacar, atau mungkin sudah punya suami,"tanggap Andi.


"CK. Kamu seperti orang ketakutan jika di singgung soal menikah. Menikah itu enak. Tidur ada yang di peluk dan memeluk. Ada yang melayani, ada yang bisa di ajak curhat, ada tempat berkeluh kesah dan bermanja-manja. Kamu akan menyesal jika tidak menikah. Karena tidak pernah merasakan bagaimana indahnya surga dunia,"ujar Rayyan mengiming-imingi Andi.


"Haish.. Tuan, 'kan, hanya menceritakan yang enak-enaknya saja. Saya tahu bagaimana jatuh bangunnya Tuan dalam membina keluarga. Saya adalah saksi hidup perjalanan rumah tangga Tuan yang tidak mudah, atau bisa di bilang rumit. Walaupun saya belum pernah menikah, tapi dari track record perjalanan rumah tangga anda, saya bisa mengambil kesimpulan,"


"Bahwa menikah dan berumah tangga itu tidak selalu bahagia karena perjalanannya tidak semulus jalan Tol (Tax on Location : pajak lokasi). Ada pasang surutnya hubungan dan ada sedih dan juga bahagianya. Tidak terus menerus bahagia,"sahut Andi.


"Jika kamu terus berpikir seperti itu, hidup mu tidak akan ada kemajuan. Menikah ataupun tidak, kamu juga tidak akan pernah lepas dari permasalahan hidup. Ya, walaupun masalah yang di hadapi saat lajang tidak se-kompleks seperti saat setelah berumah tangga. Menurut Data dari Indeks Kebahagiaan 2021 yang dirilis BPS (Badan Pusat Statistik), skor kebahagiaan yang belum menikah meraih skor 71,58 dan yang menikah 72,1. Hanya beda tipis memang. Tapi, dalam bisnis, beda tipis pun sangat berarti. Demikian pula dalam hidup. Jadi, pikirkanlah untuk mencari pasangan,"saran Rayyan.


"Saya akan menikah, jika sudah ada yang cocok, Tuan,"sahut Andi yang tidak ingin berdebat dengan Rayyan yang sudah berpengalaman.


...🌸❤️🌸...


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2