
Andi dan Nala sudah dari tadi berada di depan pintu kamar majikan mereka. Andi nampak sudah tidak sabar. Dari tadi Andi bolak balik melihat arloji di pergelangan tangannya dan pintu kamar majikannya secara bergantian.
Sedangkan Nala, seperti biasanya, wanita itu hanya menatap Andi dengan tatapan dan wajah datarnya. Tanpa bicara sepatah katapun.
"Kenapa Tuan belum juga keluar dari kamar? Ini sudah terlambat lima belas menit,"gumam Andi.
"Ceklek"
Pintu kamar itu akhirnya terbuka juga, membuat Andi bernapas lega. Andi memicingkan sebelah matanya melihat wajah Rayyan pagi ini terlihat segar dan bersemangat. Cerah secerah mentari pagi. Rayyan melangkah cepat keluar rumah dan Andi pun bergegas mengikuti nya..
"Sepertinya, hari ini mood Tuan sangat baik. Aku merasa senang melihat nya,"gumam Andi lirih dengan wajah yang ikut menjadi cerah.
***
Aurora beraktivitas seperti biasanya. Namun hari ini wajahnya terlihat lebih cerah. Permasalahan nya dengan Rayyan yang sudah selesai dan sikap Rayyan yang menjadi lebih lembut padanya adalah penyebab wajahnya hari ini menjadi lebih cerah.
Saat baru saja tiba di toko kuenya, tiba-tiba handphone Aurora berdering. Aurora menghela napas panjang melihat siapa yang sedang menghubungi dirinya.
"Huff.. ibu absen lagi,"gumam Aurora.
Sambil berjalan menuju ruangan nya, Aurora menerima panggilan masuk dari ibunya itu.
"Halo, Bu!"
"Apa Rayyan sudah pulang?"
"Sudah, Bu. Kemarin sore Rayyan pulang,"
"Ingat, pesan ibu! Kamu..."
"Iya, Bu. Iya. Aku ingat dan menjalankan semua saran dan nasehat ibu. Aku tidak akan membiarkan menantu kesayangan ibu itu mengeluh tentang aku, apalagi sampai menceraikan aku,"ucap Aurora memotong kata-kata ibunya.
"Harus itu. Jangan sampai Rayyan mengeluh karena kamu tidak becus menjadi istri. Malu ibu. Nanti di sangka Rayyan, ibu tidak mengajari dan menasehati kamu. Lagi pula, kalau kamu melakukan apa yang ibu katakan, kamu sendiri yang akan merasakan kebahagiaannya,"
"Iya, Bu. Terimakasih ibu sudah mengajarkan banyak hal sama aku tentang bagaimana caranya menyenangkan suami dan menjadi istri yang baik untuk suami,"ucap Aurora tulus.
Setelah melakukan seperti apa yang di katakan ibunya, walaupun baru kemarin sore, Aurora sudah bisa merasakan hasilnya. Sikap suaminya berubah drastis padanya. Menjadi lembut, hangat, dan lebih menghargai dirinya.
__ADS_1
"Iya. Sama-sama.Ibu cuma tidak mau Rayyan kecewa karena sikap keras kepala, cuek dan tidak perhatian dari kamu itu,"sahut Bu Ella yang melihat sendiri bagaimana sikap putrinya kepada menantunya.
Bu Ella khawatir jika rumah tangga putrinya tidak akan bertahan lama. Tidak akan ada suami yang bisa terus bertahan, jika istrinya cuek, keras kepala, dan tidak perhatian. Walaupun istrinya secantik bidadari sekalipun. Karena itu, Bu Ella tidak pernah bosan untuk menasehati putrinya.
"Sebenarnya, yang anak ibu itu aku apa Rayyan, sih? Ibu perhatian banget sama Rayyan. Sampai-sampai meneror aku setiap hari hanya untuk mengingat kan aku bagaimana caranya menjadi istri yang baik dan bagaimana caranya menyenangkan hati suami,"gerutu Aurora.
"Masih nanya, lagi. Apa kamu sudah pikun? Sampai kamu bingung siapa yang anak ibu dan siapa yang menantu ibu? Ibu itu cuma ingin kalian bahagia. Kami sebagai orang tua, tidak memiliki keinginan yang muluk-muluk. Melihat anak bahagia sudah bisa membuat kami bahagia. Tapi jika anak kami tidak bahagia, kami sebagai orang tua juga akan merasa tidak bahagia. Kalau kamu sudah punya anak nanti, kamu akan merasakan seperti apa yang ibu rasakan, Ra,"
"Iya..iya.. maaf! Bukan maksud aku menyinggung apalagi menyakiti hati ibu. Ibu nggak perlu mengkhawatirkan rumah tangga aku. Aku dan Rayyan baik-baik saja. Tapi, ngomong-ngomong, setelah mengkonsumsi ramuan dari ibu, kok, aku merasa tubuhku agak berbeda, ya, Bu?"
"Berbeda bagaimana?"
"Kok, aku merasa lebih bergairah untuk melakukan hubungan suami-istri, ya, Bu? Apa ramuan ibu ini selain berkhasiat mengatasi pegal-pegal, dan menjadikan tubuh lebih berenergi juga berkhasiat untuk meningkatkan gairah?"tanya Aurora menyelidik.
"Ramuan yang ibu buatkan itu, cuma untuk mengatasi pegal, menjadikan tubuh lebih berenergi dan juga untuk memelihara daerah inti, Ra. Biar punya kamu lebih rapet dan menjepit, sehingga bikin suami kamu jadi klepek-klepek. Selain itu nggak ada,"dusta Bu Ella.
Padahal, Bu Ella memang menambahkan bahan ramuan untuk meningkatkan gairah bercinta di dalam ramuan yang dibuatnya untuk Aurora. Semata-mata agar Aurora selalu bergairah di atas ranjang untuk melayani suaminya. Agar menantunya klepek-klepek, kecanduan dan tergila-gila pada putrinya. Sehingga tidak akan pernah tergoda pada wanita lain dan tidak akan pernah memiliki keinginan untuk menduakan putrinya.
"Tapi, aku, kok, merasa gairah ku meningkat drastis, ya, Bu?"tanya Aurora yang belum percaya dengan apa yang dikatakan oleh ibunya. Karena semalam dan pagi tadi, dirinya benar-benar bergairah saat melayani Rayyan.
"Itu karena kalian sudah satu minggu berpisah. Wajar jika menjadi lebih bergairah. Dan lagi, setelah meminum ramuan dari ibu, kamu pasti merasa lebih nikmat, 'kan, saat bercinta? Ingatan rasa nikmat itulah yang membuat kamu merasa lebih bergairah untuk bercinta,"jelas Bu Ella yang masuk akal juga.
"Tapi, Bu. Bukannya kalau seperti itu efeknya, Rayyan bakal kecanduan dan minta jatah terus, ya? Tadi pagi aja, dia minta dilayani, padahal, semalam juga sudah aku layani sampai puas"curhat Aurora.
"Laki-laki memang gairah untuk bercintanya lebih tinggi dari wanita, Ra. Apalagi kalian masih muda dan pengantin baru. Jadi wajar saja jika suami kamu sering minta jatah. Bapak kamu saja sampai sekarang masih rutin minta jatah. Apalagi suami kamu yang masih muda dan sehat seperti itu,"
"Masa iya, Bu? Bapak masih rutin minta jatah?"tanya Aurora jadi kepo.
"Nggak percaya? Apa kamu nggak perhatiin ibu? Hampir setiap hari rambut ibu basah karena bapak kamu sering minta jatah,"
"Iya, ya aku baru ingat, Bu,"sahut Aurora tertawa bodoh.
"Ingat! Jangan diminum saat kamu sedang datang bulan!"ujar Bu Ella memperingati.
"Iya, Bu,"
"Ya sudah, ibu tutup dulu teleponnya,"ucap Bu Ella mengakhiri panggilan.
__ADS_1
Mendengar Aurora merasa lebih bergairah melayani suaminya, Bu Ella jadi merasa lega. Bu Ella berharap rumah tangga putrinya akan baik-baik saja dan selalu bahagia.
***
Malam sudah semakin larut, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Tapi Rayyan belum pulang juga. Aurora berusaha untuk tetap terjaga walaupun sudah beberapa kali menguap. Memainkan handphonenya untuk mengusir rasa kantuknya.
"Malam sekali Rayyan pulang. Apa pekerjaan nya begitu banyak hingga sampai jam segini belum juga pulang? Padahal kemarin baru saja pulang dari luar kota,"gumam Aurora yang sudah berkali-kali menguap.
Sedangkan di kantor Rayyan.
"Tuan, ini sudah malam. Apa kita akan menginap di kantor lagi?"tanya Andi yang sudah merasa lelah.
"Kita pulang sebentar lagi,"sahut Rayyan sambil memeriksa dokumen.
"Dokumen itu bisa Tuan periksa besok pagi. Belum terlalu mendesak hingga harus Tuan periksa sekarang. Kenapa Tuan harus memeriksanya sekarang? Apa Tuan berantem lagi dengan nyonya, sehingga enggan untuk pulang? Perasaan, kemarin malam Tuan dan nyonya akur-akur saja. Tadi pagi wajah Tuan juga terlihat cerah, secerah mentari pagi. Kenapa sekarang Tuan malah terlihat enggan untuk pulang?"celetuk Andi yang mulutnya ceplas-ceplos.
"Kenapa kamu jadi cerewet sekali, sih?!"ketus Rayyan.
"Habisnya, semenjak menikah, Tuan itu seperti mengalami mood swing. Sebentar sedih, sebentar senang, sebentar galau. Sudah persis ABG labil yang sedang jatuh cinta,"celetuk Andi yang ceplas-ceplos, kemudian cepat-cepat menutup mulutnya sendiri. Pemuda itu menyengir bodoh melihat Rayyan yang menatapnya dengan tatapan tajam.
"Apa kamu bilang? Aku seperti ABG labil?"tanya Rayyan dengan aura dingin.
"Eh, Tuan, kalau Tuan bermaksud menginap di kantor, sebaiknya Tuan mengabari nyonya. Siapa tahu Nyonya menunggu Tuan pulang,"ujar Andi asal untuk mengalihkan pembicaraan.
Rayyan terdiam mendengar kata-kata Andi. Rayyan jadi teringat saat kemarin Aurora menyambut dirinya pulang dengan senyuman manis dan sapaan lembut. Membantu dirinya memakai pakaian dan melepaskan pakaian. Bahkan mengingatkan dirinya untuk sarapan.
"Benar kata Andi. Saat ini Aurora sedang berusaha berubah menjadi istri yang baik. Jangan-jangan Aurora menunggu aku pulang,"gumam Rayyan dalam hati.
Sebenarnya, Rayyan sengaja pulang malam agar saat dirinya pulang, Aurora sudah tidur. Rayyan takut tidak bisa menahan diri jika melihat Aurora membantunya melepaskan pakaiannya. Sedangkan dirinya tidak mungkin menolak Aurora yang ingin membantunya untuk melepaskan pakaiannya.
...🌸❤️🌸...
Notebook :
Halodoc, Jakarta – Mood swing merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan perubahan suasana hati yang terjadi dengan cepat dan intens. Misalnya, dari perasaan senang lalu tiba-tiba berubah menjadi marah atau sedih.
.
__ADS_1
To be continued