Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
330. Alasan


__ADS_3

Lana nampak sangat terkejut mendapatkan lamaran mendadak dari Neil. Sungguh, Lana tidak pernah menyangka jika pria yang pernah di tolong nya itu akan melamar dirinya. Padahal hanya sekitar satu bulan mereka bersama saat Lana menolong Neil. Setelah itu, mereka berpisah lama dan baru bertemu lagi malam ini.


Neil tersenyum bodoh melihat ekspresi terkejut di wajah gadis yang di cintainya itu. Gadis yang dicintainya karena ketulusan hatinya.


"Maaf, jika membuat kamu terkejut. Mungkin aku terlalu buru-buru dan tidak melihat situasi. Aku bahkan melamar kamu di dalam mobil dan tanpa persiapan apapun. Sama sekali tidak romantis, bukan?"ucap Neil terkekeh kecil.


Neil menertawakan dirinya sendiri, karena tanpa persiapan apapun dirinya melamar Lana. Keinginan itu melintas begitu saja dan langsung diutarakan oleh Neil. Melupakan bagaimana seharusnya seorang pria melamar seorang wanita. Neil terlalu bahagia bertemu dengan Lana. Apalagi saat mendengar tunangan Lana sudah meninggal.


Bukan SMS, alias Senang Melihat orang lain Susah dan Susah Melihat orang lain Senang. Hanya saja, wajar saja bukan, jika seseorang merasa bahagia saat memiliki kesempatan untuk mengejar dan memiliki orang yang di cintai? Dan itulah perasaan Neil saat ini.


Neil tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang datang kali ini. Tidak ingin berbasa-basi. Neil juga tidak ingin perasaannya di gantung dengan menunggu orang yang di cintainya tanpa kepastian. Seperti author yang suka menggantung reader.


Lebih baik sat set langsung lamar. Kalau diterima, ya syukur. Kalaupun di tolak, ya, setidaknya tidak terlalu lama berharap yang tidak pasti yang berujung semakin dalam melukai hati. Bisa langsung move on dan mencari pengganti. Bukankah seharusnya begitu?


"Neil.."Lana tidak melanjutkan kata-katanya. Gadis itu masih belum bisa merangkai kata yang pas untuk berbicara dengan Neil.


"Aku tahu, ini pasti terlalu mendadak bagi kamu dan membuat kamu terkejut. Tapi, aku bukanlah remaja lagi. Aku seorang pria dewasa. Aku tidak ingin pacaran seperti anak muda. Aku juga tahu, usia kita jauh berbeda. Tapi, aku benar-benar tulus mencintaimu. Aku jatuh cinta padamu saat pertama kali melihat mu. Dan perasaan cintaku semakin tumbuh dengan ketulusan hatimu merawat ku. Tapi, aku memendam perasaan ku dan menjauh dari mu, karena kamu telah mencintai dan di cintai orang lain. Tapi, sekarang kamu tidak memiliki orang yang kamu cintai bukan? Izinkan aku mengisi hatimu yang kosong. Izinkan aku membahagiakan kamu. Aku benar-benar serius padamu dan ingin menikahi kamu. Menghabiskan sisa hidup ku bersamamu,"ucap Neil dengan tatapan serius pada Lana penuh kesungguhan.


Lana semakin terkejut mendengar pernyataan cinta dari Neil. Lana tidak menyangka, jika pria yang pernah di tolongnya itu mencintai dirinya dengan waktu kebersamaan yang terbilang singkat yang pernah mereka lalui.


"Neil, kamu belum terlalu mengenal aku,"sahut Lana menatap Neil yang menatapnya penuh cinta.


"Aku sudah mengenalmu. Sangat mengenalmu saat kamu dan ibumu menolong aku dan menampung aku di rumah kalian,"sahut Neil masih menggenggam jemari tangan Lana dengan hangat.

__ADS_1


"Itu dulu, Neil. Waktu aku belum tinggal di kota ini. Aku sekarang bukan Lana yang dulu kamu kenal. Aku yang sekarang, tidak layak bersanding dengan siapapun, termasuk kamu. Aku hanya wanita hina. Tubuh ku kotor,"ujar Lana tertunduk sedih. Butir demi butir kristal bening itu jatuh dari pelupuk matanya dan membasahi pipinya.


Lana merasa dirinya kotor karena telah di tiduri banyak pria. Pria yang hanya menikmati tubuhnya demi kepuasan semata. Tanpa cinta. Walaupun Lana tidak pernah menginginkan hal itu terjadi pada dirinya. Namun, nyatanya takdir berkata lain.


Lana terpaksa melayani para pria hidung belang itu karena di ancam ayah sambungnya. Ayah sambungnya akan menyiksa ibunya jika Lana tidak menuruti perintah ayah sambungnya itu.


Saat pertama kalinya Lana akan di jual ayah sambungnya, Ibu Lana langsung menghalangi niat ayah sambung Lana itu. Tidak mengizinkan pria itu membawa Lana. Tapi ibu Lana malah berakhir di cambuk dan di kunci di dalam gudang selama sehari semalam tanpa di beri makan dan minum. Karena itu, Lana tidak berani lagi melawan perintah ayah sambungnya itu.


Namun setelah ibunya meninggal, Lana mencari cara untuk kabur. Karena tidak ada lagi ibunya yang bisa di jadikan ayah sambungnya untuk mengancam dirinya. Kalau pun tertangkap olehnya ayah sambungnya, Lana lebih baik memilih mati daripada dijadikan sebagai alat untuk memuaskan nafsuu para pria hidung belang.


Neil memegang dagu Lana dengan jari telunjuk dan ibu jarinya. Pria itu menghapus air mata wanita yang di cintainya itu.


"Aku juga bukan pria suci. Aku juga sudah pernah tidur dengan banyak wanita. Bahkan hanya untuk memenuhi kebutuhan biologis ku saja. Jadi, jika kamu merasa hina dan kotor karena telah ditiduri banyak pria, maka aku lebih hina dan kotor dari pada kamu,"ujar Neil menatap lekat manik mata Lana.


"Tapi.. Aku .."Lana menggantung kata-katanya. Bingung harus berkata apa.


"Bukan. Bukan karena itu. Aku sudah mendengar dari Tuan Rayyan dan asistennya, bahwa kamu tidak akan bertindak pada orang yang benar dan baik. Kamu hanya bertindak pada orang yang jahat. Bagiku, kamu bukan orang jahat. Kamu adalah orang baik. Kamu menegakkan kebenaran dengan cara kamu sendiri,"jawab Lana jujur adanya.


"Jika kamu berpikir seperti itu, maka terimalah cinta dan lamaran ku,"desak Neil yang benar-benar ingin menikah dan menghabiskan sisa hidupnya bersama Lana.


"Neil, jujur, walaupun tunangan ku sudah meninggal, aku masih sangat mencintai dia. Aku.. Aku tidak bisa melupakan dia. Jika aku menerimamu.. Aku.. Aku takut tidak bisa membuat kamu bahagia. Karena di dalam hatiku mencintai orang lain,"ucap Lana mengungkapkan alasannya yang sebenarnya.


Gadis itu tertunduk dalam. Merasa sangat tersanjung karena ada pria yang nampak tulus mencintai dirinya. Tapi, Lana enggan menerima cinta Neil, karena takut membuat kecewa dan menyakiti hati Neil.

__ADS_1


Sebab, sampai saat ini Lana masih sangat mencintai almarhum tunangannya. Sedikitpun Lana tidak bisa melupakan kenangan-kenangan indah yang pernah dilewatinya bersama tunangannya.


"Tidak apa-apa. Kamu tidak perlu melupakan dia. Kamu bisa tetap mencintai dia di dalam hatimu. Aku tidak akan meminta apalagi memaksa kamu untuk melupakan dia. Aku juga tidak akan meminta, apalagi memaksa kamu untuk mencintai aku. Tapi, tolong berikan aku sedikit ruang di hatimu. Sedikit saja. Aku akan memberikan seluruh cintaku padamu. Aku akan berusaha membahagiakan kamu. Menikahlah dengan ku,"pinta Neil penuh harap. Pria itu menggenggam jemari tangan Lana dengan hangat dan penuh cinta.


Lana menatap Neil penuh haru. Tidak menyangka pria itu akan mengatakan hal seperti itu. Dari dalam tatapan mata Neil, Nala bisa melihat ketulusan dari hati pria itu. Neil meminta dirinya menikah dengannya tanpa meminta dirinya melupakan orang yang dicintainya. Hanya meminta sedikit ruang di hatinya. Itu bukanlah hal yang mudah bagi seseorang.


"Apa kamu yakin ingin menikah dengan ku? Bagaimana jika aku tidak bisa mencintai mu? Kamu tidak akan bahagia, jika hidup bersama orang yang tidak mencintai mu. Apa kamu tidak takut, jika nanti hatimu terluka?"tanya Lana menatap lekat mata Neil.


...🌟🌟🌟...


..."Lupakanlah apa yang tidak mungkin kamu miliki. Dia yang telah pergi menghadap Ilahi, tidak akan pernah kembali lagi."...


..."Terkadang ingin tertidur agar bisa melupakan dan terkadang ingin melupakan agar bisa tertidur."...


..."Sulit melupakan seseorang yang telah memberi banyak kenangan indah. Tapi, jika itu yang terbaik, maka relakan lah."...


..."Terkadang, kita harus melupakan keinginan, agar bisa menemukan apa yang pantas kita dapatkan."...


..."Hidup adalah tentang belajar menerima dan bertahan, atau pergi dan belajar melupakan."...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2