
Rayyan hanya bisa membuang napas kasar setelah menyadari ada yang meretas cctv nya semalam. Dalam hati pria itu bertanya-tanya, kemana sebenarnya Aurora pergi? Kenapa mengganti password pintu kamar mereka? Dan kenapa tidak memberitahu dirinya? Bahkan nomor teleponnya pun tidak aktif. Di tengah situasi yang kacau saat ini, Rayyan hanya bisa berharap Aurora dan bayi mereka baik-baik saja.
Rayyan kembali memeriksa rekaman cctv di rumahnya dan Rayyan menemukan ada yang aneh. Ada beberapa rekaman yang telah di hapus. Dan hanya sekitar lima menit saja rekaman yang dihapus itu.
"Orang ini sangat cerdas. Dia bisa meretas cctv di rumah ku. Padahal sistemnya sudah diperketat. Tapi dia masih bisa meretas cctv di rumah ini,"gumam Rayyan dalam hati.
Rayyan merasa orang yang di hadapinya kali ini benar-benar tidak bisa di anggap remeh. Rayyan menyuruh Nala mengumpulkan semua orang yang bertugas menjaga rumahnya tadi malam. Dan tak lama kemudian, mereka pun sudah berbaris di depan Rayyan.
"Siapa yang melihat istriku dan Bik Mastuti keluar dari rumah ini?"tanya Rayyan menatap satu persatu orang yang ada di depannya.
Orang-orang itu saling bertatapan, lalu menggelengkan kepalanya masing-masing.
"Kami tidak melihat nyonya dan Bik Mastuti keluar rumah, Tuan,"sahut salah satu dari para penjaga rumah Rayyan itu.
"Kalian semalam berjaga atau tidak? Istri ku dan Bik Mastuti menghilang, tapi kalian tidak ada yang tahu,"ketus Rayyan.
"Kami benar-benar tidak melihat nyonya dan Bik Mastuti keluar rumah, Tuan,"sahut salah seorang dari penjaga itu.
"Apa kalian pikir istri ku dan Bik Mastuti bisa melakukan teleportasi? Atau kalian pikir istri ku dan Bik Mastuti keluar dari rumah ini memakai pintu ajaib Doraemon? Hingga tidak satupun dari kalian yang melihat istriku dan Bik Mastuti keluar dari rumah ini,"sergah Rayyan merasa kesal.
"Tuan, sebenarnya, kemarin kami keracunan makanan murah yang kami beli di pinggir jalan. Setelah Tuan keluar dari rumah ini, kami antrian di toilet. Jadi, kami tidak ada yang berjaga. Bahkan penjaga ruang kontrol cctv juga ikut antri di toilet. Satu setengah jam kemudian, tiba-tiba ada asap tebal di sekeliling rumah ini, Tuan. Hingga kami tidak bisa melihat apa-apa. Beberapa menit kemudian, asap itu baru menghilang dengan sendirinya,"jelas salah seorang penjaga.
"Shiitt! Mereka benar-benar menyusun rencana dengan baik,"umpat Rayyan merasa kesal.
Rayyan merasakan getaran di handphonenya dan melihat siapa yang sedang menghubungi dirinya. Setelah tahu siapa orang yang menghubunginya, Rayyan pun langsung menerima panggilan masuk itu.
__ADS_1
"Halo, Fin! Ada apa?"tanya Rayyan to the point.
"Ray, semalam, sekitar setengah jam setelah kamu pergi, aku tiba-tiba di bius orang dari belakang. Dan saat aku terbangun, aku diikat sampai kesulitan bergerak dan mulut ku juga di lakban. Aku baru bisa bebas dari ikatan saat ada perawat yang menemukan aku di kamar mayat. Setelah aku bisa keluar dari kamar mayat, aku berniat memeriksa cctv rumah sakit untuk mencari tahu siapa orang yang telah membius dan mengikat aku. Saat akan ke ruangan kontrol cctv, kebetulan aku bertemu dengan dokter yang merawat Pak Hamdan. Aku pun menanyakan keadaan Pak Hamdan. Tapi dokter yang kita percayakan merawat mertua kamu itu malah mengatakan, jika aku membawa kedua mertua kamu dari rumah sakit ini menggunakan helikopter,"
"Setelah kami memeriksa rekaman cctv rumah sakit, kami tidak bisa menemukan bukti apapun. Dan rekaman cctv saat kamu datang ke rumah sakit juga tidak ada. Ada sebagian rekaman cctv yang sudah di hapus. Dan ada gangguan pada cctv rumah sakit sekitar tiga jam, Ray,"jelas Fina terdengar sangat serius.
"Shiitt! Kenapa jadi seperti ini? Siapa sebenarnya orang yang sedang bermain-main dengan aku?"umpat Rayyan setelah mendengar penuturan Fina. Pria itu mengusap wajahnya kasar.
"Pasti orang yang melenyapkan papa kamu yang melakukan semua ini, Ray. Orang itu tidak ingin kejahatannya terbongkar. Karena itu dia menculik mertua kamu,"sahut Fina berasumsi.
"Mungkin juga. Jika memang yang membawa mertuaku adalah dalang dari pembunuhan papa ku. Berarti orang itu selalu mengawasi mertua ku. Dan aku teledor. Setelah kita tahu bahwa kemungkinan besar mertuaku adalah orang yang kita cari. Seharusnya aku memberikan penjagaan yang ketat pada kedua mertua ku itu. Aku tidak menyangka jika akan menjadi seperti ini. Semua masalah ini datang bertubi-tubi. Dan aku harus menyelidikinya satu persatu,"ujar Rayyan membuang napas kasar.
"Apa ada kemungkinan lain? Maksudku, mertua kamu tidak dibawa oleh orang yang menjadi dalang pelenyapan papa kamu?"
"Aku tidak tahu. Karena aku merasa janggal. Jika orang yang membawa mertuaku itu adalah orang yang ingin melenyapkan papaku, kenapa harus membawa ibu mertuaku juga?"
malah repot-repot membawa Pak Hamdan dan istrinya pergi?"
"Itulah yang membuat aku merasa janggal. Aku jadi merasa ada dua pihak yang sedang bermain-main dengan aku,"
"Kalau memang begitu, siapa saja dua pihak itu? Dan siapa kira-kira yang telah membawa mertua kamu?"
"Aku tidak bisa memprediksikan tentang hal ini. Semuanya menjadi teka-teki bagiku. Selama ini banyak orang yang berusaha menghancurkan perusahaan ku. Tapi aku paling curiga dengan ayah Natalie, yaitu Jony. Apalagi dia juga sengaja bergabung dengan perusahaan saingan ku dan Aiden di luar negeri. Tapi, repot-repot membawa kedua mertuaku pergi, benar-benar membuat aku merasa janggal dengan semua kejadian saat ini,"
"Kamu benar. Semua kejadian ini penuh teka-teki. Ray, maaf! Aku tidak becus menjaga kedua mertua kamu,"ucap Fina penuh sesal.
__ADS_1
"Aku tidak menyalahkan kamu. Orang-orang ini memang sangat cerdas dan nekat. Beruntung kamu cuma dibius dan diikat doang sama mereka,"
"Jangan bilang aku beruntung! Aku hampir saja jadi mayat beneran di kamar mayat tadi kalau tidak ada yang menolong aku,"sahut Fina jadi sewot.
"Aku hampir mati tertembak, Fin,"ujar Rayyan yang mengingat tentang kejadian di perusahaan cabang miliknya tadi.
"Apa?! Serius? Bagaimana keadaan kamu sekarang?"tanya Fina terdengar sangat terkejut dan khawatir.
"Aku baik-baik saja. Anak buah Andi berhasil mendorong tubuh ku, hingga aku lolos dari bidikan penembak jitu itu. Hanya saja, lenganku tergores peluru. Mereka menembak aku saat aku keluar dari kantor perusahaan cabang ku. Bahkan menembak aku beberapa kali. Mereka benar-benar ingin melenyapkan nyawaku. Bahkan sekarang Aurora dan Bik Mastuti juga menghilang. Cctv di rumah aku juga diretas dan ada juga rekaman yang dihapus. Aku tidak bisa melacak keberadaan mereka. Aurora sedang hamil besar, Fin. Aku khawatir pada Aurora dan anak kami,"
"Astagaa. Ray. Kenapa jadi rumit dan genting begini?"ujar Fina membuang napas kasar. Merasa prihatin dengan masalah yang sedang menimpa sahabatnya itu.
"Menghilangnya Aurora dan Bik Mastuti juga masih menjadi teka-teki bagiku, Fin. Jika ingin menculik Aurora, kenapa harus membawa Bik Mastuti juga? Semua ini benar-benar teka-teki yang sulit dipecahkan,"
"Masalah kali ini benar-benar rumit. Jika ada yang bisa aku bantu, katakan saja, Ray! Aku akan berusaha untuk menyelidiki kasus menghilangnya mertua kamu di rumah sakit ini semampu ku,"
"Terimakasih, Fin!"sahut Rayyan kemudian mengakhiri panggilan telepon Fina.
Rayyan membuang napas kasar, lalu menatap para penjaga yang ada di depannya itu.
"Kalian bubar! Dan jaga lebih ketat lagi rumah ini! Dan jangan jajan sembarangan"titah Rayyan menatap para penjaga itu dengan ekspresi kesal.
"Baik, Tuan,"sahut para penjaga itu kompak. Terlihat jelas rasa bersalah yang tersirat di wajah para penjaga itu.
...🌸❤️🌸...
__ADS_1
.
To be continued