Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
278. Ngeprank?


__ADS_3

Aiden merasa aneh saat Rayyan mencegah dirinya untuk pergi. Ekspresi Rayyan menyiratkan bahwa Rayyan sangat berharap Aiden tidak pergi.


"Iya, ada yang ingin aku bahas dengan kamu,"sahut Rayyan.


"Okey. Kamu bersihkan saja dirimu. Aku akan menunggu mu,"sahut Aiden seraya duduk di salah satu kursi yang ada di tepi kolam renang itu. Aiden duduk di sebelah Hendrik.


Aurora mengikuti Rayyan kembali ke kamar mereka karena Aurora harus memandikan Zayn.


"Jadi, kapan kamu akan menikah? Apa kamu akan menjomblo seumur hidup? Lihat aku! Aku sekarang sudah bahagia,"ujar Hendrik dengan bangga.


"Ck.Mentang-mentang sudah menikah dan punya anak, kamu jadi sombong,"decak Aiden.


"Aku bukannya sombong. Aku hanya ingin kamu merasakan apa yang aku dan Rayyan rasakan. Seenak-enaknya hidup membujang, masih enak hidup berumahtangga. Perasaan kamu akan lebih damai dan tenang jika berumah tangga. Punya tujuan hidup yang pasti ke depan. Nggak nolep,"ujar Hendrik.


"Halahh.. Nggak cocok kamu ngomong seperti itu. Karena yang nolep selama bertahun-tahun itu adalah kamu,"celetuk Aiden.


"Karena itu aku menasehati kamu. Aku sudah bertahun-tahun nolep. Dan sudah satu tahunan aku berubah. Dulu aku tidak menghargai waktu dan uang. Tapi, setelah aku menikah, aku merasa setiap detik dan setiap menit itu sangat berharga. Hingga aku tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang aku miliki sedetik pun,"


"Syukurlah, kalau kamu sudah sadar,"ucap Aiden kemudian menatap Sumi,"Aku salut padamu, Sum. Kamu bisa membuat seorang Casanova yang nolep seperti Hendrik jadi insaf dan tobat,"ujar Aiden menatap Sumi yang duduk di samping Hendrik seraya menggendong putrinya.


"Itu semua bukan karena aku, tapi karena Hendrik yang memiliki keinginan kuat untuk berubah,"sahut Sumi tersenyum tipis.


"Soal pamanmu, apa nenekmu sudah tahu, Sum?"tanya Aiden yang tiba-tiba teringat dengan Jony alias Junedi.


"Aku sudah memberitahu soal itu pada nenek. Tapi nenek hanya diam saja. Seperti nenek merasa sangat kecewa pada Paman,"sahut Sumi yang sudah menceritakan pada neneknya bahwa Jony juga merupakan dalang dari pembunuhan papa Rayyan.


Di kamar Rayyan, Aurora sudah selesai memandikan Zayn. Bayi lucu itu sedang asyik bermain dengan berbagai macam mainan yang ada di atas karpet bulu. Tak lama kemudian, Rayyan sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat segar.


Seperti biasanya, Aurora membantu Rayyan mengeringkan rambutnya dan membantu Rayyan memakai pakaiannya. Rayyan bergegas mengambil handphonenya saat benda pipih itu berbunyi. Membaca pesan yang masuk ke dalam handphonenya.


"Sayang, ada yang ingin aku tanyakan padamu,"ucap Rayyan dengan wajah serius.


"Apa? Katakan lah!"pinta Aurora yang melihat Rayyan nampak serius.

__ADS_1


Aurora duduk di sebelah suaminya yang duduk di atas ranjang. Sedangkan Zayn masih terlihat asyik dengan mainannya.


"Apa bapak dan ibu sangat menyayangi kamu?"


"Tentu saja. Aku merasa sangat bersyukur memiliki orang tua seperti mereka. Walaupun kami hidup susah, tapi bapak dan ibu selalu berusaha untuk membahagiakan aku. Mereka sangat menyayangi dan memperhatikan aku. Tapi, kenapa tiba-tiba kamu bertanya seperti itu?"


"Aku hanya ingin tahu saja. Apa kamu tahu golongan darah bapak dan ibu?"


"Aku pernah menanyakannya pada mereka. Tapi, waktu itu mereka tidak jadi mengatakannya karena ada tamu yang datang. Sejak itu, aku selalu lupa untuk menanyakannya. Memangnya kenapa dengan golongan darah mereka?"


"Saat Andi membawa bapak dan ibu ke kota ini dalam keadaan tidak sadarkan diri, waktu itu aku melihat rekam medis bapak dan ibu. Aku sempat terkejut saat mengetahui bahwa golongan darah bapak adalah AB dan golongan darah ibu adalah A, sedangkan kamu.. Golongan darah kamu adalah O,"ucap Rayyan hati-hati.


"Memangnya kenapa?"tanya Aurora nampak mengernyitkan keningnya.


Melihat reaksi Aurora yang seperti itu, Rayyan pun menghela napas panjang.


"Astagaa.. Istri ku ini apa selalu tidur di kelas saat mata pelajaran biologi? Atau dia tidak masuk kelas saat pelajaran biologi? Atau IQ nya memang rendah hingga susah menangkap materi pelajaran? Kenapa dia tidak mengerti dengan apa yang aku katakan?"gumam Rayyan dalam hati.


"Apa kamu tidak tahu? Tidak ingat pelajaran biologi? Sepasang suami-isteri yang memiliki golongan darah A dan AB akan memiliki anak dengan golongan darah A, B dan AB. Mereka tidak mungkin memiliki anak dengan golongan darah O,"


"Maksud aku. Jika melihat dari golongan darah kalian bertiga, kamu itu bukan putri kandung Pak Hamdan dan Bu Ella,"ucap Rayyan menatap lekat wajah Aurora.


"A.. Apa?"tanya Aurora dengan ekspresi tidak percaya,"Itu..itu tidak mungkin. Dari kecil aku bersama mereka. Mereka sangat menyayangi aku. Aku juga memiliki foto masa kecil ku bersama mereka. Tidak mungkin mereka bukan orang tua kandung ku,"kilah Aurora tidak percaya.


"Apa kamu ingat? Kamu hanya memiliki foto masa kecil saat berusia tiga tahun ke atas. Tapi, kamu tidak memiliki foto dari bayi hingga usia tiga tahun,"


Aurora terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Rayyan. Memang dirinya hanya memiliki foto saat berusia tiga tahun ke atas. Sedangkan foto dari umur tiga tahun ke bawah tidak ada.


"Aku sudah melakukan tes DNA pada kamu, bapak dan ibu. Kamu lihatlah hasil tesnya!"Rayyan memberikan handphonenya pada Aurora. Di sana ada tes DNA yang di kirimkan pihak rumah sakit lewat email.


Saat menjenguk Aiden di rumah sakit waktu itu, sebelumnya Rayyan sudah meminta sampel darah Pak Hamdan dan Bu Ella. Rayyan melakukan tes DNA pada Aurora dengan Pak Hamdan, Bu Ella dan juga Aiden. Dan pihak rumah sakit tempat Rayyan melakukan tes DNA mengirimkan semua hasil tes itu hari ini melalui email sesuai permintaan Rayyan.


Aurora menutup mulutnya sendiri, menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. Membaca hasil tes DNA itu dengan butiran kristal bening yang mulai berjatuhan dari pelupuk matanya.

__ADS_1


"Greb"


Rayyan memeluk Aurora, menghela napas panjang.


"Kamu tidak perlu bersedih!"ucap Rayyan masih memeluk Aurora.


"Bagaimana aku tidak sedih? Aku bukan anak kandung bapak dan ibu. Lalu, siapa orang tua kandung ku? Apa aku anak haram yang di buang kedua orang tuaku? Apa aku anak yang tidak diinginkan oleh kedua orang tuaku? Siapa orang tua kandung ku? Kenapa bapak dan ibu tidak pernah mengatakan tentang hal ini padaku?"ujar Aurora menangis terisak dalam dekapan Rayyan.


"Sudah! Jangan menangis! Apa kamu ingin Zayn menangis karena melihat kamu menangis?"ucap Rayyan seraya merenggangkan pelukannya pada Aurora. Dengan lembut Rayyan mengusap airmata istrinya. Wajah pria itu terlihat tenang.


"Apa kamu tidak merasa kasihan atau bersimpati padaku, karena kenyataannya aku bukan anak kandung bapak dan ibu? Kenapa kamu melakukan tes DNA ini? Seharusnya kamu tidak mengungkapkan kebenaran ini. Seharusnya kamu menyembunyikan hal ini dari ku. Lebih baik aku tidak tahu tentang kebenaran ini. Kamu hanya membuat aku sedih dengan mengungkap kebenaran ini. Kamu tega sekali melakukan semua ini padaku,"gerutu Aurora dengan airmata yang terus berjatuhan. Sesekali wanita itu mengusap air matanya sendiri.


Namun, bukannya meminta maaf atau bersedih, Rayyan malah tertawa melihat ekspresi istrinya itu.


"Kenapa kamu malah menertawakan aku? Kamu membohongi aku?"tanya Aurora yang wajahnya menjadi galak. Namun, tawa Rayyan malah semakin kencang. Bahkan Zayn pun ikut tertawa karena melihat Rayyan tertawa.


Aurora semakin kesal melihat suami dan putranya menertawakan dirinya.


"Kamu ngeprank aku?"tanya Aurora kesal sambil memukuli dada Rayyan.


"Sayang, untuk apa aku ngeprank kamu?"ucap Rayyan seraya mencekal tangan istrinya agar tidak memukuli dirinya lagi.


"Lalu, apa maksud kamu?"tanya Aurora semakin tidak mengerti.


...๐ŸŒธโค๏ธ๐ŸŒธ...


Notebook :


โ€ขNolep adalah sebuah istilah yang merujuk pada plesetan kata dari "No Life." Dalam pengertian yang lebih luas, arti nolep menggambarkan seseorang yang dianggap tidak memiliki kehidupan yang aktif atau berarti.


โ€ขPrank adalah sebuah trik nakal yang dimainkan terhadap seseorang, yang umumnya menyebabkan seseorang tersebut kaget, merasa malu, tidak nyaman, atau keheranan. Prank adalah tindakan yang dilakukan untuk mengundang tawa, namun pada penerapannya hal ini sering kali malah mengundang kontroversi.


Aku buru-buru harus pergi. Kalau ada typo spill aja.๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2