Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
47. Ingin Pulang


__ADS_3

Rayyan masuk ke dalam rumah dan melihat Nala berada di depan pintu kamarnya. Dan itu berarti Aurora berada di dalam kamar. Nala menunduk hormat saat melihat Rayyan.


Rayyan memasuki kamarnya dan tidak melihat Aurora. Saat ingin membuka pintu kamar mandi, pintu itu terkunci dari dalam.


"Rupanya dia sedang berada di dalam kamar mandi,"gumam Rayyan kemudian melepaskan jas dan dasinya.


Rayyan duduk di tepi ranjang seraya mengecek handphonenya. Jemari tangan pria itu membuka tiga kancing kemeja bagian atasnya. Sedangkan sebelah tangannya memegang handphone.


"Ck, lama sekali dia mandi. Apa dia sedang tidur di dalam bathtub? Dari tadi aku tidak mendengar suara air dari dalam kamar mandi,"gumam Rayyan yang menjadi kesal. Sudah setengah jam dirinya menunggu Aurora mandi. Tapi perempuan itu tidak kunjung keluar dari dalam kamar mandi.


Rayyan membuka laci nakas dan mengambil kunci cadangan kamar mandi. Perlahan pria itu membuka pintu kamar mandi, lalu kembali menutupnya. Rayyan menghela napas panjang saat melihat Aurora berendam di dalam bathtub seraya memejamkan mata.


"Aku menunggu dia setengah jam di luar sana dan dia malah berendam sambil tidur di sini? Sepertinya aku harus memberi dia pelajaran agar berhenti berlama-lama di dalam kamar mandi,"gumam Rayyan lirih. Pria itu tersenyum miring, kemudian dengan perlahan berjalan menuju bathtub seraya membuka kancing kemejanya yang masih tersisa.


"Sampai kapan kamu akan berendam?"


Suara bariton Rayyan yang tiba-tiba terdengar itu membuat Aurora yang sedang tenggelam dalam lamunannya pun terhenyak.


"Ba.. bagaimana kamu bisa masuk?"tanya Aurora yang terkejut melihat Rayyan sudah ada di dalam kamar mandi itu seraya membuka kancing kemejanya. Sedangkan Aurora ingat dengan jelas bahwa tadi sudah mengunci pintu kamar mandi itu.


"Ini kamar aku. Tentu saja aku bisa masuk, karena ini adalah bagian dari kamarku,"sahut Rayyan mendekati Aurora seraya melepaskan kemejanya yang seluruh kancingnya sudah terbuka.


"Ja.. jangan ke sini! Keluar!"bentak Aurora saat Rayyan tanpa malu malah melepaskan celana panjangnya di depan mata Aurora


"Aku tidak mau. Kamu mau apa?"tanya Rayyan semakin mendekat.


"Byurr"


"Ray!"

__ADS_1


Rayyan tiba-tiba ikut masuk ke dalam bathtub, membuat Aurora kelabakan. Air di dalam bathtub itupun meluap dari dalam bathtub.


"Kenapa wajahmu jadi memerah seperti itu?"tanya Rayyan dengan tangan yang sudah menempel di pinggir bathtub, di sebelah kanan dan kiri tubuh Aurora hingga wajahnya sudah berada tepat di depan Aurora.


"𝙈𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙣𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙡𝙖𝙜𝙞! 𝙏𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙠𝙖 𝙖𝙩𝙖𝙪 𝙥𝙪𝙧𝙖-𝙥𝙪𝙧𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙠𝙖,"gerutu Aurora dalam hati, memalingkan wajahnya yang memerah dari Rayyan.


"Cepat keluar! Aku mau menyelesaikan mandi ku,"pinta Aurora seraya mendorong dada Rayyan, namun pria itu tetap bergeming di tempatnya.


"Setiap hari aku sudah melihat tubuh kamu. Jadi, apalagi yang membuatmu malu?"tanya Rayyan seraya mengelus pipi Aurora dengan punggung jari telunjuknya, namun Aurora menepis tangan Rayyan itu.


"Kita belum pernah mencoba melakukannya di sini. Bagaimana jika kita melakukannya di sini?"tanya Rayyan dengan seringai di wajahnya.


"Tidak!"jawab Aurora cepat.


"Tidak? Tapi kamu tahu sendiri, 'kan, jika aku tidak menerima penolakan?"tanya Rayyan.


Rayyan memegang tengkuk Aurora kemudian menciumnya. Aurora hanya bisa pasrah, membiarkan Rayyan melakukan apapun yang diinginkannya. Menolak pun percuma. Hanya akan membuang tenaga dan membuat Rayyan marah. Dan jika pria itu marah, maka pria itu akan melakukannya dengan kasar. Karena itu, Aurora hanya bisa pasrah. Nikmati saja, itulah yang ada dalam hati Aurora.


Aurora membiarkan Rayyan melakukan penyatuan dengan dirinya di dalam bathtub. Setalah puas bercinta di dalam bathtub, Rayyan menggendong Aurora dan menurunkan Aurora di bawah shower. Pria itu Kembali mencium dan mencumbui Aurora di bawah kucuran air shower. Mendorong Aurora ke di dinding dan kembali menyatukan tubuh mereka.


"Ughh.. Ray.."racau Aurora saat Rayyan bergerak semakin cepat, menciptakan kenikmatan yang semakin menggebu-gebu. Aurora menatap sayu wajah Rayyan yang terlihat sangat menikmati penyatuan mereka. Tidak dipungkiri, Aurora juga menikmati saat Rayyan mencumbui tubuhnya dan menyatukan tubuh mereka. Ada kenikmatan yang memabukkan dan membuat candu untuk kembali melakukan ketika mengingat nikmatnya saat Rayyan bergerak di atas tubuhnya.


Namun yang membuat Aurora enggan melayani Rayyan adalah karena Rayyan tidak akan berhenti melakukan penyatuan sebelum dirinya kehabisan tenaga.


"Argkhh.."pekik Aurora dan Rayyan bersamaan saat cairan hangat dari tubuh mereka keluar secara bersamaan.


Rayyan memeluk tubuh Aurora dibawah kucuran air shower setelah mendapatkan pelepasan bersamaan dengan Aurora. Sedangkan Aurora merasa tubuhnya terasa lemas tidak bertulang. Rayyan membantu Aurora untuk membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri, Rayyan menggendong Aurora keluar dari kamar mandi, kemudian masuk ke dalam walk-in closet.


"Kamu ingin kita makan malam di kamar atau di bawah?"tanya Rayyan seraya mendudukkan Aurora di kursi yang ada di dalam walk-in closet itu.

__ADS_1


"Kamar,"sahut Aurora singkat. Tubuhnya sudah terasa lemas, malas rasanya untuk makan malam di bawah. Belum lagi kalau harus mendengar dan melihat drama keluarga lagi.


Rayyan memilih dress tidur yang terlihat seksi untuk Aurora,"Pakailah! Apa perlu aku pakaikan?"tanya Rayyan menyodorkan dress itu pada Aurora.


"Tidak! Aku bisa sendiri!"sahut Aurora cepat. Dengan tubuh yang terasa masih lemas,. Aurora mengulurkan tangannya untuk mengambil pakaian dalamnya.


"Jangan pakai pakaian dalam di malam hari atau aku akan membakar seluruh pakaian dalam kamu dan tidak mengijinkan kamu keluar dari kamar ini!"ancam Rayyan, membuat Aurora membuang napas kasar dan mengurungkan niatnya untuk mengambil pakaian dalam.


Tanpa malu sedikit pun, Rayyan melepaskan handuk yang melilit pinggangnya dan memakai pakaian di depan Aurora. Melihat hal itu, Aurora hanya bisa menghela napas berkali-kali. Memakai dress yang diberikan Rayyan. Dress tipis yang membuat tubuhnya semakin terlihat seksi. Rayyan kembali menggendong Aurora keluar dari walk-in closet dan mendudukkannya di sofa yang ada di dalam kamar itu. Tak lama kemudian Mastuti mengantarkan makanan untuk sepasang suami-isteri itu. Rayyan mengambil makanan yang di bawa Mastuti di depan pintu kamarnya. Tidak membiarkan Mastuti masuk ke dalam kamarnya dan melihat Aurora memakai dress yang seksi.


"Makanlah! Kamu harus memulihkan tenaga mu untuk melayani aku sebentar lagi"ujar Rayyan memberikan sepiring makanan pada Aurora.


"𝘼𝙥𝙖? 𝙎𝙚𝙗𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙙𝙞𝙖 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙖𝙠𝙪? 𝘿𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙢𝙖𝙣𝙞𝙖𝙠! 𝘼𝙥𝙖 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙤𝙩𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙠𝙞𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙨𝙖𝙟𝙖?"gumam Aurora dalam hati, menatap Rayyan dengan wajah kesal.


"Jangan menatap aku seperti itu! Atau aku akan menerkam kamu sekarang juga,"ancam Rayyan membuat Aurora menundukkan kepalanya dan mulai menyantap makanannya.


Beberapa menit kemudian, sepasang suami-isteri itu sudah selesai makan. Rayyan menggendong Aurora ke arah ranjang dan mendudukkan Aurora di ranjang. Setelah itu, Rayyan mengambil laptopnya dan mulai mengerjakan pekerjaan kantornya. Duduk di. sebelah Aurora duduk.


"Aku ingin pulang mengunjungi kedua orang tuaku,"ucap Aurora yang ingin beristirahat dengan tenang tanpa gangguan dari Rayyan.


"Tak"


Rayyan menghentikan jemari tangannya yang sedang mengetik di keyboard laptopnya. Pria itu menoleh ke arah Aurora.


...❤️🌸❤️...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2