Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
369. Kesal Dan Penasaran


__ADS_3

Untuk sesaat Kanaya tertegun mendengar jawaban dari security yang memberikan sebuah amplop padanya itu. Namun setelah sadar, gadis itu menjadi geram.


"Suami?! Pria brengseek itu!"geram Kanaya yang jadi teringat pada penelpon yang mengaku sebagai suaminya tadi.


Kanaya membuka amplop yang di berikan oleh security itu. Gadis itu mengernyitkan keningnya saat menemukan kartu ATM serta sepucuk surat di dalam amplop itu. Kartu ATM itu terlihat masih baru. Karena penasaran, Kanaya pun membaca surat itu. Isi surat itu adalah...


"Ay, aku masih ada pekerjaan, jadi tidak bisa menjemput kamu. Kamu langsung pulang ke apartemen dan naik taksi saja. Pakai uang di ATM yang aku berikan ini. Nomor pin-nya tanggal lahir kamu. Semua barang di kontrakan kamu sudah aku bawa ke apartemen kita. Masuk apartemen nya pakai sidik jari kamu. Langsung pulang!Jangan selingkuh! Atau akan aku adukan pada ibu!


Itulah isi surat dalam amplop yang diberikan oleh security tadi, yang di bawahnya tertera kata "Suamimu" dan juga alamat sebuah apartemen yang di tulis di pojok bawah. Tentu saja hal itu membuat Kanaya merasa geram sekaligus penasaran.


"Dasar sialan! Berani-beraninya orang ini mengaku-ngaku sebagai suamiku! Sejak kapan aku menikah dengan dia? Siapa sebenarnya orang ini? Tunggu saja! Jika aku sampai bertemu dengan dia... Akan aku hajar orang ini! Berani-beraninya mempermainkan aku!"geram Kanaya, kemudian menatap kartu ATM yang masih di pegangnya,"Apa kartu ATM ini benar-benar ada isinya? Dan dia bilang sudah membawa semua barang-barang ku dari kontrakan ku? Apa benar?"gumam Kanaya yang merasa sangat kesal sekaligus penasaran itu.


"Kanaya!"panggil Randy yang menghampiri Kanaya membuat Kanaya sedikit terkejut dan langsung memasukkan kartu ATM serta surat yang masih di pegangnya itu ke dalam amplop tadi, lalu segera memasukkannya ke dalam sling bag nya.


"Ayo kita pergi!"ajak Randy penuh senyuman, Randy sudah tidak sabar mendapatkan jawaban dari Kanaya.


"Emm.. Pak, saya ada urusan mendadak, jadi tidak bisa pergi dengan bapak. Maaf!"ucap Kanaya berbahasa formal karena masih berada di area kantor.


"Kalau begitu, biar aku antar, ya?"tawar Randy penuh harap Kanaya mau menerima tawarannya. Jika bisa mengantar Kanaya, maka akan ada kesempatan untuk meminta jawaban dari Kanaya.


"Emm.. Maaf, Pak! Saya memiliki urusan pribadi,"ucap Kanaya yang ingin memeriksa isi ATM yang didapatkannya dari seseorang yang mengaku sebagai suaminya. Kanaya juga ingin melihat kontrakan nya. Apa benar, orang yang mengaku sebagai suaminya itu telah membawa semua barang-barangnya.


"Ohh.. Begitu, ya?"sahut Randy yang terlihat kecewa.


"Iya, pak. Kalau begitu, saya permisi,"ucap Kanaya lalu pergi meninggalkan Randy dengan terburu-buru.


Randy hanya bisa menghela napas berkali-kali melihat Kanaya yang pergi meninggalkan dirinya.


"Ada urusan sepenting apa dia sampai terburu-buru seperti itu? Katanya minta waktu buat ngasih kepastian, tapi saat hari H malah menghindar tanpa memberikan jawaban,"gumam Randy dengan ekspresi kecewa,"Apa mungkin.. dia tertarik pada Tuan Andi?"gumam Randy yang selalu saja merasa was-was jika Andi dekat dengan Kanaya. Apalagi kemarin Andi telah menyelamatkan mereka dan Kanaya terlihat kagum pada Andi.


*


Kanaya mencari ATM terdekat, sesuai nama bank yang tercantum di ATM itu. Kanaya sangat penasaran dengan ATM itu. Apa benar nomor pin-nya ATM itu tanggal lahirnya dan apa benar ATM itu ada isinya. Kanaya akhirnya sampai di ATM terdekat, namun ATM itu nampak ramai, hingga Kanaya harus mengantri.


"Haish, kenapa jantung ku berdegup kencang seperti ini, dan tanganku jadi tremor begini? Aku merasa seperti akan membuka kupon undian berhadiah,"gumam Kanaya yang masih mengantri di depan ATM.


Beberapa menit kemudian, Kanaya pun langsung masuk ke tempat mesin ATM itu berada saat gilirannya tiba. Dengan jantung yang berdegup kencang, tangan gemetar dan berkeringat dingin, Kanaya memasukkan kartu ATM itu di mesin ATM. Saat ada permintaan memasukkan nomor pin, Kanaya memasukkan angka tanggal lahirnya sesuai dengan isi surat dari orang yang mengaku sebagai suaminya tadi.

__ADS_1


"Eh, nomor pin kartu ATM ini benar-benar tanggal lahir ku? Akan aku cek jumlah saldo ATM ini,"gumam Kanaya dalam hati semakin penasaran. Dengan tangan yang masih tremor dan degup jantung yang semakin berdebar-debar, Kanaya mengecek ini saldo ATM itu.


"What! Astagaa!"pekik Kanaya spontan dengan mata yang membulat sempurna karena melihat nominal saldo yang ada di ATM itu.


"Ada apa, ya?"


"Bikin kaget aja,"


"Kenapa berisik sekali, sih?"


"Palingan juga saldonya habis,"


Sahut orang-orang yang ada di kanan dan kiri Kanaya yang juga sedang mengambil uang di mesin ATM. Sepertinya orang-orang itu merasa terganggu dengan suara Kanaya.


"Maaf!"ucap Kanaya tidak enak hati.


Kanaya kembali menatap layar mesin ATM, memastikan nominal yang ada di layar mesin ATM itu.


"Apa aku tidak sedang bermimpi? Isi ATM ini adalah seratus juta. Ya, Tuhan.. Banyak sekali. Aku tidak akan mengambilnya. Aku belum tahu siapa orang ini. Aku tidak ingin terjadi apa-apa padaku karena aku mengambil uang di ATM ini,"gumam Kanaya dalam hati.


Kanaya memesan ojek online untuk pulang ke kontrakan nya. Beberapa menit kemudian, Kanaya pun tiba di kontrakannya.


Seorang wanita paruh baya bergegas menghampiri Kanaya saat gadis itu baru saja turun dari ojek online.


"Kanaya! Kamu mau mengembalikan kunci kontrakan, ya? Kamu, kok, nikah nggak bilang-bilang sama saya? Dapat dari mana kamu suami cakep seperti itu? Dari penampilannya, sepertinya dia orang tajir. Pinter sekali kamu mencari suami,"cerocos pemilik kontrakan itu.


Kanaya tersenyum bak orang bodoh mendengar perkataan pemilik kontrakan itu. Karena Kanaya sendiri belum tahu seperti apa orang yang mengaku sebagai suaminya itu.


"Kami hanya menikah secara sederhana saja, kok, Bu,"sahut Kanaya mencari alasan secepat mungkin, memaksakan diri untuk tersenyum.


"Pasti baru nikahnya saja, ya? Setelah itu baru resepsi nya? Lelaki memang begitu, apalagi orang kaya. Pengen cepet-cepet nikah, resepsi nya belakangan. Yang di bawah sudah nggak tahan,"ujar pemilik kontrakan itu terkekeh kecil, sedangkan Kanaya kembali memaksakan diri untuk tersenyum.


"Jadi, dia sudah mengambil barang-barang, saya, ya, Bu?"tanya Kanaya memastikan.


"Iya, sudah. Dia bahkan memberikan lemari dan kasur lantai kamu pada tetangga kontrakan kamu,"sahut pemilik kontrakan itu.


"Apa?! Dia memberikan lemari dan kasur lantai milik ku pada orang lain? Orang gila itu benar-benar membuat ku benar-benar kesal,"gumam Kanaya dalam hati menahan amarah.

__ADS_1


"Eh, kenapa melamun? Sudah kangen, ya, sama suamimu,"ledek pemilik kontrakan itu,"Ya, sudah, pulang ke rumah suami kamu sana! Punya suami ganteng jangan di anggurin! Dan kamu harus pintar-pintar merawat diri. Usahakan agar tetap terlihat cantik. Pelakor di luar sana sangat ganas. Apalagi kalau melihat pria modelan suami kamu yang tampan dan tajir, pasti banyak pelakor yang tertarik,"cerocos pemilik kontrakan itu dengan wajah serius.


"Aku bahkan belum tahu dan belum pernah bertemu dengan orang yang mengaku sebagai suamiku ini. Aku jadi penasaran. Setampan apa, sih, dia?"gumam Kanaya dalam hati.


"Kalau kamu mau pergi, tolong tinggalkan kunci kontrakan kamu, ya!"ucap pemilik kontrakan itu menyengir kuda.


"Ah, iya, Bu. Ini kuncinya,"ucap Kanaya kemudian menyerahkan kunci kontrakan nya pada pemilik kontrakan itu dengan perasaan tidak rela. Pasalnya, baru dua minggu yang lalu Kanaya membayar uang kontrak,"Aku harus meminta ganti uang kontrakan ku pada orang yang mengaku suamiku itu,"gumam Kanaya dalam hati.


"Ingat, kalau kalian menggelar resepsi pernikahan, undang saya, ya!"pinta pemilik kontrakan itu terkekeh kecil.


"Iya, Bu,"sahut Kanaya memaksakan diri untuk tersenyum.


Setelah berpamitan pada pemilik kontrakan itu, akhirnya Kanaya kembali mencari ojek untuk pergi ke alamat apartemen yang tercantum di sepucuk surat tadi.


"Aku jadi semakin penasaran dengan orang yang mengaku sebagai suamiku ini,"gumam Kanaya dalam hati.


Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, akhirnya Kanaya pun tiba di sebuah apartemen yang terlihat elit.


"Apa benar, ini unit apartemennya?"gumam Kanaya, kemudian berjalan masuk ke apartemen itu.


"Maaf nona, nona ingin bertemu dengan siapa?"tanya seorang petugas keamanan yang belum pernah melihat Kanaya.


Petugas keamanan itu memperhatikan penampilan Kanaya yang terlihat biasa saja.


"Nyonya ini adalah istri Tuan Riandi,"ucap seorang pria berbadan kekar yang tiba-tiba saja muncul.


"Oh, begitu, ya? Maaf, saya tidak tahu,"ucap petugas keamanan itu nampak segan pada pria yang baru saja muncul itu,"Yang benar saja? Masa gadis itu istri Tuan Riandi? Nggak salah, apa? Cantik, sih! Tapi, penampilan nya itu seperti orang biasa,"gumam petugas keamanan itu dalam hati.


"Mari, nyonya! Saya antar ke unit apartemen anda,"ucap pria yang berbadan kekar itu sopan, walaupun kata-katanya terdengar datar.


Kanaya hanya tersenyum tipis seraya mengangguk kecil"Siapa sebenarnya orang yang mengaku sebagai suamiku ini? Kenapa dia nampak sangat dihormati di tempat ini? Lalu, pria bertubuh kekar ini memanggil aku nyonya dan sangat sopan padaku. Dia mengatakan pada orang tadi kalau aku adalah istri Riandi. Dari mana dia tahu? Bahkan dia mau mengantarkan aku ke unit apartemen yang aku tuju,"gumam Kanaya dalam hati semakin penasaran saja.


...🌸❤️🌸...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2