Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
236. Tiba-tiba


__ADS_3

Di perusahaan Rayyan, tepatnya di ruangan Rayyan, Andi baru saja masuk ke ruangan majikannya itu.


"Kita berhasil membuat Tuan Jony gulung tikar, Tuan. Tuan Jony sudah ditinggalkan oleh perusahaan saingan kita. Dia saat ini sedang berusaha menjual perusahaannya untuk membayar gaji para karyawannya dan juga untuk membayar hutang-hutang perusahaannya di bank. Saya dengar, Tuan Jony berencana untuk kembali ke negara ini,"lapor Andi.


"Bagus. Setelah Jony bangkrut, perusahaan saingan kita di luar negeri itu tidak akan berbahaya lagi untuk kita. Karena mereka pasti juga mengalami kerugian besar karena bekerjasama dengan Jony. Lalu, bagaimana penyelidikan kamu pada orang yang wajahnya di lingkari tinta merah itu?"


"Kami belum menemukannya, Tuan,"


"Kenapa lama sekali?"


"Kami mendapatkan informasi jika orang itu melakukan perjalanan ke luar negeri. Dan orang itu melakukan perjalanan ke luar negeri satu hari setelah papa anda meninggal. Setelah itu tidak ada catatan dia kembali ke negara ini, Tuan. Kami mencari ke negara tujuan orang itu, tapi kami belum juga menemukannya,"


"Aneh sekali. Kenapa aku merasa orang ini ada hubungannya dengan meninggalnya papaku?"


"Saya juga berpikir seperti itu, Tuan,"


"Terus cari orang itu!"


"Baik, Tuan,"


"Lalu, bagaimana dengan pencarian istriku, mertuaku dan Bik Mastuti?"


"Masih belum ada titik terangnya juga, Tuan,"sahut Andi menghela napas panjang.


***


Rayyan terus fokus bekerja sambil terus mencari Aurora. Namun Rayyan belum juga bisa menemukan Aurora. Tidak ada catatan Aurora dan Mastuti serta kedua mertuanya keluar dari negara ini. Hingga Rayyan dan Aiden lebih fokus mencari Aurora di seluruh pelosok negeri. Meskipun juga tetap mencari ke luar negeri. Semua kemungkinan pasti ada bukan? Tanpa lelah Rayyan dan Aiden di bantu Andi dan Roni mencari keberadaan Aurora.


Namun sayangnya, negara Indonesia ini bukanlah negeri kecil. Total luas tanah negeri ini adalah 1.811.570 Km2 (699.451 mil persegi). Dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini adalah 282.195.784 jiwa per Rabu, 5 Juli 2023, berdasarkan penjabaran Worldometer data terbaru PBB.


Jadi, tidaklah mudah mencari orang di negeri yang seluas ini. Apalagi jika tinggal di daerah pelosok yang jaringan sinyal handphone dan internetnya pun susah. Atau jika informasi tentang orang itu dilindungi oleh aparat negara.


Di terminal, stasiun, pelabuhan hingga di bandara pun sudah dicari Rayyan. Tapi Rayyan tetap tidak menemukan jejak keberadaan Aurora. Aurora, Mastuti dan kedua orang tua Aurora bagai lenyap di telan bumi.

__ADS_1


"Aneh sekali. Kita sudah mencari ke luar dan dalam negeri. Tapi, tidak kunjung menemukan Aurora juga. Kita tidak pernah mengalami hal buntu seperti ini. Siapa sebenarnya orang yang berada di balik menghilangnya Aurora dan yang lainnya,"ujar Aiden yang saat ini berada di ruangan Rayyan.


"Kamu bertanya pada orang yang salah. Kamu tahu jika aku juga tidak tahu, kenapa masih bertanya pada ku?"sahut Rayyan membuang napas kasar.


"Huff.. aku hanya mengungkapkan isi hati ku. Bukan bermaksud bertanya pada kamu,"


"Entah bagaimana keadaan Aurora dan bayi kami saat ini. Menurut prediksi dokter, kemungkinan tiga hari lagi Aurora akan melahirkan. Aku takut tidak bisa menemani istriku melahirkan dan tidak bisa melihat putriku sendiri,"ujar Rayyan yang terlihat sangat sedih.


Pria itu berdiri di depan dinding kaca ruangannya dengan tatapan kosong. Dari dinding kaca itu Rayyan bisa melihat pemandangan di luar kantornya. Pemandangan hiruk pikuk kota yang diwarnai dengan kemacetan lalu lintas.


Saat ini Rayyan benar-benar ingin bertemu dengan Aurora setelah sebulan lebih kehilangan wanita yang di cintainya itu. Berharap bisa bertemu dan berkumpul lagi dengan anak dan istrinya.


Aiden menghela napa panjang menatap sahabatnya itu. Walaupun Rayyan selalu terlihat sedih, tapi Aiden merasa sedikit lega dan senang karena Rayyan masih menjalankan rutinitasnya seperti biasanya. Tidak mengalami insomnia seperti dulu, walaupun semenjak Aurora menghilang penampilan Rayyan jadi jauh berubah.


Namun Aiden bersyukur karena sahabatnya itu masih tetap waras menghadapi semua cobaan ini. Sahabatnya itu nampak masih sangat berharap bisa bertemu kembali dengan anak dan istrinya.


"Aku sebenarnya bingung dengan motif orang yang menjadi dalang menghilangnya Aurora. Apa yang sebenarnya yang mereka inginkan? Mereka tidak meminta tebusan atau meminta apapun dari kita. Apa sebenarnya motif mereka menculik Aurora, Bik Mastuti dan kedua mertua kamu yang bahkan sedang sakit?"


"Andi dan Roni juga belum memberikan laporan tentang orang yang fotonya di lingkari tinta berwarna merah itu. Aku sangat penasaran dan tidak sabar menunggu hasil penyelidikan mereka,"


"Aku juga. Aku merasa ada rahasia besar di balik foto yang dilingkari dengan tinta berwarna merah itu. Dan feeling ku mengatakan ada yang tidak beres dengan orang itu,"ucap Rayyan seraya memegangi perutnya yang terasa semakin sakit.


"Aku juga merasa begitu,"sahut Aiden yang mengernyitkan keningnya menatap Rayyan yang sedikit membungkuk seraya memegangi perutnya. Dan tadi suaranya juga terdengar agak berbeda, seperti orang yang sedang menahan rasa sakit.


"Kamu kenapa?"tanya Aiden seraya beranjak dari duduknya dan mendekat Rayyan.


"Aku tidak tahu. Tiba-tiba perutku terasa sakit,"sahut Rayyan yang wajahnya jadi terlihat pucat. Rasa sakit itu tiba-tiba mendera perut Rayyan.


"Apa sakit sekali? Wajah kamu terlihat pucat,"ujar Aiden seraya memapah Rayyan ke sofa,"Apa kamu salah makan?"tanya Aiden yang terlihat khawatir.


"Aku makan secara teratur dan makan makanan yang biasa aku makan,"sahut Rayyan sambil meringis menahan sakit di perutnya yang semakin menjadi.


"Kita ke rumah sakit, ya?"tawar Aiden yang semakin merasa khawatir pada Rayyan.

__ADS_1


Aiden merasa sangat khawatir melihat Rayyan yang kesakitan dengan wajah yang terlihat pucat.


"Aku rasanya tidak sanggup untuk berjalan, Den. Sakit sekali,"sahut Rayyan seraya membungkukkan tubuhnya sambil memegangi perutnya dengan kedua tangannya.


"Kenapa kamu tiba-tiba sakit perut seperti ini? Aku akan menghubungi Fina,"ujar Aiden segera mengambil handphonenya dan langsung menghubungi Fina.


"Fin, cepat datang kekantor Rayyan! Tiba-tiba Rayyan sakit perut, wajahnya Sampai pucat sekali,"ucap Aiden sebegitu Fina menjawab panggilannya.


"Sakit perut karena apa?"tanya Fina dari sambungan telepon.


"Tidak usah banyak tanya! Rayyan sangat kesakitan. Cepat ke sini!"sergah Aiden langsung menutup teleponnya.


Aiden menjadi panik melihat Rayyan yang terlihat semakin kesakitan. Bahkan Rayyan terlihat berkeringat dingin.


Sedangkan Fina nampak ikut khawatir setelah menerima panggilan dari Aiden yang mengabarkan Rayyan sedang sakit.


"Ada apa, sih? Rayyan sakit perut seperti apa? Kenapa Aiden terdengar begitu panik?"gumam Fina seraya menyiapkan peralatan medis nya dan bergegas menuju kantor Rayyan.


Andi mengetuk pintu ruangan Rayyan dan masuk ke dalam ruangan itu setelah Aiden menyuruhnya masuk. Namun Andi terkejut saat melihat Rayyan kesakitan dan Aiden terlihat panik.


"Ada apa dengan Tuan?"tanya Andi bergegas mendekati Rayyan dengan wajah yang terlihat khawatir.


"Aku juga tidak tahu. Tiba-tiba Rayyan sakit perut. Aku sudah menghubungi Fina agar ke sini secepatnya. Bantu aku memindahkan Rayyan ke ruangan pribadinya!"pinta Aiden.


"Tuan, apa tidak sebaiknya kita bawa Tuan Rayyan ke rumah sakit? Saya sangat khawatir pada Tuan Rayyan,"ucap Andi yang juga terlihat cemas.


"Baiklah. Kalau begitu kita angkat Rayyan bersama-sama,"sahut Aiden menyetujui. Sedangkan Rayyan masih tetap terlihat menahan sakit.


...🌸❤️🌸...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2