
Rayyan mengalihkan atensinya pada amplop yang diletakkan Andi di atas mejanya itu, kemudian membuka dan mengeluarkan isinya.
Rayyan nampak terkejut melihat ijazah sarjana dari dalam amplop yang diberikan Andi itu. Jurusan Keperawatan, mulai S1 Keperawatan hingga ijazah Pendidikan Profesi Ners dengan gelar Ners (Ns) atas nama Pak Hamdan. Sungguh, Rayyan tidak menyangka jika mertuanya pernah mengenyam pendidikan hingga bangku kuliah. Karena Rayyan menyangka mertuanya hanya orang desa biasa. Bahkan mertua laki-lakinya itu lulus dengan IPK 4. Dalam artian nilai sempurna.
Dalam amplop itu juga ada foto Pak Hamdan dengan teman-teman kuliahnya saat wisuda. Foto Pak Hamdan saat sedang bekerja di sebuah rumah sakit terbesar kedua di kota ini dan juga foto-foto kebersamaan Pak Hamdan dengan Bu Ella dan Aurora.
Dalam foto-foto keluarga kecil Pak Hamdan itu terlihat betapa bahagianya keluarga kecil itu. Dari usia Aurora sekitar tiga tahun, baik sendiri maupun bersama Pak Hamdan dan Bu Ella. Hingga foto saat Aurora pulang terakhir kali saat bersama Rayyan. Semua itu ada di dalam amplop itu.
Namun atensi Rayyan jadi terfokus pada foto seseorang yang sepertinya adalah teman kuliah Pak Hamdan. Karena Pak Hamdan berfoto bersama orang itu memakai toga ( Pakaian yang digunakan saat wisuda). Pasalnya di setiap foto orang itu selalu ada tanda lingkaran merah pada wajah orang itu.
"Kenapa setiap ada orang ini fotonya selalu dilingkari dengan tinta berwarna merah?"tanya Rayyan menatap Andi seraya menunjukkan foto orang yang dilingkari dengan tinta berwarna merah.
"Saya tidak tahu, Tuan. Saya juga merasa aneh setelah melihat foto-foto itu, karena setiap ada foto orang itu selalu ditandai dengan tinta berwarna merah. Besok saya akan menyelidiki tentang orang ini,"sahut Andi.
"Kamu selidiki sampai tuntas tentang orang dalam foto ini. Entah mengapa aku merasa ada sesuatu dengan orang ini,"ucap Rayyan seraya menunjuk ke foto yang dilingkari dengan tinta berwarna merah itu.
"Baik, Tuan. Saya akan menyelidiki orang itu. Tapi, terus terang, entah mengapa saya merasa tidak suka melihat wajah orang yang wajahnya dilingkari tinta berwarna merah itu. Dia terlihat seperti orang yang licik dan sombong. Semua itu terlihat jelas dari ekspresi wajahnya di setiap foto,"
"Jauh berbeda dengan Pak Hamdan. Dari tatapan mata, senyumannya dan ekspresi wajahnya, Pak Hamdan terlihat hangat dan tulus. Kalau pun Pak Hamdan adalah orang yang menyuntikkan racun itu pada papa Tuan, saya yakin Pak Hamdan hanya diperalat oleh orang lain,"sahut Andi.
"Aku juga merasa seperti itu. Aku berharap Pak Hamdan hanya diperalat oleh orang lain. Agar masalah ini tidak mempengaruhi hubunganku dengan Aurora,"sahut Rayyan masih menatap foto orang yang dilingkari dengan tinta berwarna merah itu.
Rayyan terus berharap semoga Pak Hamdan tidak sengaja terlibat dalam peristiwa pembunuhan papanya Tidak ingin ada ganjalan apapun dalam hubungannya dengan Aurora. Karena jujur, Rayyan sangat mencintai Aurora dan tidak ingin berpisah dengan Aurora, apapun yang terjadi.
Walaupun saat ini Aurora tidak diketahui keberadaannya. Namun Rayyan sangat yakin bahwa dirinya akan bertemu kembali dengan Aurora. Akan berkumpul kembali dengan anak dan istrinya.
__ADS_1
"Bagaimana dengan istriku? Apakah kamu sudah menemukan titik terangnya?"
"Belum, Tuan,"
"Haiss.. kenapa belum juga menemukan titik terang keberadaan istri ku? Untuk apa aku punya uang banyak jika aku tidak bisa menemukan istri ku yang hilang? Apa kamu tidak menggunakan uang ku untuk mencari istri ku?"tanggap Rayyan yang terlihat sangat kesal.
"Tuan, jika memang belum waktunya Tuan dipertemukan dengan nyonya, mau berusaha sekeras apapun sampai jatuh, bangun, nyungsep sekalipun juga tidak akan ketemu, Tuan. Tapi, bukan berarti kita menyerah, pasrah dan berhenti berusaha. Kita harus tetap berusaha sampai author berbaik hati mempertemukan Tuan dengan nyonya,"
"Aku tidak mau tahu! Cari istriku sampai ketemu!"
"Tanpa Tuan suruh, saya pasti mencari nyonya. Saya merasa lebih aman jika ada nyonya. Karena Tuan jadi lebih sensitif dari pada ibu hamil jika nyonya tidak ada,"gerutu Andi yang mulutnya ceplas-ceplos.
"Apa kamu bilang?"tanya Rayyan yang tidak terlalu jelas mendengar gerutuan Andi.
"Saya akan mencari nyonya sampai ketemu. Dan tidak akan berhenti mencari sampai nyonya kembali pada Tuan,"sahut Andi berbohong.
Waktu terus berputar, dan hari pun terus berganti. Saat ini keadaan Jony semakin terdesak dan tertekan. Bisa dipastikan sebentar lagi Jony akan gulung tikar.
Mungkin karena uang untuk mengembangkan perusahaan itu adalah uang yang direbut dari orang tua dan saudara-saudaranya. Harta yang direbut dengan cara melenyapkan orang tua dan saudara-saudaranya. Bahkan mendapatkan kutukan dari wanita yang telah melahirkan dan membesarkan dirinya. Jadi, usaha yang digelutinya tidak pernah berhasil sesuai ekspektasi nya.
Demo karyawan yang tidak mendapatkan gaji pun terjadi. Sedangkan Joni sudah tidak memiliki uang lagi untuk membayar gaji para karyawannya. Di luar sana para karyawan sedang berteriak agar Jony segera membayar gaji mereka.
"Sial! Rayyan benar-benar membuat ku gulung tikar. Ternyata Rayyan lebih sulit dihadapi dari pada ayahnya. Sekarang aku benar-benar bangkrut dan tidak punya apa-apa lagi. Bahkan perusahaan saingan Rayyan yang sudah bekerja sama dengan aku pun meninggalkan aku,"umpat Jony frustasi.
Wajah pria paruh baya itu terlihat kusut, mata panda, rambut acak-acakan, dasi yang hampir terlepas, kemeja yang tiga kancing bagian atasnya terbuka, dan sebagian kemejanya keluar dari ikat pinggang. Kancing lengan sebelah tidak di kancingkan dan sebelahnya di singsingkan. Sungguh-sungguh penampilan yang super duper amburadul, acak-acakan dan menyedihkan.
__ADS_1
"Tok! Tok! Tok!"
Suara ketukan pintu ruangan itu terdengar dan tidak lama kemudian sekretaris Jony pun masuk.
"Tuan, saya ingin mengundurkan diri,"ucap sekretaris Jony.
Sekretaris Jony meletakkan surat pengunduran dirinya di atas meja Jony. Jony hanya diam, tak sepatah kata pun keluar dari mulut pria paruh baya itu. Mencegah sekretarisnya pergi pun tidak bisa. Karena sekarang Jony sudah tidak punya apa-apa lagi. Menjual perusahaannya untuk membayar gaji para karyawannya. Juga untuk melunasi semua hutang-hutang perusahaan karena akhir-akhir ini terus menerus merugi akibat ulah Rayyan dan Aiden. Jadi, tidak ada yang bisa dilakukan oleh Jony saat ini, selain menjual perusahaannya.
"Maaf, karena tidak bisa membantu, Tuan lagi,"ucap sekertaris Jony.
Pria itu kemudian menunduk hormat pada Jony, lalu melangkah kan kakinya meninggalkan ruangan itu. Meninggalkan Jony yang masih terdiam tanpa kata dengan keadaan yang memprihatinkan. Setelah keluar dari ruangan Jony, sekretaris Jony membuang napas kasar.
"Maaf, Tuan! Saya harus pergi meninggalkan Tuan. Karena anak dan istri saya perlu makan dan pakaian. Jika saya terus bersama dengan Tuan, saya tidak akan bisa memberi makan anak dan istri saya,"gumam sekretaris Jony dalam hati.
Pria yang sudah bertahun-tahun menjadi sekretaris Jony itu akhirnya meninggalkan Jony.
"Usahaku selama bertahun-tahun lamanya akhirnya hancur. Setelah perusahaan ku terjual, aku tidak akan memiliki apa-apa lagi. Aku tidak punya pilihan selain kembali ke negara ku sendiri. Aku terpaksa membuka usaha kecil-kecilan untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup ku dan Natalie,"gumam Jony yang kemudian mengernyitkan keningnya.
"Natalie? Kemana anak itu? Sudah beberapa hari ini aku tidak bertemu dengan dia. Semenjak pindah ke sini, dia jadi jarang pulang ke rumah dan tidak lagi perhatian padaku seperti dulu,"gumam Jony membuang napas kasar karena tiba-tiba teringat pada Natalie, putri semata wayangnya yang tidak berguna. Dan akhir-akhir ini jarang pulang ke rumah.
...🌸❤️🌸...
Notebook :
IPK adalah singkatan dari Indeks Prestasi Kumulatif. IPK merupakan sebuah nilai yang didapatkan oleh seorang mahasiswa selama masa perkuliahan yang ditempuhnya. Nilai IPK ini didapatkan dari nilai rata-rata seluruh mata kuliah dari awal perkuliahan hingga akhir.
__ADS_1
.
To be continued