
Hendrik berjalan-jalan di mall untuk menghilangkan rasa bosannya. Pengacara, alias pengangguran banyak acara, itulah Hendrik. Jarang di rumah dan pekerjaan nya hanya bersenang-senang. Setiap akhir bulan buntu, karena uang bulanan dari Rayyan sudah habis. Dan karena hari ini masih termasuk awal bulan, maka bisa di bilang dompet Hendrik masih tebal.
Pria yang biasa tebar pesona pada semua wanita. Mengandalkan wajah tampan dan postur tubuh yang proporsional untuk mencari mangsa. Menjerat wanita untuk menjadi temannya berbagi peluh di atas ranjang tanpa harus mengurangi budget nya. Sungguh-sungguh, real Casanova pengeretan.
Hendrik berjalan dengan percaya dirinya masuk ke dalam mall. Matanya nampak mengamati setiap wanita yang ada di sekitarnya. Hingga matanya yang tajam tertuju pada seorang wanita berambut pirang yang berdiri membelakangi etalase yang ada di sebuah butik. Wanita yang nampak sedang memilih baju tidur.
Hendrik tersenyum tipis melihat body wanita itu. Walaupun wanita itu memakai pakaian yang longgar, tapi mata tajam Hendrik tidak bisa dibohongi jika body wanita itu sangatlah bohay.
"Ck.ck.ck.Tubuhnya bohay sekali! Pasti mantap jika bisa menggoyang nya di atas ranjang. Aku jadi penasaran ingin melihat wajahnya,"gumam Hendrik dalam hati yang begitu tertarik melihat body seorang wanita yang sedang memilih baju di sebuah butik.
Namun saat Hendrik akan mendekati wanita yang ingin di lihat wajahnya itu, wanita itu malah terlibat adu mulut dengan seorang wanita karena baju pilihannya di rebut paksa oleh wanita itu.
Dan yang lebih membuat Hendrik syok adalah wajah wanita itu yang sama sekali tidak memenuhi kriteria untuk dijadikan mangsa, di giring menuju ranjangnya.
"Haiss.. bodynya memang bohay, tapi.... penampakan wajahnya... Huff.... di luar ekspresi,"gumam Hendrik merasa kecewa.
Namun, walaupun merasa kecewa, Hendrik tetap mendekati wanita itu bertepatan saat wanita yang tadi diincarnya itu akan ditampar oleh wanita yang merebut baju pilihan wanita berambut pirang yang tidak lain adalah Sumi.
Plak"
"Auwh"
Hendrik menangkap tangan wanita yang hendak menampar Sumi. Lalu Hendrik menghempaskan tangan wanita itu dengan kasar, hingga wanita itu memekik karena sakit.
"Jangan suka menghina orang sembarangan! Kecantikan kamu itu memang lumayan. Tapi mulut kamu itu lebih busuk dari tong sampah. Memangnya kenapa jika dia jelek? Kamu pikir dia mau dilahirkan jelek? Jika dia bisa meminta, dia akan meminta pada Tuhan agar dilahirkan lebih cantik dari kamu! Aku paling tidak suka melihat seseorang ditindas hanya karena dia jelek. Berikan baju itu padanya! Aku melihatnya sendiri, dia yang lebih dulu memegang dan mengambil baju itu,"ucap Hendrik membela Sumi. Menatap tajam pada wanita yang berdebat dengan Sumi.
Hendrik memang pria brengseek. Tapi Hendrik tidak suka melihat orang yang lemah dan tidak bersalah ditindas. Dulu, sewaktu masih sekolah, Hendrik sering berantem dengan para siswa yang menindas siswa lain. Hendrik juga tidak pernah pilih-pilih teman. Dari yang alim sampai yang brengseek pun dia kawani. Tapi Hendrik tidak akan berteman dengan orang yang suka menindas orang lain.
Bahkan saat melihat Aurora di seret mamanya turun dari tangga waktu itu, Hendrik ingin menolong Aurora. Namun sudah keduluan Rayyan yang tiba-tiba muncul.
Itulah manusia. Punya kelebihan dan juga kekurangan masing-masing. Punya sisi baik dan juga sisi buruk. Seperti koin yang memiliki dua sisi, dan seperti bumi yang memiliki siang dan malam. Namun ingin kita tonjolkan sisi yang mana, itu terserah kita. Ingin jadi baik atau buruk, itu adalah pilihan masing-masing.
Kembali pada saat ini.
"Ada apa ini?"tanya seorang wanita yang tidak lain adalah pemilik butik. Wanita itu keluar dari ruangannya karena mendengar keributan di butik nya.
"Anda pemilik butik ini?"tanya Hendrik dengan suara bariton nya yang terdengar datar, tapi tetap saja mempesona karena wajahnya yang tampan. Bahkan semua wanita yang ada di butik itu menatap kagum pada wajah Hendrik yang rupawan itu.
__ADS_1
"Ah, iya. Benar. Saya pemilik butik ini,"sahut pemilik butik itu dengan seulas senyum di bibirnya. Menatap Hendrik penuh kekaguman.
"Apa butik anda hanya melayani pembeli yang berwajah cantik saja?"tanya Hendrik masih dengan suara datarnya.
"Tentu saja tidak. Kami akan melayani semua pembeli tanpa kecuali. Asalkan mereka benar-benar berniat membeli,"sahut wanita pemilik butik itu ramah.
"Teman saya ini ingin berbelanja di sini dan sudah memilih baju yang diinginkannya. Tapi perempuan yang sok kecantikan ini malah merebutnya dan mengata-ngatai teman saya. Dia membuat keributan di butik anda,"ujar Hendrik membuat pengunjung butik yang mayoritas adalah perempuan semakin kagum pada Hendrik yang mau mengakui temannya yang jelek di depan umum.
"Dia membela ku dan mengakui aku sebagai temannya? Aihh.. pria ini tidak cuma tampan parasnya, tapi juga tampan hatinya,"gumam Sumi yang terpesona dan salut pada Hendrik yang mau membela dan mengakui dirinya sebagai teman. Padahal mereka tidak pernah bertemu apalagi saling kenal sebelumnya. Belum lagi rupanya saat ini lumayan jelek karena memakai gigi tonggos palsu dan kacamata besar.
"Iiihh udah ganteng, setia kawan lagi,"
"Aiihh.. aku mau, dong, jadi pendamping hidup itu cowok,"
"Rasain tuh, perempuan! Seenak jidat aja menghina orang,"
"Iya, tuh. Bikin rusuh aja,"
"Iya, benar, tuh. Itu perempuan sok kecantikan,"
"Iya., cantik dikit aja menghina orang semaunya,"
Bisik-bisik para pengunjung yang lain yang dari tadi melihat perdebatan dua orang wanita itu.
"Maaf, Tuan,"ucap pemilik butik itu lalu menatap ke arah wanita yang merebut baju pilihan Sumi tadi,"Maaf nona, jika ingin berbelanja di butik saya, tolong jangan membuat keributan! Dan hargailah pengunjung yang lain,"
"Kamu tidak lihat dia? Lihatlah! Pakaian dia aja bukan pakaian branded. Apa dia mampu membeli pakaian di butik kamu ini?"tanya wanita itu dengan angkuhnya.
"Saya tidak akan masuk ke butik ini jika saya tidak sanggup membeli pakaian yang ada di sini, walaupun itu hanya satu stel,"sahut Sumi menahan rasa kesalnya.
"Begini saja, saya masih punya baju tidur kimono yang lebih bagus dari yang dipegang nona itu. Jika anda mau, saya akan menunjukkannya pada anda,"ujar pemilik butik itu pada Sumi.
"Terimakasih! Saya ingin melihatnya. Siapa tahu saya suka,"ucap Sumi yang memang ingin membeli baju tidur.
"Halahh.. palingan juga nggak mampu bayar,"cibir wanita yang berdebat dengan Sumi. Namun Sumi tidak menggubrisnya.
"Tolong ambilkan baju tidur kimono yang baru datang tadi,"ucap pemilik butik itu pada pegawainya.
__ADS_1
Tak lama kemudian, pegawai butik itu pun datang membawa tiga baju kimono yang lebih bagus dari yang diperebutkan tadi.
"Aku juga mau,"ucap wanita yang berebut baju dengan Sumi tadi.
"Bukankah kamu menginginkan baju yang kamu pegang itu? Apa sekarang masih ingin membuat keributan lagi dengan merebut baju yang ditunjukkan pada temanku?"tanya Hendrik yang tidak suka dengan wanita yang berebut baju dengan Sumi itu.
"Maaf nona, biakan nona ini dulu yang memilih,"sahut pemilik butik itu.
"Cih, najis aku milih bekas dia,"ucap wanita itu melempar baju yang diperebutkan nya tadi.
"Cih, sombong,"
"Hus! Hus! Pergi sana!"
"Iya. Pergi sana! Dasar nggak punya etika!"
Usir para pengunjung pada wanita yang sombong itu. Merasa geram dengan kesombongan wanita itu.
"Terimakasih sudah membantu saya!"ucap Sumi setelah selesai membeli baju.
"Cuma bantuan kecil, kok,"ucap Hendrik tersenyum tipis. Sebenarnya masih kecewa dengan wajah Sumi yang tidak sesuai dengan ekspektasinya.
...🌸❤️🌸...
Notebook :
•Dalam berbagai penulisan, terutama di bidang ekonomi, kita sering menjumpai istilah budget, atau, bujet, atau bajet. Kata itu biasanya digunakan untuk menggambarkan anggaran atau dana yang dimilik.
•Sebenarnya, Casanova adalah nama seorang pria nakal. Casanova adalah seorang ahli tentang perempuan, petualang hubungan intim, lama sebelum ada telepon seluler yang menjadi semacam bar untuk para lajang. Tetapi seorang Casanova tidak bisa dipercaya, jenis pria yang akan mengatakan apapun untuk merayu dan meniduri wanita.
•Walaupun Casanova adalah pria brengseek, tapi sebenarnya dia pria yang pintar. Casanova giat mempelajari berbagai bidang keilmuan seperti filsafat, kimia, matematika dan menunjukkan minat mendalam akan ilmu kedokteran.
•Pria yang memiliki nama lengkap Giacomo Girolamo Casanova (2 April 1725 – 4 Juni 1798) adalah petualang dan pengarang Venesia. Buku utamanya, Histoire de ma vie (Sejarah Hidupku), sebuah otobiografi dan memoir, dianggap sebagai sumber paling otentik mengenai adat dan norma kehidupan sosial Eropa selama abad ke-18.
Jadi jangan cuma bisa mengatakan Cassano tapi nggak tahu kalau Casanova sebenarnya nama orang ya, reader.
.
__ADS_1
To be continued