Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
313. Hitam Di Atas Putih


__ADS_3

Kanaya terdiam menatap Andi. Gadis itu nampak sedang berpikir. Kanaya tidak mengetahui apa-apa tentang Andi. Hanya tahu jika Andi adalah orang yang menginap di villa tempatnya bekerja.


"Haruskah aku mempercayai orang ini? Mempertaruhkan kesucian ku demi rencananya ini? Sebelumnya aku beruntung karena bisa lolos dari pengurus Villa itu. Tapi kali ini.. Bagaimana jika orang ini tidak datang menolong aku di waktu yang tepat? Aku bisa saja kehilangan kesucian ku. Karena belum tentu aku bisa lolos seperti yang sudah-sudah,"gumam Kanaya dalam hati.


Kanaya masih mempertimbangkan rencana Andi, karena yang akan dipertaruhkan adalah kesuciannya. Hal yang paling berarti dalam hidupnya yang selama puluhan tahun dijaganya. Dan sekali hilang, maka tidak akan pernah kembali lagi.


Kanaya memang sangat berharap rencana Andi ini akan berhasil. Karena jika rencana ini berhasil, maka para wanita di villa itu akan terbebas dari perbudakan nafsuu yang dilakukan oleh pengurus villa. Namun, jika rencana ini gagal, maka hal ini akan sangat merugikan dirinya.


"Kamu jangan khawatir! Aku pasti akan datang untuk menolong kamu. Aku jamin akan melindungi kamu,"ujar Andi yang melihat Kanaya nampak ragu untuk mengambil keputusan.


"Bisakah saya mempercayai anda? Saya akan merasa sangat senang jika rencana ini berhasil. Tapi.. Bagaimana jika rencana ini gagal? Apa anda bisa menjamin bahwa saya tidak akan kehilangan kesucian saya?"tanya Kanaya serius.


Andi tersenyum mengetahui apa yang membuat Kanaya ragu untuk mengambil keputusan.


"Aku berjanji akan menikahi kamu, jika kamu sampai kehilangan kesucian kamu karena rencana ini,"sahut Andi penuh keyakinan.


Mendengar kata-kata dan melihat ekspresi Andi, tidak membuat Kanaya percaya begitu saja pada Andi. Gadis itupun pun tertawa tanpa suara.


"Hanya satu diantara seribu pria yang mau bertanggung jawab atas perbuatan orang lain. Saya tidak ingin mempertaruhkan kesucian saya yang selama ini saya jaga demi rencana ini. Lagi pula, apa anda tidak berpikir, bagaimana mental saya nanti jika saya kehilangan kesucian saya karena rencana anda ini? Bagaimana saya bisa mempercayai anda hanya dengan mengandalkan sebuah janji yang bisa saja anda ingkari?"tanya Kanaya menatap Andi dengan serius.


Andi mengernyitkan keningnya mendengar pertanyaan Kanaya. Memang wajar jika Kanaya tidak percaya pada dirinya. Karena mereka baru saling mengenal dan belum tahu karakter masing-masing. Apalagi dalam rencana ini Kanaya harus mempertaruhkan kesuciannya, dan hal itu bukanlah hal yang sepele.


"Jaminan apa yang harus aku berikan agar kamu bisa mempercayai aku?"tanya Andi yang juga bingung harus memberikan jaminan apa yang bisa membuat Kanaya percaya.


"Jika ada perjanjian hitam di atas putih, saya akan percaya,"sahut Kanaya serius.


Kanaya berpikir, jika ada perjanjian hitam di atas putih, Andi pasti tidak akan main-main dengan janjinya untuk melindungi dirinya. Karena Kanaya yakin, tidak ada orang yang mau menikah dengan orang yang tidak di kenal tanpa alasan yang kuat.

__ADS_1


"Baiklah, jika itu bisa membuat kamu percaya. Siapa nama kamu?"tanya Andi seraya mengambil handphonenya dari saku celananya, kemudian mengetik sesuatu di handphonenya.


"Kanaya,"jawab Kanaya yang penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Andi.


"Tunggu sebentar! Surat perjanjiannya akan segera jadi,"ujar Andi masih sibuk dengan handphonenya.


"Apa? Apa Benar orang ini ingin membuat surat perjanjian itu? Hanya demi menolong orang lain dia sanggup membuat perjanjian seperti itu dengan aku?"gumam Kanaya dalam hati merasa tidak percaya jika Andi benar-benar akan membuat surat perjanjian itu.


Untuk beberapa detik keduanya saling diam. Sedangkan pengurus villa yang sedari tadi bersembunyi mengamati keduanya pun semakin penasaran dengan apa yang Andi dan Kanaya bicarakan.


"Ini! Kamu tanda tangan dulu,"ucap Andi seraya menyodorkan handphonenya pada Kanaya.


Kanaya pun membuat tanda tangan di handphone Andi. Setelah itu Andi kembali berkutat dengan handphonenya. Tak lama kemudian Andi kembali menatap Kanaya.


"Berapa nomor handphone kamu? Aku akan mengirimkan surat perjanjian itu padamu,"ujar Andi yang masih memegang handphonenya.


Kanaya menyebutkan nomer handphonenya dan tidak lama kemudian terdengar suara notifikasi di handphone Kanaya.


Di zaman yang serba canggih seperti sekarang, semuanya memang serba mudah dan bisa. Walaupun masih ada banyak orang yang belum bisa memanfaatkan canggihnya teknologi zaman Andi tinggal menghubungi orang kepercayaannya dan semuanya beres.


"Baik. Saya setuju,"ucap Kanaya yang sekarang menjadi yakin dan percaya jika Andi pasti akan melindungi dirinya.


"Okey. Sekarang lakukan apa yang aku perintahkan tadi. Bersemangat lah! Akan banyak orang yang bisa kamu tolong setelah semua ini selesai. Dan mereka pasti akan sangat berterima kasih padamu,"ujar Andi memberikan motivasi.


"Iya,"sahut Kanaya dengan wajah serius.


Kanaya segera melakukan apa yang di minta Andi. Dan yang pertama adalah membuang isi minuman yang di bawanya.

__ADS_1


Sedangkan pengurus villa semakin penasaran dengan apa yang sedang dilakukan oleh Kanaya dan Andi. Tapi sayangnya, pemuda itu hanya bisa melihat dari kejauhan. Tidak bisa mendengarkan perbincangan Andi dan Kanaya sama sekali.


"Apa sebenarnya yang mereka bicarakan di tempat seperti itu? Dan sedang apa mereka dengan handphone mereka?"gumam pengurus villa semakin penasaran.


Sesuai rencana, setelah Kanaya membuang isi botol minuman itu, Andi pun pergi meninggalkan Kanaya. Sedangkan Kanaya pura-pura meminum minuman itu sampai habis.


"Akhirnya pria itu pergi juga, dan Kanaya meminum minuman itu. Setelah berusaha dengan berbagai cara, akhirnya malam ini aku akan bersenang-senang juga dengan dia. Aku harap dia masih perawan. Akan sangat seru dan nikmat jika dia masih benar-benar masih perawan,"gumam pengurus villa dalam hati penuh senyuman. Pemuda itu masih berada di tempat persembunyiannya dan mengawasi Kanaya.


"Ternyata namanya adalah Andi. Walaupun wajah dan cara bicaranya selalu datar, tapi nyatanya dia sangat peduli pada orang lain. Aku terlalu besar kepala saat menganggap dia tertarik padaku. Dari tatapan matanya, aku tidak melihat perasaan kagum ataupun tertarik sedikit pun padaku. Lagi pula, walaupun hanya seorang bawahan, kelihatannya dia adalah orang yang cukup kaya,"


"Mana ada orang kaya yang memiliki wajah tampan dan bentuk tubuh yang proporsional seperti dia belum memiliki kekasih hati? Walaupun aku lumayan cantik, tapi kulit wajah dan kulit tubuhku kusam dan tidak terawat karena tidak punya uang lebih untuk merawat tubuhku. Huff.. beginilah nasib orang berkantong Senin-Kamis. Sebaiknya aku memikirkan bagaimana mencari uang setelah ini,"


"Sekarang, aku harus berakting pura-pura pusing dan kepanasan sesuai perintah tuan Andi. Karena aku yakin, jika orang yang di katakan Tuan Andi mengawasi kami adalah pengurus villa, buaya buntung sialan itu. Berani-beraninya dia mencoba menjebak aku dengan memberikan minuman tidak beres tadi. Akan aku tendang benda kebanggaan nya yang tidak pernah puas hanya dengan masuk ke dalam satu lubang itu,"gumam Kanaya dalam hati, jadi emosi jika mengingat pengurus villa itu.


Setelah beberapa menit berdiam sendiri di tempat itu, Kanaya akhirnya berjalan menuju kamarnya. Gadis itu memegangi kepalanya berpura-pura pusing sesuai perintah Andi.


Kanaya melirik ke arah segerombol bunga dan melihat ada orang yang bersembunyi di balik bunga itu. Dari pakaiannya, Kanaya yakin jika yang sedang bersembunyi itu adalah pengurus villa.


"Ternyata benar dugaan ku. Si brengseek inilah yang mengawasi kami sedari tadi,"gumam Kanaya dalam hati tanpa menghentikan langkahnya


"Kenapa kepalaku semakin pusing saja? Dan kenapa udara malam ini terasa agak panas? Aneh sekali,"gumam Kanaya sengaja berkata demikian untuk meyakinkan pengurus villa bahwa dirinya sudah terkena efek obat dari minuman tadi.


"Ternyata obatnya cepat juga bereaksi. Tapi, itu malah lebih bagus. Akhirnya kesempatan ini datang juga. Akan aku membuat gadis itu terkapar tidak berdaya di atas ranjang. Akan aku buat vidio terpanas sepanjang masa dengan gadis itu,"gumam pengurus villa itu penuh senyuman dan keyakinan bahwa rencananya akan berhasil.


...🌸❤️🌸...


.

__ADS_1


To be continued


.


__ADS_2