
"Sofa Tantra?"gumam Rayyan tersenyum miring,"Andi pintar juga merayu aku untuk memaafkan dia,"gumam Rayyan seraya berjalan mendekati sofa tempat Aurora berbaring.
"Ray!"pekik Aurora yang terkejut saat tiba-tiba Rayyan sudah berada di atas tubuhnya.
Rayyan melepaskan earphone di telinga Aurora, kemudian berbisik di telinga Aurora,"Kamu sudah tidak sabar bercinta dengan aku? Hingga kamu sudah siap di atas sofa ini sebelum aku pulang?"tanya Rayyan, kemudian mencium leher Aurora.
"Ray, hentikan! Aku ingin bicara soal persyaratan waktu itu,"ujar Aurora seraya mendorong dada Rayyan agar berhenti mencumbui dirinya.
Rayyan membuang napas kasar saat mendengar perkataan Aurora. Rayyan memang ingat, sebelum Aurora di culik Mami kemarin, Aurora ingin mengajukan beberapa syarat padanya. Syarat itu untuk membuktikan bahwa Rayyan serius ingin hidup bersama Aurora. Pria itu pun duduk di samping Aurora berbaring dan menatap Aurora.
"Katakan!"titah Rayyan seraya melepaskan jasnya lalu melemparkannya asal.
"Kemarin aku sudah mengatakan, jika kamu memang serius ingin hidup dengan ku, aku ingin mengajukan beberapa persyaratan,"ujar Aurora seraya menatap Rayyan.
"Katakan saja! Aku pasti memenuhi persyaratan mu itu,"ucap Rayyan seraya membuka kancing kemejanya.
"Jika kamu memang serius ingin hidup denganku, aku ingin kamu tanda tangan hitam di atas putih. Seluruh harta yang kamu miliki akan menjadi milikku jika kamu menceraikan aku,"ucap Aurora penuh keyakinan jika Rayyan tidak akan sanggup memenuhi persyaratan yang di ajukannya itu.
"𝘼𝙠𝙪 𝙮𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙩𝙪𝙟𝙪 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙨𝙮𝙖𝙧𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙠𝙤𝙣𝙮𝙤𝙡 𝙠𝙪 𝙞𝙣𝙞,"gumam Aurora dalam hati, terbit senyum licik di bibirnya yang bervolume.
Mendengar persyaratan Aurora, Rayyan berhenti membuka kancing kemejanya yang tinggal satu lagi. Melihat itu, Aurora pun semakin yakin jika Rayyan tidak sanggup memenuhi persyaratan dari dirinya. Namun di luar dugaan, Rayyan malah tersenyum. Melanjutkan membuka kancing kemejanya lalu melepaskannya dan melemparkannya asal.
"Oke. Deal,"ucap Rayyan menghadap ke arah Aurora dengan tubuh yang setengah telanjang. Hingga Aurora bisa melihat dengan jelas otot-otot dada dan perut Rayyan yang terekspos sempurna di depan matanya.
"𝘼𝙨𝙩𝙖𝙜𝙖𝙖.. 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠𝙞 𝙗𝙚𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙩𝙪𝙗𝙪𝙝 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙜𝙤𝙙𝙖 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙞𝙩𝙪, 𝙨𝙞𝙝,"gumam Aurora dalam hati, menelan salivanya susah payah saat melihat dada dan perut Rayyan yang berotot.
Rayyan tersenyum miring melihat Aurora yang menatap tubuhnya. Terlihat jelas jika wanita itu sangat mengagumi bentuk tubuhnya.
"Kenapa? Kamu sangat kagum melihat tubuhku dan ingin menyentuhnya?"tanya Rayyan. Pria itu meraih tangan Aurora, lalu menempelkan telapak tangan Aurora di dadanya.
__ADS_1
"A.. aku belum selesai mengatakan syarat yang lain,"ucap Aurora langsung menarik tangannya dari dada Rayyan, tergagap karena tertangkap basah telah menatap tubuh Rayyan penuh kekaguman.
"Katakan!"titah Rayyan seraya menyelipkan anak rambut Aurora yang berantakan. Membuat jantung Aurora berdegup kencang.
"Jika kamu selingkuh, aku berhak menceraikan kamu, dan memiliki seluruh harta yang kamu miliki tanpa kecuali,"ucap Aurora tegas.
"Hanya itu?"tanya Rayyan seraya meraba bibir bervolume milik Aurora.
"Hum,"sahut Aurora yang merasa aneh, karena Rayyan nampak santai menanggapi persyaratan yang di ajukannya. Padahal Aurora merasa bahwa persyaratannya itu hanya menguntungkan dirinya sendiri. Tapi Rayyan tampak tidak keberatan sama sekali.
"No problem. Aku akan membuat perjanjian itu, hitam di atas putih. Dan mulai saat ini, kamu harus melayani suamimu ini dengan baik,"sahut Rayyan seraya meletakkan tangan kanan dan kirinya di kanan dan kiri tubuh Aurora, hendak mencium Aurora. Namun Aurora langsung meletakkan telapak tangannya di bibir Rayyan, sehingga Rayyan tidak bisa mencium Aurora.
"Aku ingin kamu membuat dua rangkap. Aku tidak mau kamu membohongi aku seperti waktu itu. Mengingkari perjanjian dengan cara merobek surat perjanjian,"ujar Aurora yang sudah pernah dikhianati Rayyan dengan merobek surat perjanjian pernikahan kontrak mereka waktu itu.
Rayyan menyingkirkan tangan Aurora dari bibirnya seraya menatap Aurora,"No problem. Sekarang, kamu harus melayani suamimu ini. Dan mulai saat ini, kamu harus mengimbangi permainanku. Jangan cuma pasif menerima kenikmatan yang aku berikan!"ucap Rayyan, kemudian meraih kedua tangan Aurora dan melingkarkan tangan Aurora di lehernya. Rayyan mencium bibir Aurora dengan agresif. Namun beberapa saat kemudian, Rayyan tiba-tiba berhenti memagut bibir Aurora dan menatap Aurora lekat.
"Aku akan melakukannya jika surat perjanjian itu sudah ada di tangan ku,"ujar Aurora.membuat Rayyan tidak berkata apa-apa lagi dan langsung memulai percintaannya dengan Aurora di atas sofa Tantra yang dikirimkan Andi sebagai tanda permintaan maafnya atas kelalaiannya dalam menjaga Aurora.
"Ray, sudah! Aku sudah lelah!"pinta Aurora seraya mendorong dada Rayyan, setelah mereka mendapatkan pelepasan beberapa kali.
"Sekali lagi,"ucap Rayyan kembali mencium bibir Aurora.
Aurora hanya bisa pasrah dan membiarkan Rayyan kembali mengguncang tubuhnya. Mengulangi percintaan panas mereka.
Setelah mengakhiri percintaan panas mereka, Rayyan mengangkat tubuh Aurora yang sudah kelelahan dari atas sofa Tantra dan membaringkannya di atas ranjang. Aurora benar-benar sudah kelelahan.
Pria itu ikut merebahkan tubuhnya di samping Aurora dan menyelimuti tubuh mereka yang polos tanpa sehelai benang yang menempel di tubuh mereka. Rayyan merengkuh Aurora dalam dekapannya. Aurora sudah tertidur karena kelelahan setelah di guncang Rayyan begitu lama. Pria itu mengecup bibir Aurora beberapa kali, lalu ikut memejamkan matanya.
Keesokan harinya, seperti biasanya, Aurora terbangun dan tidak mendapati Rayyan di sampingnya. Bahkan saat Aurora meraba tempat di sebelahnya, tempat itu sudah terasa dingin. Pertanda jika Rayyan sudah lama bangun. Aurora menghela napas panjang, kemudian merenggangkan tubuhnya. Namun sesaat kemudian, Aurora mengernyitkan keningnya.
__ADS_1
"Kok, tumben, tubuhku tidak pegal-pegal seperti biasanya. Biasanya setelah bercinta dengan Rayyan, tubuhku akan terasa pegal-pegal saat bangun tidur. Tapi kok, pagi ini nggak terasa pegal-pegal, ya?"gumam Aurora, lalu tanpa sengaja matanya melihat sofa yang digunakan Rayyan untuk bercinta dengan dirinya semalam.
"Apa.karena kami bercinta di atas sofa itu, ya?"gumam Aurora, bergegas beranjak dari tempatnya berbaring seraya melilitkan selimut di tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang. Aurora mengambil handphonenya, lalu duduk di sofa yang semalam dipakai Rayyan untuk bercinta dengan dirinya. Aurora langsung Googling. Aurora mengetik kata kunci 'sofa melengkung' dan tak lama setelah Aurora meng-klik search, hasil pencarian pun muncul.
Ada beberapa gambar yang sama persis dengan sofa yang saat ini didudukinya. Aurora membaca hasil penelusuran, dan sangat terkejut saat mengetahui bahwa sofa yang saat ini didudukinya adalah sofa yang di desain khusus untuk bercinta.
"Astagaa.. Dasar maniak! Mesum! Dia sampai membeli sofa khusus untuk bercinta. Apa di dalam otaknya itu hanya bercinta saja yang dipikirkannya,"gerutu Aurora membuang napas kasar,"Pantas saja dia mengatakan jika aku sudah tidak sabar bercinta dengan dirinya saat melihat aku berada di atas sofa ini,"gerutu Aurora kembali membuang napas kasar.
Notebook :
Sofa / kursi Tantra adalah salah satu produk furniture yang khusus digunakan untuk mempermudah dalam melakukan hubungan suami-istri.
Bentuk dari sofa tantra memang unik, tidak seperti bentuk sofa kebanyakan.
Sofa Tantra memiliki kegunaan khusus, yaitu menunjang aktivitas seksuaal. Sofa tantra dikenal dengan sebutan sofa bercinta. Desainnya yang unik memudahkan pasangan dalam menentukan posisi bercinta.
Dengan menggunakan sofa tantra, alat ini menciptakan kenyamanan di saat dan setelah berhubungan suami-istri.
Hubungan suami istri sering kali meninggalkan badan pegal-pegal pasca acara. Karena itu sofa tantra ini diciptakan untuk memberikan kenyamanan saat dan pasca melakukan hubungan suami-istri.Sofa ini juga dibuat khusus untuk meningkatkan posisi berhubungan suami-istri yang ditemukan dalam buku besar "Kamaa Sutra".
Banyak posisi berhubungan suami-istri di kamus Kamaa Sutra yang sulit dilakukan banyak orang, namun dengan sofa ini memungkinkan Anda dan pasangan Anda mencapai kenikmatan hingga ke puncak.
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
__ADS_1