
"Byurr"
"Apa yang kamu lakukan?"pekik Bu Ella.
Tiba-tiba ada yang menyiram kepala Aurora, hingga Aurora basah kuyup. Nala dan Dodi pun langsung bangkit dari tempat duduk mereka dan bergegas menghampiri Aurora.
"Bukankah saya sudah memperingatkan kamu agar menjauh dari putra saya? Apa kamu tidak mengerti dengan bahasa manusia, hah?!"bentak wanita yang tidak lain adalah ibu Bima. Mengundang perhatian para pengunjung restoran ke arah mereka, terutama ke arah Aurora yang basah kuyup disiram air oleh ibu Bima.
Nala dan Dodi menghentikan langkah mereka untuk mendekati Aurora, saat Aurora mengangkat sebelah tangannya, memberi isyarat agar Nala dan Dodi diam.
"Ambilkan pakaian untuk Nyonya di dalam mobil! Aku akan menjaga nyonya di sini,"pinta Nala pada Dodi.
"Baik, sahut Dodi bergegas pergi untuk mengambil pakaian majikannya.
"Semenjak terakhir kali saya datang ke rumah nyonya, saya sudah memutuskan hubungan dengan putra anda. Saya mengganti nomor telepon saya dan menutup akses putra anda ke semua akun sosial media saya. Saya bahkan pergi dari kota ini, agar saya tidak bertemu dengan putra anda lagi,"ujar Aurora jujur adanya.
"Alahhh.. kamu pikir, saya bisa kamu bohongi? Buktinya, sekarang kamu ada di kota ini. Dan tadi kamu baru saja menemui putra saya. Kamu itu seharusnya sadar diri! Kamu itu tidak pantas untuk putra saya! Kamu dan keluarga kamu tidak sederajat dengan keluarga saya. Dan lagi, putra saya itu sudah bertunangan dengan wanita yang berpendidikan dan dari keluarga yang sederajat dengan kami. Wanita yang bibit, bebet dan bobotnya berkualitas. Tidak seperti kamu yang hanya mengandalkan wajah cantik kamu untuk menggoda para pria,"ujar ibu Bima dengan tatapan sinis dan merendahkan.
Nala sangat geram mendengar apa yang dikatakan oleh ibu Bima. Nala sedikit menjauh dari Aurora, lalu menghubungkan seseorang.
"Anda kalau ngomong disaring dulu! Putri saya ada di kota ini untuk mengunjungi kami, orang tuanya. Dan siapa bilang kalau putri saya menemui putra anda? Yang ada, putra anda yang menemui putri saya. Lagi pula, siapa juga yang mau sama putra anda? Hidup putri saya akan menderita dan putri saya lama-kelamaan akan masuk rumah sakit jiwa, jika menikah dengan putra anda. Siapa wanita yang mau mempunyai mertua yang mulutnya pedas seperti cabe setan level dewa seperti mulut anda itu. Lagipula, putri saya sudah menikah dengan pria yang lebih tampan dan lebih mapan dari putra anda. Untuk apa putri saya mendekati putra anda? Jangan bicara seenak jidat anda! Jangan menuduh orang sembarangan tanpa bukti! Fitnah itu namanya. Dan fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan!"ujar Bu Ella berapi-api. Tidak terima putrinya di hina, di rendahkan dan di permalukan di depan umum.
"Cih, pintar ngomong! Orang miskin dan tidak berpendidikan seperti kalian, pasti menggunakan tubuh dan kecantikan untuk merayu para pria kaya. Putri kamu pasti jadi simpanan Om-om di kota sana,"tuduh ibu Bima.
"Anda jangan sembarangan bicara! anda mengatakan anda berpendidikan. Tapi mulut anda sama sekali tidak mencerminkan orang yang berpendidikan,", sergah Bu Ella.
"Kami memang tidak berpendidikan tinggi. Tapi kami tidak suka menuduh orang tanpa bukti. Saya bisa melaporkan Nyonya karena telah mencemarkan nama baik saya,"ucap Aurora berusaha tenang menghadapi calon ibu mertua yang tidak jadi itu.
"Cih, sok-sokan ingin melaporkan saya. Suami saya tentara, putra saya juga tentara. Saya tidak akan di penjara hanya karena di tuntut orang miskin tidak berpendidikan seperti kamu,"cibir ibu Bima dengan congkak nya.
__ADS_1
"Memangnya kenapa kalau suami dan anak anda adalah tentara? Apa anda menjadi kebal hukum karena suami dan putra anda adalah seorang tentara?"ketus Bu Ella
"Permisi! Saya manager di mall ini. Apa yang terjadi di sini?"tanya seorang pria yang memakai jas rapi.
"Tuan, wanita itu tiba-tiba menyiram putri saya hingga basah kuyup. Dan menuduh putri saya yang bukan-bukan. Mencari gara-gara dengan kami,"adu Bu Ella.
"Nyonya, ini pakaian anda,"ucap Dodi, memberikan paper bag pada Aurora.
"Terimakasih,"ucap Aurora.
"Sama-sama, Nyonya,"sahut Dodi mengangguk sopan.
"Jika Tuan Rayyan tahu istrinya dipermalukan dan dituduh yang tidak-tidak di sini, maka Tuan Rayyan akan menarik seluruh investasinya di mall ini,"ucap Nala menatap tajam pada manager itu.
Tadi Nala menepi menghubungi Andi. Untuk menanyakan apakah Rayyan punya saham di mall yang di datanginya ini. Kebetulan Rayyan adalah pemegang saham terbesar di mall itu. Karena itu, Nala sengaja menyuruh seorang pelayan yang ada di tempat itu untuk melaporkan pada manager mall, tentang keributan yang terjadi di antara ibu Bima dan kedua majikannya.
"I.. istri Tuan Rayyan?"tanya manager itu nampak terkejut.
"Apa benar, Nyonya ini adalah istri Tuan Rayyan?"tanya manager itu terlihat ragu.
"Nyonya Aurora memang istri Tuan Rayyan, pemegang saham terbesar di mall ini. Apa perlu saya konfirmasi pada Tuan Andi, asisten Tuan Rayyan?"tanya Nala masih dengan tatapan dinginnya.
"Cih, jangan suka mengaku-ngaku! Kalau ketahuan bohong, nanti malu!"cibir ibu Bima yang tidak percaya jika mall tempatnya berada saat ini, pemegang saham terbesarnya adalah suami Aurora.
"Baiklah, jika anda tidak percaya, biar saya hubungi Tuan Andi melalui video call,"ucap Nala segera mengambil handphonenya dari saku celananya.
"Eh, tidak perlu! Saya percaya,"ucap managernya itu. Melihat Nala nampak serius, manager mall itu pun percaya pada Nala. Apalagi tidak banyak orang yang tahu tentang siapa pemegang saham di mall itu. Apalagi mengetahui siapa Rayyan dan Andi.
"Pak manager. Anda jangan percaya begitu saja! Bisa saja mereka ini berbohong,"ucap ibu Bima.
__ADS_1
"Hanya orang tertentu yang mengetahui tentang hal ini. Jadi, mereka tidak mungkin berbohong. Tolong, nyonya jangan membuat keributan dan menganggu pengunjung yang ada di mall ini! Dan meminta maaf pada Nyonya yang telah anda siram ini"ujar manager itu sopan.
"Saya tidak akan minta maaf! Wanita jalangg seperti dia ini memang harus di beri pelajaran!"ujar ibu Bima dengan congkak.
Bu Ella, Aurora, Nala dan Dodi benar-benar geram dengan perempuan paruh baya itu.
"Kamu.."geram Bu Ella.
"Ibu, ada apa ini?"tanya Bima yang tiba-tiba muncul.
"Tolong katakan pada ibu kakak, bahwa kita tidak ada hubungan apa-apa lagi. Hubungan kita sudah lama berakhir. Kakak sudah bertunangan dan aku bahkan sudah menikah. Aku tak mau suamiku salah paham padaku karena kata-kata ibu kakak,"ujar Aurora yang benar-benar merasa sakit hati dengan perkataan ibu Bima yang selalu menghina dirinya.
"Ayo, kita pergi, Bu!"ujar Aurora meninggalkan tempat itu diikuti oleh Nala dan Dodi.
...๐ธโค๏ธ๐ธ...
Taqabbalallaahu minna wa minkum, taqabbal ya karim. Wa jaโalanallaahu wa iyyakum minal โaidin wal faizin wal maqbulin, kullu โammin wa antum bi khair.(Semoga Allah SWT menerima amal ibadah Ramadhan kita, wahai Allah Yang Maha Mulia, terimalah. Dan semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali suci dan orang-orang yang menang, serta diterima amal ibadahnya. Semoga kita senantiasa dalam kebaikan setiap tahunnya). Aamiin.
Dengan segala kerendahan hati, saya mengucapkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Mohon maaf lahir dan batin.๐๐๐๐๐
Sedikit berbagi pengetahuan yang saya ketahui :
โขMinal Aidin Wal Faizin artinya semoga termasuk orang-orang yang kembali ke fitrah (suci) dan semoga menjadi orang-orang yang menang. BUKAN "Mohon maaf lahir dan batin." seperti anggapan sebagian orang.
Dan bila ada yang mengucapkan "Minal Aidin Wal Faizin" seharusnya kita menjawab "Aamiin ya Rabbal 'aalamiin" yang artinya kabulkan lah doa kami Ya Allah Tuhan semesta alam.
Atau kita juga bisa menjawab "kullu 'aamin wa antum bi khair." yang artinya semoga Anda berada dalam kebaikan sepanjang tahun.
Jadi jangan sampai salah mengartikan, ya! ๐๐๐๐๐
__ADS_1
.
To be continued