
Sumi diantar anak buah Andi ke sebuah rumah yang bisa dibilang mewah. Rumah berlantai dua yang lengkap dengan perabotan dan juga pelayannya.
"Ini rumah siapa?"tanya Sumi pada anak buah Andi yang mengantarkan dirinya ke rumah itu.
"Kata Tuan Andi ini rumah yang sudah di siapkan Tuan Rayyan untuk nona,"sahut anak buah Andi.
"Maksudnya?"tanya Sumi tidak mengerti.
Dalam kesepakatan Rayyan dan Sumi, tidak ada yang menyatakan jika Rayyan akan memberikan sebuah rumah pada Sumi. Hanya uang lima ratus juta dan sebuah restoran yang di berikan Rayyan pada Sumi sebagai tanda kesepakatan. Karena itu, Sumi merasa bingung saat anak buah Rayyan mengantarkan dirinya ke rumah ini.
"Tuan Andi hanya mengatakan seperti itu. Jadi, menurut saya, rumah ini diberikan untuk nona. Untuk lebih jelasnya, besok nona bisa bertanya langsung pada Tuan Andi. Karena kata Tuan Andi, besok Tuan Andi akan menemui Nona,"jawab anak buah Andi.
"Lalu, aku harus tidur di kamar yang mana?"tanya Sumi yang tidak tahu harus tidur di kamar yang mana, karena ragu jika rumah itu benar-benar diberikan untuk dirinya.
"Terserah nona saja! Kalau begitu, saya permisi dulu,"ucap anak buah Andi.
"Baiklah. Terimakasih!"ucap Sumi.
"Sama-sama, nona,"sahut anak buah Andi, lalu meninggalkan rumah itu.
"Mari saya antar nona. Saya akan mengantarkan nona ke kamar utama. Jika nona tidak suka, nona bisa memilih kamar yang lain,"ucap seorang pelayan.
"Terimakasih, Bik!"ucap Sumi dengan seulas senyum.
Sumi mengikuti pelayan itu menuju sebuah kamar. Begitu masuk ke dalam kamar itu, Sumi langsung menyukai kamar itu. Sehingga tidak berniat untuk pindah ke kamar lain. Apalagi saat pelayan itu mengatakan jika kamar itu adalah kamar yang paling besar dari kamar-kamar yang lain.
"Bruk"
Sumi menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang size king yang membuat tubuhnya terasa nyaman karena ranjang itu lebar dan empuk.. Senyuman lebar terukir di wajah wanita yang sudah menjalani operasi plastik cukup lama di negeri ginseng itu.
"Enaknya... jadi orang kaya. Aku bisa mendapatkan semuanya dengan mudah semenjak bertemu dengan Aurora. Hidupku berubah drastis karena Aurora. Aku yang dulu serba kesusahan, sekarang hidup berkecukupan. Aurora memang Dewi keberuntungan ku. Malaikat penolong ku. Jika bukan karena Aurora, aku pasti sudah jadi hantu gentayangan di atas jembatan. Dan ibu serta adik-adik ku pasti sudah mati kelaparan. Tapi dia marah apa tidak, ya, kalau tahu aku melakukan operasi plastik meniru wajahnya? Tapi, suaminya sendiri yang meminta ku. Dan ini juga untuk kebaikan Aurora. Tapi, kenapa aku tidak jadi disuruh datang ke acara resepsi pernikahan mereka, ya? Sudahlah! Besok aku akan tanya pada Tuan Andi saja,"gumam Sumi.
Wanita itu kemudian beranjak bangun dari tempatnya berbaring dan berjalan menuju cermin di meja rias. Menatap lekat wajahnya sendiri yang sudah di operasi mirip dengan Aurora saat bekerja sebagai kupu-kupu malam. Tahi lalat di atas bibir sebelah kanannya dan di bawah mata sebelah kirinya. Dan juga rambut yang di cat berwarna pirang dengan potongan rambut persis wig yang dipakai Aurora saat bekerja sebagai kupu-kupu malam.
__ADS_1
"Cantik sekali. Tapi, ternyata memiliki wajah cantik itu terkadang juga tidak menyenangkan. Seperti tadi, polisi kurang ajar itu mempersulit aku hanya karena ingin menahan aku lebih lama di sana. Dan tatapan mesumnya itu membuat aku benar-benar merasa jijik. Pantas saja, dulu Aurora selalu memakai gigi tonggos palsu untuk menutupi kecantikannya,"gumam Sumi.
Di sisi lain, Aiden baru saja pulang dari acara resepsi pernikahan Rayyan. Pria yang lebih memilih tinggal di apartemen bersama asistennya dari pada tinggal di rumah peninggalan kedua orang tuanya itu duduk di sofa seraya melepaskan dasinya.
"Tu.. tu.. tuan,"panggil Roni yang berdiri di samping sofa tempat Aiden duduk
"Hemm,"sahut Aiden.
"Tu..tu..tuan.. A.. a.. ada..
"Brak"
"Ada wanita yang sangat mirip dengan istri Tuan Rayyan,"ucap Roni setelah Aiden menggebrak meja.
Semua meja yang ada kemungkinan akan di gebrak Aiden dibuat dari kayu jati. Baik meja yang ada di apartemen maupun yang ada di kantor. Kecuali meja para karyawan. Sedangkan meja yang ada di rumah peninggalan kedua orang tua Aiden memang terbuat dari kayu jati semua. Dulu Aiden tanpa sengaja menggebrak meja yang terbuat dari kaca karena Roni yang gagap. Dan tangan Aiden sempat terluka lumayan parah. Karena itu, Aiden menyuruh Roni menganti meja yang terbuat dari kaca dengan meja yang terbuat dari kayu jati.
"Ada wanita yang mirip dengan Aurora?"tanya Aiden mengernyitkan keningnya menatap Roni.
"I.. iya, Tu..Tu.. Tuan,"sahut Andi.
"Se.. Se. sebentar,"sahut Roni seraya mengeluarkan handphonenya dari saku celananya, kemudian mencari video yang baru saja viral karena Andi menyuruh anak buahnya untuk menyebarkan video itu sebanyak mungkin. Setelah menemukan video yang di carinya, Roni segera menyodorkan handphonenya pada Aiden.
"I. i..ini.. Tu.. Tu.. Tuan,"ucap Roni.
"Wanita cantik di sandera di bandara?"gumam Aiden membacanya judul vidio itu.
"I..i .iya.. Tu..Tu..Tuan,"sahut Roni membenarkan.
Dengan tidak sabar, Aiden memutar Vidio itu. Aiden menatap lekat wajah wanita dalam Vidio yang sangat mirip dengan Aurora, istri sahabatnya. Bedanya, wanita dalam Vidio itu memiliki rambut berwarna pirang. Sedangkan Aurora memiliki rambut yang di cat berwarna blue black dan lebih panjang dari rambut wanita di dalam video itu. Warna rambut Aurora akan terlihat berwarna hitam kebiruan jika terkena cahaya.
"Ini sangat mirip sekali. Vidio ini pertama di unggah oleh akun bernama Srie Srientil di aplikasi Tok Tok pukul sembilan malam tadi?"tanya Aiden pada Roni setelah menonton video itu.
"I.. i..iya, tu.. tu.. Tuan,"sahut Roni.
__ADS_1
"Aku sangat penasaran dengan sosok wanita ini. Selidiki wanita dalam video ini!"titah Aiden.
"Ba.. ba.. baik.. Tu..Tu.. Tuan. A.. a..apa..."
"Brakk"
"Apa Tuan masih menyukai nyonya Aurora hingga Tuan penasaran dengan sosok wanita yang mirip dengan nyonya Aurora ini?"tanya Roni cepat setelah Aiden menggebrak meja.
"Aku bukan pagar yang suka makan tanaman. Aku tidak suka mencuri apa yang dimiliki oleh orang lain. Apalagi milik sahabat yang sudah aku anggap sebagai saudara ku sendiri. Aku hanya penasaran karena mereka seperti kembar identik. Walaupun menurut penyelidikan kamu Aurora adalah anak tunggal. Tapi aku tetap penasaran dengan wanita dalam video ini,"ujar Aiden yang memang tidak berbohong.
"Si.. si.. siapa..."
"Brakk"
"Siapa tahu Tuan masih menyukai nyonya Aurora dan karena nyonya Aurora sudah menjadi milik Tuan Rayyan Tuan jadi terobsesi dengan wanita yang wajahnya mirip dengan nyonya Aurora,"ucap Roni cepat tanpa titik dan koma setelah Aiden menggebrak meja.
Roni segera menutup mulutnya sendiri saat menyadari bahwa kata-katanya salah. Apa lagi saat melihat Aiden menatapnya dengan tatapan kesal.
"Ma.. ma..maaf, Tu.. Tu.. Tuan!"ucap Roni kemudian menunduk.
"Haishh.. kenapa aku jadi ketularan keceplosan seperti Andi?"gerutu Roni dalam hati.
"Cari informasi tentang wanita itu secepatnya! Besok siang harus sudah ada di meja kerja ku. Jika tidak, aku akan memotong gaji kamu bulan ini!"ancam Aiden.
"Ba..ba..baik.. Tu..Tu.. Tuan,"sahut Roni.
Aiden beranjak dari duduknya, lalu berjalan menuju kamarnya. Meninggalkan Roni yang masih berdiri menunduk di samping sofa. Roni bernapas lega setelah Aiden pergi. Namun, sesaat kemudian langsung mengambil handphonenya yang diletakkan Aiden di atas sofa.
Romi menghubungi orang kepercayaannya untuk mencari informasi tentang wanita yang disandera di bandara tadi via chat. Karena jika via panggilan telepon akan menghabiskan banyak kuota. Dan jika memakai WiFi akan menghabiskan waktu karena Roni gagap.
...🌸❤️🌸...
.
__ADS_1
To be continued