
Hari ini Rayyan libur, walaupun masih harus memeriksa dan menandatangani berkas-berkas yang masih menumpuk di ruang kerjanya. Tapi Rayyan menyempatkan waktu untuk bermain dengan putranya.
"Ray, kamu mau berenang?"tanya Aurora saat melihat Rayyan memakai celana renang.
"Kenapa? Kamu mau ikut?"tanya Rayyan seraya memakai bathrobe untuk menutupi tubuhnya sebelum sampai di kolam renang.
"Nggak, ah. Aku nggak mau. Aku cuma bisa berenang dengan gaya dadah. Aku nggak bisa gaya yang lainnya,"sahut Aurora seraya membantu Rayyan mengikat bathrobe nya.
"Nggak apa-apa. Dibandingkan dengan gaya lain, gaya dada memang merupakan teknik renang dengan kecepatan paling rendah. Tapi, kita, 'kan, nggak sedang bertanding kecepatan dalam berenang. Cuma untuk olah raga dan refreshing aja. Jadi, nggak apa-apa jika pakai gaya dada,"sahut Rayyan yang berpikir Aurora tidak percaya diri jika berenang dengan kecepatan lambat.
"Ray, kamu tidak mendengar kata-kata ku dengan baik. Aku bilang, aku hanya bisa berenang dengan gaya DADAH bukan dengan gaya DADA,"sahut Aurora menghela napas panjang.
"Maksudnya?"tanya Rayyan seraya mengernyitkan keningnya.
Aurora kembali menghela napas panjang karena suaminya itu belum mengerti juga dengan maksudnya,"Begini,"ucap Aurora seraya mengangkat kedua tangannya lurus ke atas dengan kedua telapak tangan yang terbuka, lalu Aurora menggerakkan kedua tangannya ke samping kanan dan kiri berlawanan arah memperagakan seperti orang yang tenggelam.
"Ha..ha..ha..ha.. Itu namanya gaya batu. Jadi, kamu tidak bisa berenang, ya?"tanya Rayyan yang tertawa geli saat sudah mengerti dengan apa yang di maksud oleh istrinya dengan gaya dadah.
"Jangan meledekku!"ketus Aurora yang merasa kesal ditertawakan oleh suaminya sendiri.
Sedangkan Zayn yang sedang bermain di atas karpet bulu malah ikut tertawa karena melihat Rayyan tertawa.
"Eh, kamu juga bersekongkol dengan papamu menertawakan mama? Kamu berpihak pada papa?"ujar Aurora yang terlihat semakin kesal karena putranya malah ikut menertawakan dirinya. Namun tawa bayi itu malah semakin kencang melihat ekspresi Aurora yang bersungut-sungut.
"Ayo, jagoan papa! Papa ajari berenang. Biar nggak kayak mama yang cuma bisa berenang dengan gaya batu. Begitu masuk air langsung BLUP... Tidak timbul ke permukaan lagi,"ujar Rayyan kembali tertawa sambil menghampiri Zayn.
"Ray!"pekik Aurora semakin kesal karena di ledek Rayyan.
"Ha...ha..ha. Ha.. Ampun sayang! Ha.ha.ha.. Geli, sayang! Ha.. ha.. ha.."Rayyan merasa kegelian saat Aurora menggelitik pinggangnya. Sedangkan Zayn masih saja tertawa renyah melihat kedua orang tuanya.
Namun Aurora tidak dapat menggelitik pinggang Rayyan lagi saat Rayyan mencekal ke dua tangannya.
"Ha..ha..ha..ha.. Ray, jangan! Ha..ha.ha.. Geli! Ha..ha..ha.... Ampun Ray! Ha..ha.ha..."Kini giliran Aurora yang di gelitik oleh Rayyan. Aurora berusaha mencekal tangan Rayyan agar Rayyan berhenti menggelitik pinggangnya lagi. Sedangkan Zayn masih saja tertawa melihat kedua orang tuanya. Bayi montok itu terlihat semakin lucu saat tertawa.
"Greb"
Rayyan berhenti menggelitik pinggang Aurora dan memeluk Aurora yang sedang mengatur napas. Aurora terengah karena digelitik Rayyan tadi.
Rayyan mendekatkan bibirnya di telinga Aurora, lalu berbisik,"Bagaimana, jika setelah kami berenang nanti, kita...."Rayyan menggantung kata-katanya, lalu menyesap leher Aurora.
__ADS_1
"Ray, hentikan! Zayn melihat kita,"ucap Aurora seraya mendorong dada Rayyan saat melihat putra mereka nampak masih menatap mereka berdua.
"Okey. Nanti setelah kami berenang, ya?"ucap Rayyan tersenyum manis seraya mengedipkan sebelah matanya dengan genit.
"Astagaa.. Sejak kapan kamu menjadi genit seperti itu?"tanya Aurora yang merasa aneh dengan tingkah suaminya.
"Sejak bersama mu,"sahut Rayyan kemudian mengecup bibir Aurora sekilas, lalu melepaskan pelukannya pada Aurora,"Ayo, jagoan papa! Papa ajari berenang,"ujar Rayyan seraya mengangkat tubuh Zayn dan menggendongnya.
"Ray, kamu serius ingin mengajak Zayn berenang?"
"Tentu saja, sayang. Waktu terbaik untuk mengajak bayi berenang adalah setelah dia memasuki usia 4 sampai 6 bulan atau setelah bayi sudah bisa duduk dengan tegak dan bisa menyangga kepala saat digendong. Hal dasar ini penting untuk memastikan bayi akan bisa mengontrol posisi terbaik dan ternyaman selama berada di air,"
"Ada banyak manfaat renang untuk bayi, sayang. Dengan benang, bayi bisa melatih gerak refleks dan melatih kebugaran fisiknya. Selain itu, berenang juga bisa membuat bayi merasa lebih rileks. Dan masih banyak lagi manfaat berenang untuk bayi diantaranya:
•Baik untuk kesehatan fisik dan mental bayi.
•Memperkuat jantung dan paru-paru bayi.
•Otak bayi akan distimulasi dengan keselarasan gerak dari lima panca inderanya.
•Melatih keselamatan diri di air.
•Membentuk keseimbangan dan koordinasi tubuh yan baik.
•Melancarkan peredaran darah.
•Dan juga untuk rekreasi sekaligus penyegaran,"jelas Rayyan panjang lebar.
"Dari mana kamu tahu semua itu?"tanya Aurora yang merasa Rayyan tahu banyak.
"Aku mengunjungi dokter anak dan menanyakan tentang hal ini,"ujar Rayyan tersenyum tipis.
"Maaf! Aku benar-benar egois. Aku telah memisahkan kamu dengan Zayn selama berbulan-bulan. Membuat kamu dan Zayn kehilangan momen bersama. Maaf! Waktu itu, aku hanya takut kamu menyakiti bapak dan membenci aku setelah tahu bapakku adalah orang yang telah melenyapkan papamu,"ucap Aurora penuh penyesalan.
"Aku mengerti rasa takutmu. Itu semua karena kamu sangat menyayangi orang tuamu. Tapi, sebagai suami-istri seharusnya kamu membicarakan semuanya secara baik-baik dengan ku. Bukan malah memutuskan kabur dari ku dengan bantuan mantan pacar mu. Apalagi saat itu kamu sedang mengandung. Aku pasti tidak akan memaafkan kamu jika terjadi apa-apa pada Zayn karena kelalaian kamu,"sahut Rayyan dengan Zayn yang masih berada di gendongannya.
"Maaf!"lagi-lagi Aurora hanya bisa meminta maaf pada Rayyan.
"Sudahlah. Waktu tidak bisa di putar kembali. Apa yang sudah terjadi tidak mungkin bisa diulang kembali. Apalagi dihapus dan dimulai dengan yang baru lagi. Karena hidup itu adalah seni menggambar tanpa penghapus. Jadikan semua itu sebagai pengalaman dan pembelajaran. Agar ke depannya kita tidak terperosok ke lubang yang sama dan melakukan kesalahan yang sama,"
__ADS_1
"Aku harap, ke depannya kamu bisa lebih bijaksana dalam menghadapi masalah dan mengambil keputusan. Kamu harus lebih terbuka padaku. Karena kita ini adalah suami istri. Kita berlayar dengan kapal yang sama, maka kita harus memiliki tujuan yang sama. Kita ini ibarat seekor ular. Aku kepalanya dan kamu ekornya. Jadi, kita harus sehati dan sepemikiran, agar bisa terus bergerak menyongsong masa depan penuh kebahagiaan,"
"Iya. Aku mengerti,"sahut Aurora.
"Aku akan ke kolam renang bersama Zayn,"ujar Rayyan mengecup bibir Aurora sekilas, lalu berjalan keluar dari kamar itu sambil sesekali mencium putranya yang ada dalam gendongannya.
Aurora menghela napas panjang menelaah setiap kata yang diucapkan suaminya. Wanita itu menatap suaminya yang menghilang di balik pintu bersama putranya.
"Aku sangat beruntung memiliki kamu, Ray,"gumam Aurora penuh rasa syukur.
Walaupun awalnya dirinya menikah dengan Rayyan karena nikah kontrak yang di paksakan. Namun, akhirnya mereka saling mencintai. Rayyan yang awalnya kasar dan tidak peka, sekarang menjadi lembut, perhatian dan bijaksana dalam menyikapi semua masalah mereka.
Aurora yang dulunya keras kepala, egois, ketus dan tidak perhatian, sekarang sudah tidak terlalu keras kepala, tidak lagi ketus dan lebih perhatian pada Rayyan.
Begitulah hidup. Semuanya butuh waktu dan proses. Karena yang instan itu tidak akan bertahan lama dan banyak efek sampingnya.
...🌟🌟🌟...
..."Kita hanya hidup satu kali. Jalani dengan benar, agar tidak ada rasa sesal di kemudian hari....
..."Walau kadang sakit karena terhimpit, yakinlah, bahwa kamu masih mampu untuk bangkit."...
...Introspeksi diri memang perlu, tapi jangan sampai terlalu menyalahkan diri sendiri. Apalagi terpaku pada masa lalu....
...Jangan menghukum masa depan dengan masa lalu. Karena kita selalu bisa memperbaiki situasi, jika kita mau....
...Tidak ada kata terlambat, jika ingin memulai yang baru....
...Tidak peduli seperti apapun hidup, kita selalu punya pilihan untuk melihat dari sisi baik ataupun sisi buruknya....
...Hidup hanya bisa dipahami mundur, tapi harus dijalani maju....
..."Nana 17 Oktober"...
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
__ADS_1