Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
351. Jangan Takut!


__ADS_3

Di ruangan latihan bela diri yang berada di rumah Rayyan, Andi sedang menendang dan meninju samsak dengan brutal. Pemuda itu seolah sedang menghajar seseorang. Tubuh pemuda itupun basah oleh keringat.


"Aku tidak mencintai dia! Aku hanya risih mendengar gombalan Randy yang lebay. Aku tidak cemburu! Tidak cemburu! Tidak cinta!"gumam Andi seraya meninju dan menendang samsak itu.


Andi tidak terima dikatakan cemburu, apalagi jatuh cinta. Andi masih menyangkal perasaannya sendiri. Tidak ingin menjadi budak cinta seperti Rayyan dan Hendrik yang takluk pada istri mereka.


"Bugh"


"Bugh"


"Bugh"


Andi terus menendang dan meninju samsak itu dengan tenaga yang kuat.


"Lawan aku jika kamu benar-benar ingin berkelahi dengan orang. Jangan melampiaskannya pada samsak tinju. Jika kamu bisa menang melawan aku, kamu akan aku beri bonus dua kali lipat bulan ini,"tantang Rayyan yang tiba-tiba muncul.


Pria beranak satu itu memang ingin melatih otot-ototnya. Dan kebetulan Rayyan melihat Andi berada di ruangan itu seperti sedang ingin menghajar orang.


Andi menghentikan pukulan dan tendangannya pada samsak dengan senyuman miring,"Kebetulan sekali, aku rasanya memang ingin menghajar orang,"gumam Andi dalam hati, kemudian berbalik menatap Rayyan.


"Tuan jangan menyesal jika Tuan nanti kalah. Tuan harus benar-benar memberikan saya bonus dua kali lipat bulan ini,"sahut Andi yang memang benar-benar ingin berkelahi karena sedang merasa kesal.


"Cih! Selama ini kamu belum pernah bisa mengalahkan aku,"sahut Rayyan meremehkan,"Aku akan menjadi lawanmu dan mengetes ilmu mu. Aku akan membantu mu melampiaskan emosi mu dan meredakan panas hatimu karena cemburu. Hitung-hitung, melatih otot-otot ku"ledek Rayyan kemudian terkekeh.


"Siapa yang cemburu? Tuan jangan sembarangan bicara!"ujar Andi langsung menyerang Rayyan. Namun Rayyan nampak sudah siap menerima serangan dari Andi.


"Haish.. Kalau cemburu ngaku aja! Kalau suka langsung dekati. Jangan kasih kendor! Harus gerak cepat sebelum di ambil orang,"ucap Rayyan sambil menangkis dan menghindar dari serangan Andi, sesekali pria itu menyerang balik Andi.


"Sudah saya bilang, saya tidak cemburu. Cinta aja enggak. Mana mungkin saya cemburu,"kilah Andi terus menyerang Rayyan.


"Terserah kamu saja! Jika kamu tidak suka dengan gadis itu, aku akan mendukung Randy untuk mendapatkan gadis itu. Jangan menyesal karena lebih meninggikan egomu dari pada perasaan mu. Makan, tuh,ego!"ujar Rayyan hanya tersenyum tipis menangkis semua serangan Andi dengan tenang.


Rayyan bertarung dengan Andi cukup sengit. Tubuh kedua pria itu sudah basah oleh peluh. Saling tendang dan pukul dengan gerakan yang lincah, namun terlihat indah. Dalam pertarungan itu, terlihat jelas bahwa gerakan Rayyan lebih stabil dari pada gerakan Andi. Mungkin karena faktor perasaan Rayyan saat ini tenang, sedangkan saat ini perasaan Andi sedang kacau. Atau mungkin bisa di bilang sedang galau.


"Bugh"

__ADS_1


"Brakk"


Sudah cukup lama Rayyan meladeni Andi berkelahi untuk membantu Andi melampiaskan emosinya. Kali ini Rayyan menyerang Andi bertubi-tubi hingga membuat Andi kewalahan. Hingga akhirnya Rayyan berhasil meninju perut Andi, menarik tangan Andi dan membanting Andi ke lantai yang sudah di alasi matras khusus untuk latihan ilmu bela diri.


"Orang yang sedang cemburu akan sulit berkonsentrasi dalam hal apapun,"ucap Rayyan tersenyum mencibir, kemudian melepaskan tangan Andi yang masih terlentang di lantai,"Jika kamu memiliki rasa cemburu pada seorang wanita, itu berarti kamu mencintai dia. Sudah jelas-jelas kamu menyukai gadis itu. Kamu cemburu melihat dia di dekati dan di rayu pria lain. Tapi, kenapa kamu masih saja keras kepala dan tidak mau mengakui bahwa kamu mencintai dia dan sedang cemburu padanya? Jangan menyangkal perasaan kamu sendiri! Jangan sampai egomu mematahkan hati mu suatu hari nanti. Cinta belum tentu datang lebih dari sekali,"


"Dalam hidup ini, semua ada dua sisi. Sisi negatif dan positif. Ada hitam dan ada putih. Ada baik, ada pula jahat. Kita tidak pernah bisa menghindari semua itu. Jadi, jangan merasa takut dengan apapun yang akan terjadi. Hanya karena kamu takut menjadi budak cinta, kamu mengingkari perasaan cinta mu padanya. Jika kamu terus begini, kamu akan terus dilanda kegalauan,"


"Jangan takut jatuh cinta! Karena tanpa cinta, hidup mu akan terasa hampa. Percayalah, dengan cinta, hidup mu akan lebih berwarna dan terasa sempurna,"


"Hadapi semua masalah yang datang padamu! Jangan pernah lari dari kenyataan! Menghindar tidak akan menyelesaikan masalah. Justru akan menambah masalah. Apa kamu lupa kalimat itu? Bukankah itu teori yang pernah kamu ajarkan padaku?"tanya Rayyan setelah bicara panjang lebar, kemudian meninggalkan Andi yang masih terlentang di lantai.


Andi beranjak bangun dari lantai, kemudian duduk. Pemuda itu mengusap wajahnya kasar.


"Benarkah aku menyukai Kanaya? Aku cemburu padanya? Tidak! Tidak! Aku tidak mencintai dia. Aku tidak cemburu padanya. Aku tidak ingin jatuh cinta. Apalagi menjadi budak cinta. Arghh! Kanaya sialan! Keluar kamu dari otakku!"pekik Andi merasa frustasi sendiri.


Andi masih saja menyangkal perasaan cintanya. Tidak ingin jatuh cinta, apalagi menjadi budak cinta. Tapi, apakah bisa?


*


"Sayang, kamu dari mana? Kenapa kamu berkeringat seperti itu?"tanya Aurora seraya mengambil handuk untuk mengeringkan keringat suaminya.


"Aku dari adu ilmu bela diri dengan jomblo yang mulai jatuh cinta,"sahut Rayyan terkekeh kecil seraya melepaskan kaosnya yang basah oleh keringat.


"Jomblo yang mulai jatuh cinta? Maksud kamu Andi?"tanya Aurora mendekati suaminya dengan handuk kecil di tangannya.


"Ya, siapa lagi kalau bukan Andi? Jomblo sejati yang sangat percaya diri dan bangga dengan kejombloan nya. Sudah jelas-jelas jatuh cinta, tapi masih juga menyangkal,"sahut Rayyan seraya duduk di tepi ranjang.


"Siapa gadis yang bisa membuat jomblo sejati itu jatuh cinta?"tanya Aurora penasaran seraya mengusap keringat di wajah dan di rambut Rayyan.


"Gadis yang kamu ajak bicara di kantor waktu itu,"sahut Rayyan seraya memeluk pinggang Aurora.


"Ohh.. Si Kanaya itu, ya? Aku yakin dia gadis yang baik. Wajahnya juga cantik. Cuma, kulitnya agak kusam karena kurang perawatan saja. Di kasih skincare juga kinclong,"ujar Aurora yang beralih mengusap leher, punggung, dada dan perut Rayyan. Dada bidang berotot, lengan berotot dan juga perut yang rata dengan tonjolan-tonjolan otot bak roti sobek itu terekspos sempurna, dan memanjakan mata Aurora.


"Ohh.. Namanya Kanaya?"sahut Rayyan seraya menarik pinggang Aurora dan mendudukkan Aurora di atas pangkuannya.

__ADS_1


"Hum. Beri Andi waktu untuk mengerti dan memahami perasaannya sendiri. Orang yang baru pertama kali jatuh cinta, 'kan, sering tidak peka dengan perasaanya sendiri,"ujar Aurora kembali mengusap wajah Rayyan yang masih ada sedikit keringat.


"Jika dia tidak segera menyadari perasaan nya, mata gadis yang di sukai nya akan di miliki orang lain. Tadi sore saja aku melihat gadis itu di dekati si Randy manager pemasaran. Bahkan si Randy itu terang-terangan merayu gadis itu dan memaksa mengantarkan gadis itu pulang,"


"Oh, ya? Wahh.. Andi sudah punya saingan ternyata,"sahut Aurora terkekeh kecil.


"Kamu tahu, sayang? Tadi aku diam-diam mengikuti Andi. Aku mati-matian menahan tawa mendengar dia menggerutu dengan ekspresi cemburu saat si Kanaya itu didekati dan di rayu Randy. Bahkan Andi sampai berjalan di antara gadis itu dan Randy, hingga membuat Randy yang sedang merayu Kanaya jadi kaget,"ujar Rayyan yang terkekeh mengingat kejadian tadi.


"Wahh.. Jika seperti itu, berarti dia benar-benar suka dengan gadis itu. Bisa patah hati sebelum pacaran dia, kalau Kanaya jadian sama si Randy itu,"sahut Aurora ikut terkekeh.


"Aku sudah mengingatkan dia agar tidak meninggikan egonya dan mengakui perasaannya. Aku memotivasi dia untuk mengejar Kanaya sebelum gadis itu jatuh hati pada Randy. Tapi, aku takut dia masih lebih meninggikan egonya dari pada perasaan cintanya,"


"Ya, sudahlah. Yang penting sudah diingatkan dan di beri saran,"


"Hum, kalau jodoh tak, 'kan kemana, bukan?"ujar Rayyan tersenyum tipis,"Aku akan membersihkan diri terlebih dahulu. Setelah itu, kita membuat adik untuk Zayn. Mumpung malam ini Zayn tidur dengan mama. Atau.. Bagaimana kalau kita melakukannya di kamar mandi saja?"tanya Rayyan tanpa aba-aba langsung mengangkat tubuh Aurora.


"Sayang, turunkan aku! Ini sudah malam. Aku tidak mau melakukannya di kamar mandi,"tolak Aurora yang di gendong Rayyan ke dalam kamar mandi.


...🌟🌟🌟...


...Cinta tak butuh teori, dan tidak menuntut untuk di terka. Cinta hanya perlu nyali, untuk menerima keberadaannya....


...Yang tidak pernah memanjat tidak akan pernah jatuh. Yang tidak mau mencoba tidak akan pernah gagal. Yang tidak pernah melangkah tidak akan pernah salah. ...


...Dan yang tidak melakukan apa-apa tidak akan pernah menjadi siapa-siapa....


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


Notebook :


Samsak tinju adalah sebuah karung yang di dalamnya terdapat bahan-bahan tertentu untuk dijadikan objek dipukul sebagai alat latihan tinju.


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2