Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
130. Speechless


__ADS_3

Jony terus menarik tangan Natalie yang sudah seperti orang linglung. Pria paruh baya yang sudah lama menduda itu hanya bisa menarik napas berulang kali. Melihat kebodohan putrinya, membuat Jony tidak bisa lagi berkata-kata. Kehabisan kata. Atau istilah gaulnya adalah speechless.


Speechless adalah kata yang biasa dipakai untuk menggambarkan seseorang yang tiba-tiba menjadi gagap atau tidak tahu harus berbicara apa. Pasalnya, secara umum arti speechless kurang lebih dimaknai sebagai kehilangan kata, terdiam, membisu, atau tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata. Hal ini mungkin terjadi karena sangat terkejut atau terkagum-kagum dengan sesuatu.


Dan yang terjadi pada Jony saat ini, apakah karena Jony sangat terkagum-kagum dengan kebodohan putrinya yang kelewat bodoh? Entahlah. Jony juga bingung. Hanya bisa membawa putrinya pergi dari tempat itu sebelum putrinya di permalukan lebih banyak lagi oleh Rayyan. Melajukan mobilnya seraya memijit pelipisnya sendiri sambil sesekali melirik putrinya yang hanya diam tanpa kata.


Semua orang yang hadir di acara resepsi pernikahan Rayyan dan Aurora pun mulai bergosip kembali setelah melihat Vidio tentang Natalie. Apalagi saat Natalie di tarik Jony pergi dari tempat itu. Walaupun Vidio yang di putar hanya sepenggal saja. Namun mereka semua bisa memprediksikan, kira-kira adegan apa yang akan terjadi dalam video itu selanjutnya.


Seperti yang lain, setelah melihat video tadi dan melihat Natalie di tarik pergi dari tempat itu oleh Jony, teman-teman Naima pun mulai kembali berkomentar.


"Astagaaaaa..! Saya tidak menyangka jika Natalie adalah perempuan seperti itu,"


"Nyonya Naima beruntung karena perempuan itu tidak jadi menjadi menantu nyonya Naima,"


"Iya. Dia rela membayar orang senilai dua ratus juta hanya untuk menggosipkan menantu nyonya Naima. Dengan cara licik ingin menghancurkan reputasi menantu nyonya Naima. Tapi lihatlah! Aibnya malah terbongkar di depan orang banyak. Dia melakukan hubungan suami-istri dengan pria tanpa ikatan hanya untuk bersenang-senang. Menjijikkan!"


"Karma itu namanya!"


"Wajahnya memang tergolong cantik. Tapi kelakuan... Astagaaa.. ! Amit-amit!"


"Mungkin karena kuliah di luar negeri. Di sana, 'kan, terkenal dengan pergaulan bebasnya.


"Benar. Tapi tentu saja tidak cocok jika diterapkan di negara kita. Pergaulan bebas itu melanggar norma dan agama di negara kita,"


"Lagian, kalau celap-celup sana sini, pas hamil nanti gih, bingung siapa ayahnya. Hii.. amit-amit!"


"Ujung-ujungnya, ya, harus tes DNA untuk mengetahui siapa ayahnya,"

__ADS_1


Itulah komentar teman-teman sosialita Naima yang mengelus dada karena malam ini diberikan kejutan yang bertubi-tubi tentang Natalie.


Hendrik duduk merangkul seorang wanita cantik di sampingnya. Pria itu meminum minuman berwarna merah dari dalam gelasnya. Hendrik tersenyum tipis menatap adik dan adik iparnya yang duduk di pelaminan.


"Pesta malam ini heboh sekali,"celetuk wanita yang di rangkul Hendrik nampak antusias.


"Tentu saja. Adikku memang punya bakat yang luar biasa. Bisa menerawang masa depan. Sehingga bisa mengatasi masalah yang timbul dengan cepat. Tidak akan mudah untuk menjatuhkan dia. Natalie tidak belajar dari pengalaman seperti aku,"sahut Hendrik tersenyum miris.


"Adik kamu sangat cerdas, ya? Dengan mudah mengatasi masalah. Bahkan menyerang balik musuh dengan lebih kejam,"sahut wanita itu kagum sekaligus ngeri.


"Karena itulah, perusahaan kami semakin berkembang di bawah kepemimpinannya. Aku sebagai kakaknya tidak perlu pusing untuk mengurusi perusahaan warisan. Dia sangat bisa di andalkan. Aku tinggal ongkang-ongkang kaki menerima hasilnya saja,"ucap Hendrik enteng.


Dulu Hendrik juga seperti orang lain yang kebanyakan iri dengan kelebihan orang lain. Bahkan dengan saudara kandung sendiri. Namun sekarang Hendrik tidak lagi seperti itu. Semakin lama, Hendrik semakin menyadari, bahwa dirinya akan aman jika menurut pada adiknya itu. Karena melihat apa yang dilakukan adiknya akhir-akhir ini, tepatnya setelah menikah, Hendrik menjadi takut pada adiknya itu. Rayyan tidak segan bertindak pada orang yang mengusik dirinya.


Hendrik sudah merasakan akibat dari melawan adiknya itu. Untung saja adiknya itu masih mau mengampuni dirinya. Sekarang Hendrik memilih untuk tidak menyinggung Rayyan. Karena hal itu hanya akan merugikan dirinya sendiri. Walaupun Hendrik masih tetap menyukai Aurora, tapi tidak berani lagi mencari cara untuk mendapatkan adik iparnya itu. Bagi Hendrik, Aurora adalah boneka dalam kaca. Hanya bisa di lihat tanpa bisa di sentuh karena terhalang oleh kaca yang melindunginya. Dan kaca itu adalah Rayyan. Itulah Aurora bagi Hendrik.


"Aku tidak berbakat dalam berbisnis. Jika aku yang memimpin perusahaan, maka dalam waktu singkat, perusahaan kami akan gulung tikar dan kami akan tinggal di jalanan. Lagipula, aku tidak mau pusing mengurus perusahaan. Biar dia yang sibuk dan pusing mengurus perusahaan. Lebih baik aku terima uangnya saja. Aku bisa bebas kemana saja dan melakukan apa saja. Tanpa harus lembur memeriksa kertas-kertas yang bikin pusing kepala,"sahut Hendrik jujur adanya


Hendrik memang tidak mau ambil pusing mengurus perusahaan yang memang bukan keahliannya. Ingin hidup bebas tanpa harus di atur oleh orang lain. Itulah Hendrik.


Di kursi pelaminan.


"Rayy, apa ini perbuatan kamu?"tanya Aurora setelah melihat video tentang Natalie.


"Kenapa? Kamu kagum dengan suami kamu ini?"tanya Rayyan mengangkat kedua alisnya menatap Aurora.


"Jangan-jangan, kamu sudah melihat video Natalie itu,"tuduh Aurora menatap Rayyan curiga.

__ADS_1


"Cih. Untuk apa aku melihat Vidio seperti itu,"sahut Rayyan kemudian mendekatkan bibirnya ke telinga Aurora,"Aku lebih tertarik untuk melihat tubuhmu dan melakukannya dengan kamu dari pada membuang-buang waktu menonton video seperti itu,"bisik Rayyan menggigit kecil telinga Aurora dengan tangan yang merangkul pinggang Aurora mesra.


"Ray!"ucap Aurora pelan dengan mata yang melotot menatap Rayyan. Namun Rayyan malah terkekeh.


Tentu saja interaksi Rayyan dan Aurora itu menjadi perhatian semua orang. Terlihat sekali kemesraan sepasang suami-isteri itu. Ada yang iri, ada pula yang bilang"So sweet!"


"Lalu, siapa pria yang bersama Natalie itu?"tanya Aurora penasaran.


"Hendrik,"sahut Rayyan singkat.


"Astagaaa..! Dia mengejar-ngejar kamu, tapi malah bercinta dengan kakak kamu?"tanya Aurora tidak percaya sekaligus miris, seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Pesta pernikahan itu kembali berjalan dengan lancar walaupun sempat ada kejadian yang sempat membuat heboh semua orang yang hadir di pesta yang meriah di tepi pantai itu. Namun mereka semua menikmati pesta itu. Mereka malah menganggap apa yang terjadi dalam resepsi pernikahan itu sebagai drama nyata yang menarik dan menghibur mereka semua. Sekaligus mengingatkan mereka agar tidak mengusik keluarga Rayyan.


Andi melangkah mendekati Rayyan. Wajah pemuda itu nampak serius,"Tuan!"panggil Andi.


Dari gelagat Andi, Rayyan bisa menduga kalau Andi ingin membahas sesuatu berdua saja dengan dirinya. Dan tentu saja, Andi pasti akan membicarakan masalah yang serius.


"Aku bicara dengan Andi dulu,"pamit Rayyan mengecup singkat pipi Aurora.


"Hum,"sahut Aurora seraya mengangguk kecil. Sepeninggal Rayyan, Aurora berusaha berbaur dengan para tamu undangan. Walaupun merasa canggung, namun Aurora berusaha akrab dengan para tamu undangan yang hadir.


...🌸❤️🌸...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2