Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
66. Apa Rencana Kamu?


__ADS_3

"Apa? Enam bulan ke depan? Apa kamu tidak serius denganku?"tanya Aurora dengan wajah yang terlihat kesal. Mendorong dada Rayyan yang sedang memeluknya.


Rayyan menghela napas panjang menatap Aurora yang bersungut-sungut. Membalikkan tubuhnya membelakangi Rayyan.


"Aku tidak mungkin datang, kemudian langsung pergi lagi jika menemui orang tuamu, Ra. Paling tidak, kita harus menginap semalam di rumah orang tuamu. Aku benar-benar sibuk. Kamu tahu sendiri, 'kan, aku jarang pulang sore. Bahkan ke depannya, aku akan sering pergi ke luar kota dan juga ke luar negeri. Aku benar-benar sibuk, Ra. Tolong mengertilah!"ujar Rayyan yang memang jujur adanya.


Akhir-akhir ini perusahaan Rayyan memang berkembang semakin pesat. Rayyan melakukan kerjasama dengan banyak klien, baik dari dalam maupun luar negeri. Belum lagi, Rayyan juga sedang membuka cabang perusahaan di kota lain. Rayyan benar-benar sangat sibuk.


"Terserah!"ketus Aurora.


"Jangan keras kepala!"ucap Rayyan datar, memeluk Aurora dari belakang.


Aurora berusaha melepaskan tangan Rayyan yang memeluknya tapi Rayyan semakin mengeratkan pelukannya.


"Diam! Jangan menguji kesabaranku!"ucap Rayyan penuh penekanan saat Aurora terus saja berusaha melepaskan pelukannya.


Akhirnya Aurora tidur dengan hati dongkol. Saat pagi datang, Aurora pun terbangun dari tidurnya. Beberapa kali membuka dan menutup matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina matanya. Aurora terkejut saat menyadari dirinya terbangun dalam pelukan Rayyan. Wanita itu menengadahkan wajahnya menatap Rayyan yang masih memejamkan matanya.


"𝘿𝙞𝙖 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧-𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙜𝙞 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙖𝙠𝙪 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙪𝙣? 𝙏𝙖𝙢𝙥𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞! 𝘼𝙠𝙪 𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙡𝙞𝙝𝙖𝙩 𝙙𝙞𝙖 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙞𝙣𝙞. 𝘿𝙞𝙖 𝙗𝙚𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙢𝙖𝙣𝙞𝙨 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙩𝙞𝙙𝙪𝙧. 𝙒𝙖𝙡𝙖𝙪𝙥𝙪𝙣 𝙧𝙖𝙢𝙗𝙪𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙙𝙞𝙠𝙞𝙩 𝙖𝙘𝙖𝙠-𝙖𝙘𝙖𝙠𝙖𝙣, 𝙏𝙖𝙥𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙗𝙖𝙡𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙪𝙣,"gumam Aurora dalam hati, menatap wajah tampan Rayyan.


"Sudah puas melihat ku?"tanya Rayyan tiba-tiba membuka matanya menatap Aurora.


Aurora sangat terkejut saat Rayyan tiba-tiba membuka matanya. Sebenarnya, Rayyan sudah bangun dari tadi. Tapi karena semalam Aurora memintanya tidak pergi sebelum Aurora bangun, maka Rayyan tetap memejamkan matanya walaupun sudah bangun sedari tadi.


Rayyan mencium bibir Aurora yang masih diam karena terkejut itu beberapa saat. Pria itu kemudian melepaskan pelukannya dan beranjak dari tempat tidur, meraih baju tidur kimono, lalu berlalu ke kamar mandi.


Aurora yang sempat tertegun menghela napas panjang menyadari Rayyan sudah masuk ke dalam kamar mandi. Beberapa menit kemudian, pria itu sudah keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Dengan santai pria itu berjalan menuju walk-in closet. Aurora menatap tubuh Rayyan yang seksi hingga pria itu masuk ke dalam walk-in closet.


"Haiss... melihat tubuhnya itu, aku ingin menyentuhnya seperti semalam,"gumam Aurora yang semalam bisa puas menyentuh dan meraba tubuh Rayyan sesuka hatinya. Hingga membuat Rayyan meracau merasakan kenikmatan karena sentuhannya. Mengingat hal itu, Aurora menggigit bibirnya sendiri.

__ADS_1


Aurora masih bermalas-malasan untuk beranjak dari tempatnya berbaring, hingga Rayyan keluar dari dalam walk-in closet dengan pakaian yang terlihat sudah rapi, dan siap untuk pergi ke kantor.


"Aku akan pergi ke luar kota untuk beberapa hari. Jika butuh apa-apa, katakan saja!"ucap Rayyan seraya menghampiri Aurora. Mengecup bibir Aurora beberapa kali, kemudian keluar dari kamar itu.


"Pergi sana! Jangan pulang sekalian! Dasar menyebalkan!"gerutu Aurora setelah Rayyan keluar dari dalam kamar. Tiba-tiba Aurora merasa kesal saat pria itu mengatakan akan pergi keluar kota untuk beberapa hari.


Saat Rayyan keluar dari dalam kamarnya, Andi dan Nala sudah berdiri di depan pintu.


"Tuan, kenapa Tuan bangun agak siang? Apa Tuan me-rapel jatah Tuan sebelum pergi ke luar kota,"celetuk Andi kemudian langsung menutup mulutnya yang ceplas-ceplos.


Rayyan menatap Andi yang menyengir bodoh dengan tatapan tajam. Sedangkan Nala mengernyitkan keningnya menatap Andi dengan tatapan datanya.


"Tuan, kita harus segera berangkat, sebelum jalanan semakin macet,"ucap Andi mengalihkan pembicaraan, bergegas berjalan mendahului Rayyan.


"Haiss.. mulutku ini selalu saja tidak bisa di kondisikan. Apa semalam Tuan nggak dapat jatah? Wajahnya tidak secerah biasanya,"gumam Andi lirih, menghela napas panjang.


***


"Ada apa, pa? Kenapa tiba-tiba papa memintaku ke ruangan kerja papa? Apa papa membawakan hadiah untuk aku dari luar kota?"tanya Natalie penasaran. Tidak biasanya papanya memanggilnya ke ruangan kerjanya. Dan kebetulan juga, papanya baru pulang dari luar kota.


"Papa dapat kabar gembira buat kamu. Sebenarnya sudah tiga hari yang lalu papa dapat kabar ini. Tapi karena papa masih di luar kota, jadi baru hari ini papa bisa mengatakannya padamu,"ujar papa Natalie.


"Kabar gembira? Cepat katakan, pa! Papa tidak usah berbelit-belit. Aku sudah tidak sabar mendengar kabar gembiranya,"ujar Natalie dengan wajah cerah.


"Papa dapat kabar tentang wanita yang menjadi istri Rayyan. Dan kamu pasti akan terkejut jika tahu siapa sebenarnya perempuan itu,"ucap papa Natalie.


"Cepat katakan, pa! Papa jangan bikin aku tambah penasaran!"pinta Natalie tidak sabar.


"Orang suruhan papa mendapatkan informasi, bahwa wanita yang menjadi istri Rayyan adalah wanita kupu-kupu malam,"ujar papa Natalie dengan wajah serius.

__ADS_1


"Apa? . Wanita kupu-kupu malam? Papa serius?"tanya Natalie nampak sangat terkejut.


"Serius. Dia wanita kupu-kupu malam yang paling cantik dan tarifnya paling mahal. Setiap malam mempunyai pelanggan. Bahkan dalam waktu satu malam, dia bisa melayani pelanggan sampai tiga orang.Tapi sayangnya, dua malam yang lalu, klub malam tempat wanita itu berkerja digerebek polisi, bahkan dini harinya, klub malam itu terbakar dan paginya rata dengan tanah,"ujar papa Natalie.


"Klub malam xx, yang sampai sekarang pemberitaannya masih ramai bicarakan itu?"tanya Natalie mengingat pemberitaan viral dua hari ini mengenai sebuah klub malam yang di gerebek polisi dan dini. harinya terbakar sampai rata jadi tanah.


"Iya. Klub malam yang itu,"sahut papa Natalie.


"Apa papa punya buktinya? Atau fotonya mungkin? Untuk membuktikan bahwa perempuan itu adalah wanita yang berprofesi sebagai kupu-kupu malam,"tanya Natalie penuh harap bisa mendapatkan bukti untuk menyingkirkan Aurora dari Rayyan.


"Sayangnya tidak ada. Hanya para pebisnis kalangan atas yang pernah tidur dengan dia yang tahu dan mengenali wanita itu. Menurut informasi orang suruhan papa, pengusaha kontruksi dan pengusaha batu bara yang sering tidur dengan wanita itu,"ujar papa Natalie sesuai dengan apa yang dikatakan oleh orang suruhannya.


"Sayang sekali tidak ada buktinya. Bagaimana kita bisa menyingkirkan dia, kalau tidak ada buktinya?"gumam Natalie nampak kecewa.


"Padahal jika kamu bisa menikah dengan Rayyan, perusahaan kita pasti juga ikut semakin besar. Kamu tahu, 'kan, jika Rayyan itu bersahabat dengan Aiden? Mereka itu pebisnis yang sangat di segani di negeri ini. Siapapun tahu, jika menyinggung Rayyan, berarti menyinggung Aiden. Begitu pula sebaliknya. Jika kita bisa bergabung dengan mereka, kita akan disegani semua orang,"ujar papa Natalie antusias.


"Sulit untuk mendekati Rayyan, pa. Apalagi sekarang sudah ada wanita itu,"sahut Natalie membuangnya napas kasar.


"Bagaimana dengan Aiden? Bukankah dia itu terkenal sebagai Casanova? Mungkin lebih mudah mendekati dia,"ujar papa Natalie.


"Walaupun dia Casanova, tapi dia juga pilih-pilih, pa. Dia tidak sembarang berhubungan dengan wanita. Selama ini, tidak ada wanita yang berhasil menjerat dia. Yang ada, malah dia yang menjerat mereka,"sahut Natalie.


"Lalu, apa rencana kamu?"tanya papa Natalie.


"Katakan padaku, pengusaha apa saja yang pernah menjadi pelanggan wanita itu, pa! Aku akan datang ke rumah Rayyan untuk mengambil foto perempuan itu. Lalu aku akan mengajak Tante Naima untuk menunjukkan foto perempuan itu pada para pengusaha itu. Hanya itu caranya untuk membuktikan bahwa perempuan itu adalah wanita penghibur, bukan perempuan baik-baik,"ujar Natalie dengan wajah yang sangat serius.


...🌸❤️🌸...


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2