Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
40. Sama Saja


__ADS_3

"Apa kamu sudah menemukan petunjuk tentang orang yang telah membunuh papamu?"tanya Fina.


"Belum,"sahut Rayyan singkat.


"Aku benar-benar tidak bisa mengenali wajahnya. Waktu itu, dia memakai masker. Aku hanya bisa melihat matanya yang terlihat sayu, rambutnya yang keriting dan tanda lahir berwarna merah di antara jari jempol dan telunjuknya saja,"ujar Fina.


Waktu Rayyan kuliah di luar negeri bersama Aiden, Papa Rayyan mengalami kecelakaan. Dan saat sedang dirawat di rumah sakit, tiba-tiba ada seorang pria berpakaian perawat masuk ke ruangan itu. Perawat yang memakai masker itu menyuntikkan racun di lengan papa Rayyan. Setelah menyuntikkan racun, perawat itu melarikan diri dan kebetulan pria itu bertabrakan dengan Fina yang waktu itu ingin menjenguk papa Rayyan.


"Sudah bertahun-tahun menyelidiki kasus ini, tapi tidak ada hasil apapun. Hari itu semua perawat masuk. Tapi tidak ada yang ciri-cirinya seperti yang kamu katakan. Bahkan dari cctv rumah sakit juga tidak bisa menemukan petunjuk apapun juga. Waktu itu kamu yang berada di tempat kejadian. Dan kamu tahu sendiri waktu itu rumah sakit itu sedang kacau karena sirine kebakaran tiba-tiba berbunyi. Hingga membuat penghuni rumah sakit panik dan berlarian keluar. Karena itulah aku kesulitan mencari pelaku yang membunuh papa ku,"ujar Rayyan.


"Iya juga, sih. Bagaimana kita bisa menemukan dalang dibalik kematian papa kamu, jika kita tidak bisa menemukan orang itu. Apa kamu yakin, jika papa kamu dibunuh orang karena masalah bisnis?"tanya Fina.


"Sampai saat ini, aku belum tahu pasti. Tapi kata Aiden yang waktu itu mengelola perusahaannya dari luar negeri sambil kuliah, sekitar satu minggu sebelum papa mengalami kecelakaan, akan ada tender besar yang kemungkinan besar pemenangnya adalah perusahaan papa. Mungkin saja dari saingan bisnis. Waktu itu, perusahaan yang paling besar hanya milik papa. Jadi, saat papa meninggal, tender besar itu dibagi ke beberapa perusahaan. Aku tidak bisa menebak, pebisnis mana yang memiliki kemungkinan besar untuk mencelakai papa,"sahut Rayyan.


"Ini benar-benar seperti mencari jarum di dalam jerami. Oh iya, bagaimana kabar istri kamu?"tanya Fina mengalihkan pembicaraan.


"Dia baik-baik saja,"sahut Rayyan.


"Aku dengan kakakmu pulang,"ujar Fina seraya mengelap mulutnya.


"Iya,"sahut Rayyan.


"Apa kamu tidak takut meninggalkan istri kamu di rumah? Biasanya, Hendrik akan merayu semua wanita cantik yang ditemuinya. Dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan wanita itu. Dan mirisnya, dia itu tidak perduli milik siapa wanita itu. Asal cantik dan menarik perhatian, maka Hendrik akan mengejarnya sampai dapat. Kamu ingat, 'kan, Dila sampai selingkuh dengan dia? Aiden memang pria brengsek, seorang Casanova. Tapi Aiden tidak pernah menganggu wanita yang memiliki pasangan. Kecuali wanita itu memang tukang selingkuh,"ujar Fina panjang lebar.


"Aku bukan orang bodoh. Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi. Aku menempatkan seorang bodyguard untuk menjaga istriku. Takkan kubiarkan seujung rambut pun dia menyentuh istriku,"ujar Rayyan.

__ADS_1


"Ternyata kamu sangat mencintai istri kamu?"ujar Fina.


"Aku tidak tahu,"sahut Rayyan membuat Fina mengernyitkan keningnya.


"Jawaban apa ini? Kamu tidak tahu mencintai dia atau tidak tapi, menempatkan seorang bodyguard untuk menjaga istri kamu dan tidak rela istri kamu di sentuh orang. Apa namanya kalau tidak cinta?"ujar Fina tertawa tanpa suara seraya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.


"Aku tidak ingin harga diriku diinjak-injak oleh orang lain. Dia istriku, berarti tanggung jawab ku untuk melindungi dia. Jika aku tidak bisa melindungi dia, lalu dimana harga diriku sebagai seorang suami?"sahut Rayyan membuang napas kasar.


"Tapi, sejak kapan kamu mengenal dia? Sebelumnya, aku tidak pernah melihat kamu bersama dia,"tanya Fina.


"Sejak aku menyelamatkan dia di hotel. Waktu itu dia akan dilecehkan empat orang pria. Dan sialnya hotel itu adalah hotel milikku,"jelas Rayyan.


"Lalu, dari situ kalian mulai dekat?"tanya Fina penasaran. Setelah Dila mengkhianati dan meninggalkan Rayyan, pria itu tidak pernah lagi dekat dengan seorang wanita pun kecuali dirinya. Namun hubungan mereka hanya sebatas sahabat dan kecil saja. Bahkan saat ini Fina sudah bersuami dan memiliki putra.


"Tidak. Di pertemuan kedua kami, aku langsung mengajak dia menikah,"sahut Rayyan.


"Apa aku terlihat bercanda? Aku tertarik padanya karena dia cuek dan acuh padaku. Bahkan sempat menolak saat aku minta untuk menikah dengan aku secara kontrak sebagai imbalan karena aku telah menolong dia,"sahut Rayyan.


"Tentu saja dia tidak mau. Dia sangat cantik, dia bisa mendapatkan pria yang lebih kaya dari kamu dengan kecantikannya itu. Wajar saja dia tidak tertarik pada tawaran kamu. Jika aku secantik dia, aku juga tidak mau menikah dengan pria dingin dan datar seperti kamu. Apalagi secara kontrak,"sahut Fina.


"Banyak perempuan di luar sana yang mau menyerahkan tubuh mereka padaku tanpa imbalan apapun,"ujar Rayyan bernada sombong.


"Tidak semua wanita seperti itu! Aku salah satunya. Sembarangan saja,"ketus Fina,"Lalu, kenapa akhirnya kamu bisa menikah dengan dia?"tanya Fina.


"Aku memaksa dan mengancam dia,"sahut Rayyan terus terang.

__ADS_1


"Dasar tidak waras! Lalu, apa tujuan kamu menikah dengan dia secara kontrak?"tanya Fina lagi.


"Agar mama tidak memaksa aku menikah dengan Natalie lagi. Mama terus-terusan mendesak aku untuk menikah dengan Natalie. Bahkan di malam aku menyelamatkan Aurora, mama bersekongkol dengan Natalie untuk menjebak aku. Kamu ingat, 'kan, saat Andi menyuruh kamu mengecek dosis obat dalam minuman yang diberikan Andi waktu itu? Itu adalah obat yang akan diberikan oleh mama dan Natalie padaku,"jelas Rayyan.


"Tante Naima sampai melakukan hal seperti itu? Astaga..!"ujar Fina seraya geleng-geleng kepala.


"Aku juga tidak menduga jika mama akan melakukan hal itu. Aku sampai heran, apa sebenarnya yang membuat mama sangat menyukai Natalie,"ujar Rayyan.


"Natalie selalu menuruti keinginan Tante. Selalu menemani Tante, bahkan selalu memberikan barang-barang mewah pada Tante. Wajar jika Tante menyukai dia,"sahut Fina yang mengetahui hal itu dari Naima.


"Padahal selama ini, aku memberi berapapun uang yang diminta mama. Mama bisa membeli apa saja yang mama inginkan. Kenapa malah memilih dibelikan Natalie dari pada membeli sendiri?"gumam Rayyan tidak mengerti dengan jalan pikiran mamanya.


"Bagaimanapun, lebih enak dibelikan oleh orang lain, dari pada harus mengeluarkan uang dari kantong sendiri. Apalagi kalau barang-barang yang dibelikan adalah barang branded semua,"sahut Fina.


"Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran kalian para perempuan,"sahut Rayyan menghela napas panjang.


"Kalian saja para pria yang tidak peka. Pemberian berupa barang itu lebih berarti dari pada uang, karena terlihat,"sahut Fina.


"Kami para pria yang tidak peka, atau kalian para wanita yang rumit hatinya?"tanya Rayyan memicingkan sebelah matanya.


"Sama saja,"ketus Fina kesal.


"Ngomong-ngomong, saat kamu memeriksa istri ku kemarin, apa kamu yakin jika istriku masih perawan?"


...❤️🌸❤️...

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2