
Mata Andi menelisik, mengamati keadaan sekitar. Melihat siapa saja yang ada di dalam ruangan itu saat ini. Semua orang yang ada di ruangan itu, semuanya berdiri berjauhan. Hanya dirinya dan Rayyan yang tidak terlalu jauh.
"Ada apa ini? Apa yang terjadi? Kenapa bisa seperti ini? Dimana Nala?"gumam Andi lirih dengan wajah yang juga terlihat pias, mengekor di belakang majikannya yang berjalan dengan langkah lebar. Andi tidak menemukan Nala di dalam ruangan itu.
Setelah perutnya tidak terlalu sakit lagi, Nala keluar dari kamar mandi. Nala langsung membulatkan matanya saat melihat pemandangan yang ada di depan matanya saat ini.
"Mampus! Seperti aku benar-benar di jebak. Dan sekarang Tuan sudah pulang dengan wajah penuh amarah. Entah apa yang akan terjadi sebentar lagi,"gumam Nala lirih, ingin berjalan menghampiri Aurora. Namun tiba-tiba...
"Brottt"
"Gawat!"gumam Nala,"Akan aku hajar orang yang telah menjebak ku,"gumam Nala menahan rasa sakit sekaligus rasa marah.
Suara kentut Nala yang begitu keras membuat semua mata menatap ke arah Nala. Nala membungkuk seraya memegang perut dan bokongnya, kemudian bergegas berlari kembali ke kamar mandi.
Andi mengepalkan kedua tangannya,"Sialan! Apa yang sedang terjadi ini? Aku bisa kena murka Tuan, jika begini. Aku pasti akan di hukum lembur tanpa di gaji,"gumam Andi lirih setelah melihat ke semua orang yang ada di ruangan itu. Apalagi setelah melihat Nala.
Aurora menatap Rayyan penuh harap,"๐๐๐ฎ๐ฎ๐๐ฃ? ๐ผ๐ ๐๐๐ง๐ฃ๐ฎ๐ ๐๐๐ ๐ฅ๐ช๐ก๐๐ฃ๐ ๐๐ช๐๐,"gumam Aurora dalam hati. Kini Aurora mempunyai harapan untuk terlepas dari Naima.
"Lepaskan istri ku!"titah Rayyan dengan suara berat penuh penekanan dan juga penuh amarah. Pria itu berjalan cepat dengan langkah lebar mendekati Aurora.
Spontan Naima melepaskan cengkeramannya di rambut Aurora. Menyadari putranya saat ini sangat marah. Rayyan menarik tangan Aurora ke arahnya, lalu merangkul pinggang Aurora.
"Sudah aku bilang, jangan pernah menyentuh istriku! Kenapa mama malah menyeretnya seperti hewan peliharaan?"tanya Rayyan menatap tajam pada Naima dengan suara yang terdengar begitu berat dan dingin.
__ADS_1
"Ray, dia tidak pantas kamu bela. Dia tidak pantas menjadi istri kamu. Dia ini hanya kupu-kupu malam, wanita jalangg bekas para pria hidung belang. Dia kupu-kupu malam dengan tarif paling mahal dan dalam semalam bisa melayani tiga pelanggan secara bergiliran. Kenapa kamu malah menikahi wanita seperti dia? Dia tidak pantas menjadi pendamping hidup kamu, Ray!"ucap Naima yang tadinya wajahnya pias berubah menjadi berapi-api.
"Dari mana mama tahu kalau istriku adalah kupu-kupu malam?"tanya Rayyan masih dengan tatapan tajam dan suara yang terdengar dingin.
Mendengar pertanyaan Rayyan, wajah Natalie pun menjadi pucat,"Mampus! Bagaimana jika Tante Naima mengatakan bahwa akulah yang mengatakannya?"gumam Natalie lirih. Tangan dan wajah wanita itu sudah mengeluarkan keringat dingin karena ketakutan.
"A.. ada beberapa orang yang mengenali dia. Mereka bilang, dia adalah kupu-kupu malam di klub malam yang beberapa hari yang lalu terbakar,"sahut Naima tergagap.
"Mereka bilang? Siapa yang Mama maksud dengan mereka?"tanya Rayyan, tatapan matanya semakin tajam dan suara semakin terdengar dinginnya.
"Aku harap, Tante tidak mengatakan bahwa dia tahu semuanya dari aku,"gumam Natalie lirih. Tangan wanita itu sedikit gemetar karena takut.
"Kamu tidak perlu tahu dari mana mama tahu. Yang pasti, dia bukan perempuan baik-baik dan tidak pantas bersanding dengan kamu. Entah sudah berapa banyak pria yang sudah tidur dengan dia. Apa kamu tidak jijik tidur dengan wanita bekas banyak pria seperti dia?"ketus Naima yang sebenarnya juga takut melihat ekspresi Rayyan saat ini.
"Aurora adalah istriku. Sebelum aku menikahi dia, aku sudah menyelidiki dan mencari informasi tentang dia. Aku tidak akan menikah dengan sembarang wanita. Apa kata mama? Dia kupu-kupu malam dengan tarif termahal dan dalam semalam bisa melayani tiga orang pelanggan? Bahkan saat pertama kali aku meniduri istri ku, dia masih perawan. Bagaimana dia menjadi kupu-kupu malam seperti yang mama katakan, jika dia masih perawan?"tanya Rayyan membuat Naima dan semua orang yang ada di ruangan itu terkejut. Tentunya tidak termasuk Andi dan Aurora.
"๐ผ๐ ๐๐๐ง๐ฃ๐ฎ๐ ๐ ๐๐ข๐ช ๐ข๐๐ฃ๐๐๐ ๐ช ๐๐ช๐๐ ๐๐๐ ๐ ๐ ๐๐ข๐ช ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐ข๐๐ฃ๐๐๐ข๐๐๐ก ๐ ๐๐จ๐ช๐๐๐๐ฃ ๐ ๐ช,"gumam Aurora dalam hati melirik Rayyan.
"Tidak mungkin,"gumam Naima yang masih bisa di dengar oleh semua orang yang ada di ruangan itu.
"Katakan padaku! Bagaimana istriku masih perawan jika dia menjadi kupu-kupu malam seperti yang mama katakan!"bentak Rayyan.
"๐๐ฃ๐ ๐ข๐๐ข๐๐ฃ๐ ๐ง๐๐จ๐๐ ๐ค ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐๐๐ง๐ช๐จ ๐๐ ๐ช ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐ช๐ฃ๐ ๐ ๐๐ง๐๐ฃ๐ ๐๐ช๐ก๐ช ๐ฃ๐๐ ๐๐ฉ ๐ข๐๐ฃ๐๐๐๐ ๐ ๐ช๐ฅ๐ช-๐ ๐ช๐ฅ๐ช ๐ข๐๐ก๐๐ข ๐๐๐๐ช๐ฃ๐๐๐ฃ. ๐ผ๐ ๐๐๐ง๐ฃ๐ฎ๐ ๐ ๐๐ฅ๐ช๐ฉ๐ช๐จ๐๐ฃ ๐ ๐ช ๐๐ฉ๐ช ๐ข๐๐ฃ๐๐๐๐ ๐ข๐๐จ๐๐ก๐๐ ๐๐๐จ๐๐ง ๐๐๐๐๐ ๐ช ๐๐ ๐ ๐๐ข๐ช๐๐๐๐ฃ ๐๐๐ง๐. ๐ผ๐ ๐ช ๐ข๐๐ฃ๐๐๐ข๐๐ง๐ ๐ฃ๐๐ข๐ ๐๐๐๐ ๐ ๐ช ๐จ๐๐ฃ๐๐๐ง๐,"gumam Aurora dalam hati.
__ADS_1
Aurora sudah mengalami hal yang tidak menyenangkan karena nekat berprofesi sebagai wanita kupu-kupu malam. Dulu wajah nya hampir di rusak dan hampir di gilir empat orang pria, beberapa hari yang lalu di culik Mami, dan sekarang diseret mertuanya sendiri. Namun jika waktu itu Aurora tidak nekat menjadi kupu-kupu malam gadungan, tidak mungkin dirinya bisa melunasi semua hutang-hutang kedua orang tuanya.
Memang, semua keputusan yang kita ambil pasti memiliki risiko. Karena itu, kita harus benar mempertimbangkan keputusan kita, agar bisa meminimalisir risiko yang akan terjadi dan harus kita hadapi.
"Itu.. itu tidak mungkin. Kamu pasti sudah dibohongi oleh dia,"kilah Naima mencari alasan asal.
"Apa mama pikir aku tidak tahu dan tidak bisa merasakan, mana yang masih perawan dan mana yang sudah tidak perawan? Apa mama pikir aku ini orang bodoh?"tanya Rayyan yang merasa marah juga kesal pada Naima.
Natalie menatap lekat wajah Aurora,"Jadi, dia benar-benar bukan kupu-kupu malam yang bernama Kenanga itu?"gumam Natalie lirih. Masih tidak percaya jika Aurora bukanlah Kenanga, wanita kupu-kupu malam yang terkenal itu.
Hendrik menelisik tubuh Aurora yang berdiri membelakanginya,"Aurora masih perawan saat pertama kali Rayyan meniduri Aurora? Beruntung sekali Rayyan,"gumam Hendrik lirih, merasa iri dengan keberuntungan adiknya.
"Itu.. itu.."Naima bingung harus berkata apa.
"Aku akan menghukum mama karena telah berani, menghina dan menuduh istriku tanpa bukti. Bahkan mama telah menyakiti istriku,"
...๐ธโค๏ธ๐ธ...
โขJangan lupa like dan komennya, ya! ๐๐๐
.
To be continued
__ADS_1