Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
94. Kamu Sudah Menikah?


__ADS_3

Bu Ella dan Aurora nampak bersiap-siap untuk pergi. Aurora memakai pakaian dari dalam lemari pakaiannya. Tidak memakai pakaian yang dibawakan Rayyan saat mereka ke rumah itu. Aurora merasa pakaian yang dibawakan Rayyan akan membuat dirinya menjadi pusat perhatian. Dengan pakaian yang bersahaja, Aurora sudah terlihat sangat cantik, apalagi jika memakai pakaian yang dibawakan oleh Rayyan yang semuanya modis.Sedangkan Bu Ella memilih memakai Tunik dan celana panjang.


"Nyonya, kenapa nyonya tidak memakai pakaian yang dibawakan oleh Tuan?"tanya Nala yang melihat Aurora hanya memakai sweater Hoodie yang di padukan dengan celana Levi's dan sepatu sneaker. Sedangkan rambut Aurora dibiarkan tergerai.


"Nggak apa-apa, La. Aku hanya ingin memakai ini saja,"sahut Aurora yang sengaja menyembunyikan lekukan tubuhnya. Lekuk tubuh dan wajah cantiknya yang selalu mengundang perhatian banyak kaum Adam.


Aurora menghela napas melihat sopir pribadinya yang langsung membukakan pintu saat dirinya keluar dari dalam rumah.


"La, aku ingin naik ojek saja dan pergi bersama ibu saja,"ujar Aurora yang melihat mobil yang biasa di pakainya sehari-hari.


Mobil yang tergolong mewah di daerah perkotaan, apalagi jika di daerah pedesaan seperti tempat tinggal Aurora dan kedua orang tua Aurora saat ini.


"Nyonya, Tuan akan memarahi saya dan Dodi jika Nyonya berpergian menggunakan kendaraan lain dan tanpa ada kami bersama Nyonya,"sahut Nala.


Dodi adalah supir pribadi Aurora sekaligus bodyguard Aurora yang bertugas menjaga Aurora bersama Nala.


"Sudah, turuti saja kemauan suami kamu! Jangan mempersulit Nala dan Dodi,"ujar Bu Ella yang tidak ingin Nala dan Dodi mendapatkan masalah dari menantunya karena Aurora.


Akhirnya mau tak mau, Aurora pun pergi menggunakan mobil yang biasa di pakainya sehari-hari.


"Kalau begitu, setelah dari pasar, kita jalan-jalan sekalian, ya, Bu. Kita ke mall yang ada di kota. Aku akan membelikan baju buat ibu dan bapak,"ujar Aurora antusias.


"Baju ibu dan bapak masih banyak, Ra,"sahut Bu Ella.


"Jangan menolak, Bu!"pinta Aurora.


"Baiklah,"sahut Bu Ella pasrah.


Keempat orang itu akhirnya berbelanja di pasar tradisional yang terbilang besar. Nala dan Dodi mengikuti Aurora dan Bu Ella kemanapun keduanya pergi. Hingga akhirnya mereka pergi ke mall terbesar di kota itu. Aurora mengajak Bu Ella masuk ke sebuah toko pakaian yang terlihat berkelas.

__ADS_1


"Bu, lihat baju ini! Ini bagus untuk ibu,"ujar Aurora memperlihatkan baju atasan pada Bu Ella.


"Ra!"


Panggil seseorang dengan suara bariton. Aurora dan Bu Ella pun spontan menoleh dan membalikkan tubuh mereka ke arah sumber suara. Sedangkan Nala dan Dodi yang mengawasi Aurora dari tempat yang tidak terlalu jauh pun nampak waspada saat melihat majikan mereka di dekati seorang pria.


"Kamu?"ucap Aurora, tertegun menatap pria tampan dengan tubuh tinggi tegap, kulit sawo matang di depannya.


"Nak Bima?"gumam Bu Ella nampak terkejut.


Ya, pria yang saat ini berada di depan Aurora adalah Bima. Pria yang yang pernah mengisi hati Aurora beberapa tahun yang lalu. Pria yang bagi Aurora sulit di jangkau karena perbedaan status sosial dan latar belakang mereka berdua yang jauh berbeda. Dan juga karena terhalang restu orang tua.


"Apa kabar, Ra, Bu?"sapa pria itu sopan dengan seulas senyum di bibirnya.Saat Bima melewati toko pakaian ini tadi, Bima tidak sengaja melihat Aurora dan bergegas menghampiri Aurora.


"Baik,"sahut Aurora dan Bu Ella bersamaan terlihat canggung.


"Ah, iya. Aku sekarang tinggal di kota,"sahut Aurora tersenyum tipis.


Jujur, Bima adalah satu-satunya pria yang pernah dikagumi Aurora. Suatu saat Bima tiba-tiba mengatakan menyukai Aurora. Dan Aurora yang memang mengagumi Bima pun menerima Bima sebagai kekasihnya. Namun karena Bima adalah seorang tentara, maka mereka pun pacaran jarak jauh alias LDR (Long Distance Relationship). Mereka jarang bertemu dan berhubungan lewat handphone saja. Suatu hari Bima mengajak Aurora ke rumah Bima. Awalnya kedua orang tua Bima menerima Aurora dengan baik. Namun kedua orang tua Bima langsung tidak menyetujui hubungan mereka setelah menyelidiki tentang Aurora dan keluarganya. Mengetahui status sosial dan latar belakang pendidikan Aurora dan juga hutang yang dimiliki kedua orang tua Aurora.


Sejak saat itu, Aurora memutuskan hubungannya dengan Bima. Bahkan mengganti nomor telepon nya, dan memblokir Bima dari semua akun media sosial nya. Aurora memilih menjauh dari Bima dengan cara meninggalkan desa tempat tinggal kedua orang tuanya sekaligus menghindari juragan Wirjawan yang ingin menikahi Aurora untuk melunasi hutang-hutang kedua orang tuanya.


"Bisa minta nomor telepon kamu?"tanya Bima penuh harap agar Aurora mau memberikan nomor telepon nya.


"Ah, maaf. Handphone ku tertinggal. Aku nggak ingat nomornya, karena aku baru saja mengganti kartu ku,"sahut Aurora yang merasa tidak perlu memberikan nomor teleponnya pada Bima.


Aurora sadar jika saat ini Bima adalah mantan kekasihnya. Dirinya saat ini juga sudah menikah dan suaminya sangat posesif. Aurora tidak ingin jika suatu hari terjadi salah paham antara dirinya dan Rayyan karena Bima.


"Kamu benar-benar memutuskan hubungan dengan aku? Bahkan kamu tidak mau memberikan nomor telepon kamu padaku,"ucap Bima tersenyum kecut.

__ADS_1


"Aku benar-benar tidak mengingat nomor telepon ku,"sahut Aurora beralasan, masih tidak mau memberikan nomor teleponnya.


"Bagaimana dengan nomor telepon ibu?"tanya Bima pada Bu Ella.


"Handphone ibu juga tertinggal. Dan ibu juga tidak ingat nomor telepon ibu,"sahut Bu Ella tersenyum canggung mengikuti kebohongan putri nya.


"Apa kamu begitu sakit hati dengan perkataan kedua orang tuaku waktu itu? Hingga kamu memutuskan hubungan kita, dan memblokir semua akses komunikasi kita. Bahkan kamu juga pergi ke kota setelah kejadian waktu itu,"ujar Bima yang sejujurnya masih tetap mencintai Aurora sampai saat ini.


"Aku tidak sakit hati dengan perkataan kedua orang tuamu. Karena yang mereka katakan adalah benar. Kenyataannya, kita memang jauh berbeda dan aku tidak pantas untuk kamu,"ucap Aurora tersenyum kecut mengingat bagaimana kedua orang tua Bima menghina dirinya saat Aurora datang ke rumah orang tua Bima untuk kedua kalinya.


"Tapi aku masih mencintai kamu, Ra,"sahut Bima menatap Aurora dengan tatapan penuh cinta, meraih jemari tangan Aurora.


Aurora sempat terkejut saat tangannya di pegang Bima. Dengan cepat Aurora menarik tangannya dari genggaman Bima. Tidak ingin kedua bodyguard yang menjaga dirinya berpikir macam-macam tentang dirinya. Apalagi sebelumnya, Aurora tidak mau diantar dengan mobil dan tidak mau Nala dan Dodi ikut bersamanya. Aurora takut kedua orang itu berpikir bahwa dirinya sengaja tidak ingin diikuti oleh keduanya karena ingin bertemu dengan Bima.


"Maaf! Hubungan kalian sudah lama berakhir. Orang tua nak Bima tidak merestui hubungan kalian. Ibu dengar, nak Bima juga sudah bertunangan dengan wanita pilihan orang tua nak Bima. Wanita yang sederajat dengan keluarga kalian dan sudah pasti dengan bibit, bebet dan bobot yang sesuai harapan kedua orang tua nak Bima. Dan yang paling penting, sekarang Aurora sudah menikah. Jadi tidak mungkin kalian kembali seperti dulu,"ujar Bu Ella ikut bicara.


Bu Ella melihat Aurora yang merasa tidak nyaman bertemu dengan Bima. Apalagi saat ini ada dua orang bodyguard menantunya yang sedang mengikuti dan mengawasi mereka. Bu Ella tidak ingin terjadi kesalahpahaman di antara putrinya dan menantunya karena pertemuan tidak disengaja ini.


"Kamu sudah menikah?"tanya Bima pada Aurora dengan tatapan tidak percaya.


...🌟"Seperti cuaca yang bisa berubah-ubah, hati manusia pun bisa berubah."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2