Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
260. Desas-desus


__ADS_3

Mobil Rayyan melaju meninggalkan rumah Aurora. Aurora masuk ke dalam rumah tanpa menyadari jika sedari tadi diperhatikan oleh kedua orang tuanya.


"Bapak senang, Bu. Akhirnya Aurora kembali bersama suaminya,"ujar Pak Hamdan yang duduk di sebelah Bu Ella yang duduk di kursi roda. Pria paruh baya itu terlihat bahagia.


"Aurora beruntung sekali memiliki suami seperti Rayyan, Pak,"kata-kata yang tidak bisa terucap dari mulut Bu Ella. Wanita paruh baya itu juga terlihat bahagia.


Dalam mobil yang melaju.


"Tuan, saya sudah mengumpulkan bukti-bukti tentang Tuan Lucas yang telah menculik Tuan Muda. Dan saya juga sudah mendapatkan bukti bahwa Tuan Lucas lah yang merencanakan kecelakaan Tuan Aiden,"lapor Andi.


"Bagus. Kita akan menghabisi orang itu. Akan aku buat dia menyesal karena telah berani menyinggung aku. Dia telah mengusik dan melukai orang-orang terdekatku. Menurut kamu, kenapa dia tidak melaporkan aku ke polisi? Padahal semalam aku sudah menghajar dia sampai babak belur. Apa mungkin dai merencanakan balas dendam padaku?"


"Anda benar,Tuan. Dia mencari tahu tentang Tuan dan berusaha memata-matai anda. Tapi kami sudah mengawasi gerak-gerik mata-mata Tuan Lucas dan meringkus mereka. Saya sudah mendapatkan informasi dari mereka. Mereka bilang, Tuan Lucas bermaksud membalas dendam pada Tuan. Dia ingin menghajar Tuan dan.."


"Dan apa?"tanya Rayyan tidak sabar karena Andi menggantung kata-katanya.


"Dia ingin melecehkan nyonya di depan Tuan,"sahut Andi.


"Dasar bajingan! Berani-beraninya dia berpikir seperti itu. Aku bersumpah akan membuat dia masuk penjara dan berakhir tinggal di jalanan karena telah berani menyinggung aku dan berani berencana seperti itu,"ujar Rayyan yang terlihat geram.


"Tuan tenang saja. Saya sudah mengumpulkan semua bukti-bukti kejahatannya. Semua orang di pulau ini tidak menyukai dia karena selama ini Tuan Lucas selalu menindas orang lain dan memonopoli perdagangan di pulau ini. Jadi mereka langsung mau diajak bekerja sama saat saya mengatakan akan menggulingkan kekuasaan pria itu di pulau ini,"


"Bagus,"sahut Rayyan yang nampak puas dengan kinerja Andi.


"Bagaimana dengan wanita yang semalam aku tampar itu?"


"Saya sudah mengajukan tuntutan untuk wanita itu, Tuan,"


"Pastikan dia dihukum seberat-beratnya. Beruntung dia adalah seorang wanita. Andai saja dia itu pria, sudah aku hajar dia sampai babak belur. Seumur hidup baru semalam aku bertemu orang yang lidahnya begitu tajam dan menyakitkan jika bicara. Mamaku pun lidahnya tidak setajam itu,"


"Menurut informasi yang saya dapatkan, wanita itu juga tidak akur dengan menantunya. Wanita itu sempat cekcok dengan putranya karena tidak mengizinkan putranya pidah rumah. Dia menuduh menantunya lah yang menghasut putranya untuk pisah rumah,"


"Mana ada wanita yang tahan dengan mulut mertua yang seperti dia,"sahut Rayyan.


***

__ADS_1


Lucas berjalan tertatih menggunakan kruk di lengan kanannya. Kakinya yang sebelah kanan nampak dibalut dengan perban. Wajah pria itu nampak babak belur dan terlihat mengenaskan


"Tuan, anda sudah dihajar hingga babak belur seperti ini, kenapa tidak melaporkan orang yang menghajar anda ke kantor polisi?"ujar asisten Lucas yang berjalan di belakang Lucas.


"Jika aku melaporkan dia ke kantor polisi, dia hanya akan dihukum karena telah menganiaya aku. Tapi kalau dia tidak aku laporkan, aku bisa membalas dendam padanya sesuka hatiku. Dan tentunya hukuman yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya,"sahut Lucas dengan senyuman yang lebih terlihat seperti seringai.


Mendengar jawaban majikannya itu, asisten Lucas pun hanya bisa menghela napas panjang. Jika saja bukan karena gaji yang di dapatkan dari Lucas besar, dirinya ingin berhenti bekerja pada Lucas. Karena dirinya merasa ikut menjadi orang jahat semenjak bekerja pada Lucas.


"Tuan, sebenarnya saya mendengar ada desas-desus di kalangan pebisnis,"


"Desas-desus apa? Cepat katakan!"titah Lucas tidak sabar.


"Saya dengar, Tuan Rayyan akan menggantikan Tuan Aiden mengikuti tender,"


"Apa?!"Lucas nampak terkejut mendengar apa yang disampaikan asistennya,"Apa kamu, yakin?"


"Iya, Tuan. Itu desas-desus yang saya dengar. Jika benar seperti itu, kita akan kesulitan memenangkan tender, Tuan,"


"Kamu tidak perlu khawatir, aku sudah menekan orang-orang yang bersangkutan dengan tender ini. Dan aku yakin, kita pasti memenangkan tender itu,"


"Tapi, saya tetap merasa khawatir, Tuan. Saya sudah mendengar sepak terjang Tuan Rayyan di dunia bisnis. Tidak mudah bersaing dengan dia,"


"Saya belum pernah melihat wajah orang yang bernama Rayyan itu, Tuan. Hanya orang-orang dari kalangan pebisnis yang mengetahui wajahnya. Karena Tuan Rayyan tidak suka tampil di publik,"


"Paling juga karena dia jelek. Makanya tidak berani tampil di publik,"


"Tapi, saya dengar Tuan Rayyan itu orangnya sangat tampan, Tuan,"


"Aku jadi penasaran. Seperti apa orang yang bernama Rayyan itu,"gumam Lucas yang masih bisa di dengar asistennya.


Semua orang sudah berada di sebuah ruangan untuk mengikuti tender. Para pebisnis di ruangan itu nampak terkejut melihat Lucas yang masuk ke dalam ruangan itu dengan wajah babak belur, kaki yang dibalut dengan perban dan memakai kruk untuk membantunya berjalan. Para pengusaha itu pun jadi mulai berbisik-bisik.


"Mengapa Tuan Lucas babak belur seperti itu? Siapa yang berani menghajarnya?"


"Aku juga penasaran,"

__ADS_1


"Dia memang pantas di hajar. Dia itu pria brengseek yang semena-mena pada semua orang. Tidak membiarkan orang lain lebih berhasil dar dia dan juga pemain wanita,"


"Iya. Dia memang pantas di hajar. Dia selalu merendahkan dan menghalangi keberhasilan kita para pengusaha yang tinggal pulau ini. Dia juga menjadikan wanita seperti barang mainan,"


"Iya, aku juga sudah muak karena dia selalu menekan dan menindas kita, para pengusaha di pulau ini,"


"Aku ingin sekali melihat dia hancur,"


Kasak kusuk orang-orang yang ada di ruangan itu. Mereka semua tidak ada yang suka dengan kelakuan Lucas.


Semua orang menatap jam digital yang ada di ruangan itu. Dua menit lagi tender akan dimulai. Hingga tiba-tiba ruangan itu kembali terbuka. Semua orang menatap pria yang baru saja masuk ke ruangan itu.


Pria dengan tubuh tinggi tegap proporsional, wajah rupawan, penuh karisma dan wibawa. Lucas membulatkan matanya melihat pria yang tidak lain adalah suami dari Aurora. Pria yang semalam sudah menghajar dirinya sampai babak belur seperti saat ini.


"Si.. Siapa orang itu?"tanya Lucas pada asistennya nampak tergagap.


"Mungkin orang yang bernama Tuan Rayyan itu, Tuan,"sahut asisten Lucas.


"Tuan Rayyan, senang sekali bisa bertemu dengan Tuan di sini,"sapa seorang pejabat pemerintah yang mengurus tender itu. Pria itu menyambut Rayyan dengan senyuman lebar.


Sapaan pejabat itu bisa di dengar semua orang yang ada di tempat itu. Membuat orang-orang yang ada di ruangan itu kembali berbisik-bisik. Mereka semua sangat kagum melihat pria yang baru saja masuk itu. Pria yang ternyata adalah pebisnis paling kaya di negeri ini.


"Apa?! Jadi.. Jadi, pria itu adalah Rayyan si pengusaha terkaya di negeri ini?"gumam Lucas dalam hati.


Tiba-tiba nyali pria hidung belang itu menjadi ciut. Menyadari telah menyinggung orang yang salah. Tidak menyangka, jika wanita yang selama ini di kejar-kejar nya adalah istri pria terkaya di negeri ini. Lucas sekarang baru mengerti kenapa Aurora tidak tertarik sama sekali pada hartanya, apalagi dirinya. Karena suami Aurora lebih dari segalanya dari Lucas. Baik dari segi fisik maupun harta kekayaan.


Selama ini Lucas tidak percaya dengan semua kata-kata Aurora yang mengatakan suaminya lebih kaya dari Lucas. Lucas menganggap semua kata-kata Aurora itu hanya untuk menolak dirinya secara halus. Lucas tidak menyangka, jika Aurora memang mengatakan yang sebenarnya.


"Baik. Bagaimana dengan anda?"tanya Rayyan balik menanggapi sapaan salah satu pejabat pemerintah itu.


"Baik. Mari, silahkan duduk,"ucap pejabat pemerintah itu ramah dan sopan pada Rayyan.


"Terimakasih. Saya masih ingin menyapa seseorang di ruangan ini,"ucap Rayyan tersenyum tipis, kemudian berjalan ke arah Lucas dengan wajah dan senyuman yang berubah menjadi dingin.


...🌸❤️🌸...

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2