Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
296. Neil


__ADS_3

Di negara lain.


Waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Beberapa kelompok orang bersenjata nampak mengendap-endap mendekati sebuah mansion.


Seseorang berpakaian serba hitam nampak muncul dari kegelapan menghampiri salah satu kelompok orang itu.


"Tuan, keadaan di dalam sudah tidak terlalu waspada lagi. Hanya ada beberapa penjaga di luar,"


"Kamu yakin?"tanya pria dengan tato tengkorakk di lehernya itu. Pria bernama Neil yang merupakan pimpinan salah satu kelompok mafia besar yang ada di negara itu. Pria yang tidak lain adalah suami Dila.


"Iya, Tuan,"


"Walaupun demikian, kita harus tetap waspada. Malam ini aku tidak ingin gagal membantai mereka. Mereka telah membantai tiga perempat orang-orang kita. Kali ini kita akan membantai mereka sampai tidak tersisa,. Dan ingat! Jika menemukan pimpinan dan orang-orang kepercayaan pimpinan mereka, jangan langsung dihabisi. Kalian cari juga pengkhianat yang telah membuat kita mengalami kerugian besar ini. Aku akan membuat mereka memohon untuk aku habisi,"ucap Neil dengan tatapan tajam penuh aura kebencian, kemarahan dan aura membunuh yang sangat pekat.


"Baik, Tuan,"


"Maju!"titah Neil dengan senyuman yang terlihat menyeramkan.


Dalam mansion yang akan di serang Neil dan anak buahnya itu nampak berantakan. Makanan, minuman beralkohol, desert, kue dan berbagai macam hidangan yang tinggal sisa-sisa. Botol minuman memabukkan pun tergeletak di mana-mana.


Banyak orang yang sedang mabuk. Ada yang sudah teler, ada pula yang sedang meracau tidak jelas karena minuman memabukkan yang mereka konsumsi. Beberapa orang sedang bermesraan bahkan sedang bercinta di ruangan yang cukup luas yang sepertinya adalah tempat yang baru saja di pakai untuk mengadakan pesta itu. Ruangan luas yang ada di dalam mansion itu.


Banyak yang bercinta di sembarang tempat tanpa malu sama sekali. Banyak pula yang bercinta dengan beberapa orang yang berbeda-beda. Bahkan ada pula yang bercinta beramai-ramai dengan gaya bercinta yang yang sangat brutal dan juga menjijikan. Di dalam kamar-kamar yang ada di mansion itupun pemandangan serupa juga terjadi.


"Dor"


"Dor"


"Dor"


"Akkh"


Suara letupan senjata api terdengar. Orang- orang yang sedang asyik bercinta pun terkejut dan langsung mencari tempat persembunyian dan juga senjata api mereka. Para wanita pun menjerit dan berlari untuk bersembunyi dengan keadaan setengah telanjang. Bahkan ada pula beberapa orang wanita yang masih dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun yang melekat di tubuh mereka.


Namun, karena serangan dadakan yang terjadi itu benar-benar tidak terduga, para penghuni mansion itupun kelabakan.


Neil dan anak buahnya menghabisi siapa saja yang mereka lihat. Baik yang sedang teler, sedang bercinta, bahkan yang sedang tidur pun tidak luput dari timah panas mereka.


Mengejar siapa saja yang yang berusaha bersembunyi dan juga lari. Pemimpin mafia pemilik mansion itu dan juga anak buah kepercayaan nya yang berada di dalam kamar pun langsung memakai pakaian seadanya saat mendengar suara letupan senjata api. Mereka berniat untuk melihat apa yang sedang terjadi. Mencari senjata api mereka dalam keterkejutan dan kepanikan.


Para wanita yang sedang memuaskan kebutuhan biologis mereka pun bergegas memakai pakaian mereka. Merasa was-was dan takut jika mereka terbunuh di tempat itu.


Namun, sayangnya sebelum para pentolan mafia itu menemukan senja api mereka, kamar-kamar itu sudah dibuka dari luar, karena memang pintu-pintu kamar itu tidak di kunci.

__ADS_1


Timah panas pun langsung menembus kulit para mafia itu. Sedangkan para wanita penghibur yang panik pun ada yang mencari tempat bersembunyi, ada pula yang langsung tiarap karena terkejut dengan serangan dadakan itu.


"Kalian yang di dalam kamar ini cantik-cantik juga. Bersihkan tubuh kalian dengan cepat dan segera berkumpul di bawah. Jika kalian tidak menurut, kalian akan kami bakar hidup-hidup di tempat ini,"ancam anak buah Neil dengan senyuman licik.


Dalam waktu yang singkat, pimpinan mafia pemilik mansion itu dan juga orang-orang kepercayaannya pun sudah diikat dan di kumpulkan di lantai bawah dengan luka tembakan ditubuh mereka. Para wanita penghibur pun sudah berkumpul pula di tempat itu.


"Ka.. Kamu masih hidup?"tanya pimpinan mafia pemilik mansion yang hanya mengenakan celana boxer itu nampak terkejut melihat Neil. Pria itu yakin dirinya tidak akan bisa lolos dari Neil dan riwayatnya pasti akan segera tamat.


"Kamu pikir begitu mudah menghabisi aku?"tanya Neil dengan senyuman dingin,"Aku bukan orang bodoh dan lemah yang mudah kamu habisi. Bawa dia beserta orang-orang kepercayaannya dan pengkhianat itu ke tempat penyiksaan! Untuk para wanita itu, kalian boleh bersenang-senang dengan mereka sesuka hati kalian,"ucap Neil kemudian berbalik meninggalkan tempat itu.


Sesampainya di tempat penyiksaan, Neil menyiksa orang-orang itu dengan sadis. Menggunakan pisau dan berbagai alat untuk menyiksa orang-orang itu. Setelah keadaan mereka mengenaskan dan tidak berdaya, Neil baru berhenti menyiksa mereka.


"Biarkan mereka mati secara perlahan-lahan. Mereka harus merasakan siksaan ini karena berani bermusuhan dengan aku,"ucap Neil pada ana buahnya. Pria itu lalu meninggalkan tempat itu.


"Tolong bunuh aku! Tolong..."


"Tolong bunuh aku!"


"Bunuh saja aku..!"


Pinta orang-orang yang sudah di siksa oleh Neil itu. Ada yang di congkel matanya, di potong beberapa bagian tubuhnya, dan yang pastinya seluruh tubuh mereka penuh dengan luka dan darah. Namun tidak ada yang mau melenyapkan mereka karena perintah dari Neil.


Neil meninggalkan tempat itu dan kembali ke mension miliknya. Para penghuni dan penjaga mansion pun terkejut melihat Neil pulang dengan beberapa orang kepercayaannya. Nampak ketakutan di wajah para penghuni dan penjaga mansion milik Neil itu.


Neil bergegas menuju kamarnya, namun tak lama kemudian pria itu keluar dari kamarnya dengan wajah sangarnya.


"Kenapa tidak menjawab pertanyaan ku? Apa kamu tuli?"bentak Neil yang tidak kunjung mendapatkan jawaban.


"Brugh"


"Nyo.. Nyo... Nyonya, kabur Tuan,"jawab pelayan itu berlutut di lantai dengan tubuh gemetar.


"Apa?!"pekik Neil dengan suara menggelegar.


Beberapa saat kemudian...


"Dor"


"Dor"


"Dor"


Beberapa orang pria dan wanita yang berdiri berbaris dengan kepala tertunduk nampak meringis. Tubuh orang-orang itu terlihat gemetar karena ketakutan sekaligus menahan sakit saat sebelah kaki mereka di tembak. Wajah Neil yang tampan, tapi sangar itu terlihat sangat marah dan menatap para pelayan serta penjaga mansion miliknya itu dengan tatapan tajam. Tatapan tajam dengan aura membunuh yang sangat pekat.

__ADS_1


"Menjaga seorang perempuan saja tidak becus. Apa kalian sudah bosan hidup, hah?! Ingin aku menguliti kalian?" bentak pria bertubuh tinggi besar itu dengan tubuh dan pakaian yang penuh dengan noda darah. Bahkan wajah pria itu juga penuh dengan cipratan darah karena menyiksa musuh-musuhnya tadi.


"Brugh"


Seorang pelayan wanita nampak pingsan karena ketakutan. Semua sudah tahu, jika majikan mereka sudah murka, pria yang bernama Neil itu bisa melakukan apa saja pada mereka.


"Katakan! Bagaimana dia bisa kabur?"bentak Neil dengan suara menggelegar.


"Mu..mungkin Nyo.. Nyonya kabur saat terjadi ledakan di halaman belakang dan di dapur, Tuan. Sa.. Saat semua itu terjadi, lampu juga padam. Setelah keadaan kondusif, kami baru menyadari jika nyonya tidak ada lagi di mansion ini,"sahut salah seorang pria dengan seluruh tubuh yang nampak bergetar.


"Troy! Cambuk mereka lima puluh kali dan lacak keberadaan perempuan itu sampai ketemu,"ucap Neil dengan suara dan wajah yang terlihat dingin.


"Baik, Tuan,"sahut seorang pria yang ada di belakang Neil yang bernama Troy itu. Troy adalah orang kepercayaan Neil. Tangan kanan Neil.


"Berani sekali dia kabur dari ku. Aku tidak mengizinkan siapapun meninggalkan aku, kecuali aku sendiri yang membuangnya. Aku akan membuatnya berteriak lebih keras saat melayani aku nanti,"ucap Neil tersenyum bak iblis. Wajah Neil yang penuh dengan noda cipratan darah itu membuat pria itu semakin terlihat seram.


Neil membersihkan tubuhnya yang penuh dengan noda darah. Pria itu hampir saja dikalahkan oleh musuhnya karena ada anak buahnya yang berkhianat. Neil berhasil mengelabuhi musuhnya, hingga musuhnya mengira Neil mati dalam mobilnya yang waktu itu meledak. Sehingga musuhnya merasa menang telak, namun masih mencari keberadaan anak buah Neil yang masih hidup.


Selama satu minggu Neil bersembunyi karena musuhnya berhasil menghabisi tiga perempat anak buahnya. Sehingga anak buah Neil tinggal tersisa seperempat saja.


Setelah menyusun rencana dengan matang, Neil akhirnya menyerang musuhnya dengan anak buahnya yang tersisa dan berhasil menghabisi musuhnya.


Namun, tadi saat masuk ke dalam kamarnya, Neil tidak mendapati keberadaan Dila. Pria itu sangat murka saat mengetahui bahwa istrinya itu melarikan diri dan ternyata juga membawa hartanya.


Troy mengetuk pintu kamar majikannya dan masuk ke dalam kamar itu setelah diizinkan.


"Bagaimana? Kamu sudah menemukan perempuan itu?"tanya Neil yang duduk di sebuah sofa singel dengan menggoyang- goyangkan gelas berisi wine di tangannya.


"Nyonya Dila kembali ke negara asalnya, Tuan,"


"Hmm.. Lari ke sana dia rupanya. Atur keberangkatan ku ke sana. Akan aku seret perempuan itu ke atas ranjang ku dan menyiksanya. Berani-beraninya dia kabur dariku dan membawa harta ku,"ucap Neil dengan aura yang suram.


"Baik, Tuan,"sahut Troy bergegas keluar dari kamar majikannya.


"Tunggu aku! Aku pasti akan melempar mu ke atas ranjang ku dan membuatmu menjerit lebih keras dari sebelumnya,"gumam Neil dengan seringai di wajahnya.


...🌸❤️🌸...


Notebook :


Mansion adalah sebuah rumah yang memiliki ukuran bangunan di atas 500 meter persegi dan memiliki fasilitas mewah.


Tidak semua bangunan tempat tinggal yang berukuran besar langsung bisa disebut sebagai mansion. Mansion mempunyai kriteria tertentu, baik mengenai luas persegi, kualitas, dan lain sebagainya.

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2