Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
177. Urgent


__ADS_3

Andi menikmati minuman bersoda miliknya. Sambil melihat ke arah para gadis yang sedang berjoget dengan berbagai gaya. Banyak dari para gadis yang sedang berjoget itu menggunakan pakaian yang bisa untuk mencuci mata. Alias lebih banyak yang terbuka dari pada yang tertutup.


"Ja.. ja..jangan ..


"Plak"


"Jangan melihat para gadis terus awasi bos kamu yang lagi kusut seperti benang ruwet itu!"ucap Roni cepat tanpa titik dan koma setelah bahunya di tepuk Andi.


Andi bahkan tidak melihat ke arah Roni saat menepuk bahu Roni. Mata pemuda itu masih tertuju ke arah para gadis yang sedang berjoget dengan pakaian setengah jadi, alias seksi.


"Kamu saja yang awasi majikan kita. Aku pengen cuci mata dulu. Di sini banyak sekali pemandangan indah,"ujar Andi kembali meneguk minuman bersoda nya dengan mata yang tetap tertuju ke arah para gadis yang sedang berjoget.


"Da.. da .. dasar... Me...me. mesum!"


"Nggak usah munafik! Mana ada, sih, pria yang tidak tertarik melihat gadis-gadis yang berpenampilan seksi?"ujar Andi tanpa mengalihkan pandangannya di tempat para gadis yang sedang berjoget diiringi musik yang memekakkan telinga. Semuanya terlihat sagat bahagia. Bahkan banyak para pria yang ikut berjoget sengaja menyenggol tubuh mereka.


"Haiss.! Bagaimana nggak di cap gadis nakal dan liar, jika pergaulan mereka saja seperti itu. Giliran di lecehkan pria langsung mengatakan kalau semua pria itu mesum. Padahal mereka sendiri yang membuat para pria berotak mesum. Bagaimana para pria nggak berpikiran mesum kalau tinggal sepuluh persen doang yang tertutup itu pun lekuknya terlihat jelas. Yang lainnya terlihat semua,"ujar Andi kembali meneguk minuman bersoda nya.


"Ti.. ti.."


"Plak"


"Tidak semua wanita seperti mereka yang suka mempertontonkan tubuh,"ujar Roni cepat setelah bahunya di tepuk Andi.


"Iya, sih,"sahut Andi masih menatap ke arah yang sama.


Tapi apakah benar Andi menatap para gadis yang memakai baju kurung bahan yang sedang berjoget itu? Jawabannya adalah "TIDAK". Sebenarnya Andi tidak terlalu melihat para gadis seksi yang sedang berjoget itu. Pemuda itu melihat ada Hendrik yang duduk di salah satu sofa di klub malam itu. Pria yang merupakan kakak kandung dari majikannya itu nampak berbincang dengan dua orang pria bersama orang kepercayaan Andi yang ditugaskan untuk mengawasi Hendrik. Andi jadi curiga pada orang kepercayaan nya karena berada di tempat seperti ini bersama Hendrik.


"Jika dia berani mengkhianati kepercayaan ku. Akan aku pecat dia dan akan aku pastikan jika dia tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan apapun setelah aku memecat dia,"gumam Andi dalam hati.


Fokus Andi teralihkan saat merasakan handphone di dalam saku celananya bergetar. Andi terkejut saat melihat siapa yang sedang menelponnya. Pemuda itu pun bergegas menerima panggilan masuk di handphonenya itu.


"Halo, nyonya!"sahut Andi setelah mengaktifkan mode loud speaker. Pemuda itu menutup sebelah telinganya menggunakan jari, agar telinga sebelahnya bisa lebih fokus mendengar apa yang dikatakan oleh nyonya-nya. Mengingat kerasnya suara musik di tempat itu. Sedangkan Roni nampak penasaran dan ikut mendengarkan.


Aurora sudah berulang kali menelpon Rayyan, tapi suaminya itu tidak kunjung menerima panggilannya. Karena itu, setelah berulang kali menghubungi Rayyan, Aurora pun memutuskan untuk menghubungi Andi.


Aurora meremas dress-nya saat mendengar tempat Andi berada terdengar suara musik yang sangat keras. Andi bahkan menaikkan nasa suaranya agar bisa di dengar Aurora.


"Dimana kamu dan majikan kamu itu berada saat ini?"tanya Aurora dengan suara datar.


"Di klub malam xx, nyonya,"sahut Andi.

__ADS_1


"Berapa lama waktu yang dibutuhkan dari klub malam itu untuk sampai ke rumah?"


"Kalau di jam-jam seperti ini butuh waktu sekitar empat puluh sampai empat puluh lima menit, nyonya,"


"Katakan pada majikan kamu itu! Jika dalam waktu setengah jam dia belum pulang juga, aku akan melakukan sesuatu yang akan disesalinya seumur hidupnya,"


"Tut.. Tut..Tut..."


Aurora langsung memutuskan panggilannya membuat Andi jadi kelabakan.


"Mampus!"ucap Andi bergegas berlari menghampiri Rayyan.


"Dia bersenang-senang di klub malam. Awas saja jika dia berani bermain wanita di luar sana,"gumam Aurora dengan wajah yang terlihat sangat kesal.


"Tuan, ini darurat. Ayo cepat pergi dari sini!"ucap Andi yang langsung menarik tangan Rayyan yang sedang duduk bersama Aiden.


"Hei! Ada apa ini?"tanya Rayyan yang tidak mengerti dengan sikap Andi. Namun terpaksa mengikuti langkah kaki Andi yang menarik tangannya keluar dari klub malam itu.


Aiden nampak terkejut dengan aksi Andi, lalu pria itu menatap Roni. Aiden mengernyitkan keningnya saat melihat Roni tampak tertawa walaupun gagap. Karena melihat Andi yang menarik Rayyan keluar dari klub malam. Sudah macam kambing yang di tarik penggembalanya.


Aiden pun beranjak dari duduknya dan mendekati Roni.


"Se.. Se.. "


"Plak"


"Sepertinya Nyonya Aurora marah dan mengancam bahwa Tuan Rayyan akan menyesal seumur hidupnya jika dalam waktu tiga puluh menit belum sampai di rumah,"jawab Roni setelah bahunya di tepuk Aiden.


"Kenapa kamu malah tertawa mendengar hal seperti itu?"tanya Aiden mengernyitkan keningnya menatap Roni.


"Pa.. pa.."


"Plak"


"Paling nyonya Aurora hanya merajuk Tuan,"sahut Roni cepat.


"Aurora itu sedang mengandung. Tingkah ibu hamil itu labil. Perasaannya sensitif. Dia bisa melakukan apapun jika sedang bad mood,"sahut Aiden yang sudah mendengar dari Rayyan tentang Aurora yang semakin sensitif dan labil semenjak mengandung.


Roni yang mendengar penjelasan Aiden pun jadi terdiam. Tadinya Roni mengira Andi hanya takut pada nyonya-nya. Tidak tahu jika takut pada ibu hamil yang sensitig dan tingkahnya labil.


"Semoga saja Aurora baik-baik saja,"gumam Aiden menghela napas panjang.

__ADS_1


Sementara di luar klub malam.


"Kamu ini apa-apa, sih, Ndi?"protes Rayyan menghentakkan tangannya yang di tarik Andi hingga terlepas..


"Arghhh! Tuan jangan banyak tanya dulu ini benar-benar urgent,"ucap Andi mengacak rambutnya frustasi,"Ayo cepat pulang sekarang! Jangan sampai Tuan menyesal!"ucap Andi kembali menarik tangan Rayyan sambil berlari menuju parkiran.


Rayyan yang mendengar apa yang di katakan Andi pun, akhirnya mengikuti Andi tampa protes lagi. Walaupun masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Tapi melihat ekspresi khawatir Andi, Rayyan pun mengikuti Andi tanpa bertanya apa-apa lagi. Begitu sampai di parkiran, mereka pun langsung masuk ke dalam mobil.


"Cepat jalan! Kalau kita tidak tiba dalam waktu tiga puluh menit di rumah. Aku akan memecat kamu malam ini juga!"ancam Andi yang terlihat serius.


"Baik, Tuan,"sahut supir pribadi Rayyan bergegas melajukan mobil itu dengan kecepatan di atas rata-rata.


"Ada apa sebenarnya?"tanya Rayyan pada akhirnya setelah mobil melaju.


"Nyonya menelpon saya, kita disuruh pulang dalam waktu tiga puluh menit. Jika tidak, kata nyonya, Tuan akan menyesal seumur hidup. Apa sebelum nyonya menghubungi saya, nyonya menghubingi Tuan? Kenapa nyonya terdengar sangat kesal?"tanya Andi setelah memberi penjelasan pada Rayyan.


Rayyan menjadi khawatir setelah mendengar penjelasan dari Andi. Rayyan bergegas mengambil handphonenya dari saku celananya. Rayyan terkejut melihat tujuh belas panggilan masuk dari Aurora.


"Mampus!"gumam Rayyan dalam hati.


Karena suara musik yang begitu kuat di klub malam tadi, Rayyan tidak mendengar suara dering handphonenya. Kebetulan, Rayyan juga tidak mengaktifkan getar di handphonenya. Jadi Rayyan tidak tahu jika Aurora menghubungi dirinya. Bahkan sampai tujuh belas panggilan.


Rayyan berusaha menelpon balik istrinya. Namun nomor Aurora malah tidak aktif. Dan hal itu semakin membuat Rayyan semakin khawatir.


"Lebih cepat!"titah Rayyan pada supir pribadinya.


"Baik, Tuan,"sahut supir pribadi Rayyan.


"Dia menghubungi aku sampai tujuh belas kali. Aurora pasti sangat kesal padaku. Semoga dia baik-baik saja,"gumam Rayyan dalam hati yang ingin segera sampai di rumah dan melihat istrinya.


...🌸❤️🌸...


Notebook :


•Arti Urgent adalah mendesak. atau bisa diarti kan sesuatu yang sangat krusial karena dikejar oleh waktu, sehingga membuat orang tersebut menjadi terdesak.


•Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata krusial adalah penting atau esensial untuk memecahkan masalah.


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2