Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
371. Berarti...


__ADS_3

"Tunggu dulu! Dari mana ibu tahu soal Randy? Aku merasa tidak pernah bercerita soal Randy pada ibu,"tanya Kanaya penasaran.


"Dari menantu ibu, lah!"sahut ibu Kanaya tanpa ragu.


"Hehh, ternyata menantu ibu tukang ngadu, ya?"cibir Kanaya.


"Biar saja tukang ngadu, yang penting dia bisa menjadi suami dan menantu yang baik. Mencintai kamu dan bisa menjamin masa depan kamu. Jika ibu mati, ibu tidak akan gentayangan karena mikirin kamu yang belum punya pasangan buat jagain kamu. Buat apa menerima si Randy yang hanya ingin menjadikan kamu sebagai pacar itu? Lebih baik Riandi yang langsung melamar kamu dan menikahi kamu. Nggak perlu basa basi, apalagi mengobral janji. Dia langsung memberikan bukti. Ibu lebih suka sama yang pasti-pasti dari pada janji-janji yang belum tentu akan di tepati,"


"Sudah! Ibu mau istirahat dulu. Ingat! Jadi istri yang baik! Layani suami kamu baik-baik! Apalagi hari ini katanya dia akan pulang larut malam. Jangan sampai ibu mendengar Riandi mengeluh soal kamu! Jangan mengecewakan dan bikin malu ibu! Ibu melakukan semua ini demi kebaikan kamu dan demi masa depan kamu serta cucu-cucu ibu nanti,"ujar ibu Kanaya, kemudian mengakhiri sambungan telepon.


Setelah ibunya mengakhiri sambungan telepon, Kanaya pun terdiam. Gadis itu menghela napas berkali-kali, lalu nampak berpikir.


"Siapa sebenarnya suamiku ini? Dia tahu semua tentang aku dan suka mengadu pada ibu. Kekanakan sekali. Tidak berani menunjukkan wajahnya padaku, tapi malah tiba-tiba menikahi aku melalui ibuku. Siapa orang ini? Jangan-jangan... dia ini anak mama yang manja dan sikapnya kekanak-kanakan. Masa iya, seorang pria mengadu pada mertuanya. Pasti dia meminta uang dari orang tuanya untuk menebus sertifikat rumah ku, memberi uang pada ibu, merenovasi rumah, bahkan memberikan aku ATM yang isinya seratus juta. Ya, Tuhan.. orang macam apa yang sudah di nikahkan ibu dengan aku?"gumam Kanaya yang jadi frustasi dengan praduganya sendiri.


Malam sudah semakin larut, dan Kanaya masih menunggu orang yang kata ibunya benar-benar suaminya itu pulang. Kanaya benar-benar penasaran dengan orang itu. Kanaya duduk di sofa ruang tamu memainkan handphone android yang terlihat sudah lama. Terlihat dari layarnya yang sudah kusam dan banyak goresan. Bahkan layar di sudut atas handphone itu sudah retak.


"Kenapa sudah malam begini dia belum pulang juga?"gumam Kanaya yang melihat jam di handphonenya sudah menunjukkan pukul satu malam,"Sebenarnya, apa pekerjaan orang ini? Sudah larut malam begini belum pulang juga,"gumam Kanaya yang benar-benar sudah mengantuk.


Karena sudah sangat mengantuk, akhirnya Kanaya pun tertidur di sofa dengan posisi duduk bersandar di sofa.


Satu jam kemudian, pintu apartemen itu pun terbuka. Andi terkejut saat melihat Kanaya tidur di sofa.


"Astagaa! Kenapa gadis ini malah tidur di sofa? Aku sengaja mengunci tiga ruangan yang lain agar dia tidur di kamar kami, tapi dia malah tidur di sofa,"gumam Andi seraya melepaskan dasinya.


Andi berjalan menuju kamar untuk meletakkan dasi dan tas nya. Setelah itu, Andi kembali ke ruang tamu. Pemuda itu menggendong Kanaya yang nampak tertidur pulas. Dengan hati-hati, Andi membaringkan Kanaya di atas ranjang.


"Sebenarnya kamu ini cantik. Sayangnya, kecantikan kamu tidak kamu rawat. Kamu tidak perlu lagi bekerja keras. Aku akan mencukupi semua kebutuhan kamu,"gumam Andi seraya merapikan rambut Kanaya yang menutupi wajahnya.

__ADS_1


Andi menyelimuti Kanaya, kemudian ke kamar mandi untuk mencuci wajah, tangan dan kakinya. Pemuda itu keluar dari kamar mandi hanya memakai celana boxer saja. Karena sudah merasa sangat lelah, Andi pun masuk ke dalam selimut yang di pakai Kanaya. Tanpa ragu pemuda itu merengkuh Kanaya dalam dekapannya.


"Ternyata memeluk guling hidup lebih nyaman dari pada memeluk guling yang tidak bisa bergerak,"gumam Andi dalam hati.


Dua sudut bibir pemuda itu tertarik ke atas, kemudian pemuda itu memejamkan matanya. Untuk pertama kalinya dalam hidup Andi memeluk seorang wanita. Dan sepertinya, pemuda itu akan ketagihan.


*


Pagi mulai menjelang. Kanaya pun mulai terbangun. Kanaya bisa bangun setiap pagi dengan jam yang sama, walaupun tidak menghidupkan alarm. Jam weker yang ada di kontrakannya juga sudah lama tidak berbunyi lagi. Di otak Kanaya sudah di setting bangun pagi. Jadi, tidak perlu alarm atau jam weker.


Kita bisa bangun tidur di jam yang sama karena ritme sirkadian bekerja menanggapi perubahan cahaya terang dan gelap.


Ritme (irama) sirkadian seperti jam biologis tubuh yang mengatur proses penting bagi tubuh, dimulai dari kapan waktunya kita bangun dan tidur. Jadi sudah tahu, ya, kenapa kita bisa bangun di jam yang sama tanpa alarm.


Di kontrakan Kanaya yang kamar mandinya digunakan bersama, Kanaya harus mandi pagi-pagi sekali agar tidak terlalu lama mengantri. Kanaya tidak ingin kesiangan berangkat kerja karena terlalu lama mengantri saat mandi. Sebab itulah, Kanaya sudah terbiasa bangun pagi-pagi sekali agar bisa berangkat kerja tepat waktu.


"Tidurku malam ini nyaman sekali. Rasanya malas sekali untuk bangun,"gumam Kanaya dalam hati, yang masih enggan untuk membuka matanya. Namun, sesaat kemudian Kanaya mengernyitkan keningnya,"Tunggu! Sejak kapan aku punya guling? Dan wangi guling ini... Aku seperti familiar dengan aroma wangi ini,"gumam Kanaya dalam hati.


"Akhhh"


Dengan sekuat tenaga Kanaya mendorong apa yang sedari tadi di peluknya, saat menyadari bahwa dirinya memeluk tubuh seseorang yang bahkan tidak memakai pakaian.


Brukk"


"Auwh!"


Suara orang jatuh dan dan suara pekikan seorang pria pun terdengar dari lantai di samping ranjang. Sedangkan Kanaya langsung memeriksa pakaiannya. Gadis itu merasa lega saat menyadari pakaiannya masih lengkap, tidak ada yang terbuka sama sekali

__ADS_1


"Ay, aku baru tidur beberapa jam dan masih mengantuk sekali. Aku pulang larut malam karena mencari uang untuk kamu, kamu malah tega menjatuhkan aku dari ranjang seperti ini,"keluh Andi dengan rambut acak-acakan yang muncul dari bawah samping ranjang.


"Tu.. Tu.. Tuan Andi?"Kanaya sangat terkejut saat melihat orang yang di dorong nya sampai jatuh dari ranjang itu adalah Andi.


"Astagaa..!"Kanaya semakin terkejut saat menyadari Andi yang hanya memakai celana boxer yang begitu pendek. Kanaya langsung memutar posisi duduknya membelakangi Andi dengan wajah memerah.


"Ini masih terlalu pagi, Ay. Biarkan aku tidur sebentar lagi. Baru dua jam aku tidur. Aku masih mengantuk sekali,"ujar Andi setelah melirik jam digital di atas nakas, lalu kembali naik ke atas ranjang. Pemuda itu kembali menyelimuti tubuhnya sebatas pinggang dan kembali memejamkan mata. Pemuda itu benar-benar merasa masih mengantuk.


"Dia tidur lagi?""gumam Kanaya yang merasakan pergerakan di atas ranjang. Tidak berani menoleh sama sekali,"Astagaa.. Ya Tuhan... Di.. Dia tadi hanya memakai celana yang begitu pendek. Aku malu sekali. Tapi.. tubuhnya nampak sangat berotot, dadanya bidang, perutnya seperti perut pria yang mengiklankan produk pakaian dalam untuk pria. Ah, tidak! Tidak! Tubuh Tuan Andi lebih bagus dari tubuh para pria yang mengiklankan produk pakaian dalam itu,"


"Eh, tunggu! Tuan Andi ada di sini. Itu berarti... Tuan Andi adalah suamiku?! Astagaa.. ! Kenapa aku tidak peka? Riandi. Kata ibu, nama suamiku adalah Riandi. Bukankah masuk akal jika nama Tuan Andi adalah Riandi? Lalu, parfum itu.. parfum itu adalah aroma parfum milik Tuan Andi. Pantas saja aku merasa familiar. Lalu, soal kejadian saat aku dan kak Randy di sandera kemarin. Tidak ada yang tahu soal kejadian itu selain Tuan Andi. Dan satu lagi.. Tidak ada yang memanggil aku dengan panggilan "Ay" selain Tuan Andi. Astagaa.. betapa bodohnya aku,"gumam Kanaya dalam hati yang baru menyadari semuanya.


Karena tidak merasakan pergerakan apapun lagi di ranjang tempatnya duduk, Kanaya pun memberanikan diri untuk menoleh kebelakang. Kanaya melihat Andi yang kembali terlelap. Dengan perlahan, Kanaya membalikkan tubuhnya. Kanaya menatap Andi yang nampak kembali tidur pulas itu. Kanaya mengamati wajah Andi yang rambutnya acak-acakan itu. Namun tetap saja pria itu terlihat tampan. Kanaya menggigit bibir bagian bawahnya menatap dada dan perut Andi yang terlihat berotot.


"Astagaa.. Si mulut mercon ini tubuhnya bagus sekali. Orang ini! Aku sudah menolak dia, tapi kenapa dia malah diam-diam menikahi aku lewat ibuku? Entah apa yang sudah di katakan nya pada ibuku, hingga ibu begitu membelanya. Aku tidak menyangka kalau Tuan Andi ini tukang ngadu,”gumam Kanaya dalam hati hanya bisa menghela napas berkali-kali.


Karena hari masih begitu pagi, Kanaya ingin membersihkan unit apartemen itu. Tapi, karena masih bersih, Kanaya pun pergi ke dapur. Kanaya melihat banyak bahan masakan di dalam lemari pendingin. Akhirnya, Kanaya memilih membuat sarapan untuk dirinya dan Andi.


"Mau protes, apalagi mau minta cerai pun percuma. Yang ada, aku akan kena ceramah panjang kali lebar, kali tinggi, kali alas, dan juga kali sisi sama ibu. Apalagi, dari kata-kata ibu, dia sudah bisa mengambil hati ibuku. Nasib.. nasib.. Semoga aku tidak stres dan badanku tidak akan kurus kering karena memiliki suami seperti roller coaster itu,"gerutu Kanaya sambil memasak.


Setelah selesai memasak, Kanaya pun berniat membersihkan diri. Saat masuk ke dalam kamar, gadis itu melihat Andi yang masih terlelap.


Lagi-lagi Kanaya terpaksa memakai pakaian yang ada di dalam lemari di kamar itu. Setelah selesai bersiap, gadis itu kembali ke dapur untuk menata sarapan yang sudah dibuatnya tadi.


"Aku tidak tahu apa dia akan menyukai masakan yang aku buat atau tidak,"gumam Kanaya seraya meletakkan masakannya di atas meja.


...🌸❤️🌸...

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2