Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
372. Bee


__ADS_3

Andi terbangun dan tidak mendapati Kanaya di atas ranjang. Pemuda itu nampak menguap beberapa kali karena hanya punya waktu tidur kurang dari empat jam.


"Kanaya kemana? Dia tidak kabur, 'kan? Jika berani kabur, akan aku adukan pada ibu,"gumam Andi yang bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah melihat jam digital di atas meja nakas.


Kemarin Andi dan Rayyan mendadak harus pergi ke luar kota, karena ada urusan yang tidak bisa di tunda. Namun, seperti biasanya, Rayyan akan segera pulang jika urusannya sudah selesai. Tidak peduli jika harus tiba di rumah saat dini hari.


"Sekarang aku tahu kenapa Tuan tidak mau menunda waktu untuk berkumpul dengan keluarganya. Hati terasa tenang saat pulang bisa melihat orang yang kita cintai. Walaupun hanya bisa melihatnya terlelap. Dan saat memeluknya, bisa membuat perasaan menjadi tenang dan nyaman,"gumam Andi yang tadinya takut jatuh cinta. Pemuda itu sudah selesai membersihkan diri dan bersiap memakai pakaian kantornya.


Kanaya sudah selesai menata makanan di atas meja makan. Untuk sesaat, gadis itu bingung mau membuat minuman apa untuk suami yang menikahi dirinya dengan cara licik itu.


"Aku tidak tahu minuman apa yang di sukai si roller coaster itu. Sebaiknya aku lihat, apa saja yang ada di dapur,"gumam Kanaya bergegas memeriksa bahan untuk membuat minuman.


Setelah memeriksa bahan untuk membuat minuman, akhirnya Kanaya membuatkan minuman yang dirasa cocok untuk suaminya.


Saat Kanaya baru saja meletakkan minuman yang baru selesai di buatnya, Andi keluar dari kamar dan sudah siap dengan stelan kantornya. Andi pergi ke ruang makan karena mencium aroma masakan.


"Kamu masak apa, Ay?"tanya Andi yang melihat Kanaya berdiri di samping meja makan.


"Saya hanya memasak masakan sederhana. Saya tidak terlalu bisa memasak dan tidak tahu apakah Tuan menyukai masakan kampung yang saya buat,"sahut Kanaya yang memang tidak tahu banyak tentang Andi.


"Masakan apapun yang kamu masak, asal dibuat dengan ikhlas dan penuh cinta, pasti rasanya akan enak,"ucap Andi seraya menarik salah satu kursi di meja makan itu untuk duduk.


"Mulutnya manis sekali. Awas, mercon nya belum meledak,"gumam Kanaya dalam hati seraya mengisi piring Andi dengan makanan yang di buatnya.


"Nasi goreng udang dan telur ceplok. Sepertinya sangat menggugah selera, aromanya pun harum. Aku harap, rasanya sesuai ekspektasi. Duduklah dan makan bersama! Kamu bukan pembantu ku yang harus berdiri menunggu aku makan sampai selesai,"ujar Andi, lalu mulai menyendok nasi goreng buatan istrinya.


"Tuh, 'kan, sudah mulai lagi mulut pedasnya. Walaupun maksudnya baik, tapi cara penyampaiannya itu, loh! Bikin orang jadi dongkol,"gumam Kanaya dalam hati. Namun, gadis itu menurut pada Andi dan duduk di sebelah Andi, lalu mulai mengambil makanan.


"Mulut ku memang begini. Aku tidak suka menyimpan unek-unek dalam hati. Mungkin kata-kata ku terasa pedas, tapi itu karena aku tidak menyembunyikan perasaan ku. Jadi, kamu tidak perlu takut aku berpura-pura suka atau benci. Aku apa adanya. Tidak bermuka dua. Makanlah! Masakan kamu enak, kok. Aku suka,"ucap Andi tersenyum tipis seraya menepuk pelan kepala Kanaya, karena melihat Kanaya nampak sedikit kesal dengan kata-katanya tadi.


"Syukurlah, kalau Tuan suka,"sahut Kanaya merasa lega.


Memang benar apa yang dikatakan pria yang sudah menjadi suaminya itu. Positifnya dari sifat suaminya adalah tidak menyembunyikan perasaannya, jadi Kanaya langsung tahu apakah suaminya itu suka atau tidak. Tapi sisi negatifnya, ya itu, kata-katanya yang pedas itu selalu sukses bikin hati Kanaya dongkol.

__ADS_1


"Oh, ya, aku adalah suami kamu. Jadi, jangan memanggilku "Tuan" saat kita hanya berdua saja. Kamu hanya boleh memanggil aku "Tuan", jika kita sedang di kantor saja. Karena, saat kita hanya berdua saja, kamu bukan bawahan ku. Kamu adalah istriku, pendamping hidupku,"ujar Andi sambil mengunyah makanan nya.


Entah mengapa, Kanaya merasa senang setelah mendengar kata-kata Andi barusan.


"Lalu, saya harus memanggil anda dengan panggilan apa?"tanya Kanaya yang sebenarnya masih merasa canggung pada Andi.


"Aku memanggilmu dengan panggilan"Ay" karena aku ambil dari nama kamu Aya. Tapi, "Ay" juga bisa diartikan Ayang, atau sayang. Sebaiknya kamu panggil aku dengan arti yang sama, tapi yang pasti dengan kata yang berbeda,"ujar Andi yang tidak sadar sudah semakin menyukai Kanaya.


"Lalu, saya harus memanggil anda dengan panggilan apa?"tanya Kanaya lagi yang tidak tahu harus memanggil dengan panggilan apa pada Andi.


"Emm.. Bagaimana kalau "Bee"?"tanya Andi menatap Kanaya.


"Bee?"tanya Kanaya menatap Andi dengan dahi yang berkerut. Karena, setahu Kanaya, dalam bahasa inggris, "Bee" artinya adalah lebah.


"Panggilan "Bee" terinspirasi dari kata "bee" (lebah) dalam bahasa Inggris, namun bee dalam panggilan ini bermakna “sayang.” Bee bisa dijadikan sebagai sapaan pada seseorang yang cukup dekat,"jelas Andi yang melihat kening Kanaya mengerut.


"Ohh.. Begitu? Terserah Tuan saja, saya menurut saja,"sahut Kanaya menyetujui,"Lebih baik menurut saja dari pada mendengar kata-kata pedas dari mulutnya,"lanjut Kanaya dalam hati.


"CK, kenapa masih memanggilku"Tuan" lagi? Panggil aku seperti yang aku katakan tadi! Dan pakai kata aku, kamu. Jangan saya, anda. Masa bicara pada suami sendiri memakai bahasa formal?"keluh Andi membuang napas kasar.


Sebelumnya, status mereka hanya atasan dan bawahan. Namun, tiba-tiba menjadi suami dan istri. Sedangkan selama ini mereka juga tidak terlalu dekat, atau bisa di bilang tidak dekat. Karena itu, Kanaya merasa canggung memanggil Andi dengan panggilan sayang.


"Nah, gitu, dong..Oh, ya, kamu jangan memanggil kakak lagi pada si Randy itu. Dia bukan kakakmu, atau sepupumu. Jadi, jangan panggil dia kakak lagi. Panggil saja "Pak", jika aku mendengar kamu memanggil dia kakak, akan aku adukan kamu pada ibu,"ancam Andi yang jadi kesal jika mengingat Kanaya memanggil kakak pada Randy.


"Iya,"sahut Kanaya yang hanya bisa menurut. Kanaya tidak ingin Andi mengadu pada ibunya. Karena, jika Andi mengadu pada ibunya, maka urusannya akan menjadi kompleks dan panjang.


Kompleks artinya pelik, rumit, sulit, dan saling berhubungan.


Kanaya tidak tahan, jika ibunya sudah ceramah. Tadi saja sudah di ceramahi panjang kali lebar, kali tinggi, kali alas, kali sisi. Jika suaminya mengadu lagi pada ibunya, yang ada ibunya akan ceramah lebih panjang lagi bak kereta api Babaranjang.


Babaranjang ( Batu Bara Rangkaian Panjang ) adalah rangkaian kereta api yang digunakan untuk mengangkut batu bara. Kereta api ini beroperasi di Sumatera, melintasi Tanjung Enim Sumatera Selatan hingga Pelabuhan Tarahan provinsi Lampung.


Saking panjangnya, kereta api Babaranjang menjadi kereta api dengan rangkaian terpanjang di Indonesia. Karena rangkaiannya terdiri dari 60 gerbong yang harus ditarik 3 lokomotif.

__ADS_1


Karena itu, Kanaya lebih memilih menurut pada Andi dari pada di ceramahi, karena Andi mengadukan dirinya pada sang ibu.


"Dan ingat! Jangan jalan dengan dia, apalagi selingkuh. Aku akan membaut mu menyesal jika berani selingkuh dariku,"ancam Andi dengan wajah serius dan tatapan mata yang tajam.


"Ti.. Tidak akan,"sahut Kanaya sampai tergagap karena takut melihat ekspresi wajah dan tatapan Andi.


"Anak, baik!"ucap Andi yang ekspresi nya langsung berubah menjadi tersenyum tipis. Pemuda itu menepuk-nepuk pelan kepala Kanaya,"Oh, ya, semua pakaian wanita di dalam lemari kamar itu adalah pakaian untuk kamu. Aku sudah memberikan semua pakaian, kasur lantai dan juga lemari kamu pada orang lain. Aku menggantinya dengan pakaian di dalam lemari itu. Beli apa saja yang kamu mau dengan uang yang aku berikan di dalam ATM itu. Tapi, sebaik beli yang penting saja! Jangan membeli barang yang tidak berguna. Mengerti?"tanya Andi yang sudah selesai sarapan.


"Iya, aku mengerti,"sahut Kanaya yang lagi-lagi hanya bisa menurut.


"Ini minuman apa? Rasanya enak,"komentar Andi setelah menyesap minum yang di buat Kanaya.


"Itu "Suteja", alias Susu, Teh, Jahe. Semalam kamu pulang larut malam. Tidur terlalu larut bisa membuat tubuh masuk angin. Suteja ini bisa meringankan gejala masuk angin karena jahenya yang bisa membuat tubuh menjadi hangat,"jelas Kanaya sesuai pengalamannya.


"Kamu pinter juga. Selain rasanya enak, ternyata juga ada manfaatnya. Minuman ini manisnya juga, pas. Seperti kamu,"ujar Andi kembali menyeruput minuman yang masih hangat itu tanpa menatap Kanaya.


"Ishh.. Dia ini, benar-benar nano-nano. Rame rasanya,"gumam Kanaya dalam hati.


Pipi gadis itu kembali memerah karena tersipu setelah mendengar pujian dari Andi. Sedangkan Andi malah sibuk menyeruput minumannya yang terasa manis dan hangat.


"Oh, ya. Sebaiknya kamu tidak usah bekerja lagi,"ujar Andi seraya meletakkan minuman nya yang tinggal seperempat gelas.


"Kenapa?"tanya Kanaya nampak keberatan.


"Aku masih sanggup untuk memberikan kamu dan ibu kehidupan yang layak tanpa kalian harus bekerja,"ujar Andi yang memang benar adanya.


"Aku ingin bekerja,"sahut Kanaya membuat Andi memicingkan sebelah matanya.


"Kenapa? Kamu masih ingin bertemu dengan si Randy itu?"


...🌸❤️🌸...


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2