Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
219. Tanyakan Dulu


__ADS_3

Hendrik masuk ke dalam kamarnya dan bergegas membersihkan diri. Hendrik merasa benar-benar bahagia. Saat harapannya pupus dan hampir putus asa, Hendrik malah mendapatkan kebahagiaan diluar ekspektasi nya. Kebahagiaan yang berlipat ganda.


Dulu Hendrik hanya berharap bisa memiliki Sumi. Walaupun Sumi tidak mencintai dirinya, Hendrik yakin jika suatu saat nanti karena selaku bersama, maka Sumi akan jatuh cinta padanya. Namun yang di dapatkannya saat ini malah lebih dari ekspresinya. Mengetahui Sumi mengandung darah dagingnya sudah membuat Hendrik sangat bahagia. Apalagi saat Sumi menyatakan bahwa dia juga mencintai dirinya, hal itu semakin membuat Hendrik semakin bahagia.


Mungkin bisa dikatakan bahwa Hendrik mendapatkan durian runtuh, alias mendapatkan sesuatu, keuntungan, atau rezeki yang tak disangka-sangka, tidak dengan bersusah payah.


Pria itu keluar dari kamarnya dengan wajah cerah dan kebahagiaan terpancar jelas dari wajahnya yang rupawan. Memakai celana jeans hitam dengan atasan kemeja yang juga berwarna hitam. Menggulung lengan kemejanya hingga siku, menunjukkan otot lengannya yang terlihat maskulin, semakin membuat penampilan mantan sang Casanova itu semakin gagah dan menawan. Karena olahraga dan latihan ilmu beladiri yang ditekuninya selama dua minggu ini semakin membuat bentuk tubuh Hendrik semakin bagus.


Hendrik langsung berjalan menuju dapur berniat mengambil makanan yang akan dibawanya untuk wanita yang dicintainya.


"Kapan kakak pulang?"tanya Rayyan yang keluar dari kamarnya karena ingin mengambil air minum.


Mendengar suara Rayyan, Hendrik pun langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Rayyan. Rayyan memakai celana panjang dan baju piyama. Rambut Rayyan nampak acak-acakan dan ada beberapa bercak kemerahan yang terlihat di di leher pria itu. Bahkan wajah Rayyan nampak berkeringat. Sepertinya pria itu baru saja selesai bercinta dengan istrinya.


"Kamu baru saja selesai bercinta dengan istrimu?"tanya Hendrik seraya memicingkan matanya menatap penampilan Rayyan. Tanpa menjawab pertanyaan dari adiknya itu.


"Kalau sudah tahu, kenapa masih bertanya?Kenapa tiba-tiba kakak pulang? Sepertinya kakak terlihat bahagia sekali. Dan sudah malam begini, kenapa kakak berpenampilan rapi sekali? Memangnya kakak mau kemana? Kakak tidak mau ke klub malam dan bersenang-senang di sana, 'kan?"tanya Rayyan setelah menelisik penampilan kakaknya itu.


"Kenapa pertanyaan kamu banyak sekali? Aku pulang karena aku mungkin akan kembali menatap di negara ini. Aku berpenampilan tampan dan menawan seperti ini karena aku mau menemui wanita yang aku cintai. Buat apa aku ke klub malam? Aku tetap bisa bahagia walaupun aku tidak pergi ke klub malam,"sahut Hendrik terlihat bangga seraya melangkah ke arah dapur.


"Menemui Sumi? Malam-malam begini? Ini bukan jam untuk berkunjung ke rumah orang, kak. Dan kenapa tiba-tiba kakak ingin menemui Sumi? Bukankah kakak sudah berjanji tidak akan menemui dia lagi?"tanya Rayyan mengikuti Hendrik ke dapur karena memang tadi tujuan Rayyan adalah ke dapur.


"Aku tidak akan mengunjungi Miti di rumahnya. Aku akan menjaga Sumi di rumah sakit,"


"Di rumah sakit? Memangnya kenapa dengan pujaan hati kakak itu?"


"Dia sedang mengandung anakku. Tapi keadaannya nge-drop karena merindukan aku,"sahut Hendrik penuh percaya diri.


"Cih, bangga sekali. Pantesan kakak senang sekali. Jika dia sedang mengandung, berarti kakak akan segera menikah dengan dia secepatnya, dong?"tanya Rayyan yang akhirnya tahu kenapa saudara satu-satunya itu terlihat bahagia.


"Tentu saja,"sahut Hendrik.

__ADS_1


"Syukurlah! Jadi kakak tidak patah hati lagi,"sahut Rayyan.


"Tidak akan! Bye.. bye.. Broken heart!"sahut Hendrik penuh semangat.


"Mana makanan yang bisa aku bawa, Bik?"tanya Hendrik pada Mastuti saat sudah masuk ke dapur.


"Ini, Tuan. Sudah siap semua,"sahut Mastuti meletakkan rantang yang biasa digunakan untuk piknik.


"Kamu sedang makan apa?"tanya Rayyan pada Andi yang terlihat asyik makan tanpa mempedulikan kehadiran majikannya.


"Makan rujak tahu buatan Bik Mas, Tuan. Rasanya Mantap!"sahut Andi seraya menunjukkan kedua jari jempolnya pada Rayyan.


"Rujak tahu?"tanya Rayyan dan Hendrik bersamaan.


"Iya, Tuan. Tapi ini rujak tahu versi orang-orang di daerah saya. Daerah pedesaan. Kami asli orang Palembang. Tepatnya kami suku Komering yang bahasa sehari-hari nya menggunakan bahasa Komering. Mungkin ada sebutan yang berbeda-beda di daerah lain, walaupun masih wilayah Palembang. Tapi yang pastinya kalau di tempat saya ini namanya rujak tahu,"jelas Mastuti.


Hendrik dan Rayyan yang penasaran pun melihat apa yang sedang dimakan Andi. Kakak beradik itu nampak mengernyitkan keningnya menatap mangkok di hadapan Andi.




"Masih ada, Bik? Aku mau, dong!"ujar Rayyan seraya duduk di sebelah Andi.


"Masih, Tuan,"sahut Mastuti.


"Aku mau juga,"sahut Hendrik ikut duduk di sebelah Rayyan.


"Kok, bibi nggak pernah membuat makanan seperti ini sebelumnya?"tanya Rayyan.


"Saya takut pada nggak suka, Tuan,"sahut Mastuti sambil meracik rujak tahu untuk Rayyan dan Hendrik.

__ADS_1


"Di rantang ini isinya juga ada yang seperti itu, Bik?"tanya Hendrik.


"Ada, Tuan. Rujak buahnya juga ada. Sambalnya saya pisah. Ada juga makanan sehat untuk ibu hamil yang sudah saya masukkan ke rantang yang akan anda bawa itu,"jawab Bik Mas.


"Aku, kok, baru tahu kalau ada yang namanya rujak tahu,"ujar Rayyan yang menatap mangkok berisi rujak tahu yang baru saja diletakkan Mastuti di depannya.


"Tuan terlalu sibuk makan makanan ala luar negeri hingga tidak terlalu tahu dengan kuliner di negeri sendiri. Tahunya steak, burger, pizza, rameon, Wagyu, pasta, sushi dan kawan-kawanya. Padahal kuliner di negeri sendiri banyak macamnya dan semuanya lezat,"


"Masakan rendang dari Minangkabau di Sumatera Barat, Indonesia adalah makanan yang dinobatkan sebagai Makanan Terenak di Dunia selama 8 Tahun Berturut-Turut. Pada tahun 2011 sampai 2019, rendang menduduki peringkat pertama sebagai makanan terenak di dunia dalam World's 50 Most Delicious Foods versi CNN International. Orang zaman sekarang malah bangga jika makan makanan ala orang luar negeri dari pada makanan khas negeri sendiri,"


"Bahkan anak zaman sekarang lebih hafal nama artis Korea dan idol K-Pop dari pada nama para pahlawan yang berjuang demi kemerdekaan kita. Nama jenderal besar kita Sudirman nggak tahu, nama tokoh emansipasi wanita R. A. Kartini juga nggak tahu. Tahunya Lee Min-ho, Cha Eun-wo, Soong Joong-ki, Ji Chang-wook, Jongkok.."


" Jungkook! Bukan jongkok!"potong Hendrik meralat kata Andi yang salah.


"Ya.. itulah, si Jungkook BTS. Terus si Jimin? Nama itu di anggap kampungan di Jawa, giliran yang pakai nama itu orang Korea jadi keren,"ujar Andi sambil mengunyah makanannya.


"Ngoceh aja kamu, Ndi. Kayak burung beo. Mending kamu siapkan acara pernikahanku,"ujar Hendrik yang juga sambil mengunyah makanannya.


"Kalau masalah itu, saya belum bisa bergerak sebelum Tuan bertanya dulu sama nona Sumi. Saya harus tahu konsep pernikahan seperti apa yang diinginkan nona Sumi. Kalau tidak sesuai dengan ekspektasi nona Sumi, maka nona Sumi akan mengungkit-ungkit nya di masa depan. Menurut Mario Teguh, wanita itu ahli sejarah. Mereka ingat pasti kesalahan laki-laki dan tahu pasti cara dan waktu untuk mengingatkannya. Kesan dan kenangan apapun yang Tuan tinggalkan untuk mereka, mereka akan mengingatnya seumur hidup,"jelas Andi.


"Benar kata Andi,.kak. Lebih baik kakak tanyakan dulu pada calon kakak ipar tentang konsep pernikahan yang diinginkannya. Jangan sampai membuat calon istri kakak kecewa,"sahut Rayyan.


"Benar kata Tuan. Jangan sampai kerja keras, waktu, tenaga dan pikiran yang saya kerahkan nanti jadi sia-sia,"sahut Andi.


"Kalian benar juga. Okey, aku akan menanyakan tentang hal ini pada Miti,"sahut Hendrik yang merasa pendapat Rayyan dan Andi memang benar.


Sedangkan Mastuti yang sedang membereskan dapur hanya tersenyum tipis mendengar obrolan ke tiga pria itu.


...🌸❤️🌸...


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2