Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
187. Mencoba Peruntungan


__ADS_3

"Ma, aku mencintai dia. Dan aku ingin hidup bersama dengan dia. Walaupun mama menentang hubungan kami, aku akan tetap menikahi dia,"ucap Hendrik tegas, tenang dan tanpa keraguan. Menegaskan pendiriannya sebelum mamanya membahas lebih jauh mengenai keputusannya itu.


"Walaupun mama tidak akan menganggap kamu sebagai anak lagi setelah kamu menikahi dia?"tanya Naima membuat Hendrik membulatkan matanya, menatap mamanya dengan tatapan tidak percaya.


"Kenapa? Apa mama tidak ingin aku berkeluarga dan hidup bahagia?"tanya Hendrik menghela napas yang terasa sesak di dadanya.


Hendrik tahu, ada kemungkinan besar jika mamanya tidak akan menyetujui Sumi menjadi pendamping hidupnya. Bisa dibilang 99,99 persen kemungkinan mamanya tidak akan menyetujui hubungannya dengan Sumi. Tapi, Hendrik tidak menyangka jika mamanya akan mengatakan tidak akan lagi menganggap dirinya anak jika dirinya bersikeras untuk menikahi Sumi.


"Tentu saja mama ingin kamu memiliki keluarga dan hidup bahagia. Tapi dengan wanita yang pantas dengan kamu, Hen. Kamu itu pria yang tampan dan kaya. Banyak wanita baik-baik yang mempunyai latar belakang pendidikan dan keluarga yang baik di luar sana yang mau menjadi pendamping hidup kamu. Kenapa kamu harus memilih wanita mantan kupu-kupu malam, Hen?"tanya Naima membuang napas kasar.


Naima tahu dan juga sadar, putranya adalah pria brengseek penjelajah cinta. Seorang Casanova yang selama ini hidup berpindah-pindah negara. Entah demi hobinya sebagai fotografer yang sering memotret tempat-tempat indah di berbagai belahan dunia, atau jiwa Casanova nya yang ingin menikmati tubuh para wanita dari berbagai belahan dunia. Tapi yang pasti, selama bertahun-tahun, Hendrik tidak menghasilkan banyak uang dari hobinya sebagai fotografer itu. Bahkan bisa dibilang, pemasukan dari hobinya itu hanya satu persen dari pengeluarannya tiap bulan.


"Ma, aku yakin. Bahkan sangat yakin. Jika di luar sana pasti banyak yang mau jadi pendamping hidup aku. Dengan latar belakang pendidikan dan keluarga yang baik. Tapi, apa mama bisa menjamin jika para wanita itu juga wanita baik-baik? Bukan seperti Natalie yang pernah mama banggakan sebagai menantu idaman. Gadis yang mama nilai latar belakang pendidikan dan keluarganya baik. Tapi nyatanya, kelakuannya lebih hina dari wanita penghibur. Lulus sarjana bukan karena hasil kerja keras sendiri, tapi karena membayar orang untuk mengerjakan tugas dan skripsinya. Dan lagi, apa mama yakin ada yang mau menerima aku apa adanya tanpa mengungkit masa lalu ku. Benar-benar berniat membina rumah tangga yang bahagia bersama aku. Bukan sekedar mau menikah dengan aku karena kekayaanku. Bisakah dia menerima, jika sewaktu-waktu ada yang datang padanya dan mengatakan pernah menjadi teman berbagi peluh dengan aku di atas ranjang?"tanya Hendrik menatap wajah Naima dengan tatapan serius.


Naima menghela napas berkali-kali seraya memijit pelipisnya sendiri setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Hendrik. Pada kenyataannya, memang tidak semua wanita yang memiliki latar belakang pendidikan dan keluarga yang baik itu baik. Dan tidak semua wanita yang berasal dari keluarga dengan latar belakang pendidikan rendah dengan status sosial menengah ke bawah itu tidak baik. Karena sifat dan kepribadian seseorang tidak bisa ditentukan oleh latar belakang keluarga dan pendidikannya.


Dan benar kata putranya. Bagaimana jika istri Hendrik nanti tidak bisa menerima masa lalu Hendrik? Atau mau menikah dengan Hendrik hanya karena kekayaan Hendrik saja. Tapi memiliki menantu mantan kupu-kupu malam juga bukanlah hal yang diinginkannya.


"Cobalah pikirkan lagi keputusan kamu itu, Hen! Kita ini keluarga terpandang. Bagaimana reputasi kita jika orang-orang tahu bahwa kamu menikah dengan mantan kupu-kupu malam?"


"Jika mama merasa malu dan takut reputasi keluarga kita hancur karena aku menikah dengan mantan kupu-kupu malam, maka setelah aku menikah, aku akan membawa keluarga ku tinggal di luar negeri. Dimana tidak ada orang yang suka bergosip dan tidak suka mengurusi kehidupan pribadi orang lain," ujar Hendrik yang tetap teguh pada pendiriannya.


Naima kembali menghela napas mendengar putranya yang tetap kukuh pada pendiriannya. Untuk sesaat Naima berpikir, apa yang harus dilakukannya untuk mengubah pendirian putranya itu.


"Kamu tetap kukuh pada pendirian kamu. Kamu mencintai dia bukan hanya sebatas Puppy love, 'kan?"tanya Naima yang masih belum percaya jika Hendrik benar-benar jatuh cinta pada seorang wanita.


"Haiss.. aku ini pria dewasa, ma. Bukan ABG. Mana mungkin aku mengalami puppy love?"


"Ya.. siapa yang tahu? Bukankah sudah biasa jika kamu hanya menyukai seorang gadis hanya sebentar saja? Setelah itu kamu bosan dan meninggalkannya,"sahut Naima yang memang begitulah Hendrik selama ini. Mudah bosan dengan satu wanita dan selalu bergonta-ganti pasangan.


"Ini beda, ma. Aku benar-benar mencintai dia,"

__ADS_1


"Apa wanita ini adalah wanita yang menolak dan menampar kamu waktu itu?"


"Iya,"sahut Hendrik singkat.


"Kamu ingin menikahi dia karena ingin balas dendam?"


"Aku benar-benar mencintai dia, ma. Tidak ada sama sekali niat ku untuk balas dendam,"


"Kalau begitu, mama ingin bertemu dengan wanita yang ingin kamu nikahi itu,"


"Mama tidak berniat untuk mengintimidasi dia, 'kan?"tanya Hendrik curiga.


"Miti dari awal sudah menolak aku. Jika mama mengintimidasinya, Miti akan memiliki alasan yang kuat untuk tidak menikah dengan aku,"gumam Hendrik dalam hati.


Hendrik masih ingat dengan jelas bagaimana mamanya berusaha menyingkirkan Aurora. Karena mamanya tidak setuju jika Aurora menjadi pendamping hidup Rayyan. Hendrik takut jika mamanya akan mengintimidasi Sumi, agar Sumi tidak mau menikah dengan dirinya.


"Kenapa? Kamu takut?"tanya Naima seraya memicingkan sebelah matanya.


"Okey. Mama boleh bertemu dengan Miti,"sahut Hendrik yang berharap keputusannya kali ini tidak salah. Lagi pula, cepat atau lambat mamanya akan bertemu dengan Sumi juga.


"Dimana mama bisa bertemu dengan dia?"


"Mama bisa menemui Miti di restoran yang ada di alamat xx,"


***


Naima keluar dari mobilnya menatap sebuah restoran di depannya yang termasuk besar di kota itu.


"Wanita yang di sukai Hendrik itu bekerja di sini? Aku sangat penasaran. Bagaimana rupa wanita yang bisa membuat Hendrik bisa tergila-gila dan sampai memiliki motivasi untuk berubah itu,"gumam Naima, kemudian masuk ke dalam restoran itu dan menghampiri meja kasir.


"Maaf! Bisa saya bertemu dengan pemilik restoran ini?"tanya Naima sopan.

__ADS_1


"Maaf! Ada keperluan apa, ya?"tanya kasir itu.


"Saya ingin meminta izin untuk bicara dengan salah seorang karyawannya,"sahut Naima yang tidak tahu jika Sumi lah pemilik restoran itu.


"Mohon tunggu sebentar!"ucap kasir tersebut, lalu meminta temannya untuk melapor pada Sumi.


"Ada apa?"tanya Sumi pada karyawannya yang menghampiri Sumi di dapur restorannya.


"Ada seorang wanita paruh baya yang ingin meminta izin pada anda untuk bicara dengan salah satu karyawan anda, nona,"sahut karyawan Sumi itu.


"Ohh.. begitu. Antarkan wanita itu ke ruanganku,"


"Baik, nona,"sahut karyawan Sumi bergegas menemui Naima. Sedangkan Sumi langsung keluar dari dapur restoran dan masuk ke ruangan kerjanya.


"Tok! Tok! Tok!"


"Masuk!"ucap Sumi dari dalam.


"Ceklek "


"Kau?"


...🌸❤️🌸...


Notebook :


Puppy love merupakan istilah yang memiliki makna perasaan suka atau ketertarikan dengan orang lain secara intens namun sebentar. Dengan kata lain, istilah ini juga bisa diartikan dengan cinta monyet yang biasa terjadi pada remaja.


Mengintimidasi adalah menakut-nakuti; menggertak; mengancam.


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2